Lokalzone - Selain berakting, Luna Maya juga tengah sibuk berbisnis pakaian dan media online. Bintang film 'Love' itu mengaku belajar banyak dari sang kekasih, Reino Barack, dalam menjalani dunia barunya tersebut.
"Belajar banget. Learning by doing dikasih tahu. Ini itu maksudnya apa, capital apa, investasi, costingnya gimana. Ya kalo nggak mau belajar ya susah. Ada seni peran juga, ada strategi marketingnya gimana. Something new-lah," ujar Luna, ditemui di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat,
"Belajar banget. Learning by doing dikasih tahu. Ini itu maksudnya apa, capital apa, investasi, costingnya gimana. Ya kalo nggak mau belajar ya susah. Ada seni peran juga, ada strategi marketingnya gimana. Something new-lah," ujar Luna, ditemui di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat,
Lebih lanjut, wanita kelahiran Bali itu juga terbantu atas saran yang didapat dari sang kekasih. Dirinya pun berkelakar merasa jadi lebih pintar lagi saat ini.
"Ngebantu banget. Kalo nggak ada dia, saya nggak sepinter sekarang. Langkah-langkah yang diambil, arahan dia," tutur Luna.
Banyak mendapat hal positif semenjak menjalin kasih, akan tetapi Luna seolah belum tahu kapan akan menikah dengan sang pujaan. Pemilik fashion line 'Luna Habit' itu seperti masih ingin fokus mengembangkan bisnis-bisnisnya.
Banyak mendapat hal positif semenjak menjalin kasih, akan tetapi Luna seolah belum tahu kapan akan menikah dengan sang pujaan. Pemilik fashion line 'Luna Habit' itu seperti masih ingin fokus mengembangkan bisnis-bisnisnya.
Entertainment - Nasional
Teknologi, Lokalzone - Nasib malang belum berhenti menaungi Galaxy Note 7. Beberapa unit pengganti yang dikatakan aman oleh Samsung ternyata tetap terbakar. Kejadian itu kabarnya memaksa Samsung menghentikan untuk sementara produksi Note 7.
Seperti diberitakan, penerbangan pesawat maskapai Southwest Airline terpaksa ditunda karena unit Note 7 baru milik seorang penumpang mendadak terbakar. Ternyata itu bukan peristiwa satu-satunya.
Dikutip dari Engadget, setidaknya ada dua kejadian serupa yang terjadi dalam waktu berdekatan di Amerika Serikat. Seorang remaja di Minnesota melaporkan unit baru Note 7 miliknya mendadak terbakar di tangannya. Beruntung ia hanya mengalami luka ringan.
Kemudian di kasus lain, seorang pria asal Kentucky bernama Michael Klering mengisahkan kalau Note 7 kepunyaannya juga terbakar pada tanggal 4 Oktober di pagi hari, di kamar tidurnya. Diketahui, Note 7 itu tidak sedang dalam kondisi diisi ulang.
Akibatnya, setelah memeriksakan diri ke rumah sakit, Michael mengaku didiagnosa mengalami gangguan pernapasan. Samsung sendiri mengaku tengah menginvestigasi kasus yang tidak menyenangkan itu.
Rentetan kejadian buruk yang menimpa unit pengganti Note 7 membuat Samsung berkoordinasi dengan otoritas di AS dan China, menghentikan untuk sementara produksinya. Hal itu diberitakan oleh media di Korea Selatan meski Samsung belum memberikan komentar resmi.
Di Amerika Serikat, operator AT&T juga sudah memutuskan akan menghentikan program penggantian Note 7 karena seperti sudah disebutkan, unit pengganti pun terindikasi tidak aman. Sedangkan operator T Mobile juga urung menjual kembali unit baru Note 7.
Jika memang Note 7 yang baru benar-benar belum bebas dari masalah, tentu merupakan kabar buruk bagi Samsung dan bisa saja akan terjadi recall periode kedua. Rencana penjualan kembali di beberapa negara pun berpotensi meleset dari rencana semula.
"Kami bekerja dengan otoritas dan pakar pihak ketiga dan akan membagi temuan kami jika investigasi sudah selesai. Meski laporan (Note 7 unit baru terbakar-red) hanya terbatas, kami ingin memastikan konsumen bahwa kami menyikapi setiap laporan dengan sangat serius," demikian kurang lebih pernyataan Samsung.
"Jika kami memastikan isu keamanan produk memang eksis, kami akan melakukan langkah segera untuk memperbaiki situasi," pungkas mereka
Seperti diberitakan, penerbangan pesawat maskapai Southwest Airline terpaksa ditunda karena unit Note 7 baru milik seorang penumpang mendadak terbakar. Ternyata itu bukan peristiwa satu-satunya.
Dikutip dari Engadget, setidaknya ada dua kejadian serupa yang terjadi dalam waktu berdekatan di Amerika Serikat. Seorang remaja di Minnesota melaporkan unit baru Note 7 miliknya mendadak terbakar di tangannya. Beruntung ia hanya mengalami luka ringan.
Kemudian di kasus lain, seorang pria asal Kentucky bernama Michael Klering mengisahkan kalau Note 7 kepunyaannya juga terbakar pada tanggal 4 Oktober di pagi hari, di kamar tidurnya. Diketahui, Note 7 itu tidak sedang dalam kondisi diisi ulang.
Akibatnya, setelah memeriksakan diri ke rumah sakit, Michael mengaku didiagnosa mengalami gangguan pernapasan. Samsung sendiri mengaku tengah menginvestigasi kasus yang tidak menyenangkan itu.
Rentetan kejadian buruk yang menimpa unit pengganti Note 7 membuat Samsung berkoordinasi dengan otoritas di AS dan China, menghentikan untuk sementara produksinya. Hal itu diberitakan oleh media di Korea Selatan meski Samsung belum memberikan komentar resmi.
Di Amerika Serikat, operator AT&T juga sudah memutuskan akan menghentikan program penggantian Note 7 karena seperti sudah disebutkan, unit pengganti pun terindikasi tidak aman. Sedangkan operator T Mobile juga urung menjual kembali unit baru Note 7.
Jika memang Note 7 yang baru benar-benar belum bebas dari masalah, tentu merupakan kabar buruk bagi Samsung dan bisa saja akan terjadi recall periode kedua. Rencana penjualan kembali di beberapa negara pun berpotensi meleset dari rencana semula.
"Kami bekerja dengan otoritas dan pakar pihak ketiga dan akan membagi temuan kami jika investigasi sudah selesai. Meski laporan (Note 7 unit baru terbakar-red) hanya terbatas, kami ingin memastikan konsumen bahwa kami menyikapi setiap laporan dengan sangat serius," demikian kurang lebih pernyataan Samsung.
"Jika kami memastikan isu keamanan produk memang eksis, kami akan melakukan langkah segera untuk memperbaiki situasi," pungkas mereka
Edukasi - Tekno
Lokalzone - Tutik Zakariyah (52) berniat mengambil pencairan mahar di Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi. Dia mengaku telah memberikan Rp 1 miliar dan Rp 50 juta sebagai mahar.
Namun Tutik harus gigit jari. Dia mengaku tidak tahu apabila Dimas Kanjeng Taat Pribadi telah ditangkap polisi terkait kasus pembunuhan. Tutik pun akhirnya melapor ke Polres Probolinggo karena merasa tertipu.
Tutik yang berasal dari Tenggarong, Kalimantan Timur itu lalu melapor ke Polres Probolinggo. Dia mengaku menjadi korban penipuan uang sebesar Rp 1 miliar dan Rp 50 juta. Bersama cucu perempuannya yang masih balita, Tutik sebelumnya datang ke padepokan dan ternyata harapannya untuk membawa pulang uang pencairan tidak seperti yang diharapkan sebelumnya.
Saat tiba di padepokan pada Minggu pagi, Tutik mengaku dicegat polisi di pintu masuk padepokan karena memang penjagaan yang ketat. Tutik pun mengaku maksud kedatangannya untuk mengambil pencairan mahar. Kemudian petugas yang berjaga menjelaskan kalau Dimas Kanjeng sudah ditangkap dan diarahkan ke Polres untuk melapor.
"Pencairan mahar itu dijanjikan awal bulan Oktober ini, makanya saya datang ke padepokan, ternyata yang mulia (Taat Pribadi) sudah ditangkap. Saya disuruh laporan," kata Tutik saat di posko pengaduan Polres Probolinggo.
Tutik tidak membawa barang bukti karena barang-barang yang dibeli dari Dimas Kanjeng hingga menghabiskan uang Rp 1 miliar dan Rp 50 juta itu, ada di rumahnya. Tutik hanya membawa sebuah cincin kecil warna pink, pembelian terakhir ke Taat Pribadi beberapa bulan lalu, yang harganya jutaan rupiah.
Menurut Tutik, dia menjadi pengikut Taat Pribadi sejak tahun 2010. Dia telah banyak menghabiskan harta bendanya yang dijual untuk digandakan oleh Taat Pribadi.
"Saya banyak membayar mahar sampai Rp 1 miliar lebih, saya tidak mendengar informasi kalau yang mulia telah ditangkap, karena di kampung, saya buta informasi dan jarang lihat televisi," jelasnya.
Pihak Polres Probolinggo langsung menerima laporan korban Tutik dan langsung akan mengembangkan laporan kornan tersebut, sambil menunggu barang bukti berupa keris, kantong, sabuk dan benda lainnya yang masih berada di rumah korban di Kalimantan Timur.
Namun Tutik harus gigit jari. Dia mengaku tidak tahu apabila Dimas Kanjeng Taat Pribadi telah ditangkap polisi terkait kasus pembunuhan. Tutik pun akhirnya melapor ke Polres Probolinggo karena merasa tertipu.
Tutik yang berasal dari Tenggarong, Kalimantan Timur itu lalu melapor ke Polres Probolinggo. Dia mengaku menjadi korban penipuan uang sebesar Rp 1 miliar dan Rp 50 juta. Bersama cucu perempuannya yang masih balita, Tutik sebelumnya datang ke padepokan dan ternyata harapannya untuk membawa pulang uang pencairan tidak seperti yang diharapkan sebelumnya.
Saat tiba di padepokan pada Minggu pagi, Tutik mengaku dicegat polisi di pintu masuk padepokan karena memang penjagaan yang ketat. Tutik pun mengaku maksud kedatangannya untuk mengambil pencairan mahar. Kemudian petugas yang berjaga menjelaskan kalau Dimas Kanjeng sudah ditangkap dan diarahkan ke Polres untuk melapor.
"Pencairan mahar itu dijanjikan awal bulan Oktober ini, makanya saya datang ke padepokan, ternyata yang mulia (Taat Pribadi) sudah ditangkap. Saya disuruh laporan," kata Tutik saat di posko pengaduan Polres Probolinggo.
Tutik tidak membawa barang bukti karena barang-barang yang dibeli dari Dimas Kanjeng hingga menghabiskan uang Rp 1 miliar dan Rp 50 juta itu, ada di rumahnya. Tutik hanya membawa sebuah cincin kecil warna pink, pembelian terakhir ke Taat Pribadi beberapa bulan lalu, yang harganya jutaan rupiah.
Menurut Tutik, dia menjadi pengikut Taat Pribadi sejak tahun 2010. Dia telah banyak menghabiskan harta bendanya yang dijual untuk digandakan oleh Taat Pribadi.
"Saya banyak membayar mahar sampai Rp 1 miliar lebih, saya tidak mendengar informasi kalau yang mulia telah ditangkap, karena di kampung, saya buta informasi dan jarang lihat televisi," jelasnya.
Pihak Polres Probolinggo langsung menerima laporan korban Tutik dan langsung akan mengembangkan laporan kornan tersebut, sambil menunggu barang bukti berupa keris, kantong, sabuk dan benda lainnya yang masih berada di rumah korban di Kalimantan Timur.
Nasional - Penipuan
Video, Lokalzone- Desainer Inggris Tom Price punya karya yang tidak biasa. Ia mendesain
mebel dari pipa plastik yang selama ini dipakai untuk saluran
pembuangan. Dengan melelehkan material tersebut, Price menciptakan karya
yang tidak cuma unik, tetapi juga melenyapkan batas antara desain dan
seni. DW berkunjung ke bengkelnya di London untuk melihat bagaimana ia
menggunakan alat elektronik rumah tangga sebagai perkakas utama.
Edukasi - Video
Bali, Lokalzone - Sang Proklamator sekaligus Presiden RI Pertama, Soekarno lahir dari seorang rahim ibu bernama Rai Srimben yang merupakan seorang wanita asal Banjar Bale Agung, Kelurahan Paket Agung, Buleleng.
Ada beragam kisah dramatis saat Rai Srimben menjalin asmara dengan Rade Soekemi, seorang guru asal Blitar, Jawa Timur hingga melahirkan Soekarno. Suasana klasik masih terlihat saat memasuki pemukiman rumah yang menjadi tempat lahir Srimben.
Beberapa bangunan lama masih dipertahankan, satu di antaranya yang paling terlihat adalah lima bangunan Jineng atau lumbung padi yang masih berdiri kokoh.
Di satu sudut bale, siang itu Made Hardika (72) sedang serius melukis potret Soekarno di atas kanvas. Pria ini adalah cucu dari generasi keempat keturunan Nyoman Rai Srimben. Di usia senjanya Hardika lebih banyak menghabiskan waktunya dengan melukis. Sesekali ia menulis naskah cerita drama tentang Rai Srimben.
Hardika menceritakan, Srimben kecil tidak banyak mendapatkan kasih sayang dari orangtuanya. Srimben dirawat kakeknya sampai usia remaja. Layaknya gadis Bali pada umumnya kala itu, ia mengisi hari-harinya dengan menenun.
Saat ada upacara-upacara ia juga membantu kakeknya ngayah di Pura dengan membuat canang ataupun bebantenana.Srimben remaja juga pandai menari. Keluwesannya dalam menari inilah yang membuat Rade Soekemi jatuh hati kepadanya.
Ketika itu Soekemi seorang Jawa yang menyukai adat dan budaya Bali tertarik menyaksikan Srimben menari tarian rejang saat ada upacara piodalan di pura desa. Soekemi merupakan seorang guru di Sekolah Rakyat (SR) yang kini bernama SDN 1 Paket Agung.
“Kala itu minta anak-anak untuk sekolah masih kurang. Soekemi mencari murid-murid sampai ke banjar-banjar dan sejak itu dia sering main ke Bale Agung,” kata Hardika.
Ada beragam kisah dramatis saat Rai Srimben menjalin asmara dengan Rade Soekemi, seorang guru asal Blitar, Jawa Timur hingga melahirkan Soekarno. Suasana klasik masih terlihat saat memasuki pemukiman rumah yang menjadi tempat lahir Srimben.
Beberapa bangunan lama masih dipertahankan, satu di antaranya yang paling terlihat adalah lima bangunan Jineng atau lumbung padi yang masih berdiri kokoh.
Di satu sudut bale, siang itu Made Hardika (72) sedang serius melukis potret Soekarno di atas kanvas. Pria ini adalah cucu dari generasi keempat keturunan Nyoman Rai Srimben. Di usia senjanya Hardika lebih banyak menghabiskan waktunya dengan melukis. Sesekali ia menulis naskah cerita drama tentang Rai Srimben.
Hardika menceritakan, Srimben kecil tidak banyak mendapatkan kasih sayang dari orangtuanya. Srimben dirawat kakeknya sampai usia remaja. Layaknya gadis Bali pada umumnya kala itu, ia mengisi hari-harinya dengan menenun.
Saat ada upacara-upacara ia juga membantu kakeknya ngayah di Pura dengan membuat canang ataupun bebantenana.Srimben remaja juga pandai menari. Keluwesannya dalam menari inilah yang membuat Rade Soekemi jatuh hati kepadanya.
Ketika itu Soekemi seorang Jawa yang menyukai adat dan budaya Bali tertarik menyaksikan Srimben menari tarian rejang saat ada upacara piodalan di pura desa. Soekemi merupakan seorang guru di Sekolah Rakyat (SR) yang kini bernama SDN 1 Paket Agung.
“Kala itu minta anak-anak untuk sekolah masih kurang. Soekemi mencari murid-murid sampai ke banjar-banjar dan sejak itu dia sering main ke Bale Agung,” kata Hardika.
Sampai suatu hari Srimben yang kala itu masih berusia 18 tahun nekat menuruti ajakan Soekemi untuk kawin lari tanpa sepengetahuan keluarga.
Keputusan kawin lari ini karena keduanya meyakini pernikahannya tidak akan disetujui orangtua karena berbeda adat dan agama.
“Sampai sore Rai Srimben tidak pulang ke rumah, semua orang sebanjar mencari-cari sambil membunyikan kentongan, ternyata setelah beberapa hari diketahui kawin lari dengan Soekemi dan tinggal di rumah kerabatnya yang seorang polisi masih di Singaraja,” ungkapnya.
Hardika tidak menampik jika pernikahan Srimben dengan Soekemi mendapat pertentangan dari keluarga besarnya.
“Dia secara adat Bali dikatakan mekutang atau dibuang, tetapi tidak dibuang dalam arti harfiah melainkan terputus secara adat dan agama. Keluarga akhirnya mengatakan sebagai wanita yang baik ikutilah suamimu,” tuturnya.
Pernikahan keduanya melahirkan anak pertama bernama Soekarni Wardooyo selama setahun tinggal di Buleleng.
Sampai pada akhirnya pasangan ini memutuskan untuk pergi ke Surabaya, dan saat berangkat ke Surabaya itulah tanpa sepengetahuannya Srimben sedang hamil seorang bayi yang kelak bernama Soekarno. Keduanya pergi ke Surabaya dengan jalur laut menaiki kapal dari Pelabuhan Buleleng.
Ada kisah misterius saat kapal akan berangkat ke Surabaya.
Konon kapal tidak bisa bergerak padahal saat dicek nahkoda dan anak buah kapal tidak ada kerusakan mesin , dan kapal dalam kondisi normal.
“Di dalam kapal ada seorang pendeta, dia lihat satu per satu penumpang sampai matanya tertuju pada Rai Srimben. Dia bilang Srimben sedang mengandung, pendeta itu membaca mantra dan memercikkan tirta ke Srimben. Beberapa saat kemudian mesin kapal hidup dan bisa berjalan,” ujarnya.
Pagi hari saat matahari mulai terbit, 6 Juni 1901 di Surabaya, Soekarno dilahirkan.
Ketika itu ia lahir bertepatan dengan tragedi melestusnya Gunung Kelud.
“Karena lahir pada pagi hari ada tetetenger, dia disebut sebagai putra sang fajar. Ada seorang pintar meramalkan jika anak itu kelak akan menjadi seorang besar yang berguna bagi masyarakat luas dan negara,” ungkapnya.
Bali - Peristiwa
Langganan:
Postingan (Atom)










