Lokalzone - Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub Pudji Hartanto mensosialisasikan stop pungutan liar kepada anak buah dan keluarganya. Dia memberikan wejangan-wejangan.
"Kenapa hal ini saya lakukan di hadapan keluarga pegawai juga karena kalau bapaknya oke, kami semuanya oke. Jangan sampai bapaknya oke, istrinya belum," kata Pudji dalam sambutannya di hadapan para pegawai bersama keluarganya, Junggle Fest, Bogor, Sabtu (22/10/2016).
Pudji memberikan contohnya dirinya kepada para pegawai. "Contoh istri saya, sudah dikasih gaji bahkan sampai ULP (uang lauk pauk), saya sudah kasih semua. Tapi masih minta yang lain. Waktu itu, minta tas bermerek. Waduh, pikir saya sudah gaji segitu nggak cukup. Akhirnya saya pergi ke kantor dan pulangnya saya kasih tas yaitu tas merek sendiri yang saya tulis pakai spidol.Jadi yang seperti ini tidak boleh ya," kata Pudji yang disambut tawa anak buah dan keluarganya itu.
Pesan ini disampaikan Pudji dalam acara Gerakan Stop Pungli dengan tema 'WOW Bisa ! Mision Im-Possible Stop Pungli ini digelar Ditjen Perhubungan Darat (Hubdar) di Junggle Fest, Bogor, Sabtu (22/10/2016).
Pudji berpesan agar para pegawainya untuk nikmati rejeki yang telah diberikan. "Jangan ibu bujuk-bujuk bapaknya, akhir bapak bingung dan melakukan hal negatif. Oleh karena itu mari nikmati rejeki yang ada, kita syukuri itu semua karena rejeki tidak akan ke mana-mana," imbaunya.
Pudji mengajak para pegawai berserta keluarganya melakukan evaluasi dan pembenahan diri serta perubahan terhadap budaya negatif ini.
"Jangan macam-macam, kita harus stop pungli. Mari evaluasi diri dengan melakukan kegiatan berkarya dan inovasi. Kedepan harus lebih baik makanya kita semua harus berani lakukan perubahan," kata Pudji.
"Kenapa hal ini saya lakukan di hadapan keluarga pegawai juga karena kalau bapaknya oke, kami semuanya oke. Jangan sampai bapaknya oke, istrinya belum," kata Pudji dalam sambutannya di hadapan para pegawai bersama keluarganya, Junggle Fest, Bogor, Sabtu (22/10/2016).
Pudji memberikan contohnya dirinya kepada para pegawai. "Contoh istri saya, sudah dikasih gaji bahkan sampai ULP (uang lauk pauk), saya sudah kasih semua. Tapi masih minta yang lain. Waktu itu, minta tas bermerek. Waduh, pikir saya sudah gaji segitu nggak cukup. Akhirnya saya pergi ke kantor dan pulangnya saya kasih tas yaitu tas merek sendiri yang saya tulis pakai spidol.Jadi yang seperti ini tidak boleh ya," kata Pudji yang disambut tawa anak buah dan keluarganya itu.
Pesan ini disampaikan Pudji dalam acara Gerakan Stop Pungli dengan tema 'WOW Bisa ! Mision Im-Possible Stop Pungli ini digelar Ditjen Perhubungan Darat (Hubdar) di Junggle Fest, Bogor, Sabtu (22/10/2016).
Pudji berpesan agar para pegawainya untuk nikmati rejeki yang telah diberikan. "Jangan ibu bujuk-bujuk bapaknya, akhir bapak bingung dan melakukan hal negatif. Oleh karena itu mari nikmati rejeki yang ada, kita syukuri itu semua karena rejeki tidak akan ke mana-mana," imbaunya.
Pudji mengajak para pegawai berserta keluarganya melakukan evaluasi dan pembenahan diri serta perubahan terhadap budaya negatif ini.
"Jangan macam-macam, kita harus stop pungli. Mari evaluasi diri dengan melakukan kegiatan berkarya dan inovasi. Kedepan harus lebih baik makanya kita semua harus berani lakukan perubahan," kata Pudji.
Motivasi - Nasional
Gianyar, Lokal-zone.com - Nyoman Arianta (45) penyandang tunanetra memiliki banyak aktivitas dalam kesehariannya. Meski tidak punya fisik normal, namun semangat hidupnya tak kalah dengan orang yang memiliki fisik sempurna.
Dalam kesehariannya, Arianta melakukan berbagai kegiatan mulai dari pengrajin anyaman, berternak, pemanjat pohon kelapa hingga jadi asisten bengkel radio.
Saat ditemui di kediamanya, di Banjar Bukit, Tampaksiring Gianyar Bali
Selasa (5/4), Arianta mengaku tanpa disiplin, dirinya tidak akan bisa mandiri.
"Semua ini saya kerjakan dengan senang dan semangat. Kalau kita disiplin untuk berjuang, pasti bisa. Saya hanya mencoba memberikan yang terbaik untuk keluarga yang telah merawat saya," kata Arianta.
Beragam aktivitas dijalaninya dimulai sejak bangun pagi sekitar pukul 04.00 WITA. Arianta mewajibkan diri sebagai penanggung jawab dapur keluarga.
"Bangun pagi saya langsung memasak nasi dan membuat pakan ternak. Disela itu saya mengupas kelapa, persiapan membikin minyak kelapa," ujarnya.
Setelah itu, Arianta menurunkan ayam dari kandang dan membersihkan kandang babi lanjut memberi pakan. Kemudian Arianta memanjat pohon kelapa yang digarapnya untuk menghasilkan tuak.
"Dalam sehari, setiap pohon saya panjat tiga kali. Paginya untuk menurunkan tuak, siang pengirisan batang buah dan sorenya mengganti kantong tuak. Belum termasuk pemanjatan pohon kelapa lainnya untuk pemetikan buah yang dilakukan sewaktu-waktu," terangnya.
Selain seorang peternak ayam, Nyoman juga pengrajin anyaman yang sangat produktif. Dalam sehari, Nyoman bisa menghasilkan 30 hingga 40 bambu pesanan. Belum lagi, jasa sol sepatunya yang dijalaninya, tak pernah sepi pelanggan.
Tak hanya itu, Nyoman ternyata seorang asisten bengkel radio. Tugasnya adalah sebagai pemeriksa kerusakan. Untuk perbaikan ringan, seperti mengganti speaker, travo dan komponen ringan lainnya, mampu digarapnya sendiri.
Dalam kesehariannya, Arianta melakukan berbagai kegiatan mulai dari pengrajin anyaman, berternak, pemanjat pohon kelapa hingga jadi asisten bengkel radio.
Saat ditemui di kediamanya, di Banjar Bukit, Tampaksiring Gianyar Bali
Selasa (5/4), Arianta mengaku tanpa disiplin, dirinya tidak akan bisa mandiri.
"Semua ini saya kerjakan dengan senang dan semangat. Kalau kita disiplin untuk berjuang, pasti bisa. Saya hanya mencoba memberikan yang terbaik untuk keluarga yang telah merawat saya," kata Arianta.
Beragam aktivitas dijalaninya dimulai sejak bangun pagi sekitar pukul 04.00 WITA. Arianta mewajibkan diri sebagai penanggung jawab dapur keluarga.
"Bangun pagi saya langsung memasak nasi dan membuat pakan ternak. Disela itu saya mengupas kelapa, persiapan membikin minyak kelapa," ujarnya.
Setelah itu, Arianta menurunkan ayam dari kandang dan membersihkan kandang babi lanjut memberi pakan. Kemudian Arianta memanjat pohon kelapa yang digarapnya untuk menghasilkan tuak.
"Dalam sehari, setiap pohon saya panjat tiga kali. Paginya untuk menurunkan tuak, siang pengirisan batang buah dan sorenya mengganti kantong tuak. Belum termasuk pemanjatan pohon kelapa lainnya untuk pemetikan buah yang dilakukan sewaktu-waktu," terangnya.
Selain seorang peternak ayam, Nyoman juga pengrajin anyaman yang sangat produktif. Dalam sehari, Nyoman bisa menghasilkan 30 hingga 40 bambu pesanan. Belum lagi, jasa sol sepatunya yang dijalaninya, tak pernah sepi pelanggan.
Tak hanya itu, Nyoman ternyata seorang asisten bengkel radio. Tugasnya adalah sebagai pemeriksa kerusakan. Untuk perbaikan ringan, seperti mengganti speaker, travo dan komponen ringan lainnya, mampu digarapnya sendiri.
Dia menceritakan kegiatan sebagai mekanik radio "Kalau tak melihat langsung, seperti yang saya lakukan sekarang ini mungkin tak kan percaya. Sebelum menyolder, alat solder dicolok dulu. Untuk memastikan solder sudah siap pakai, saya raba dulu, toh tak kan terbakar bila disentuh sebentar," ungkapnya sembari menyiapkan kawat timah, Selasa (5/4).
Dia mengakui untuk memeriksa kerusakan radio ada sedikit kendala. Karena itu dia hanya membantu membongkar, menyolder beberapa komponen yang tidak sulit.
"Ini namanya Dioda, ini transistor. Nah, yang banyak kakinya ini namanya IC, sangat sulit bagi saya untuk memasangnya. Yang ini saya nyerah," ujar Arianta sembari merapikan meja kerjanya.
Dari hasil kerja kerasnya, dia mampu membiayai adik-adik dan keponakan untuk sekolah.
Dia mengakui untuk memeriksa kerusakan radio ada sedikit kendala. Karena itu dia hanya membantu membongkar, menyolder beberapa komponen yang tidak sulit.
"Ini namanya Dioda, ini transistor. Nah, yang banyak kakinya ini namanya IC, sangat sulit bagi saya untuk memasangnya. Yang ini saya nyerah," ujar Arianta sembari merapikan meja kerjanya.
Dari hasil kerja kerasnya, dia mampu membiayai adik-adik dan keponakan untuk sekolah.
Bali - Motivasi
Lokal-zone.com - Mau tak mau kamu memang harus mengakui kalau menjadi seorang mahasiswa/siswi tentu nggak akan mudah prosesnya bisa dibandingkan dengan menjadi anak sekolahan biasa. Sebab, untuk lulus kamu harus punya karya tulis ilmiah yang berupa skripsi atau tugas akhir. Di mana pastinya karya itu juga harus berhubungan dengan jurusan yang kamu ambil sebelumnya kan?
Belum lagi nih, proses untuk mendapatkan gelar kelulusan bisa dibilang nggak ada yang mudah sama sekali. Selain harus berhadapan dengan dosen pembimbing, kamu juga berurusan dengan tumpukan revisi yang harus kelar sebelum deadline tertentu. Sungguhan deh, bagi kalian yang mengalaminya sekarang pasti nggak mudah banget.
Tapi beda atau lain ceritanya lagi dengan sosok cowok yang bernama Welin Kusuma. Di mana, cowok yang dikenal berasal dari Makassar itu memang punya kemampuan, finansial dan tekad berlebih dalam menempuh pendidikan kuliah. Bagaimana tidak, bila ternyata ada seorang Welin Kusuma yang mampu menjalani kuliah dengan berbagai macam jurusan di satu waktu sekaligus.
Makanya nggak heran kalau saat ini dia sudah punya 24 koleksi gelar asli yang ia tempuh dalam kurun waktu 15 tahun lamanya. Bahkan saking gilanya nih, sekitar 3 gelar Master dan 12 Sarjana pun ia kantongi sejak tahun 2001. Widih, nggak kebayang bukan? Apalagi dalam perjalanannya, cowok yang juga lahir di Makassar pada tanggal 08 Maret itu sampai menempuh beberapa pendidikan kuliah di tahun yang sama pula.
Itu pula yang akhirnya membuat cowok yang saat ini berusia 35 tahun tersebut berhasil mencatatkan prestasinya sebagai seorang peraih gelar multi disiplin terbanyak di rekor Muri pada tanggal 22 April tahun 2012 silam. Tentu jadi prestasi dan kebanggaan tersendiri bagi cowok yang bisa dibilang jenius ini bukan. Meskipun di balik itu, cowok ini sendiri juga punya sebuah masalah yang cukup rumit gara-gara kebanyakan gelar itu.
Sebab saat menuliskan nama dan gelar lengkapnya bisa jadi kurang lebih menjadi begini Welin Kusuma, ST, SE, S.Sos, SH, S.Kom, SS, SAP, S.Stat, S.Akt, MT, MSM, Mkn, RFP-I, CPBD, CPPM, CFP, Aff.WM, BKP, QWP, CPHR, ICPM, AEPP, CBA, CMA. Nah lho, sudah panjang begitu saja Welin masih juga dalam tahap kuliah terus. Wah, bakal sepanjang apa nantinya ya? Bagaimana menurutmu?
Belum lagi nih, proses untuk mendapatkan gelar kelulusan bisa dibilang nggak ada yang mudah sama sekali. Selain harus berhadapan dengan dosen pembimbing, kamu juga berurusan dengan tumpukan revisi yang harus kelar sebelum deadline tertentu. Sungguhan deh, bagi kalian yang mengalaminya sekarang pasti nggak mudah banget.
Tapi beda atau lain ceritanya lagi dengan sosok cowok yang bernama Welin Kusuma. Di mana, cowok yang dikenal berasal dari Makassar itu memang punya kemampuan, finansial dan tekad berlebih dalam menempuh pendidikan kuliah. Bagaimana tidak, bila ternyata ada seorang Welin Kusuma yang mampu menjalani kuliah dengan berbagai macam jurusan di satu waktu sekaligus.
Makanya nggak heran kalau saat ini dia sudah punya 24 koleksi gelar asli yang ia tempuh dalam kurun waktu 15 tahun lamanya. Bahkan saking gilanya nih, sekitar 3 gelar Master dan 12 Sarjana pun ia kantongi sejak tahun 2001. Widih, nggak kebayang bukan? Apalagi dalam perjalanannya, cowok yang juga lahir di Makassar pada tanggal 08 Maret itu sampai menempuh beberapa pendidikan kuliah di tahun yang sama pula.
Itu pula yang akhirnya membuat cowok yang saat ini berusia 35 tahun tersebut berhasil mencatatkan prestasinya sebagai seorang peraih gelar multi disiplin terbanyak di rekor Muri pada tanggal 22 April tahun 2012 silam. Tentu jadi prestasi dan kebanggaan tersendiri bagi cowok yang bisa dibilang jenius ini bukan. Meskipun di balik itu, cowok ini sendiri juga punya sebuah masalah yang cukup rumit gara-gara kebanyakan gelar itu.
Sebab saat menuliskan nama dan gelar lengkapnya bisa jadi kurang lebih menjadi begini Welin Kusuma, ST, SE, S.Sos, SH, S.Kom, SS, SAP, S.Stat, S.Akt, MT, MSM, Mkn, RFP-I, CPBD, CPPM, CFP, Aff.WM, BKP, QWP, CPHR, ICPM, AEPP, CBA, CMA. Nah lho, sudah panjang begitu saja Welin masih juga dalam tahap kuliah terus. Wah, bakal sepanjang apa nantinya ya? Bagaimana menurutmu?
Edukasi - Entrepreneur - Motivasi
LokalZone - Berasal dari keluarga sederhana, remaja berusia 15 tahun bernama Sushma Verma telah berhasil mengangkat derajat keluarganya berkat prestasi yang ia ukir. Belum genap 17 tahun, bocah jenius dari India ini tak sekadar berhasil menyelesaikan studi pasca sarjananya dalam waktu yang sangat cepat, namun juga dengan hasil terbaik.
Dilansir dari Hindustan Times, Sabtu, (25/7/2015), saat ini, remaja kelahiran Februari 2000 itu bersiap menjadi mahasiswa termuda untuk jenjang S3 dan melakukan penelitian di bidang mikrobiologi lingkungan di Babasaheb Bhimrao Ambedkar University (BBAU) di Lucknow.
"Saya sangat bahagia mencapai prestasi ini. Ini merupakan prestasi yang sangat besar. Saya berutang budi kepada Prof RC Sobti, wakil rektor universitas, yang selalu mendukung saya dalam mencapai ini," kata Sushma.
Kepala Dekan jurusan mikrobioligi lingkungan mengatakan setidaknya hanya ada 7 kursi untuk mahasiswa berprestasi yang mendapat beasiswa Universitas. Kini 4 kursi telah terisi dan salah satu kursi itu milik Sushma.
"Kami bangga dengan prestasinya. Kami harus memberi dukungan penuh dan memberikan yang terbaik untuknya. Ia adalah anak yang istimewa. Ia sangat berprestasi di usianya yang masih sangat belia," ujar Wakil Rektor Profesor RC Sobtiseperti.
Sushma berasal dari keluarga yang sederhana. Ayahnya, Tej Bahadur, bekerja di Universitas sebagai petugas kebersihan kamar mandi. Sementara ibunya, Chaya Devi, adalah seorang ibu rumah tangga. Terhadap prestasi gemilang putrinya, sang ayah sampai tak bisa berkata-kata untuk mengungkapkan kebahagiaannya selain bersyukur pada Tuhan. "Saya buta huruf dan tidak bisa membimbing anak-anak," ujar Bahadur.
Menurut laporan yang ada, pada usia 5 tahun Sushma telah terdaftar sebagai siswa kelas IX di Sekolah St Meera's Inter-College. Ia juga telah menyelesaikan studinya di kelas X hanya dalam waktu 3 bulan saja. Di usianya yang ke 13, remaja cerdas ini telah berhasil lulus sarjana (S1).
Dilansir dari Hindustan Times, Sabtu, (25/7/2015), saat ini, remaja kelahiran Februari 2000 itu bersiap menjadi mahasiswa termuda untuk jenjang S3 dan melakukan penelitian di bidang mikrobiologi lingkungan di Babasaheb Bhimrao Ambedkar University (BBAU) di Lucknow.
"Saya sangat bahagia mencapai prestasi ini. Ini merupakan prestasi yang sangat besar. Saya berutang budi kepada Prof RC Sobti, wakil rektor universitas, yang selalu mendukung saya dalam mencapai ini," kata Sushma.
Kepala Dekan jurusan mikrobioligi lingkungan mengatakan setidaknya hanya ada 7 kursi untuk mahasiswa berprestasi yang mendapat beasiswa Universitas. Kini 4 kursi telah terisi dan salah satu kursi itu milik Sushma.
"Kami bangga dengan prestasinya. Kami harus memberi dukungan penuh dan memberikan yang terbaik untuknya. Ia adalah anak yang istimewa. Ia sangat berprestasi di usianya yang masih sangat belia," ujar Wakil Rektor Profesor RC Sobtiseperti.
Sushma berasal dari keluarga yang sederhana. Ayahnya, Tej Bahadur, bekerja di Universitas sebagai petugas kebersihan kamar mandi. Sementara ibunya, Chaya Devi, adalah seorang ibu rumah tangga. Terhadap prestasi gemilang putrinya, sang ayah sampai tak bisa berkata-kata untuk mengungkapkan kebahagiaannya selain bersyukur pada Tuhan. "Saya buta huruf dan tidak bisa membimbing anak-anak," ujar Bahadur.
Menurut laporan yang ada, pada usia 5 tahun Sushma telah terdaftar sebagai siswa kelas IX di Sekolah St Meera's Inter-College. Ia juga telah menyelesaikan studinya di kelas X hanya dalam waktu 3 bulan saja. Di usianya yang ke 13, remaja cerdas ini telah berhasil lulus sarjana (S1).
![]() |
| Sushma Verma diantar sang ayah ke kampus (foto: thebetterindia.com) |
Edukasi - Entrepreneur - Motivasi
LokalZone - Seorang miliarder Hong Kong, Li Ka-Shing, berbagi tentang bagaimana mengelola uang dengan bijak menurut versinya. Ia menguraikan kepada kita sebuah rencana 5 tahun yang sangat inspiratif untuk mengubah nasib.
" No matter how much you earn, always remember to divide it into five parts proportionately. Always make yourself usefeul. – Li Ka-Shing
Tidak peduli seberapa banyak uang yang kamu dapatkan, selalu ingat untuk membagi uangmu ke dalam 5 bagian yang proporsional. Selalu membuat dirimu berguna. – Li Ka-Shing
Seandainya pendapatan bulanan kamu hanya +- Rp 4 juta, kamu bisa hidup dengan baik. Saya akan membantu membagi uangmu ke dalam 5 bagian.
" No matter how much you earn, always remember to divide it into five parts proportionately. Always make yourself usefeul. – Li Ka-Shing
Tidak peduli seberapa banyak uang yang kamu dapatkan, selalu ingat untuk membagi uangmu ke dalam 5 bagian yang proporsional. Selalu membuat dirimu berguna. – Li Ka-Shing
Seandainya pendapatan bulanan kamu hanya +- Rp 4 juta, kamu bisa hidup dengan baik. Saya akan membantu membagi uangmu ke dalam 5 bagian.
Kumpulan uang yang pertama digunakan untuk kebutuhan hidup sehari-hari. Ini adalah hidup yang sangat sederhana dan kamu hanya menghabiskan kurang dari Rp 38 ribu per hari. Sarapan sehari-hari terdiri atas vermicelli (semacam bihun atau mi), sebutir telur dan segelas susu. Untuk makan siangpun hanya makan siang yang sederhana, yaitu cemilan dan buah. Untuk makan malam, coba pergunakan dapur dan masaklah makananmu sendiri yang terdiri dari 2 jenis sayuran dan segelas susu sebelum tidur. Untuk satu bulan, biaya untuk makan seperti ini kira-kira menghabiskan RP 1,2 juta. Kalau kamu masih muda, tubuhmu tidak akan banyak bermasalah selama beberapa tahun ke depan dengan gaya hidup seperti ini.
Kumpulan uang yang kedua: Untuk networking, perluas jaringan pertemananmu. Tentunya hal ini akan membuat dirimu dikenal oleh banyak orang. Anggarkan tagihan telpon sekitar +- Rp 185 ribu, kemudian kamu bisa mentraktir temanmu makan 2 kali dalam sebulan, masing-masing Rp 200-300 ribu. Siapa yang kamu traktir? Selalu ingat untuk mentraktir makan siang untuk orang-orang yang lebih pandai atau memiliki wawasan lebih dari pada kamu, yang lebih kaya, atau orang-orang yang telah membantu kamu dalam berkarir. Pastikan kamu melakukannya setiap bulan. Setelah satu tahun, lingkaran pertemanan kamu akan menghasilkan nilai yang luar biasa. Selain reputasi dan pengaruh, akan ada nilai lebih yang dihasilkan. Image baik dan murah hati juga akan meningkat.
Kumpulan uang yang ketiga: Untuk belajar. Sisihkan sekitar Rp 200 ribu untuk membeli buku. Karena kamu tidak memiliki banyak uang, maka kamu harus belajar. Ketika kamu membeli buku, bacalah buku itu dengan saksama dan pelajari pelajaran dan strategi yang diajarkan di dalam buku itu. Setiap buku, setelah kamu membacanya, coba buat resumenya dalam bahasamu sendiri. Coba membagi dengan yang lain tentang isi buku itu juga akan meningkatkan kepercayaan dan daya tarik kamu. Juga simpanlah uang hingga Rp 300 ribu untuk menghadiri sesi pelatihan. Ketika kamu memiliki pendapatan lebih atau tambahan simpanan uang, cobalah untuk berpartisipasi untuk pelatihan lanjutan. Ketika kamu berpartisipasi dalam training yang baik, kamu tidak hanya mendapatkan pengetahuan, melainkan kamu juga akan bertemu dengan teman yang memiliki pemikiran yang sama dengan kamu.
Kumpulan uang yang keempat: Gunakan untuk berlibur ke luar negeri. Manjakan dirimu dengan pergi berlibur minimal sekali dalam setahun. Teruslah tumbuh besar dari pengalaman hidup. Tinggalah di hostel murah untuk menghemat biaya liburan. Gunakan pengalaman itu supaya kamu tetap semangat bekerja.
Kumpulan uang yang kelima: Investasi. Tabung Rp 1 juta dan kembangkan sebagai modal awal startup kamu. Modal itu bisa kamu gunakan untuk membangun bisnis kecil. Bisnis kecil itu aman. Pergilah ke supplier dan carilah produk untuk dijual. Walaupun kamu rugi dan kehilangan uang, kamu tidak akan kehilangan terlalu banyak. Bagaimanapun, ketika kamu mulai mendapatkan uang, hal itu akan meningkatkan rasa percaya diri dan keberanian dan kamu bisa mempelajari pengalaman baru dalam menjalankan bisnis kecil. Ketika kamu memperoleh uang lebih banyak, kamu bisa mulai membeli rencana investasi jangka panjang dan mendapatkan jaminan jangka panjang terhadap kekayaan finansial kamu dan keluargamu. Jadi tidak peduli apapun yang terjadi, akan selalu ada dana yang cukup dan kualitas hidup akan terjamin.
Nah, setelah kamu berusaha selama setahun dan gajimu masih tetap Rp 4 juta, itu berarti kamu belum sukses tumbuh sebagai seseorang. Kamu seharusnya benar-benar malu terhadap diri kamu. Coba pergi ke supermarket dan beli tahu yang paling keras. Ambilah dan hantamkan tahu itu ke kepalamu karena kamu layak mendapatkannya.
Jika pendapatan bulananmu +- Rp 5,5juta IDR, kamu masih harus bekerja keras. Kamu harus mencoba mendapatkan pekerjaan sampingan. Mendapatkan pekerjaan sampingan tentunya akan menjadi menyenangkan. Berbisnis itu menantang, tapi ini adalah cara yang paling tepat bagi kamu untuk mempelajari seni berjualan dan ini adalah kemampuan yang bisa kamu gunakan sepanjang karir kamu. Semua entrepreneur yang sukses adalah penjual yang baik. Mereka memiliki kemampuan menjual mimpi dan visi mereka. Kamu juga akan bertemu dengan banyak orang yang bermanfaat untuk kamu dan karirmu ke depannya. Ketika kamu sudah berada di dalam bisnis, kamu juga akan belajar tentang apa yang bisa dijual dan apa yang tidak. Gunakan sensitifitasmu dalam menemukan sentimen pasar sebagai platform untuk menjalankan bisnis kamu dan dalam mengidentifikasi produk yang akan laris di masa depan.
Cobalah membeli baju dan sepatu seminim mungkin. Kamu bisa membeli semua itu ketika kamu kaya. Simpan uangmu dan belilah hadiah untuk seseorang yang kamu sayangi dan ceritakan kepadanya mengenai rencanamu dan target finansial kamu. Ceritakan kepada mereka kenapa kamu sangat berhemat. Ceritakan usaha-usahamu, tujuan dan mimpimu kepada mereka.
Di mana-mana pebisnis membutuhkan bantuan. Tawarkan dirimu untuk melakukan kerja sampingan dari peluang apapun. Ini akan membantu mengasah impianmu dan kemampuanmu. Kamu akan mulai mengembangkan kemampuan berbicara dan nantinya kamu akan lebih dekat kepada target finansialmu.
Tidak peduli berapa banyak uang yang kamu dapatkan, selalu ingat untuk membaginya ke dalam 5 bagian yang proporsional. Selalu buat dirimu berguna. Tingkatkan investasimu dalam networking. Ketika kamu meningkatkan investasi sosialmu, memperluas jaringan networkingmu, pastinya pendapatanmu akan meningkat secara proporsional. Tingkatkan investasimu dalam belajar, kuatkan rasa percaya dirimu, tambah lagi jatah liburmu, perluas lagi cakrawalamu dan tingkatkan investasimu untuk masa depan, dan hal tersebutlah yang pada akhirnya akan meningkatkan pendapatanmu.
Pertahankan keseimbangan ini dan sedikit demi sedikit kamu akan mulai mendapatkan pendapatan lebih. Ini adalah lingkaran yang baik untuk rencana hidup. Tubuhmu akan mulai membaik dan membaik seiring kamu mendapatkan nutrisi dan perawatan lebih. Temanmu akan bertambah banyak dan kamu akan mulai membuat koneksi yang lebih berharga di masa yang sama. Kemudian kamu akan memiliki kondisi untuk berpartisipasi dalam pelatihan yang cukup tinggi dan setelah itu kamu akan mulai terekspos dengan proyek yang lebih besar dan peluang yang lebih besar. Kemudian, kamu akan menyadari mimpi-mimpimu, kebutuhan membeli rumah, mobil dan persiapan untuk dana pendidikan anak-anakmu di masa yang akan datang.
Hidup bisa didesain. Karir bisa direncanakan. Kebahagiaan bisa dipersiapkan. Kamu harus mulai berencana sekarang. Jikalau kamu miskin, habiskan sedikit waktu di rumah dan lebih banyak waktu di luar. Ini seni kehidupan. Apabila kamu miskin, habiskan uang untuk orang lain. Apabila kamu kaya, habiskan uang untuk dirimu sendiri. Banyak orang yang melakukan sebaliknya.
Apabila kamu miskin, berbaiklah kepada orang lain. Jangan menjadi orang yang perhitungan. Apabila kamu kaya, kamu harus membiarkan orang lain berbuat baik kepada kamu. Kamu harus belajar berbuat baik kepada dirimu sendiri. Apabila kamu miskin, kamu harus melempar dirimu keluar dan membiarkan orang memanfaatkan kamu. Apabila kamu kaya, kamu harus menjaga dirimu dengan baik dan jangan biarkan orang lain terlalu memanfaatkan kamu. Ini adalah cara hidup yang tidak banyak orang mengerti.
Teori yang terkenal dari Harvard : Perbedaan nasib seseorang ditentukan dari apa yang dikerjakan orang tersebut pada waktu luangnya dari jam 20.00 hingga jam 22.00. Gunakan dua jam ini untuk belajar, berpikir dan berpartisipasi dalam diskusi dan pembelajaran yang berarti. Kalau kamu bertahan seperti ini dalam beberapa tahun, sukses akan datang menghampirimu.
Tidak peduli berapa banyak uang yang kamu dapatkan, ingat selalu untuk membagi pendapatanmu ke dalam 5 bagian. Jaga tubuhmu supaya tetap dalam kondisi yang baik. Berinvestasilah dalam lingkar sosialmu supaya kamu bisa terus bertemu dengan orang-orang baru di mana kamu bisa belajar hal-hal baru. Memperluas jaringanmu juga akan berkesan penting terhadap berapa yang akan kamu peroleh. Berpetualanglah setiap tahun dan perluas pandanganmu. Juga selalu mencari tahu tentang perkembangan terbaru dalam industri. Jika kamu mengikuti rencana ini dengan baik, kamu akan melihat peningkatan yang signifikan dalam pemasukanmu.
Kumpulan uang yang kedua: Untuk networking, perluas jaringan pertemananmu. Tentunya hal ini akan membuat dirimu dikenal oleh banyak orang. Anggarkan tagihan telpon sekitar +- Rp 185 ribu, kemudian kamu bisa mentraktir temanmu makan 2 kali dalam sebulan, masing-masing Rp 200-300 ribu. Siapa yang kamu traktir? Selalu ingat untuk mentraktir makan siang untuk orang-orang yang lebih pandai atau memiliki wawasan lebih dari pada kamu, yang lebih kaya, atau orang-orang yang telah membantu kamu dalam berkarir. Pastikan kamu melakukannya setiap bulan. Setelah satu tahun, lingkaran pertemanan kamu akan menghasilkan nilai yang luar biasa. Selain reputasi dan pengaruh, akan ada nilai lebih yang dihasilkan. Image baik dan murah hati juga akan meningkat.
Kumpulan uang yang ketiga: Untuk belajar. Sisihkan sekitar Rp 200 ribu untuk membeli buku. Karena kamu tidak memiliki banyak uang, maka kamu harus belajar. Ketika kamu membeli buku, bacalah buku itu dengan saksama dan pelajari pelajaran dan strategi yang diajarkan di dalam buku itu. Setiap buku, setelah kamu membacanya, coba buat resumenya dalam bahasamu sendiri. Coba membagi dengan yang lain tentang isi buku itu juga akan meningkatkan kepercayaan dan daya tarik kamu. Juga simpanlah uang hingga Rp 300 ribu untuk menghadiri sesi pelatihan. Ketika kamu memiliki pendapatan lebih atau tambahan simpanan uang, cobalah untuk berpartisipasi untuk pelatihan lanjutan. Ketika kamu berpartisipasi dalam training yang baik, kamu tidak hanya mendapatkan pengetahuan, melainkan kamu juga akan bertemu dengan teman yang memiliki pemikiran yang sama dengan kamu.
Kumpulan uang yang keempat: Gunakan untuk berlibur ke luar negeri. Manjakan dirimu dengan pergi berlibur minimal sekali dalam setahun. Teruslah tumbuh besar dari pengalaman hidup. Tinggalah di hostel murah untuk menghemat biaya liburan. Gunakan pengalaman itu supaya kamu tetap semangat bekerja.
Kumpulan uang yang kelima: Investasi. Tabung Rp 1 juta dan kembangkan sebagai modal awal startup kamu. Modal itu bisa kamu gunakan untuk membangun bisnis kecil. Bisnis kecil itu aman. Pergilah ke supplier dan carilah produk untuk dijual. Walaupun kamu rugi dan kehilangan uang, kamu tidak akan kehilangan terlalu banyak. Bagaimanapun, ketika kamu mulai mendapatkan uang, hal itu akan meningkatkan rasa percaya diri dan keberanian dan kamu bisa mempelajari pengalaman baru dalam menjalankan bisnis kecil. Ketika kamu memperoleh uang lebih banyak, kamu bisa mulai membeli rencana investasi jangka panjang dan mendapatkan jaminan jangka panjang terhadap kekayaan finansial kamu dan keluargamu. Jadi tidak peduli apapun yang terjadi, akan selalu ada dana yang cukup dan kualitas hidup akan terjamin.
Nah, setelah kamu berusaha selama setahun dan gajimu masih tetap Rp 4 juta, itu berarti kamu belum sukses tumbuh sebagai seseorang. Kamu seharusnya benar-benar malu terhadap diri kamu. Coba pergi ke supermarket dan beli tahu yang paling keras. Ambilah dan hantamkan tahu itu ke kepalamu karena kamu layak mendapatkannya.
Jika pendapatan bulananmu +- Rp 5,5juta IDR, kamu masih harus bekerja keras. Kamu harus mencoba mendapatkan pekerjaan sampingan. Mendapatkan pekerjaan sampingan tentunya akan menjadi menyenangkan. Berbisnis itu menantang, tapi ini adalah cara yang paling tepat bagi kamu untuk mempelajari seni berjualan dan ini adalah kemampuan yang bisa kamu gunakan sepanjang karir kamu. Semua entrepreneur yang sukses adalah penjual yang baik. Mereka memiliki kemampuan menjual mimpi dan visi mereka. Kamu juga akan bertemu dengan banyak orang yang bermanfaat untuk kamu dan karirmu ke depannya. Ketika kamu sudah berada di dalam bisnis, kamu juga akan belajar tentang apa yang bisa dijual dan apa yang tidak. Gunakan sensitifitasmu dalam menemukan sentimen pasar sebagai platform untuk menjalankan bisnis kamu dan dalam mengidentifikasi produk yang akan laris di masa depan.
Cobalah membeli baju dan sepatu seminim mungkin. Kamu bisa membeli semua itu ketika kamu kaya. Simpan uangmu dan belilah hadiah untuk seseorang yang kamu sayangi dan ceritakan kepadanya mengenai rencanamu dan target finansial kamu. Ceritakan kepada mereka kenapa kamu sangat berhemat. Ceritakan usaha-usahamu, tujuan dan mimpimu kepada mereka.
Di mana-mana pebisnis membutuhkan bantuan. Tawarkan dirimu untuk melakukan kerja sampingan dari peluang apapun. Ini akan membantu mengasah impianmu dan kemampuanmu. Kamu akan mulai mengembangkan kemampuan berbicara dan nantinya kamu akan lebih dekat kepada target finansialmu.
Tidak peduli berapa banyak uang yang kamu dapatkan, selalu ingat untuk membaginya ke dalam 5 bagian yang proporsional. Selalu buat dirimu berguna. Tingkatkan investasimu dalam networking. Ketika kamu meningkatkan investasi sosialmu, memperluas jaringan networkingmu, pastinya pendapatanmu akan meningkat secara proporsional. Tingkatkan investasimu dalam belajar, kuatkan rasa percaya dirimu, tambah lagi jatah liburmu, perluas lagi cakrawalamu dan tingkatkan investasimu untuk masa depan, dan hal tersebutlah yang pada akhirnya akan meningkatkan pendapatanmu.
Pertahankan keseimbangan ini dan sedikit demi sedikit kamu akan mulai mendapatkan pendapatan lebih. Ini adalah lingkaran yang baik untuk rencana hidup. Tubuhmu akan mulai membaik dan membaik seiring kamu mendapatkan nutrisi dan perawatan lebih. Temanmu akan bertambah banyak dan kamu akan mulai membuat koneksi yang lebih berharga di masa yang sama. Kemudian kamu akan memiliki kondisi untuk berpartisipasi dalam pelatihan yang cukup tinggi dan setelah itu kamu akan mulai terekspos dengan proyek yang lebih besar dan peluang yang lebih besar. Kemudian, kamu akan menyadari mimpi-mimpimu, kebutuhan membeli rumah, mobil dan persiapan untuk dana pendidikan anak-anakmu di masa yang akan datang.
Hidup bisa didesain. Karir bisa direncanakan. Kebahagiaan bisa dipersiapkan. Kamu harus mulai berencana sekarang. Jikalau kamu miskin, habiskan sedikit waktu di rumah dan lebih banyak waktu di luar. Ini seni kehidupan. Apabila kamu miskin, habiskan uang untuk orang lain. Apabila kamu kaya, habiskan uang untuk dirimu sendiri. Banyak orang yang melakukan sebaliknya.
Apabila kamu miskin, berbaiklah kepada orang lain. Jangan menjadi orang yang perhitungan. Apabila kamu kaya, kamu harus membiarkan orang lain berbuat baik kepada kamu. Kamu harus belajar berbuat baik kepada dirimu sendiri. Apabila kamu miskin, kamu harus melempar dirimu keluar dan membiarkan orang memanfaatkan kamu. Apabila kamu kaya, kamu harus menjaga dirimu dengan baik dan jangan biarkan orang lain terlalu memanfaatkan kamu. Ini adalah cara hidup yang tidak banyak orang mengerti.
Teori yang terkenal dari Harvard : Perbedaan nasib seseorang ditentukan dari apa yang dikerjakan orang tersebut pada waktu luangnya dari jam 20.00 hingga jam 22.00. Gunakan dua jam ini untuk belajar, berpikir dan berpartisipasi dalam diskusi dan pembelajaran yang berarti. Kalau kamu bertahan seperti ini dalam beberapa tahun, sukses akan datang menghampirimu.
Tidak peduli berapa banyak uang yang kamu dapatkan, ingat selalu untuk membagi pendapatanmu ke dalam 5 bagian. Jaga tubuhmu supaya tetap dalam kondisi yang baik. Berinvestasilah dalam lingkar sosialmu supaya kamu bisa terus bertemu dengan orang-orang baru di mana kamu bisa belajar hal-hal baru. Memperluas jaringanmu juga akan berkesan penting terhadap berapa yang akan kamu peroleh. Berpetualanglah setiap tahun dan perluas pandanganmu. Juga selalu mencari tahu tentang perkembangan terbaru dalam industri. Jika kamu mengikuti rencana ini dengan baik, kamu akan melihat peningkatan yang signifikan dalam pemasukanmu.
Artikel ini diambil dari e27.co dan presentasi William Widjaya (Regional Manajer SEA Fenox VC)
Edukasi - Entrepreneur - Motivasi
LokalZone - Bambang Mustari Sadino alias Bob Sadino meninggal. Pengusaha nyentrik itu menghembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta Selatan, Senin (19/1/2015) sekira pukul 17.30 WIB.
Om Bob, begitu sapaan akrabnya, adalah pengusaha sukses di bidang pangan dan peternakan. Ia adalah pemilik dari jaringan usaha Kemfood dan Kemchick. Dalam banyak kesempatan, ia sering terlihat santai dengan mengenakan kemeja lengan pendek dan celana pendek yang menjadi ciri khasnya sehari-hari.
Perjalan hidup Om Bob sangat menarik dan menginspirasi banyak orang. Ia adalah anak bungsu dari lima bersaudara. Saat berumur 19 tahun, orangtuanya meninggal. Dia pun mewarisi seluruh harta kekayaan keluarganya karena saudara kandungnya yang lain sudah dianggap hidup mapan.
Bob sempat menghabiskan sebagian hartanya untuk berkeliling dunia dan menetap di Belanda selama kurang lebih sembilan tahun. Di sana, ia bekerja di Djakarta Lylod di Kota Amsterdam. Ketika tinggal di Belanda itu, Bob bertemu dengan pasangan hidupnya, Soelami Soejoed.
Pada 1967, Bob dan keluarga kembali ke Indonesia. Ia membawa serta dua mobil Mercedes keluaran 1960-an. Salah satunya ia jual untuk membeli sebidang tanah di Kemang, Jakarta Selatan.
Setelah beberapa lama tinggal dan hidup di Indonesia, Bob memutuskan untuk keluar dari pekerjaannya karena ia memiliki tekad untuk bekerja secara mandiri.
Pekerjaan pertama yang dilakoni Om Bob setelah keluar dari perusahaan adalah menyewakan mobil Mercedes miliknya. Ia sendiri yang menjadi sopir. Namun sayang, suatu ketika ia kecelakaan yang mengakibatkan mobilnya rusak parah.
Karena tak punya uang untuk memperbaikinya, Bob beralih pekerjaan menjadi kuli bangunan dengan upah harian Rp100.
Suatu hari, seorang teman menyarankan Bob memelihara dan berbisnis telur ayam negeri untuk melawan depresi yang dialaminya. Bob tertarik dan mulai mengembangkan usaha peternakan ayam.
Ketika itu, di Indonesia, ayam kampung masih mendominasi pasar. Bob, orang pertama yang memperkenalkan ayam negeri beserta telurnya ke Indonesia. Bob menjual telur-telurnya dari pintu ke pintu.
Ketika itu, telur ayam negeri belum populer di Indonesia sehingga barang dagangannya tersebut hanya dibeli oleh ekspatriat-ekspatriat yang tinggal di daerah Kemang, serta beberapa orang Indonesia yang pernah bekerja di luar negeri.
Dalam beberapa kesempatan, dia mengaku sempat jualan telur ayam di Pasar Mampang, Jakarta Selatan.
Namun seiring berjalannya waktu, telur ayam negeri mulai dikenal sehingga bisnis Bob semakin berkembang. Bob kemudian melanjutkan usahanya dengan berjualan daging ayam.
Selain memperkenalkan telur ayam negeri, ia juga merupakan orang pertama yang menggunakan perladangan sayur sistem hidroponik di Indonesia.
Catatan awal tahun 1985 menyebutkan, rata-rata per bulan perusahaan Bob menjual 40-50 ton daging segar, 60-70 ton daging olahan, dan sayuran segar 100 ton.
Selain sibuk bisnis, dia juga sering diundang menjadi dosen tamu di beberapa perguruan tinggi. Dia mengaku tak ingin mendidik anaknya menjadi manja. Bahkan, dia meminta anaknya berjualan pecel lele agar bisa mandiri dan mengarungi usaha dari nol.
Om Bob, begitu sapaan akrabnya, adalah pengusaha sukses di bidang pangan dan peternakan. Ia adalah pemilik dari jaringan usaha Kemfood dan Kemchick. Dalam banyak kesempatan, ia sering terlihat santai dengan mengenakan kemeja lengan pendek dan celana pendek yang menjadi ciri khasnya sehari-hari.
Perjalan hidup Om Bob sangat menarik dan menginspirasi banyak orang. Ia adalah anak bungsu dari lima bersaudara. Saat berumur 19 tahun, orangtuanya meninggal. Dia pun mewarisi seluruh harta kekayaan keluarganya karena saudara kandungnya yang lain sudah dianggap hidup mapan.
Bob sempat menghabiskan sebagian hartanya untuk berkeliling dunia dan menetap di Belanda selama kurang lebih sembilan tahun. Di sana, ia bekerja di Djakarta Lylod di Kota Amsterdam. Ketika tinggal di Belanda itu, Bob bertemu dengan pasangan hidupnya, Soelami Soejoed.
Pada 1967, Bob dan keluarga kembali ke Indonesia. Ia membawa serta dua mobil Mercedes keluaran 1960-an. Salah satunya ia jual untuk membeli sebidang tanah di Kemang, Jakarta Selatan.
Setelah beberapa lama tinggal dan hidup di Indonesia, Bob memutuskan untuk keluar dari pekerjaannya karena ia memiliki tekad untuk bekerja secara mandiri.
Pekerjaan pertama yang dilakoni Om Bob setelah keluar dari perusahaan adalah menyewakan mobil Mercedes miliknya. Ia sendiri yang menjadi sopir. Namun sayang, suatu ketika ia kecelakaan yang mengakibatkan mobilnya rusak parah.
Karena tak punya uang untuk memperbaikinya, Bob beralih pekerjaan menjadi kuli bangunan dengan upah harian Rp100.
Suatu hari, seorang teman menyarankan Bob memelihara dan berbisnis telur ayam negeri untuk melawan depresi yang dialaminya. Bob tertarik dan mulai mengembangkan usaha peternakan ayam.
Ketika itu, di Indonesia, ayam kampung masih mendominasi pasar. Bob, orang pertama yang memperkenalkan ayam negeri beserta telurnya ke Indonesia. Bob menjual telur-telurnya dari pintu ke pintu.
Ketika itu, telur ayam negeri belum populer di Indonesia sehingga barang dagangannya tersebut hanya dibeli oleh ekspatriat-ekspatriat yang tinggal di daerah Kemang, serta beberapa orang Indonesia yang pernah bekerja di luar negeri.
Dalam beberapa kesempatan, dia mengaku sempat jualan telur ayam di Pasar Mampang, Jakarta Selatan.
Namun seiring berjalannya waktu, telur ayam negeri mulai dikenal sehingga bisnis Bob semakin berkembang. Bob kemudian melanjutkan usahanya dengan berjualan daging ayam.
Selain memperkenalkan telur ayam negeri, ia juga merupakan orang pertama yang menggunakan perladangan sayur sistem hidroponik di Indonesia.
Catatan awal tahun 1985 menyebutkan, rata-rata per bulan perusahaan Bob menjual 40-50 ton daging segar, 60-70 ton daging olahan, dan sayuran segar 100 ton.
Selain sibuk bisnis, dia juga sering diundang menjadi dosen tamu di beberapa perguruan tinggi. Dia mengaku tak ingin mendidik anaknya menjadi manja. Bahkan, dia meminta anaknya berjualan pecel lele agar bisa mandiri dan mengarungi usaha dari nol.
Edukasi - Entrepreneur - Motivasi
LokalZone - Entrepreneurship merupakan dunia yang sarat ambisi. Dunia ini erat dengan perspektif kerja keras, tidak mudah menyerah dan berani mengambil kesempatan dan menghadapi tantangan.
Ada baiknya kita juga menggunakan pendekatan ini ketika sudah lulus kuliah. Bukan berarti kita harus membangun bisnis sendiri, tetapi menggunakan berbagai filosofi para entrepreneur seperti berani mengambil kesempatan dan berpikir di luar kotak ketika mencari pekerjaan.
Para pebisnis sukses terkenal dengan keberanian mengambil risiko, menghadapi kesulitan dan mendulang sukses ketika nampaknya mustahil. Mereka menunjukkan kemampuan untuk beradaptasi dan berubah serta memiliki kekuatan untuk mengatasi berbagai tantangan dan mengubahnya menjadi kesuksesan.
Pada upacara wisuda Stanford University 2005 lalu, Steve Jobs mengatakan bahwa kunci sukses pada karier adalah dengan menemukan passion kita. "Anda harus menemukan apa yang Anda cintai," kata Steve seperti dikutit dari Daily Mail.
Tetapi hal tersebut tidaklah cukup. Menurut pendiri situs networking LinkedIn, Reid Hoffman, kita perlu menyesuaikan passion dengan kenyataan pasar. Kita pun perlu melakukan pendekatan terhadap karier seperti seorang entrepreneur. Artinya, berinvestasi pada diri sendiri, bangun kemampuan diri serta selalu belajar dan berevolusi.
"Guna menaklukkan pasar tenaga kerja, Anda perlu mengantisipasi perubahan dunia dan perubahan pada diri sendiri," tutur Reid.
Hal ini, kata Reid, bermakna, kita perlu beradaptasi dan menyiapkan diri menghadapi masa depan melalui berbagai pengembangan kompetensi, belajar secara kontinyu dan menambahkan aset lain yang membuat kita berbeda dari orang lain.
Reid menyarankan, kita harus mampu berevolusi dan fleksibel dengan rencana karier. Pasalnya, dunia kerja selalu berubah, begitu juga diri kita yang senantiasa berubah sesuai pengalaman hidup.
"Anda bukan produk akhir. Jika Anda tidak tetap berevolusi, maka Anda akan sekarat," imbuhnya.
Ada baiknya kita juga menggunakan pendekatan ini ketika sudah lulus kuliah. Bukan berarti kita harus membangun bisnis sendiri, tetapi menggunakan berbagai filosofi para entrepreneur seperti berani mengambil kesempatan dan berpikir di luar kotak ketika mencari pekerjaan.
Para pebisnis sukses terkenal dengan keberanian mengambil risiko, menghadapi kesulitan dan mendulang sukses ketika nampaknya mustahil. Mereka menunjukkan kemampuan untuk beradaptasi dan berubah serta memiliki kekuatan untuk mengatasi berbagai tantangan dan mengubahnya menjadi kesuksesan.
Pada upacara wisuda Stanford University 2005 lalu, Steve Jobs mengatakan bahwa kunci sukses pada karier adalah dengan menemukan passion kita. "Anda harus menemukan apa yang Anda cintai," kata Steve seperti dikutit dari Daily Mail.
Tetapi hal tersebut tidaklah cukup. Menurut pendiri situs networking LinkedIn, Reid Hoffman, kita perlu menyesuaikan passion dengan kenyataan pasar. Kita pun perlu melakukan pendekatan terhadap karier seperti seorang entrepreneur. Artinya, berinvestasi pada diri sendiri, bangun kemampuan diri serta selalu belajar dan berevolusi.
"Guna menaklukkan pasar tenaga kerja, Anda perlu mengantisipasi perubahan dunia dan perubahan pada diri sendiri," tutur Reid.
Hal ini, kata Reid, bermakna, kita perlu beradaptasi dan menyiapkan diri menghadapi masa depan melalui berbagai pengembangan kompetensi, belajar secara kontinyu dan menambahkan aset lain yang membuat kita berbeda dari orang lain.
Reid menyarankan, kita harus mampu berevolusi dan fleksibel dengan rencana karier. Pasalnya, dunia kerja selalu berubah, begitu juga diri kita yang senantiasa berubah sesuai pengalaman hidup.
"Anda bukan produk akhir. Jika Anda tidak tetap berevolusi, maka Anda akan sekarat," imbuhnya.
Edukasi - Entrepreneur - Motivasi
LokalZone - Tak hanya menjadi sumber pengetahuan, buku juga menjadi penyemangat Managing Director PT Elang Biru Indonesia Gemilang, Wayan Raimantara di kala semangatnya turun sebagai pengusaha.
Tidak mudah memang menjadi pengusaha. Hal ini juga diakui Wayan. Ia sempat mengalami keraguan saat membangun usahanya. Usaha yang dibangun adalah distribusi madu Manuka dengan kualitas terbaik yang dibanderol dengan harga premium. Terlebih, sebelumnya ia terbiasa menjadi pegawai yang menerima gaji bulanan. Sedangkan saat membangun perusahaan, tabungannya sempat hampir terkuras.
“Sempat ragu menjadi pengusaha, terutama edukasi masyarakat mengenai manfaat madu Manuka terbilang tidak mudah. Tapi di saat keraguan muncul, saya langsung mengatasinya dengan membaca buku motivasi,” katanya di Jakarta, belum lama ini.
Tak heran apabila Wayan mengaku banyak mengoleksi buku motivasi di rumahnya. Saat ini, hampir sebanyak 30 buku terpajang di rumahnya. Lucunya, belum sampai buku motivasi tersebut habis dibaca, ia malah membeli buku lagi untuk menambah koleksinya.
Dari seluruh buku motivasi tersebut, ia memetik sebuah pelajaran, bahwa ketika menjadi pengusaha, modal utamanya adalah mengubah pola pikir dari hanya bermimpi menjadi aksi atau tindakan yang cepat untuk merealisasikannya. Karena itu, begitu Wayan ingin menjadi distributor madu Manuka yang berasal dari Selandia Baru, langsung diwujudkan dengan mengirimkan pesan elektronik (email) kepada perusahaannya, yaitu Manuka Health New Zealand Ltd.
“Ketika tidak mendapatkan respons, saya telepon perusahaan tersebut. Yang penting bagi saya adalah respons agar bisa merealisasikan impian saya tersebut,” jelasnya.
Berkat buku yang menjadi penyemangatnya tersebut, Wayan mengaku usahanya telah berbuah manis. Sejak mendirikan perusahaan dan berjualan madu Manuka pada 2006, pendapatan perusahaannya mengalami pertumbuhan sebesar 12 persen per tahun. Ia pun semakin optimistis di tahun-tahun mendatang produknya akan semakin diterima oleh masyarakat Indonesia.
Mengingat produk perlebahan yang ditawarkannya memiliki kualitas terbaik dan memberikan manfaat yang lebih baik dibandingkan dengan jenis lainnya. Sebab, madu Manuka adalah salah satu madu yang mengandung antibakteri terbaik di dunia. Madu Manuka berasal dari nektar bunga manuka yang hidup di Selandia Baru. Suku bangsa asli di Selandia Baru, yakni bangsa Maori, sejak lama selalu menggunakan madu ini untuk pengobatan.
“Dalam penelitian yang dilakukan oleh Profesor Thomas Henle dari Jerman tahun 2008, terungkap adanya Methylglyoxal (MGO) sebagai senyawa antibakteri dalam madu Manuka yang tinggi sehingga bermanfaat untuk kesehatan dan pengobatan,” jelasnya.
Kembali ke Indonesia
Sebelum menjadi pengusaha, Wayan sempat menikmati sebagai pegawai di beragam perusahaan. Setelah lulus pascasarjana di Selandia Baru, ia bekerja di sebuah lembaga milik pemerintah di Negeri Kiwi tersebut yang khusus memasarkan pendidikan mereka di Indonesia. Setahun kemudian, ia pun sempat bekerja di Mead Johnson selama dua tahun. Setelah itu, ia pindah ke Philip Morris. Tak lama berselang, ia pun bermigrasi ke Selandia Baru karena di sana mendapatkan tempat tinggal permanen. Setelah bekerja di negeri tersebut selama dua tahun, ia pun pulang ke Indonesia.
“Tapi kali ini saya tidak mau jadi karyawan lagi dan memantapkan diri untuk menjadi pengusaha. Kala itu, saya memulai usaha saat usia memasuki 40 tahun. Kata orang life begin at 40, saya rasa itu betul,” jelasnya.
Tidak mudah memang menjadi pengusaha. Hal ini juga diakui Wayan. Ia sempat mengalami keraguan saat membangun usahanya. Usaha yang dibangun adalah distribusi madu Manuka dengan kualitas terbaik yang dibanderol dengan harga premium. Terlebih, sebelumnya ia terbiasa menjadi pegawai yang menerima gaji bulanan. Sedangkan saat membangun perusahaan, tabungannya sempat hampir terkuras.
“Sempat ragu menjadi pengusaha, terutama edukasi masyarakat mengenai manfaat madu Manuka terbilang tidak mudah. Tapi di saat keraguan muncul, saya langsung mengatasinya dengan membaca buku motivasi,” katanya di Jakarta, belum lama ini.
Tak heran apabila Wayan mengaku banyak mengoleksi buku motivasi di rumahnya. Saat ini, hampir sebanyak 30 buku terpajang di rumahnya. Lucunya, belum sampai buku motivasi tersebut habis dibaca, ia malah membeli buku lagi untuk menambah koleksinya.
Dari seluruh buku motivasi tersebut, ia memetik sebuah pelajaran, bahwa ketika menjadi pengusaha, modal utamanya adalah mengubah pola pikir dari hanya bermimpi menjadi aksi atau tindakan yang cepat untuk merealisasikannya. Karena itu, begitu Wayan ingin menjadi distributor madu Manuka yang berasal dari Selandia Baru, langsung diwujudkan dengan mengirimkan pesan elektronik (email) kepada perusahaannya, yaitu Manuka Health New Zealand Ltd.
“Ketika tidak mendapatkan respons, saya telepon perusahaan tersebut. Yang penting bagi saya adalah respons agar bisa merealisasikan impian saya tersebut,” jelasnya.
Berkat buku yang menjadi penyemangatnya tersebut, Wayan mengaku usahanya telah berbuah manis. Sejak mendirikan perusahaan dan berjualan madu Manuka pada 2006, pendapatan perusahaannya mengalami pertumbuhan sebesar 12 persen per tahun. Ia pun semakin optimistis di tahun-tahun mendatang produknya akan semakin diterima oleh masyarakat Indonesia.
Mengingat produk perlebahan yang ditawarkannya memiliki kualitas terbaik dan memberikan manfaat yang lebih baik dibandingkan dengan jenis lainnya. Sebab, madu Manuka adalah salah satu madu yang mengandung antibakteri terbaik di dunia. Madu Manuka berasal dari nektar bunga manuka yang hidup di Selandia Baru. Suku bangsa asli di Selandia Baru, yakni bangsa Maori, sejak lama selalu menggunakan madu ini untuk pengobatan.
“Dalam penelitian yang dilakukan oleh Profesor Thomas Henle dari Jerman tahun 2008, terungkap adanya Methylglyoxal (MGO) sebagai senyawa antibakteri dalam madu Manuka yang tinggi sehingga bermanfaat untuk kesehatan dan pengobatan,” jelasnya.
Kembali ke Indonesia
Sebelum menjadi pengusaha, Wayan sempat menikmati sebagai pegawai di beragam perusahaan. Setelah lulus pascasarjana di Selandia Baru, ia bekerja di sebuah lembaga milik pemerintah di Negeri Kiwi tersebut yang khusus memasarkan pendidikan mereka di Indonesia. Setahun kemudian, ia pun sempat bekerja di Mead Johnson selama dua tahun. Setelah itu, ia pindah ke Philip Morris. Tak lama berselang, ia pun bermigrasi ke Selandia Baru karena di sana mendapatkan tempat tinggal permanen. Setelah bekerja di negeri tersebut selama dua tahun, ia pun pulang ke Indonesia.
“Tapi kali ini saya tidak mau jadi karyawan lagi dan memantapkan diri untuk menjadi pengusaha. Kala itu, saya memulai usaha saat usia memasuki 40 tahun. Kata orang life begin at 40, saya rasa itu betul,” jelasnya.
Edukasi - Entrepreneur - Motivasi
LokalZone - Robin Kettle adalah pendiri dan pemilik Access All
Areas, salah satu dari perusahaan audit akses utama di Inggris. Ia juga
memiliki Ablezie, sebuah bisnis informasi bagi kaum difabel. Robin
mengelola sebuah direktori Internet yang mencakup keseimbangan jiwa dan
raga.
Di samping semua posisi tadi, ia juga menjabat sebagai editor
direktori bagi kaum penyandang keterbatasan fisik yang ia namai sebagai
“The Best of the Web”.
Meski sudah berusia 52 tahun, ia tak patah arang untuk memulai
berwirausaha. Robin harus menggunakan kursi roda selama sisa hidupnya
karena kecelakaan sepeda motor yang membuatnya lumpuh di tahun 1976.
“Saya penyuka kerja keras, audit akses saya membawa saya ke semua
daerah di Inggris dan saya memiliki sederet klien dari kantor Deputi
Perdana Menteri dan DWP hingga Capital One,” ujarnya lagi.
Sebagai pebisnis dalam bidang audit, Robin membantu pihak lain untuk
menaati peraturan pemerintah Equality Act 2010. Tugasnya ialah membantu
para klien memenuhi kebutuhan dari para penyandang keterbatasan fisik.
“Saya sangat bangga dengan pekerjaan saya dalam menemukan solusi yang tepat dengan cara yang tepat,” ujarnya lagi.
Sementara itu, direktori, blog dan forum Ableize miliknya kini
menjelma sebagai sebuah sumber informasi tepercaya bagi kaum difabel. Di
dalamnya, dapat ditemukan informasi mengenai kesehatan, difabilitas
yang sangat komprehensif dan terbesar di Inggris.
Menurut pria yang tak suka menyerah itu, menjalani kehidupan dan
melancong di kursi roda bukan masalah besar baginya. Usia yang makin
menanjak juga membuatnya agak kesulitan untuk berjalan di tempat-tempat
jauh tetapi ia tidak berkecil hati karenanya.
“Saya akan menerima tantangan yang lebih besar untuk membuktikan diri
saya sendiri dan pada dunia bahwa sellau ada peluang bagi kita untuk
meningkatkan kualitas diri dan membuat perubahan,” tegasnya lagi.
Edukasi - Entrepreneur - Motivasi
Lokalzone - Made
Supala belajar pertanian bukan karena kemauannya sendiri tetapi lebih
karena tidak memiliki pilihan lain. Tanpa uang Supala yang merupakan
anak seorang petani ini terpaksa mendaftar di Sekolah Pertanian Menengah Atas (SPMA) pada tahun 1972 lantaran biayanya gratis, “Saat pendaftaran saya hanya membawa
jangkul,” Kata Made sambil tertawa mengenang.
Setelah lulus Supala langsung bekerja sebagai seorang PPL di Dinas Pertanian Kabupaten Buleleng. Dari pekerjaannya ini Supala mulai menyadari penderitaan para petani, “Jika petani tidak menanam buah unggul, tanaman hanya berbuah sekali atau kualitas yang dihasilkannya akan sangat rendah,” katanya. Dan masalah lain yang muncul, hanya sedikit orang yang mau berkecimpung sebagai pemulia tanaman, sedangkan petani sendiri tidak memiliki pengetahuan yang memadai untuk itu. Supala melihat permasalahan ini dan berusaha menjadi solusi.
Tidak bisa kembali sekolah karena pekerjaan yang dilakoninya, Made Supala mulai belajar sendiri (otodidak) pengetahuan sebagai pemulia tanaman. Waktu itu masih belum ada seminar dari universitas-universaitas tentang pemulian tanaman sehingga pada tahun 1998 dia memutuskan untuk datang ke IPB Bogor tanpa pemberitahuan terlebih dahulu. Disana Supala bertemu seorang mahasiswa dan meminta sebuah silabus tentang penyilangan tanaman.
Tidak mudah baginya untuk mempelajari pengetahuan baru yang dipelajarinya, terlalu banyak pengetahuan dasar yang tidak diketahui seperti taksonomi dan genetika. Dan dia mulai menjawab tantangan itu dengan membeli berbagai macam buku di Bogor, Semarang, Denpasar dan Yogjakarta, tetapi pertolongan justru lebih banyak didapatkannya dari kebun di dekat rumahnya yang juga sekaligus sebagai tempat praktek ilmu yang dipelajarinya.
Dengan segala keterbatasannya, Supala mulai melakukan uji coba menyilangkan jenis tanaman amphimixis dengan cara tradisional, mengambil serbuk sari di satu pohon dan memoleskannya di putik pada bunga pohon tanaman yang lain. Hal ini dilakoninya selama bertahun-tahun sebelum akhirnya mendapatkan hasil, “saya mencari tanaman amphimixis yang bereproduksi dengan cara fertilisasi antara jantan dan betina,” Kata Supala.
Jenis tanaman amphimixis hanya dapat menghasilkan buah dengan cara fertilisasi, dimana serbuk sari bertemu dengan putik bunga. Sedangkan kebalikannya adalah apomixes yang dapat berkembang menjadi buah walau tanpa fertilisasi contohnya buah mangis. Hal ini menjadikan jenis tanaman ini sangat sulit untuk disilangkan, “jika tanaman jenis ini disilangkan sulit untuk mengetahui apakah buah dan biji yang dihasilkan itu merupakan hasil persilangan atau hanya bibit biasa yang hanya membawa gen tanaman aslinya,” katanya. Ini adalah mimpi buruk bagi seorang Breeder pasalnya butuh waktu bertahun-tahun untuk melihat tanaman berkembang.
Dengan keterbatasan informasi saat itu, tanpa internet, sangat sulit untuk mengetahui jenis tanaman mana saja yang tergolong amphimixis dan apomixes. Satu-satunya jalan untuk mencari tahu hanyalah dengan jalan menanam sebanyak-banyaknya plasma nutfah di kebun miliknya, “kita bungkus bagian bunganya dengan kertas dan menghilangkan bagian serbuk sarinya, jika putik tetap berkembang menjadi buah berarti itu jenis apomixes,” ungkapnya.
Made Supala mengumpulkan bibit dari berbagai tempat, ada yang dibeli dari nursery, dari teman temannya sesama pecinta tanaman dan terkadang dia mendapatkannya dengan mudah, ketika orang lain menganggap jenis tanaman itu tidak berharga tetapi baginya membawa gen potensial. Suatu hari di sebuah pameran dia mendapatkan tanaman sirsak berwarna kuning mencolok dengan jumlah biji yang sangat banyak dan pastinya akan sangat menggangu siapapun yang memakannya, apalagi rasa buahnya sangat hambar dijamin tidak akan ada yang menyukai buah ini. “Saya menyilangkan jenis ini dengan sirsak madu dengan harapan menghasilkan varietas baru dengan warna kuning pada bagian buah dan dagingnya tetapi rasanya manis seperti sirsak madu,” papar Supala.
Hasil eksperimen pertamannya adalah Srikaya Surix dan Nona Sri, keduannya merupakan hasil persilangan srikaya jenis Pineapple dengan San Pablo. Srikaya Pineapple memiliki tampilan kulit luar yang menyerupai buah nenas dengan rasa yang sangat manis, jumlah biji sedikit dengan warna daging yang berisi semburat berwarna kuning. Sedangkan San Publo adalah salah satu varian jenis Mulwo (annona reticulata), warna buahnya merah mencolok dengan kulit yang halus tetapi rasanya tidak begitu manis. Keduannya disilang dengan harapan akan mendapatkan varitas tanaman baru dengan rasa manis dari Pineapple dengan kulit yang lebih halus dan berwarna merah seperti San Publo.
“Untuk mendapatkan hasil diinginkan kita harus menyilangkan banyak buah,” ungkap Supala. Membutuhkan waktu sepuluh bulan untuk membesarkan jenis Pineapple sebelum siap disilangkan dengan San Publo. Tiga sampai empat bulan sejak disilangkan menunggu berbuah dan akhirnya mendapatkan bibit hasil persilangan, sekitar tiga tahun lebih menunggu bibit baru berbuah dan diseleksi mana yang paling potensial dari tampilan dan rasa, dari seleksi itu munculah jenis Surix dan Nona Sri. Dari segi tampilan keduannya mirip dengan warna merah hanya saja Nona Sri lebih besar dan kulit buahnya yang halus, ”Warna merah dan kulitnya yang halus dari Sun Publo, sedangkan dari tampilan titik-titik di kulit, rasa manis dan jumlah biji yang sedikit dari jenis srikaya pineapple,” katanya. Tetapi proses ini belum selesai, dia masih harus menunggu tiga tahun lamanya untuk memperbanyak bibit hasil seleksi tersebut. Dan Made Supala menpercayakan kepada beberapa petani Singaraja untuk melakukan perbanyakan tanpa satupun catatan yang mengarah kepadanya atas hasil eksperimen yang dilakukannya.
Bersamaan dengan itu Made Supala memutuskan untuk pensiun dini sebagai seorang PNS agar dapat berkonsentrasi bekerja sebagai seorang breeder / pemulia tanaman. Atas saran dari temannya dia memutyuskan untuk mengembangkan nurserynya dan membuka outlet penjualan bibit di Denpasar, Bali sekaligus sebagai tempat penyimpanan bibit hasil hobinya melakukan eksperimen di kebun miliknya. Dari nursery di Denpasar sedikitnya 5000 bibit telah terjual setiap tahunnya, sedangkan untuk menunjang kehidupan sehari-hari istrinya Made Supala sejak tahun 2006 menjual dodol yang merupakan salah satu makanan tradisional Bali.
Selain Srikaya dia juga melakukan persilangan pada buah sirsak, jambu, jeruk dan tanaman buah lainnya. Salah satu eksperimen yang sedang dilakukannya adalah menyilangkan Jeruk Taiwan dengan jeruk lokal, “Jeruk asal Taiwan lebih manis tetapi yang local lebih tahan penyakit,” katanya. Namun yang menjadi kesukaannya adalah srikaya, hal ini terlihat dari banyaknya varietas srikaya yang berbeda yang ditanam di kebunnya, salah satunya adalah srikaya bima dari Sumbawa, jenis ini sangat cepat berbuah dengan jumlah biji yang sangat banyak. Sekarang dia menyilangkan jenis ini ke semua jenis srikaya yang dimilikinya.
Artikel ini merupakan hasil translate Majalah Tempo Versi Inggris tanpa mengurangi makna dan isinya. Artikel sebelumnya Agronomi Amatir ; Berburu Varietas Unggul Baru dan berikutnya akan bersambung ke artikel dengan judul Agronomi Amatir III: Ironi Seorang Breeder, sumber Buah Unggul
Artikel - Buleleng - Motivasi - Teknologi
Lokalzone - Muntaka, pria berumur 21 tahun kelahiran Indramayu menceritakan kisahnya dalam video singkat berdurasi 3 menit berjudul A Scavenger Journey to University.
Dalam video tersebut, dia menceritakan kisahnya pindah dari Indramayu
ke Jakarta dan ikut bekerja sebagai pemulung bersama ayah ibunya.
Ketika dia sedang memulung, secara tidak sengaja melihat pengumuman mengenai sebuah rumah belajar bernama Rumah Mekanik. Muntaka tertarik dan mendatangi langsung rumah belajar tersebut.
Dia kemudian bergabung masuk menjadi salah satu murid di Rumah Mekanik
tersebut. Dikisahkan pada pagi hari Muntaka memulung, dan siang hari
dia belajar di rumah belajar tersebut. Kerja keras dan kegigihan Muntaka
tidak sia-sia. Ia berhasil menjadi salah satu lulusan terbaik, dan
sekarang sedang melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi, yakni
universitas.
Di akhir video, Muntaka
mengingatkan untuk semua orang yang memiliki mimpi agar tidak mudah
menyerah dan terus berusaha. Dia pun mengucapkan terimakasih kepada
Yayasan Cinta Anak Bangsa (YCAB) pemilik dari Rumah Mekanik.
YCAB memiliki banyak program yang membantu mewujudkan mimpi anak-anak yang kurang mampu, salah satunya dari Rumah Mekanik. Veronica Colondam, CEO sekaligus founder dari YCAB merupakan sosok yang memiliki andil besar dalam program yayasan tersebut.
YCAB merupakan yayasan sosial non-profit yang berkecimpung di bidang kesehatan dan pendidikan yang memiliki tiga pilar yakni Healthy Lifestyle Promotion (HeLP), House of Learning and Development (HoLD) dan Hands-on Operation for Entrepreneurship (HopE). Tidak hanya itu, YCAB merupakan hasil dari perjalanan spritual seorang Veronica Colondam.
“Saya berumur 26 tahun saat itu, dan tiba-tiba seperti ada yang memukul saya,” tutur Veronica.
Dalam
umur 26 tahun itu, Veronica yang akrab dipanggil Vera ini mulai
mempertanyakan bagaimana cara dia dalam memaknai hidup. Apa yang harus
dia lakukan? Itulah yang menuntunnya mendirikan YCAB di tahun 1999.
Menurutnya,
berkecimpung dalam dunia sosial seperti sekarang ini merupakan
panggilan hidupnya. Dia menceritakan bahwa semua orang akan masuk ke
dalam fase pertanyaan apa yang sudah dia lakukan selama hidupnya untuk
orang lain. Dia ingin melakukan sesuatu hal yang tidak hanya berdampak
bagi dirinya, namun tentunya berdampak positif untuk orang banyak.
Ibu
tiga anak ini, menjelaskan bahwa kebanyakan orang akan mengalami
pertanyaan seperti itu dalam hidupnya. Namun tentunya datang di umur
yang berbeda-beda, untuknya kebetulan datang di umur 26 tahun, dimana
dia merasa masih memiliki tenaga untuk melakukan banyak hal.
Vera
menyebutkan ini merupakan aktualisasi diri. Semua orang memilikinya dan
menanggapi hal ini dengan respon yang berbeda-beda, jelasnya. Ada yang
menanggapinya dengan langsung berbuat sesuatu yang besar untuk orang
banyak.
Ada yang hanya bertanya apa
yang harus dilakukan tanpa berbuat apa-apa. Adapula yang memberikan
jawaban dengan memberikan beberapa materi dan menganggap sudah cukup dan
selesai.
Vera tidak menyalahkan cara
orang-orang ini tentunya, karena mereka semua punya cara masing-masing
ketika dihadapkan dengan sebuah pertanyaan hidup. Sedangkan dia sendiri
merasa harus terjun langsung ikut dalam melakukan sesuatu.
Dia
memandang hal ini berbeda-beda sesuai dengan kebutuhan orang
masing-masing. Dalam membantu orang dalam kegiatan yayasan pun, dia
merasa harus mengetahui jelas apa yang dibutuhkan orang tersebut. Tidak
bisa hanya dengan gambaran pribadi mengenai apa yang dibutuhkan banyak
orang.
“Orang-orang yang tinggal di
pinggir rel ketika kita melihat rumahnya, kita merasa kasian dan sedih.
Tapi ketika ditanya langsung kepada mereka, mereka menjawab bahagia dan
tidak mau pindah. Beberapa diantaranya bahkan sudah tinggal 2-3 generasi
di situ,” tutur Veronica saat ditemui di kantornya di daerah Jakarta
Barat.
Itulah mengapa dia menjelaskan
perlunya mengetahui betul apa yang dibutuhkan seseorang, bukan hanya
sebuah perkiraan saja. Mungkin hal ini juga bisa diterapkan oleh para
pemimpin nantinya. Agar memperhatikan apa kebutuhan masyarakatnya dengan
jelas, bukan hanya memperkirakan.
Berbicara
mengenai Jakarta, Veronica menceritakan banyak hal yang harus diubah
dari Jakarta, kota tempat dia tumbuh dewasa. Namun adapula yang sudah
lekat dengan keadaan Jakarta yang tidak mungkin diubah, misalnya udara
panas Jakarta.
Dia menceritakan
karena Jakarta yang panas, sehingga membuat dia dan keluarga jika
berlibur berusaha mencari kota yang dingin. Salah satunya adalah
Inggris. Negara ini bukan menjadi destinasi favorit ketika berlibur
namun karena familiar dengan negara tersebut, hingga akhirnya sering
kembali ke sana lagi.
Namun,
bagaimana pun keadaan Jakarta, Veronica beranggapan hal tersebut sudah
menjadi satu paket yang tidak terpisahkan, dan tentunya tidak mudah
untuk mengubahnya. Jakarta dengan udaranya yang panas, banjir dan macet.
Tidak
hanya ketiga hal itu saja, kesejahteraan saat ini menjadi masalah utama
yang harus diperhatikan. Menurutnya kesejahteraan menjadi ujung pangkal
sebuah siklus yang harus diperbaiki. Tidak hanya masalah pendidikan
saja.
“Kita tidak dapat menyelesaikan
sebuah masalah dengan melihat hanya kepada masalah itu sendiri. Kita
menjadi terisolasi masalah itu sendiri. Misalnya masalah kemiskinan,
kita tidak bisa menyelesaikan masalah kemiskinan hanya dengan pendidikan
saja,” cerita Veronica.
Pendidikan
tentunya menjadi aspek yang penting, namun permasalahan tidak berhenti
saat orang mendapatkan pendidikan saja. Pendidikan itu tidak akan cukup
kalau tidak disertai dengan pekerjaan yang memadai.
Menjadi
permasalah disini adalah kemiskinan kesempatan bagi anak-anak yang
kurang mampu. Jika anak tersebut tidak diberikan kesempatan untuk
mengenyam pendidikan, bagaimana anak tersebut memiliki wawasan.
Sedangkan wawasan sendiri merupakan akar dari sebuah mimpi, mimpi
menjadi acuan apa yang akan anak tersebut capai. Ini menjadikannya
menjadi sebuah satu kesatuan.
Namun hal tersebut tidak lantas membuat seseorang menjadi sejahtera.
“Untuk
kesejahteraan dia harus sehat, setelah sehat dia harus memiliki
pendidikan, setelah pendidikan dia harus memiliki kesempatan, setelah
itu dia harus memiliki kemampuan ekonomi untuk keluarganya agar menjadi
sejahtera. Ini merupakan siklus, yang tentunya di setiap siklusnya
memiliki seni yang tersendiri,” tutur Veronica.
Semua
siklus ini tentunya dibutuhkan keikhlasan dalam bekerja, karena dengan
keikhlasan Veronica beranggapan dunia bisa menjadi tempat yang lebih
nyaman. Terutama di bidang yayasan sosial, keikhlasan menjadi salah satu
aspek yang penting.
Edukasi - Entrepreneur - Motivasi
Lokalzone - Dikenal sebagai creative junkie, Yoris Sebastian meluncurkan buku Biang Inovasi yang merupakan kelanjutan dari buku Keep Your Light On! (2011) di Jakarta, (9/12/2014). Buku ini berisikan tips dan trik menjadi inovator dan melindungi inovasi.
"Lewat buku ini, saya berharap lebih banyak lagi anak muda yang menciptakan inovasi tingkat dunia, sehingga Indonesia di masa depan akan dikenal sebagai Biang Inovasi," kata pendiri perusahaan konsultan kreatif OMG (Oh My Goodness).
Berbarengan dengan peluncuran buku 247 halaman yang berlatar hitam dengan tulisan merah dan putih ini, PT Perada Swara Production juga meluncurkan situs web bianginovasi.com agar memudahkan akses informasi dan sumber inspirasi.
Menurut pemenang International Young Creative Entrepreneur of the Year Awards 2006 dari British Council ini, kreativitas dan inovasi tidak perlu dipandang muluk. Karena keduanya dapat dimulai dari hal-hal kecil.
“Segala sesuatu harus dari kecil,” kata Yoris kepada CNN Indonesia di Jakarta, (9/12). “Kita harus mencoba dari hal-hal kecil, baru besar. Supaya risikonya juga tidak besar. Jadi ketika jatuh tidak akan sakit.”
Yoris mengibaratkan, menjadi kreatif tak ubahnya belajar naik sepeda: harus siap jatuh dan sakit. Ia sendiri memulai usaha dari nominal yang kecil sebelum merambah investasi bernilai milyaran rupiah.
Salah satu contoh hal kecil itu, ia pernah menggagas lokakarya bertajuk 41 Weeks with Creative Junkies gara-gara iri melihat kehamilan sang istri. “Saya tidak bisa melahirkan bayi. Tapi saya bisa melahirkan orang kreatif baru selama 41 minggu.”
Diakui Yoris, pengalaman pribadinya berperan dalam melahirkan gagasan. Meski begitu ia enggan egois. Gagasannya harus bisa di-multiply ke banyak orang, “sehingga kreativitas itu menjual dan berdampak positif, bukan selfish.”
Demi keberlangsungan kreativitas dan inovasi, ide-ide harus terus digali. Yoris menyarankan, “Cek terlebih dulu: apa yang kita buat, apakah sudah ada di pasar atau belum. Browsing saja. Kalau nggak ada, kita bisa mengembangkan ide-ide segar itu.”
Tentu saja, tidak bisa sembarangan menggarap ide. Yoris menegaskan, inovasi atau desain harus ada dasarnya. Sebagaimana Path yang semula hanya menyediakan 150 teman, hal ini didasari sebuah penelitian pada 1992, bahwa secara sosial, manusia hanya memiliki 150 teman.
“Intinya, ide yang bagus harus punya dasar kuat,” katanya, “itu berangkat dari riset dan penelitian. Gimana mau punya ide kalau nggak mau belajar dan membaca. Bikin riset yang banyak. Harus ada usaha untuk mencari background agar jadi dasar yang kuat.” (cnn)
"Lewat buku ini, saya berharap lebih banyak lagi anak muda yang menciptakan inovasi tingkat dunia, sehingga Indonesia di masa depan akan dikenal sebagai Biang Inovasi," kata pendiri perusahaan konsultan kreatif OMG (Oh My Goodness).
Berbarengan dengan peluncuran buku 247 halaman yang berlatar hitam dengan tulisan merah dan putih ini, PT Perada Swara Production juga meluncurkan situs web bianginovasi.com agar memudahkan akses informasi dan sumber inspirasi.
Menurut pemenang International Young Creative Entrepreneur of the Year Awards 2006 dari British Council ini, kreativitas dan inovasi tidak perlu dipandang muluk. Karena keduanya dapat dimulai dari hal-hal kecil.
“Segala sesuatu harus dari kecil,” kata Yoris kepada CNN Indonesia di Jakarta, (9/12). “Kita harus mencoba dari hal-hal kecil, baru besar. Supaya risikonya juga tidak besar. Jadi ketika jatuh tidak akan sakit.”
Yoris mengibaratkan, menjadi kreatif tak ubahnya belajar naik sepeda: harus siap jatuh dan sakit. Ia sendiri memulai usaha dari nominal yang kecil sebelum merambah investasi bernilai milyaran rupiah.
Salah satu contoh hal kecil itu, ia pernah menggagas lokakarya bertajuk 41 Weeks with Creative Junkies gara-gara iri melihat kehamilan sang istri. “Saya tidak bisa melahirkan bayi. Tapi saya bisa melahirkan orang kreatif baru selama 41 minggu.”
Diakui Yoris, pengalaman pribadinya berperan dalam melahirkan gagasan. Meski begitu ia enggan egois. Gagasannya harus bisa di-multiply ke banyak orang, “sehingga kreativitas itu menjual dan berdampak positif, bukan selfish.”
Demi keberlangsungan kreativitas dan inovasi, ide-ide harus terus digali. Yoris menyarankan, “Cek terlebih dulu: apa yang kita buat, apakah sudah ada di pasar atau belum. Browsing saja. Kalau nggak ada, kita bisa mengembangkan ide-ide segar itu.”
Tentu saja, tidak bisa sembarangan menggarap ide. Yoris menegaskan, inovasi atau desain harus ada dasarnya. Sebagaimana Path yang semula hanya menyediakan 150 teman, hal ini didasari sebuah penelitian pada 1992, bahwa secara sosial, manusia hanya memiliki 150 teman.
“Intinya, ide yang bagus harus punya dasar kuat,” katanya, “itu berangkat dari riset dan penelitian. Gimana mau punya ide kalau nggak mau belajar dan membaca. Bikin riset yang banyak. Harus ada usaha untuk mencari background agar jadi dasar yang kuat.” (cnn)
Edukasi - Entrepreneur - Motivasi
Lokalzone - Beberapa kebiasaan orang-orang sukses biasanya menjadi inspirasi banyak orang. Biasanya, yang akan dilakukan orang-orang adalah meniru kebiasaan tersebut agar juga mendapat hasil yang sama seperti panutannya atau minimal mendekatinya.
Salah satu kebiasaan yang patut diperhatikan adalah kebiasaan untuk mencari informasi. Bagi pebisnis, informasi adalah hal yang sangat penting untuk menunjang kegiatan mereka. Tetapi di sisi lain, karena kesibukannya, orang-orang ini seringkali tidak memiliki waktu untuk mencari informasi secara mendalam.
Bagaimana orang-orang sukses ini berhadapan dengan informasi? Berikut 5 orang orang-orang sukses, khususnya pebisnis, dan apa yang mereka baca di pagi hari sebelum memulai aktivitas seperti dilansir oleh Business Insider, Sabtu (29/11/2014).
1. Warren Buffett
CEO Berkshire Hathaway ini selalu masuk dalam daftar orang terkaya di dunia. Setiap pagi, miliarder ini dikabarkan membaca berita nasional dan lokal dari portal beritas seperti Wall Street Journal, Financial Times, New York Times, USA Today, Omaha World-Herald dan American Banker.
2. Bill Gates
Pendiri Microsoft ini membaca beragam topik berita di pagi hari, bukan hanya yang berkaitan dengan bisnisnya saja. Gates juga membaca Wall Street Journal, New York Times dan Economist dengan teliti.
3. Howard Schultz
CEO Starbucks ini bangun tiap jam 5 pagi, membuat kopi dan selalu membawa 3 koran: Seattle Times, Wall Street Journal dan New York Times. Kebiasaan ini telah dilakukannya sejak lebih dari 20 tahun.
4. Steve Reinemund
CEO PepsiCo ini selalu bangun pagi pukul 5.30. New York Times, Wall Street Journal, Financial Times dan Dallas Morning News biasanya menjadi santapannya setiap pagi untuk memenuhi kebutuhan informasi.
5. Jonah Peretti
Pendiri sekaligus CEO buzzfeed ini biasanya bangun pagi pukul 8.30 pagi. Menurutnya, dia selalu membaca kanal olahraga atau bisnis dari New York Times. Selain itu, seperti banyak anak muda pada umumnya, dia juga mencari informasi melalui sosial media seperti Twitter dan Facebook.
Dari 5 orang sukses ini, dapat diketahui bahwa meskipun mereka adalah orang yang sangat sibuk, tetapi kegiatan membaca masih sempat dilakukan. Membaca, atau lebih tepatnya mencari informasi terbukti menjadi hal yang penting untuk mencapai kesuksesan. Sebab, tidak mungkin orang-orang itu mencapai sukses jika tidak ada hal apapun yang diketahuinya, bukan?Beberapa kebiasaan orang-orang sukses biasanya menjadi inspirasi banyak orang. Biasanya, yang akan dilakukan orang-orang adalah meniru kebiasaan tersebut agar juga mendapat hasil yang sama seperti panutannya atau minimal mendekatinya.
Salah satu kebiasaan yang patut diperhatikan adalah kebiasaan untuk mencari informasi. Bagi pebisnis, informasi adalah hal yang sangat penting untuk menunjang kegiatan mereka. Tetapi di sisi lain, karena kesibukannya, orang-orang ini seringkali tidak memiliki waktu untuk mencari informasi secara mendalam.
Bagaimana orang-orang sukses ini berhadapan dengan informasi? Berikut 5 orang orang-orang sukses, khususnya pebisnis, dan apa yang mereka baca di pagi hari sebelum memulai aktivitas seperti dilansir oleh Business Insider, Sabtu (29/11/2014).
1. Warren Buffett
CEO Berkshire Hathaway ini selalu masuk dalam daftar orang terkaya di dunia. Setiap pagi, miliarder ini dikabarkan membaca berita nasional dan lokal dari portal beritas seperti Wall Street Journal, Financial Times, New York Times, USA Today, Omaha World-Herald dan American Banker.
2. Bill Gates
Pendiri Microsoft ini membaca beragam topik berita di pagi hari, bukan hanya yang berkaitan dengan bisnisnya saja. Gates juga membaca Wall Street Journal, New York Times dan Economist dengan teliti.
3. Howard Schultz
CEO Starbucks ini bangun tiap jam 5 pagi, membuat kopi dan selalu membawa 3 koran: Seattle Times, Wall Street Journal dan New York Times. Kebiasaan ini telah dilakukannya sejak lebih dari 20 tahun.
4. Steve Reinemund
CEO PepsiCo ini selalu bangun pagi pukul 5.30. New York Times, Wall Street Journal, Financial Times dan Dallas Morning News biasanya menjadi santapannya setiap pagi untuk memenuhi kebutuhan informasi.
5. Jonah Peretti
Pendiri sekaligus CEO buzzfeed ini biasanya bangun pagi pukul 8.30 pagi. Menurutnya, dia selalu membaca kanal olahraga atau bisnis dari New York Times. Selain itu, seperti banyak anak muda pada umumnya, dia juga mencari informasi melalui sosial media seperti Twitter dan Facebook.
Dari 5 orang sukses ini, dapat diketahui bahwa meskipun mereka adalah orang yang sangat sibuk, tetapi kegiatan membaca masih sempat dilakukan. Membaca, atau lebih tepatnya mencari informasi terbukti menjadi hal yang penting untuk mencapai kesuksesan. Sebab, tidak mungkin orang-orang itu mencapai sukses jika tidak ada hal apapun yang diketahuinya, bukan?
Salah satu kebiasaan yang patut diperhatikan adalah kebiasaan untuk mencari informasi. Bagi pebisnis, informasi adalah hal yang sangat penting untuk menunjang kegiatan mereka. Tetapi di sisi lain, karena kesibukannya, orang-orang ini seringkali tidak memiliki waktu untuk mencari informasi secara mendalam.
Bagaimana orang-orang sukses ini berhadapan dengan informasi? Berikut 5 orang orang-orang sukses, khususnya pebisnis, dan apa yang mereka baca di pagi hari sebelum memulai aktivitas seperti dilansir oleh Business Insider, Sabtu (29/11/2014).
1. Warren Buffett
CEO Berkshire Hathaway ini selalu masuk dalam daftar orang terkaya di dunia. Setiap pagi, miliarder ini dikabarkan membaca berita nasional dan lokal dari portal beritas seperti Wall Street Journal, Financial Times, New York Times, USA Today, Omaha World-Herald dan American Banker.
2. Bill Gates
Pendiri Microsoft ini membaca beragam topik berita di pagi hari, bukan hanya yang berkaitan dengan bisnisnya saja. Gates juga membaca Wall Street Journal, New York Times dan Economist dengan teliti.
3. Howard Schultz
CEO Starbucks ini bangun tiap jam 5 pagi, membuat kopi dan selalu membawa 3 koran: Seattle Times, Wall Street Journal dan New York Times. Kebiasaan ini telah dilakukannya sejak lebih dari 20 tahun.
4. Steve Reinemund
CEO PepsiCo ini selalu bangun pagi pukul 5.30. New York Times, Wall Street Journal, Financial Times dan Dallas Morning News biasanya menjadi santapannya setiap pagi untuk memenuhi kebutuhan informasi.
5. Jonah Peretti
Pendiri sekaligus CEO buzzfeed ini biasanya bangun pagi pukul 8.30 pagi. Menurutnya, dia selalu membaca kanal olahraga atau bisnis dari New York Times. Selain itu, seperti banyak anak muda pada umumnya, dia juga mencari informasi melalui sosial media seperti Twitter dan Facebook.
Dari 5 orang sukses ini, dapat diketahui bahwa meskipun mereka adalah orang yang sangat sibuk, tetapi kegiatan membaca masih sempat dilakukan. Membaca, atau lebih tepatnya mencari informasi terbukti menjadi hal yang penting untuk mencapai kesuksesan. Sebab, tidak mungkin orang-orang itu mencapai sukses jika tidak ada hal apapun yang diketahuinya, bukan?Beberapa kebiasaan orang-orang sukses biasanya menjadi inspirasi banyak orang. Biasanya, yang akan dilakukan orang-orang adalah meniru kebiasaan tersebut agar juga mendapat hasil yang sama seperti panutannya atau minimal mendekatinya.
Salah satu kebiasaan yang patut diperhatikan adalah kebiasaan untuk mencari informasi. Bagi pebisnis, informasi adalah hal yang sangat penting untuk menunjang kegiatan mereka. Tetapi di sisi lain, karena kesibukannya, orang-orang ini seringkali tidak memiliki waktu untuk mencari informasi secara mendalam.
Bagaimana orang-orang sukses ini berhadapan dengan informasi? Berikut 5 orang orang-orang sukses, khususnya pebisnis, dan apa yang mereka baca di pagi hari sebelum memulai aktivitas seperti dilansir oleh Business Insider, Sabtu (29/11/2014).
1. Warren Buffett
CEO Berkshire Hathaway ini selalu masuk dalam daftar orang terkaya di dunia. Setiap pagi, miliarder ini dikabarkan membaca berita nasional dan lokal dari portal beritas seperti Wall Street Journal, Financial Times, New York Times, USA Today, Omaha World-Herald dan American Banker.
2. Bill Gates
Pendiri Microsoft ini membaca beragam topik berita di pagi hari, bukan hanya yang berkaitan dengan bisnisnya saja. Gates juga membaca Wall Street Journal, New York Times dan Economist dengan teliti.
3. Howard Schultz
CEO Starbucks ini bangun tiap jam 5 pagi, membuat kopi dan selalu membawa 3 koran: Seattle Times, Wall Street Journal dan New York Times. Kebiasaan ini telah dilakukannya sejak lebih dari 20 tahun.
4. Steve Reinemund
CEO PepsiCo ini selalu bangun pagi pukul 5.30. New York Times, Wall Street Journal, Financial Times dan Dallas Morning News biasanya menjadi santapannya setiap pagi untuk memenuhi kebutuhan informasi.
5. Jonah Peretti
Pendiri sekaligus CEO buzzfeed ini biasanya bangun pagi pukul 8.30 pagi. Menurutnya, dia selalu membaca kanal olahraga atau bisnis dari New York Times. Selain itu, seperti banyak anak muda pada umumnya, dia juga mencari informasi melalui sosial media seperti Twitter dan Facebook.
Dari 5 orang sukses ini, dapat diketahui bahwa meskipun mereka adalah orang yang sangat sibuk, tetapi kegiatan membaca masih sempat dilakukan. Membaca, atau lebih tepatnya mencari informasi terbukti menjadi hal yang penting untuk mencapai kesuksesan. Sebab, tidak mungkin orang-orang itu mencapai sukses jika tidak ada hal apapun yang diketahuinya, bukan?
Edukasi - Entrepreneur - Motivasi
Lokalzone - Program bedah rumah untuk masyarakat miskin murni datang dari
Kapolres Klungkung. Gagasan Kapolres Klungkung ini sangat baik dalam
membantu masyarakat yang kurang mampu, yang mana bisa ditiru Kapolres
lainnya di Bali, dalam ikut membantu warga yang kurang mampu,
didaerahnya masing-masing.
Demikian dikatakan Kapolda Bali Irjen
Pol. Drs. Albertus Yulius Benny Mokalu, didampingi Waka Polda Bali
Brigjen Pol. Drs. IGN Raharja Subyakta,
pada saat meninjau program bedah rumah yang dilaksanakan Kapolres
Klungkung AKBP Ni Wayan Sri Yudayatni Wirawati SiK, bertempat di Banjar
Kanginan, Desa Paksebali, Kecamatan Dawan, Klungkung, Jumat (19/9/2014) kemarin.
Kapolda juga mengatakan bahwa pengentasan kemiskinan memang merupakan
tugas utama pemerintah daerah, bukan berarti pemerintah tidak mampu,
karena banyak hal yang harus dikerjakan, sehingga tidak ada salahnya
kalau Polisi bisa membantu.
“Saya ketahui Kapolres Klungkung
ini perintis dalam beberapa hal, seperti bedah rumah, mengembangkan
tanaman-tanaman papaya dan bunga dengan system organic, sekaligus
menghijaukan halaman kantor dengan tanaman bunga,“ ujar Kapolda Bali.
Polri memang tidak punya uang, namun bukan berarti diam tidak berbuat
apa-apa, melihat ada warga yang kurang mampu, kita Kepolisian bisa
menjebantani dengan mengandeng pengusaha, salah satu contoh Kapolres
Klungkung mengandeng BRI dalam melaksanakan program bedah rumah ini.
Pelaksanaan bedah rumah gagasan Kapolres Klungkung nanti akan
diserahkan kepada Wayan Tampi (62) bersama istrinya Ni Wayan Jati (52)
dengan delapan anaknya, yang paling kecil masih berumur empat setengan
tahun yang tinggal di Banjar Kanginan, Desa Paksebali, Kecamatan Dawan,
Kabupaten Klungkung.
Pada kesempatan tersebut Kapolda
mengharapkan kegiatan semacam ini bisa bermamfaat bagi masyarakat
nantinya, sekaligus menunjukkan bahwa Polisi itu adalah mitra dari
masyarakat.
Sementara itu Kapolres Klungkung mengatakan,
Masyarakat yang mendapatkan bantuan program bedah rumah peduli sesama
yang dilaksanakan Polres Klungkung adalah masyarakat yang kondisi secara
ekonomi dan sosial kemasyarakatan sangat minim dan masuk kedalam
golongan masyarakat yang kurang mampu.
Sampai saat ini Polres
Klungkung dibawah kepemimpinan AKBP Niwayan Sri Yudayatni Wirawati SiK
sudah melaksanakan bedah rumah sebanyak 6 unit rumah, diantaranya 1 di
Tangkedan, 1 di Sampalan Kelod, 2 di Bukit Abah dan 2 di Paksebali,
biaya dari program bedah rumah ini semuanya berasal dari partisipasi
jajaran Polres Klungkjung dan masyarakat.
![]() |
| Kapolres Klungkung AKBP Ni Wayan Sri Yudayatni Wirawati, baju orange. |
Edukasi - Klungkung - Motivasi - Sosial
Lokalzone - Kasat Lantas Polres Klungkung AKP Wayan Subrata yang didampingi KBO
lantas, Kaur Reg Iden, Kasi Dikmas Sat Lantas Polres Klungkung menerima
Imam Sujoko selaku Duta Pelopor Keselamatan berlalulintas, bertempat di
Sat Lantas Polres Klungkung, Rabu (17/9/2014) kemarin.
Kedatangan Imam Sujoko Ke sat Lantas Polres Klungkung banyak mengundang pandangan kearahnya, pasalnya saat memasuki Kantor Sat Lantas Polres Klungkung kondisi Imam sangat memprihatinkan, dia kehilangan kaki kirinya dan hanya dibantu tongkat penyangga untuk melakukan aktivitasnya sebagau Duta Pelopor keselamatan berlalulintas.
Kekurangan fisik tidak membuat dirinya patah semangat untuk mencapai keinginan, hanya dengan satu kaki Imam memulai perjalanannya keliling Nusantara, meski hanya mempunyai satu kaki, semangatnya itulah yang mengantarkan dirinya menjadi Duta pelopor keselmatan berlalu lintas.
Kedatangan Imam Sujoko Ke sat Lantas Polres Klungkung banyak mengundang pandangan kearahnya, pasalnya saat memasuki Kantor Sat Lantas Polres Klungkung kondisi Imam sangat memprihatinkan, dia kehilangan kaki kirinya dan hanya dibantu tongkat penyangga untuk melakukan aktivitasnya sebagau Duta Pelopor keselamatan berlalulintas.
Kekurangan fisik tidak membuat dirinya patah semangat untuk mencapai keinginan, hanya dengan satu kaki Imam memulai perjalanannya keliling Nusantara, meski hanya mempunyai satu kaki, semangatnya itulah yang mengantarkan dirinya menjadi Duta pelopor keselmatan berlalu lintas.
Imam Sujoko nama lengkapnya, dilahirkan di Jember pada tanggal 3 Maret 1968 ini, didaulat menjadi Duta pelopor keselamatan berlalulintas, gelar yang disandangnya itu membuat banyak kalangan semakin mengenalnya, terutama para Kasat Lantas dan Direktur Lalu Lintas yang pernah disinggahinya.
Seusai diterima Kasat Lantas Polres Klugkung selanjutnya Imam Sujoko Duta pelopor keselamatan berlalulintas diajak ke simpang empat catur muka untuk membagikan brosur keselamatan berlalu lintas, bagi pengemudi kendaraan roda dua maupun roda empat. Sebagai Duta pelopor keselamatan berlalu lintas, Imam menyampaikan pesannya kepada masyarakat pengguna jalan raya, tata cara berkendara yang benar. Rencananya Imam Sujokjo akan melanjutkan perjalanannya ke Polres Bangli.
Sementara itu Kasat Lantas Polres Klungkung mengatakan, keberadaan Imam dengan kondisinya ini dapat dijadikan contoh sekaligus panutan dalam berkendara dengan menggunakan standar keselamatan berlalulintas.
Bali - Edukasi - Motivasi - Nasional
Lokalzone - Daniel Schwartz adalah CEO termuda yang pernah dimiliki Burger Kings. Ia masih berusia 33 tahun. Jarang sekali kita menemukan CEO dari sebuah perusahaan publik besar yang semuda ini. Setelah Mark Zuckerberg-nya Facebook, Schwartz mungkin adalah CEO termuda dari perusahaan yang masuk Fortune 1000. Namun bukan itu kelebihannya, bukan hanya soal usia. Hanya dalam 13 bulan bekerja, CEO muda berusia 33 tahun ini telah merestrukturisasi total Burger Kings.
Setelah mengelilingi dirinya dengan tim manajemen yang sama-sama muda, termasuk seorang Chief Financial Officer berusia 28 tahun, Daniel Schwartz membantu mengubah rantai burger ini menjadi “mesin uang”, tulis Devin Leonard untuk cerita sampul terbaru Bloomberg Businessweek. “Hari-hari ini Burger Kings berperilaku lebih seperti startup dari pada raksasa rantai burger,” tulisnya.
Menariknya, ini adalah kali pertamanya Schwartz berkecimpung langsung di industri makanan cepat saji. Sebelum Burger Kings, ia adalah seorang analis di sebuah perusahaan keuangan di Boston, dan setelahnya, ia bekerja untuk 3G Capital, perusahaan ekuitas swasta Brasil yang kemudian dibeli oleh Burger Kings pada tahun 2010.
Sadar dengan minimnya pengalamannya dalam industri ini, Schwartz menghabiskan beberapa bulan pertamanya berlatih langsung di restoran Burger Kings. Ia membersihkan toilet, membuat burger, dan berinteraksi dengan pelanggan.
Pengalaman ini membuatnya menarik kesimpulan bahwa menu yang rumit membuat pengambilan keputusan pelanggan menjadi semakin lama, yang kemudian jadi efek domino: melambatkan pesanan dan memperpanjang antrian. Maka ia menyederhanakan penawaran rantai burger ini ke dalam paket-paket yang lebih mudah untuk disusun.
Di bawah arahan 3G, Schwartz telah membantu mengurangi jumlah tenaga kerja Burger Kings dari 38.884 sampai 2.425 dengan me-refranchising restoran. Berarti, para pekerja sekarang melapor langsung ke pemilik waralaba. Dia juga telah memotong pemborosan anggaran pada banyak fasilitas eksekutif, termasuk kantor mewah yang disebut karyawan mereka sebagai “Mahogany Row” dan pesta tahunan 1 juta dolar di sebuah kastil di Italia.
Schwartz juga berhasil menegosiasikan kesepakatan dengan operator restoran di Brazil, Tiongkok, dan Rusia, yang mana kemudian menumbuhkan jumlah restoran Burger Kings di seluruh dunia sebesar 12% menjadi 13.667 sepanjang tahun lalu.
Pada kuartal pertama tahun ini, penjualan mereka meningkat 2% dan laba bersih mereka berlipat ganda hampir dua kali menjadi $60,4 juta. (sp)
Di bawah arahan 3G, Schwartz telah membantu mengurangi jumlah tenaga kerja Burger Kings dari 38.884 sampai 2.425 dengan me-refranchising restoran. Berarti, para pekerja sekarang melapor langsung ke pemilik waralaba. Dia juga telah memotong pemborosan anggaran pada banyak fasilitas eksekutif, termasuk kantor mewah yang disebut karyawan mereka sebagai “Mahogany Row” dan pesta tahunan 1 juta dolar di sebuah kastil di Italia.
Schwartz juga berhasil menegosiasikan kesepakatan dengan operator restoran di Brazil, Tiongkok, dan Rusia, yang mana kemudian menumbuhkan jumlah restoran Burger Kings di seluruh dunia sebesar 12% menjadi 13.667 sepanjang tahun lalu.
Pada kuartal pertama tahun ini, penjualan mereka meningkat 2% dan laba bersih mereka berlipat ganda hampir dua kali menjadi $60,4 juta. (sp)
Edukasi - Entrepreneur - Motivasi
Lokalzone - Suasana ruang tamu di
rumah Arfi’an Fuadi (kanan), 28, di Jalan Canden, Salatiga, Jawa Tengah, masih
dipenuhi nuansa Idul Fitri. Jajanan Lebaran seperti kacang, nastar, dan
kue kering memenuhi meja untuk menjamu tamu yang berkunjung.
Di sebelah ruang tamu terdapat ruangan yang lebih kecil. Di dalamnya ada tiga unit komputer. Rupanya, di ruangan kecil itulah Arfi –panggilan Arfi’an Fuadi– bersama sang adik M. Arie Kurniawan (kiri) dan dua karyawannya mengeksekusi order design engineering dari berbagai negara.
Di sebelah ruang tamu terdapat ruangan yang lebih kecil. Di dalamnya ada tiga unit komputer. Rupanya, di ruangan kecil itulah Arfi –panggilan Arfi’an Fuadi– bersama sang adik M. Arie Kurniawan (kiri) dan dua karyawannya mengeksekusi order design engineering dari berbagai negara.
Kiprah dua bersaudara itu di dunia
rancang teknik internasional tak perlu diragukan lagi. Tahun lalu Arie
memenangi kompetisi tiga dimensi (3D) design engineering untuk jet
engine bracket (penggantung mesin jet pesawat) yang diselenggarakan
General Electric (GE) Amerika Serikat. Arie mengalahkan sekitar 700
peserta dari 56 negara.
”Lomba ini membuat alat penggantung
mesin jet seringan mungkin dengan tetap mempertahankan kekuatan angkut
mesin jet seberat 9.500 pon. Saya berhasil mengurangi berat dari 2
kilogram lebih menjadi 327 gram saja. Berkurang 84 persen bobotnya,”
ungkap Arie ketika ditemui di rumah kakaknya, Senin (4/8).
Yang membanggakan, Arie mengalahkan para pakar design engineering yang tingkat pendidikannya jauh di atas dirinya.
Misalnya, juara kedua diraih seorang PhD
dari Swedia yang bekerja di Swedish Air Force. Sedangkan yang nomor
tiga lulusan Oxford University yang kini bekerja di Airbus. ”Padahal,
saya hanya lulusan SMK Teknik Mekanik Otomotif,” jelas Arie.
Sekilas memang tak masuk akal. Bagaimana
bisa seorang lulusan SMK yang belum pernah mendapatkan materi
pendidikan CAD (computer aided design) mampu mengalahkan doktor dan
mahasiswa S-3 yang bekerja di perusahaan pembuat pesawat? CAD adalah
program komputer untuk menggambar suatu produk atau bagian dari suatu
produk.
Rupanya, ilmu utak-atik desain teknik
itu diperoleh dan didalami Arie dan kakaknya, Arfi, secara otodidak.
Hampir setiap hari keduanya melakukan berbagai percobaan menggunakan
program di komputernya. Mereka juga belajar dari referensi-referensi
yang berserak di berbagai situs tentang design engineering.
”Terus terang dulu komputer saja kami
tidak punya. Kami harus belajar komputer di rumah saudara. Lama-lama
kami jadi menguasai. Bahkan, para tetangga yang mau beli komputer,
sampai kami yang disuruh ke toko untuk memilihkan,” kenang Arfi.
Sebelum menjadi profesional di bidang
desain teknik, dua putra keluarga A. Sya’roni itu ternyata harus banting
tulang bekerja serabutan membantu ekonomi keluarga. Arfi yang lulusan
SMK Negeri 7 Semarang pada 2005 pernah bekerja sebagai tukang cetak
foto, di bengkel sepeda motor, sampai jualan susu keliling kampung.
Sang adik juga tak jauh berbeda, jadi
tukang menurunkan pasir dari truk sampai tukang cuci motor. ”Kami
menyadari, penghasilan orang tua kami pas-pasan. Mau tidak mau kami
harus bekerja apa saja asal halal,” tutur Arfi.
Baru pada 2009 Arfi bisa menyalurkan
bakat dan minatnya di bidang program komputer. Pada 9 Desember tahun itu
dia memberanikan diri mendirikan perusahaan di bidang design
engineering. Namanya D-Tech Engineering Salatiga. Saksi bisu pendirian
perusahaan tersebut adalah komputer AMD 3000+. Komputer itu dibeli dari
uang urunan keluarga dan gaji Arfi saat masih bekerja di PT Pos
Indonesia.
”Gaji saya waktu itu sekitar Rp 700 ribu
sebagai penjaga malam kantor pos. Lalu ada sisa uang beasiswa adik dan
dibantu bapak, jadilah saya bisa membeli komputer ini,” kenangnya.
Setelah berdiskusi dengan sang adik,
Arfi pun menetapkan bidang 3D design engineering sebagai fokus garapan
mereka. Sebab, dia yakin bidang itu booming dalam beberapa tahun ke
depan. ”Kami pun langsung belajar secara otodidak aplikasi CAD,
perhitungan material dengan FEA (finite element analysis), dan
lain-lain,” jelasnya.
Tak lama kemudian, D-Tech menerima order
pertama. Setelah mencari di situs freelance, mereka mendapat pesanan
desain jarum untuk alat ukur dari pengusaha Jerman. Si pengusaha
bersedia membayar USD 10 per set. Sedangkan Arfi hanya mampu mengerjakan
desain tiga set jarum selama dua minggu.
”Kalau sekarang mungkin bisa sepuluh
menit jadi. Dulu memang lama karena kalau mau download atau kirim e-mail
harus ke warnet dulu. Modem kami dulu hanya punya kecepatan 2 kbps.
Hanya bisa untuk lihat e-mail.”
Di luar dugaan, garapan D-Tech menuai
apresiasi dari si pemesan. Sampai-sampai si pemesan bersedia menambah
USD 5 dari kesepakatan harga awal. ”Kami sangat senang mendapat
apresiasi seperti itu. Dan itulah yang memotivasi kami untuk terus maju
dan berkembang,” tegas Arfi.
Sejak itu order terus mengalir tak
pernah sepi. Model desain yang dipesan pun makin beragam. Mulai kandang
sapi yang dirakit tanpa paku yang dipesan orang Selandia Baru sampai
desain pesawat penyebar pupuk yang dipesan perusahaan Amerika Serikat.
”Pernah ada yang minta desain mobil lama
GT40 dengan handling yang sama. Untuk proyek itu, si pemilik sampai
harus membongkar komponen mobilnya dan difoto satu-satu untuk kami
teliti. Jadi, kami yang menentukan mesin yang harus dibeli, sasisnya
model bagaimana dan seterusnya. Hasilnya, kata si pemesan, 95 persen
mirip,” jelasnya.
Selama lima tahun ini, D-Tech telah
mengerjakan sedikitnya 150 proyek desain. Tentu saja hasil finansial
yang diperoleh pun signifikan. Mereka bisa membangun rumah orang tuanya
serta membeli mobil. Tapi, di sisi lain, capaian yang cukup mencolok itu
sempat mengundang cibiran dan tanda tanya para tetangga.
”Kami dicurigai memelihara tuyul.
Soalnya, pekerjaannya tidak jelas, hanya di rumah, tapi kok bisa
menghasilkan uang banyak. Mereka tidak tahu pekerjaan dan prestasi yang
kami peroleh,” cerita Arfi seraya tertawa.
Sayangnya, dari 150 proyek itu, hanya
satu yang dipesan klien dalam negeri. ”Satu-satunya klien Indonesia
adalah dari sebuah perusahaan cat. Mereka beberapa kali memesan desain
mesin pencampur cat,” lanjutnya.
Meski punya segudang pengalaman dan
diakui berbagai perusahaan internasional, Arfi dan Arie masih belum bisa
berkiprah di desain teknik Indonesia. Penyebabnya, mereka hanya
berijazah SMK.
”Kalau ditanya apakah tidak ingin
membantu perusahaan nasional, kami tentu mau. Tapi, apakah mereka mau?
Di Indonesia kan yang ditanya pertama kali lulusan apa dan dari
universitas mana,” ujarnya.
Stigma ”hanya berijazah SMK” ditambah
sistem pendidikan Indonesia yang dinilai kurang adil itulah yang ikut
mengandaskan keinginan Arie melanjutkan pendidikan ke jenjang S-1 di
Teknik Elektro Universitas Diponegoro (Undip) Semarang. Arie tidak bisa
masuk jurusan itu karena hanya lulusan SMK mekanik otomotif.
”Saya ingin kuliah di jurusan itu karena
ingin memperdalam ilmu elektro. Kalau mesin saya bisa belajar sendiri.
Tapi, saya ditolak karena kata pihak Undip jurusannya tidak sesuai
dengan ijazah saya. Padahal, lulusan SMA yang sebenarnya juga tidak
sesuai diterima. Ini kan tidak adil namanya,” cetus Arie.
Meski ditolak, Arie tidak kecewa.
Bersama sang kakak, dia tetap ingin menunjukkan prestasi yang
mengharumkan nama bangsa. Dan itu telah dibuktikan dengan menjuarai
kompetisi design engineering di Amerika yang diikuti para ahli dari
berbagai negara. Selain itu, mereka tak segan-segan menularkan ilmunya
kepada anak-anak muda agar melek teknologi 3D design engineering.
”Ada beberapa anak SMK yang datang ke
kami untuk belajar. Sekarang ada yang sudah kerja di bidang itu. Ada
juga yang bakal ikut kompetisi Asian Skills Competition sebagai peserta
termuda,” jelasnya.
Mereka juga punya keinginan
mengembangkan teknologi energi terbarukan. Salah satunya dengan
mengembangkan desain pembangkit listrik tenaga angin.
”Kami bekerja sama dengan anak-anak SMK
untuk mengembangkan biodiesel dari minyak jelantah. Lalu, Mas Ricky
Elson (pembuat mobil listrik yang dibawa Dahlan Iskan dari Jepang, Red)
pernah menghubungi lewat Facebook, ingin menjalin kerja sama dengan
kami. Tentu saja kami terima,” ungkapnya.
Dengan semua upaya itu, mereka punya
satu impian, yakni mengembangkan sumber daya lokal Salatiga untuk
menjadikan kota kecil itu pusat pengembangan manufaktur teknologi kelas
dunia. Layaknya Silicon Valley di San Francisco, Amerika Serikat.
Edukasi - Motivasi - Nasional
Langganan:
Postingan (Atom)






























