Select Menu
Buah Unggul
Diberdayakan oleh Blogger.

Buleleng

Bali

‹
›

Teknologi

Lifestyle

Nasional

Videos

Lokalzone - Tim Itwasum Mabes Polri yang dipimpin oleh Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Drs. I Nyoman Suryasta, Senin (22/9/2014) tiba di Buleleng untuk melakukan pemeriksaan terhadap kegiatan yang dilakukan oleh Polres Buleleng termasuk Pertanggung Jawaban Keuangan (Perwabku) selama tahun 2014. 

Berdasarkan keterangan dari Kapolres Buleleng AKBP Beny Arjanto, SiK saat dikonfirmasi disela-sela kegiatan diketahui kegiatan tersebut merupakan kegiatan rutin tahunan sebagai fungsi pengawasan. "Ini merupakan kegiatan rutin tahap kedua, pertama diadakan awal tahun untuk pemeriksaan manajemen, perencanaan, dan pengorganisasian. Dan saat ini sebagai pengecekan manajemen, pelaksanaan dan aspek pengendalian dari awal tahun hingga akhir tahun," ungkap Beny Arjanto.

Selain itu dari Itwasum Mabes Polri juga memeriksa anggaran dan keuangan Polres Buleleng selama kurun waktu satu tahun termasuk pembangunan Polsek Gerokgak. "Alokasi anggaran tahun ini kurang lebih Rp 100 Milyar termasuk untuk pembangunan Polsek Gerokgak tahun ini," papar Beny Arjanto.

Sampai saat ini baru tiga Polsek yang mendapatkan jatah, sisanya seperti Polsek Tejakula, Kubutambahan, Singaraja, Celukan Bawang dan Busung Biu juga akan diperjuangkan untuk mendapatkan angaran pembangunan yang sama. Rencananya untuk tahun depan anggaran pembangunan akan dialokasikan untuk Polsek Tejakula. "Tahun ini Polsek Gerokgak, dan tahun depan untuk Polsek Tejakula dulu," kata Beny Arjanto.
Lokalzone - Terjatuh dari ketinggian 15 meter saat berada diatas tangga untuk memetik cengkeh, I Putu Mendra (68) tewas ditempat, sedangkan temannya Putu Conik ikut terjatuh mengalami luka-luka dan dilarikan ke Rumah Sakit Kertha Husada Singaraja. Berdasarkan informasi yang dikumpulkan di Mapolsek Banjar dan lokasi peristiwa menyebutkan, musibah yang menimpa warga Desa Tigawasa itu terjadi Minggu (21/9/2014). 

Jatuhnya Medra dan Conik dari tangga saat memetik cengkeh diduga karena tali pengikat tangga yang melintang di atas jalan terseret truk yang melintas dari selatan ke utara. Tertariknya tali tersebut mengakibatkan tangga yang dinaiki kedua korban roboh dan bagian tengah tangga patah. Korban Medra ditemukan terlentang di saluran got yang tidak jauh dari pohon cengkeh. Kaki kirinya patah, dan bagian kepalanya mengeluarkan darah. Sedangkan Conik ditemukan di saluran got di pinggir jalan yang agak jauh dari pohon cengkeh.


Kasubbag Humas Polres Buleleng, AKP. Made Agus Widarma Putra membenarkan Polsek Banjar masih melakukan penanganan terkait jatuhnya dua pemetik cengkeh akibat tangga yang dinaiki terseret truck. “Satu orang meninggal dunia di lokasi yang diduga akibat benturan yang keras pada bagian kepala dan satu orang masih menjalani perawatan karane mengalami luka-luka setelah keduanya terjatuh dari ketinggian 15 meter akibat tali tangga terseret truck,” papar Widarma Putra.


Sementara, informasi dilokasi peristiwa menyebutkan, tewasnya Warga Dusun Dauh Pura, Desa Tigawasa setelah sempat mendapatkan pertolongan dan dilarikan ke Rumah Sakit, namun dalam perjalanan meninggal dunia. Sejumlah warga menyebutkan, kedua korban bersama beberapa buruh lainnya memetik cengkeh milik Ketut Mulyawan.

Sebelum kejadian, Medra dan Conik memasang tangga dari bambu pada sebatang pohon cengkeh yang berada di pinggir jalan Desa Tigawasa. Untuk menguatkan tangga tersebut, Medra dan Conik mengikat tangga menggunakan tali pelastik yang kemudian diikatkan ke sebuah pohon di sebarang jalan, selanjutnya keduanya naik dan memetik cengkeh di ketinggian 15 meter, namun saat akan beristirahat tiba-tiba tangga terjatuh hingga keduanya langsung terlempar dari ketinggian. Sementara, Unit Reskrim Polsek Banjar dalam musibah itu masih melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi termasuk mengamankan truck dan juga pengemudinya. (bru)
-
Lokalzone - Setelah melakukan penyelidikan dan penyidikan atas aksi Curanmor di PLTGU Celukan Bawang, Unit Reskrim Polsek KP3 Laut Pelabuhan Celukan Bawang, Sabtu (20/9/2014) akhirnya mengamankan dua sepeda motor yang sempat dibawa kabur pelaku, dua sepeda motor itu ditemukan dalam waktu yang berbeda di Pelabuhan Rakyat Pegametan Desa Sumberkima Kecamatan Gerokgak dan diduga akan dikirim ke Madura. 

Kapolsek KP3 Laut Pelabuhan Celukan Bawang, AKP. Burhannudin mengatakan, sepeda motor jenis Honda Vario DK 2220 UT ditemukan pertama kali di seputaran Pelabuhan Pegametan, kemudian pada hari keempat, polisi kembali menemukan  satu sepeda motor Honda Vario DK 7105 VQ, terletak, diduga pelaku curanmor  berencana membawa motor curian ke daerah Madura.

“Penemuan kedua sepeda motor atas kerjasama anggota kepolisian bersama aparat desa. Kami mengumpulkan informasi dan saksi-saksi, sedangkan pelaku pencurian masih dalam pengejaran kami. Upaya kerjasama bersama aparat desa dan tokoh masyarakat di wilayah Celukan Bawang, semakin diintensifkan,” papar Burhannudin.

Hingga saat ini, Polsek KP3 Laut Pelabuhan Celukan Bawang masih memburu pelakunya dan juga telah melakukan Koordinasi dengan Polsek di Jajaran Polres Buleleng, “Identitas pelaku pencurian masih kami identifikasi bersama sejumlah saksi. Sedangkan, dua barang bukti sepeda motor masih diamankan di mapolsek Celukan Bawang,” ujar Kapolsek Celukan Bawang.

Sebelumnya di areal parkir PLTGU Celukan Bawang, dua buah sepeda motor hilang saat ditinggalkan bekerja oleh pemiliknya, awalnya sepeda motor Honda Vario DK 2220 UT milik Putu Widana (34) warga Desa Banjarasem, Kecamatan Seririt dan Honda Vario Hitam DK 7105 VQ, milik Muhammad Hainul Yakin (23) warga Desa Sanggalangit, Kecamatan Gerokgak. (bru)
-
Lokalzone - Program bedah rumah untuk masyarakat miskin murni datang dari Kapolres Klungkung. Gagasan Kapolres Klungkung ini sangat baik dalam membantu masyarakat yang kurang mampu, yang mana bisa ditiru Kapolres lainnya di Bali, dalam ikut membantu warga yang kurang mampu, didaerahnya masing-masing. 

Demikian dikatakan Kapolda Bali Irjen Pol. Drs. Albertus Yulius Benny Mokalu, didampingi Waka Polda Bali Brigjen Pol. Drs. IGN Raharja Subyakta, pada saat meninjau program bedah rumah yang dilaksanakan Kapolres Klungkung AKBP Ni Wayan Sri Yudayatni Wirawati SiK, bertempat di Banjar Kanginan, Desa Paksebali, Kecamatan Dawan, Klungkung, Jumat (19/9/2014) kemarin.

Kapolda juga mengatakan bahwa pengentasan kemiskinan memang merupakan tugas utama pemerintah daerah, bukan berarti pemerintah tidak mampu, karena banyak hal yang harus dikerjakan, sehingga tidak ada salahnya kalau Polisi bisa membantu.

“Saya ketahui Kapolres Klungkung ini perintis dalam beberapa hal, seperti bedah rumah, mengembangkan tanaman-tanaman papaya dan bunga dengan system organic, sekaligus menghijaukan halaman kantor dengan tanaman bunga,“ ujar Kapolda Bali.

Polri memang tidak punya uang, namun bukan berarti diam tidak berbuat apa-apa, melihat ada warga yang kurang mampu, kita Kepolisian bisa menjebantani dengan mengandeng pengusaha, salah satu contoh Kapolres Klungkung mengandeng BRI dalam melaksanakan program bedah rumah ini.

Pelaksanaan bedah rumah gagasan Kapolres Klungkung nanti akan diserahkan kepada Wayan Tampi (62) bersama istrinya Ni Wayan Jati (52) dengan delapan anaknya, yang paling kecil masih berumur empat setengan tahun yang tinggal di Banjar Kanginan, Desa Paksebali, Kecamatan Dawan, Kabupaten Klungkung.

Pada kesempatan tersebut Kapolda mengharapkan kegiatan semacam ini bisa bermamfaat bagi masyarakat nantinya, sekaligus menunjukkan bahwa Polisi itu adalah mitra dari masyarakat.

Sementara itu Kapolres Klungkung mengatakan, Masyarakat yang mendapatkan bantuan program bedah rumah peduli sesama yang dilaksanakan Polres Klungkung adalah masyarakat yang kondisi secara ekonomi dan sosial kemasyarakatan sangat minim dan masuk kedalam golongan masyarakat yang kurang mampu.

Sampai saat ini Polres Klungkung dibawah kepemimpinan AKBP Niwayan Sri Yudayatni Wirawati SiK sudah melaksanakan bedah rumah sebanyak 6 unit rumah, diantaranya 1 di Tangkedan, 1 di Sampalan Kelod, 2 di Bukit Abah dan 2 di Paksebali, biaya dari program bedah rumah ini semuanya berasal dari partisipasi jajaran Polres Klungkjung dan masyarakat.
Kapolres Klungkung AKBP Ni Wayan Sri Yudayatni Wirawati, baju orange.
- - -
Lokalzone - Buleleng, khususnya Kecamatan Gerokgak yang merupakan lintas pantura yang menghubungkan peredaran barang dari pulau Lombok, Bali dan Jawa selalu ramai dengan arus lalu lintas kendaraan yang membawa berbagai barang baik yang masuk maupun keluar Bali. 

Untuk mengantisipasi masuknya barang berbahaya seperti senjata tajam, senjata api termasuk bahan peledak yang erap digunakan untuk kegiatan terorisme, Mapolsek Gerokgak dengan dipimpin oleh Ipda Putu Sutarjana, SH melakukan razia kendaraan dengan fokus utama pemeriksaan terhadap sejumlah barang bawaan dari kendaraan dari kendaraan yang melintas di depan Mako Polsek Gerokgak, Jumat (19/9/2014) kemarin.

Dari hasil pemeriksaan sejumlah kedaraan baik sepeda motor dan mobil box aparat tidak menemukan adanya orang dan barang yang mencurigakan, namun demikian razia seperti ini rencanannya akan tetap dilaksanakan secara rutin untuk mengantisipasi masuknya barang berbahaya ke Kabupaten Buleleng.