Select Menu
Buah Unggul
Diberdayakan oleh Blogger.

Buleleng

Bali

Teknologi

Lifestyle

Nasional

Videos

Lokalzone - Pasca putus, Aura Kasih dan Glenn Fredly masih kerap terlihat bersama. Pelantun hits 'Mari Bercinta' itu tak jarang tertangkap kamera menonton pertunjukan Glenn.

Ditanya mengenai kebersamaannya dengan Glenn, Aura mengaku kembali dekat karena musik. Hingga kini, keduanya kerap sharing tentang musik dan hal-hal positif lainnya.

"Waktu itu ya lagi share musik. Aku senang ya nularin hal positif. Cuma ngajak aja. Main yuk, ngomongin musik gitu. Sama yang lain juga," ungkapnya ketika ditemui di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat.


Aura pun tak membantah komunikasi tetap terjaga dengan Glenn. Namun ketika ditanya soal balikan, artis berusia 28 tahun itu tak memberikan jawaban yang jelas.

"Tanya aja orangnya," tegas Aura pendek.
-
Lokalzone - Bareskrim Polri butuh memeriksa lima saksi ahli lagi untuk melakukan gelar perkara kasus dugaan penghinaan agama oleh Gubernur DKI Jakarta non aktif Basuki Tjahaja Purnama. Penyidik merencanakan memeriksa 10 saksi ahli.

"Dari rencana 10 saksi ahli, baru lima saksi ahli sampai hari kemarin," kata Kadiv Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar dalam acara diskusi 'Membedah Kasus Ahok: Apakah Penistaan Agama?' yang digelar di Hotel Ambhara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (1/11/2016).

Boy menambahkan, ahli itu merupakan ahli agama, pidana hingga bahasa. Dengan keterangan ahli-ahli itu diharapkan penyidik dapat fakta hukum yang komprehensif.

"Untuk nanti kita gelar perkara, karena harus lengkap dulu saksi ahlinya untuk gelar perkara untuk memutuskan status perkara ini," ujarnya.

Sementara itu, kata Boy, Polri mengapresiasi elemen masyarakat yang telah menempuh jalur hukum terkait ini. Sebab negara kita negara hukum.

"Ada 11 laporan total, Palembang, Palu, Polda Metro Jaya, Bareskrim. Disatukan semua penanganannya," urainya.
- -
Bali, Lokalzone - Serangkaian kasus kriminalitas jalanan yang melibatkan kelompok bersepeda motor di Denpasar, Bali seolah tak pernah surut.

Dari sejumlah laporan kasus yang masuk ke kepolisian tak sedikit kasus kriminalitas jalanan tersebut yang belum mampu terungkap.

Di sisi lain, sejumlah keberhasilan aparat kepolisian menguak kasus tersebut memunculkan fakta bahwa rata-rata pelaku yang terlibat dalam kasus kriminalitas jalanan itu adalah para remaja yang seharusnya masih fokus berurusan dengan studi di sekolah.

Karena satu dan lain hal, serta pengaruh lingkungan yang buruk, remaja-remaja tersebut pun menjadi akrab dengan kehidupan jalanan.

Minum-minuman keras dan menggeber sepeda motor seakan menjadi hal yang tak dapat dipisahkan manakala sebuah kasus penganiayaan serta perundungan terjadi.

Masih terngiang di benak kita, tatkala kepolisian daerah (Polda) Bali meringkus 14 orang remaja yang tergabung di dalam sebuah perkumpulan bermotor yang menamakan dirinya MS 13 pada 18 Oktober malam.

Sejumlah catatan kepolisian menyebut Geng Motor yang digawangi Sudarsa tersebut pernah lakukan aksi kekerasan di wilayah Renon, yang mengakibatkan mereka masuk dalam target operasi pihak kepolisian.

Selain itu, kebutuhan geng motor untuk tetap meng-ajeg-kan dan ingin menunjukkan eksistensinya pernah berbuntut pada proses hukum.

Kasus tersebut pernah terjadi di wilayah hukum Polsek Denpasar Barat.

Sebanyak 7 orang remaja berinisial BPM (16), AH (15), FNA (15), KS (16), IP (15), SG (22), dan F (18), diciduk anggota buru sergap Polsek Denpasar Barat lantaran adanya laporan dari masyarakat yang mengaku diserang segerombolan pemuda bersepeda motor.

Usai ditangkap, mereka mengaku melukai orang-orang di jalan pada malam hari lantaran ingin membubarkan aksi geng motor di wilayah Denpasar.

Akibatnya 6 orang menjadi korban. Beberapa diantaranya mengalami luka tusukan cukup serius.

“Dari kepolisian menduga alasan sebenarnya adalah ingin eksis. Korban mereka bukan anggota geng motor kok. Bahkan ada masyarakat yang sedang makan di pinggir jalan juga yang jadi korban mereka,” ujar Kanit Reskrim Polsek Denpasar Barat, Iptu Lutfi Olot Gigantara, kala itu.

Selain dua kasus tersebut, sesungguhnya masih ada sejumlah catatan perilaku buruk geng motor di kota bermoto berwawasan budaya ini.

Penganiayaan terhadap Gung Krisna (19) di Renon pada 4 Juli, dan Yuda Cahya Diputra (24) di Jalan Kebo Iwa, Denpasar, pada Minggu 3 Juli sudah cukup jadi sinyalemen bahwa tindakan main kekerasan yang kerap dilakukan para bajingan jalanan ini sudah sepatutnya mendapat perhatian lebih dari pihak kepolisian.

Hal yang lebih penting lagi adalah pengawasan dari keluarga dan sekolah.

Ini sebagai fungsi pranata sosial agar remaja di Denpasar dapat dicegah untuk terlibat lebih jauh dengan perkumpulan yang dapat merugikan masa depan mereka sendiri.
-
Lokalzone - Merayakan ulang tahun ke-23 pada akhir Oktober kemarin, Syahnaz Sadiqah kabarnya akan segera menuju jenjang pernikahan dengan Jeje 'Govinda'. Benarkah?

"Kita pacarannya kan belum terlalu lama, pacarannya belum setahun. Biar benar-benar siap dulu," ungkap Syahnaz ditemui di Kebon Jeruk, Jakbar.

"Buat serius sangat serius ya. Tapi nabung aja dulu," sambung Jeje yang berada di samping Syahnaz.

Menyoal kado yang didapat dari sang kekasih, adik Raffi Ahmad itu menyebut mendapatkan sebuah kamera. Ia merasa kamera sudah menjadi bagian dari hidupnya.
"Kameraku udah lama, nggak bagus. Kepake juga buat sehari-hari," kata Syahnaz.

Ia menambahkan, ada sedikit perbedaan dari HUT-nya kali ini. Tak lain adalah tanpa kehadiran ibundanya, Amy Qanita karena melakukan umroh dan baru saja kembali ke Tanah Air.

"Kemarin ulang tahun pertama tanpa mama kemarin kan mama umroh. Nggak apa-apa juga, aku malah minta doa," tutupnya.
-
Bali, Lokalzone - I Ketut Sumerta (44) harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di meja persidangan, karena telah melakukan pembunuhan terhadap istrinya Ni Putu Antrini (40).

Atas pembunuhan itu, ia didakwa pasal berlapis pada Senin (31/10/2016) di Pengadilan Negeri Denpasar, Bali. Jaksa Dewa Arya Lanang Raharja dalam dakwaan menyatakan, atas perbuatan bapak dua anak itu, ia didakwa tiga pasal sekaligus.

Dakwaan kesatu, yakni Pasal 44 ayat‎ 3 Undang - Undang No 23/2004 tentang kekerasan dalam rumah tangga. Terdakwa juga didakwa Pasal 338 KUHP, dan pasal 351 ayat 3 KUHP penganiayaan berat berujung kematian.

Dibeberkan, saat itu korban Antrini meminta terdakwa mengambil foto bersama artis pop Bali yang sedang launching album di Art Center.

Namun terdakwa tidak mau karena memori hand phone (HP) penuh. Tidak bisa mengabadikan momen dengan artis idolanya, korban ngambek. Korban terus mengomeli terdakwa sepanjang perjalanan hingga sampai di rumah. ‎

"Disuruh fotoin istri saja gak mau, coba orang yang lain suruh, pasti mau," ujar jaksa Lanang Raharja, menirukan pernyataan korban.

Pernyataan korban itu diulang terus menerus. Terus diomeli, emosi terdakwa terpancing. ‎ Hingga puncaknya pukul 04.30, menjelang subuh, korban yang hendak ke kamar mandi masih mengomel.

Terdakwa yang tak lagi bisa menahan emosi akhirnya kalap. Terdakwa spontan memukul dan membenturkan kepala istrinya di tembok dengan keras. Pendarahan hebat membuat korban menghembuskan napas terakhir.

Terdakwa di persidangan didampingi kuasa hukumnya yaitu Agus Suparman. Sidang akan dilanjutkan pekan depan dengan agenda pemeriksaan saksi.
-
Teknologi, Lokalzone - Memiliki rumah bukan perkara mudah. Harganya yang cukup mahal jadi tantangan tersendiri bagi sebagian orang untuk membelinya. Meski begitu, ada hal unik sekaligus gila yang dilakukan oleh seorang wanita di Tiongkok untuk membeli rumah.

Seperti di kutip dari BBC, Senin (31/10/2016), jagat maya Tiongkok dibuat gempar oleh sebuah blog yang beredar di platform Tian Ya Yi Du.

Seorang pengguna dengan username Proud Qioba menuliskan sebuah cerita yang mirip dengan kisah di novel.

Dalam blog-nya ia menyebut seorang mahasiswa bernama Xiaoli (bukan nama sebenarnya) dari Kota Shenzhen, selatan Tiongkok, minta dibelikan 20 unit iPhone 7 kepada 20 orang pacarnya. Ya, kamu tidak salah baca, 20 pacar.

Kemudian, ia menjual seluruh iPhone 7 tersebut ke sebuah perusahaan jual beli ponsel bernama Hui Shou Bao seharga 115.010 RMB atau setara Rp 221 juta. Xiaoli pun kemudian menggunakan uang tersebut untuk membeli rumah di pinggir kota.

Di dalam blog-nya, Proud Qiaoba menuliskan, saat sejumlah teman Xiaoli main ke rumah barunya, mereka terkejut lantaran mendengar cerita Xiaoli mendapatkan rumah.

"Saat ini, semua orang di kantor membicarakan hal ini. Tak ada yang tahu apa yang pacar-pacar Xiaoli pikirkan setelah kisah ini jadi viral," tulis Proud Qiaoba.

Sang penulis blog menambahkan, Xiaoli bukanlah gadis dari keluarga berada. Ibunya adalah seorang ibu rumah tangga, sementara ayahnya bekerja sebagai pekerja migran.

Lantaran kedua orang tuanya makin tua, sebagai anak tertua di keluarga, kemungkinan Xiaoli merasa tertekan dan ingin memberikan sebuah rumah untuk keluarganya. "Meski begitu, sungguh sulit dipercaya Xiaoli menggunakan cara ini," tulis Proud Qiaoba.

Banyak orang di layanan microblogging Tiongkok, Sina Weibo, merasa terkejut dengan kemampuan Xiaoli meyakinkan 20 pacarnya untuk membelikan iPhone 7 yang baru melenggang 16 September ini.

Tak hanya itu, tagar "20 iPhone untuk sebuah rumah" pun jadi terfavorit di jejaring sosial Weibo. Hingga kini, pengguna telah mencuitkannya sebanyak 13 juta kali.

Langkah Xiaoli pun banyak dikomentari oleh pengguna media sosial lainnya. "Bahkan buat saya untuk mendapatkan satu pacar saja sulit. Sementara dia (Xiaoli) mendapatkan 20 pacar di waktu bersamaan yang mau membelikannya iPhone. Aku ingin bertanya bagaimana caranya," tutur seorang pengguna medsos.

Tak hanya itu, pengguna medsos lainnya berdoa agar Xiaoli memiliki masa depan yang cerah. Tak hanya mendoakan, pengguna lain juga menghujat Xiaoli dan menyebutnya tak tahu malu.

Pihak BBC pun mencoba mencari informasi dari juru bicara Hui Shou Bao untuk mengecek kebenaran informasi ini. Benar saja, sang juru bicara membenarkan bahwa awal Oktober lalu, memang ada seorang perempuan yang menjual 20 unit iPhone 7. Toko tersebut membayar 5.750 RMB atau setara Rp 11 jutaan untuk satu iPhone.

Saat mencoba mewawancarai Xiaoli melalui perusahaan Hui Shou Bao, gadis itu menolak untuk diwawancara. "Gadis itu menolak permintaan wawancara media," tutur si juru bicara. 
-
Kesehatan, Lokalzone - Saat sedang pilek atau flu, biasanya kita akan didera hidung mampet. Kalau hidung sudah mampet, wah benar-benar mengganggu sekali rasanya. Mau melakukan aktivitas seperti biasa pun rasanya susah minta ampun.

Untuk mengatasi hidung mampet ini ada sejumlah cara yang bisa dilakukan. Ada baiknya memang sebelum mengonsumsi obat-obatan tertentu, kita coba cara-cara yang lebih alami berikut ini. Let's check this out!
 
Minum Banyak Air Putih
Minum banyak air putih agar terhindar dari dehidrasi dan tenggorokan bisa terjaga kelembabannya. Lebih disarankan minum air hangat dan hindari air dingin. Selain itu, seperti yang dilansir oleh boldsky.com, baiknya hindari kafein karena bisa membuatmu jadi malah dehidrasi.
  
Cukupi Kebutuhan Vitamin C
Vitamin C bisa meredakan pilek dan mengatasi gejala serta rasa tak nyaman hidung mampet. Konsumsi sumber vitamin C seperti dari buah jeruk atau jus buah lainnya. Saat kebutuhan vitamin C tercukupi, sistem imun tubuh akan terjaga dan proses pemulihan akan lebih cepat.
 
Makan Sup Ayam
Buat sup ayam dan nikmati selagi hangat. Makanan ini dipercaya bisa bantu atasi hidung mampet.
 
Minum Jahe Hangat
Campurkan 1 sdt jahe parut dengan segelas air panas. Bisa juga ditambahkan lemon dan madu. Lalu nikmati saat hangat.
 
Bawang Putih
Bawang putih ternyata bukan sekadar bumbu penyedap biasa. Manfaatnya bisa mengatasi penyakit pilek, flu, dan inflamasi sinus. Bau yang tajam dan rasanya yang khas bisa bantu redakan hidung mampet. Jadi bisa coba geprek bawang putih lalu seduh dengan air panas. Kemudian minum saat sudah hangat.

Kalau hidung mampet tak kunjung reda dalam waktu berhari-hari, segera hubungi dokter ya. Agar bisa mendapat penanganan yang tepat dan tak makin parah.
-
Entrepreneur, lokalzone - Kamu pasti sudah sering mendengar nasihat bijak bahwa menjadi diri sendiri akan membuatmu menjadi pribadi yang lebih bahagia, benar kan? Tak ada yang salah memang dengan nasihat ini, tapi bukan berarti kamu bisa menelan mentah-mentah kata-kata ini.

Menjadi diri sendiri bukan berarti kemudian kamu berhenti belajar menjadi pribadi yang lebih baik. Hanya karena kata-kata "menjadi diri sendiri", bukan berarti kamu harus menjadi apa adanya di setiap situasi dan kondisi.

Belajar menjadi original dan tulus
Menjadi original berarti kamu bisa mengenali seperti apa dirimu (self-aware). Seperti apa emosi, pikiran serta nila-nilai yang kamu pegang. Dalam dunia kerja, ketulusan dan jujur menjadi diri sendiri adalah hal yang terkadang agak tricky. Ada kalanya kamu harus apa adanya, ada kalanya kamu perlu sedikit seperti bunglon.

ini risikonya jika kamu terlalu "menjadi diri sendiri"
 
1. Mudah dimanfaatkan. Jangan terlalu polos dan menunjukkan apa adanya dirimu. Tak semua orang berpikiran baik, beberapa banyak yang punya niat buruk dan menyakiti. Kamu harus bisa membedakannya.

2. Kamu menciptakan pikiran yang kaku
. Karena rasa percaya diri yang tinggi, kamu tahu bahwa pikiranmu bisa menuntunmu ke segala hal yang baik. Namun kamu jadi lupa bahwa ada banyak pemikiran di luar sana yang bisa mengembangkan pemikiranmu dan caramu menilai segala hal dalam hidup.

Menjadi diri sendiri itu penting, tapi kamu juga harus hati-hati. Ada baiknya jika kamu menjaga keseimbangan antara menjadi diri sendiri dengan menjaga diri sendiri. Ketahui situasi dan kondisinya, kapan harus jadi diri sendiri dan kapan jadi sedikit 'orang lain'.
-
Lokalzone - Riko Lesmana (41) naik pitam dicaci maki Sopyan Lubis (43) ketika menagih ongkos untuk menjaga kosan korban. Mereka cekcok mulut hingga akhirnya Riko memutilasi dan mengubur Sofyan dengan semen.

Pembunuhan sadis itu berawal saat Riko datang ke kontrakan Sofyan pada Senin 24 Oktober 2016. Riko meminta ongkos untuk jaga di kosan Sopyan dan ongkos pulang kepada Sopyan.

Namun Sopyan menolak memberikan uang tersebut. Sopyan mengeluarkan perkataan kasar dan menghina keluarga Riko saat itu sehingga membuat Riko dibakar emosi. Riko Sofyan dengan potongan besi hingga Sopyan tidak sadarkan diri. Riko panik bukan kepalang saat tahu Sopyan tewas.

Dia kemudian meminta bantuan Gusfairi yang merupakan sopir taksi online untuk mengangkat jasad korban dan membawanya ke kontrakan Riko di kawasan Cipayung, Jakarta Timur. Di kontrakan itu, Riko memotong tubuh Sopyan menjadi 13 bagian, lalu menguburnya dengan semen.
-
Buleleng, lokalzone - Untuk pertama kalinya di Bali, Pilkada hanya diikuti calon tunggal, yakni Pilkada Buleleng 2017.

Pasangan pertahanan, Putu Agus Suradnyana-Nyoman Sutjidra (PASS) yang diusung PDIP dan NasDem akan melawan kotak kosong.

Calon tunggal ini membuat KPU Buleleng dan Bali bingung dalam sosialisasi, khususnya terkait pemasangan alat peraga kampanye.

Sesuai UU No 10 Tahun 2016 tentang Pilkada, PKPU No 43 Tahun 2016 dan No 44 Tahun 2016, pembuatan dan pemasangan alat peraga kampanye difasilitasi oleh KPU.

“Pembuatan alat peraga telah diatur dalam UU, PKPU dan keputusan KPU No 43 dan 44 Tahun 2016. Mengenai hal itu (calon tunggal) belum ada pengalaman kami di Bali,” ujar Ketua KPU Bali, Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi, Senin (31/10/2016).

Untuk itu, KPU Bali akan mendalami berbagai regulasi serta melakukan konsultasi dengan KPU RI.

“Nanti akan di dalami regulasinya dan jika perlu dikonsultasikan ke KPU RI,” jelas Raka Sandi.

Raka Sandi menambahkan, pihaknya juga akan menanyakan ke KPU RI tentang format dan teknis sosialisasi Pilkada calon tunggal.

“Saat ini masih dalam proses, termasuk bagaimana format dan teknis sosialisasi surat suaranya. Jika sudah fix tentu KPU Buleleng akan segera melakukan sosialisasi,” paparnya.

Dikonfirmasi terpisah, Ketua KPU Buleleng, Gede Suardana mengatakan, pihaknya tetap akan mengelola anggaran Rp 40,2 miliar seperti yang telah ditetapkan Pemkab Buleleng.

Meski, Pilkada hanya diikuti satu pasangan dan terjadi penundaan tahapan.

“Tidak ada pengaruh, dengan mundurnya jadwal kampanye tidak berpengaruh dalam penggunaan anggaran. Karena tetap saja KPU akan memfasilitasi untuk membuat APK (alat peraga kampanye) untuk pasangan calon,” ujarnya.

“Anggaran Pilkada Buleleng Rp 40,2 miliar, ya selama Pilkada lanjut ya tetap aja penggunaannya. Berapa yang tersisa ya akan dikembalikan kepada pemerintah daerah lagi,” tandasnya 
-
Bali, Lokalzone - Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Bali Brigjen Pol Putu Gede Suastawa menilai, Bali sebagai daerah tujuan wisata utama di Indonesia cukup rawan terhadap peredaran narkoba dan jenis benda haram lainnya.

"Bali yang dikunjungi wisatawan dalam dan luar negeri memiliki fasilitas pendukung yang memadai, termasuk tempat hiburan malam yang dicurigai sebagai tempat peredaran benda haram tersebut," kata Kepala BNN Provinsi Bali Brigjen Pol Putu Gede Suastawa di Kampus Universitas Dhyana Pura Kuta, Kabupaten Badung, Senin.

Ketika membuka Seminar Mewaspadai Penyebaran Narkoba secara online yang melibatkan sekitar 200 mahasiswa, Ia mengatakan, kegiatan tersebut merupakan kerja sama antara BNN Provinsi Bali dengan Universitas Dhyana Pura dan Organisasi Masyarakat (Ormas) "Saya Indonesia".

Kegiatan tersebut sekaligus membentuk satuan tugas (Satgas) dari lingkungan kampus untuk pencegahan narkoba di Pulau Dewata.

Brigjen Pol Putu Gede Suastawa mengingatkan, upaya itu sangat penting dalam mengantispasi penyebaran narkoba yang dinilai tanpa batas, terlebih dengan adanya perkembangan teknologi yang begitu cepat.

"Untuk itu, Bali perlu mendapatkan perhatian yang serius dengan memberikan pemahaman bahaya pengunaan narkoba untuk mengantisipasi peredaran tersebut," ujar Gede Suastawa.

Narkoba menjadi salah satu ancaman yang merusak mentalitas sumber daya manusia (SDM) yang mengakibatkan impoten permanen, memiliki pemikiran tidak waras dan mempercepat kematian.

Sementara itu Ketua Umum Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Mayjen TNI (Purn) Wisnu Bawa Tenaya (WBT) mengharapkan, masyarakat khususnya anak-anak muda Bali agar memperkuat moralitas dan iman kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Selain itu menjaga kesehatan fisik dengan rajin setiap hari berolahraga dan jiwa dengan memupuk nilai-nilai agama yang diyakininya.

"Seorang pemuda memiliki mental yang tanggung untuk menghadapi persaingan yang semakin ketat," ujar Wisnu Bawa Tenaya.
-
Kesehatan, Lokalzone -Tahu nggak kegiatan yang kita lakukan setelah olahraga itu sama pentingnya dengan olahraga itu sendiri? Agar manfaat olahraga tidak sia-sia, kita perlu mengetahui kegiatan apa yang sebaiknya dilakukan dan tak dilakukan setelah olahraga. Nggak mau kan niat olahraga yang tadinya untuk sehat jadi terbuang percuma hanya karena kita mengabaikan hal-hal penting yang menyertai olahraga itu sendiri.

Setelah olahraga, penting sekali untuk melakukan pendinginan. Tujuan dari pendinginan itu untuk mengembalikan detak jantung dan tekanan darah kembali normal. Seperti yang dilansir oleh brit.co, meluangkan waktu beberapa menit untuk melakukan peregangan bisa membuat otot kembali seperti semula. Dan bisa memaksimalkan manfaat olahraga yang kita lakukan. Tak hanya itu, peregangan juga bisa mencegah kram otot dan pegal-pegal.

Nah, sekarang yuk kita bahas lebih lanjut hal-hal apa saja yang sebaiknya dilakukan setelah olahraga.

Ngemil Sedikit
Sejam setelah olahraga, perlu juga untuk ngemil sedikit. Konsumsi makanan ringan yang mengandung karbohidrat dan protein. Kenapa malah dianjurkan untuk ngemil? Tak lain karena tubuh butuh energi untuk memperbaiki dan mengembalikan sel-sel tubuh.

Minum Air Putih
Penting sekali untuk minum air putih sehabis olahraga. Tujuannya adalah agar terhindar dari dehidrasi. Dan fungsi tubuh bisa kembali berjalan normal. Setidaknya minum dua hingga tiga gelas setelah olahraga, ya.

Mencuci Tangan
Sehabis olahraga, jangan menggosok mata dan menyentuh wajah dengan tangan. Cuci dulu tanganmu, bersihkan wajah dengan handuk kering. Jangan sampai setelah olahraga, kamu malah menyebarkan bakteri di area wajah karena tak mencuci tangan.

Ganti Baju
Setelah Olahraga, tubuh pastinya akan berkeringat. Meski baju olahraga itu paling nyaman dipakai, jangan terlalu lama pakai baju yang sudah terkena keringat tersebut. Setelah selesai olahraga dan keringat sudah mengering, segera mandi dan ganti dengan baju yang bersih.

Satu lagi hal yang perlu diperhatikan setelah melakukan olahraga adalah jangan tidur terlalu larut. Tidurlah cukup di malam harinya, sekitar 8 jam. Supaya manfaat olahraga yang kamu lakukan bisa maksimal. Serta tubuh bisa cepat pulih dan otot-otot makin kuat.

Olahraga perlu dilakukan secara rutin. Tak hanya itu, penting juga untuk memperhatikan hal-hal sebaiknya dilakukan setelah olahraga untuk mendapatkan manfaat maksimalnya. Semoga info di atas bermanfaat.
-
Teknologi, Lokalzone - Setelah gagal total dengan phablet flagship Galaxy Note 7, Samsung mulai fokus menggarap kelanjutan dari Galaxy seri S, yakni Galaxy S8.

Hal ini disebut-sebut sebagai upaya Samsung untuk move on dari insiden Galaxy Note 7 sekaligus tetap memenangkan kompetisi dengan pesaing-pesaing bisnisnya. Sebagaimana di kutip dari Tech Crunch, Selasa (1/11/2016), Vice President Samsung, Lee Kyeong-tae, mengakui walau Galaxy S8 baru akan melenggang beberapa bulan lagi, perusahaan smartphone merasa kesulitan tanpa adanya sebuah ponsel flagship.

Terkait kehadiran Galaxy S8, seorang petinggi Samsung mengatakan kepada The Wall Street Journal, ponsel tersebut akan hadir dengan desain baru dan kamera yang jauh lebih baik dibandingkan pendahulunya, Galaxy S7.

Tidak hanya itu, petinggi tersebut juga membocorkan bahwa Galaxy S8 bakal hadir dengan layanan kecerdasan buatan.

Lee enggan mengonfirmasi kabar itu. Namun jika melihat rekam jejak Samsung yang mengakuisisi perusahaan Viv Labs, kemungkinan layanan kecerdasan buatan tersebut memang benar adanya.

Baru-baru ini juga diberitakan, Samsung memberikan tawaran diskon bagi pembeli Galaxy Note 7 di Korea Selatan yang menukarkan perangkatnya dengan Galaxy S7.

Para konsumen juga mendapatkan kesempatan untuk menukarkan Galaxy S7-nya dengan Galaxy S8 atau Note 8 saat perangkat itu melenggang nantinya.
-
Lokalzone - Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah melarang demonstrasi bersifat anarkis pada 4 November mendatang. Ketum MUI KH Maruf Amin kemudian menegaskan, tak akan menoleransi provokator.

"Kita tak akan beri toleransi terhadap siapa saja yang akan pecah belah bangsa ini," ungkap Maruf usai bertemu Presiden Jokowi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (1/11/2016).

Sebelumnya 10 perwakilan masing-masing dari MUI, NU, dan Muhammadiyah bertemu dengan Presiden Jokowi. Pada pertemuan yang berlangsung sekitar 90 menit itu, Jokowi menyampaikan pula tentang kemajuan ekonomi dan politik.

"Kemudian kita juga sampaikan ada masalah yang akan kita hadapi adanya isu-isu yang menyangkut peristiwa pernyataan Gubernur DKI di Pulau Seribu kemudian dikait-kaitkan menjadi di luar konteks," ujar Maruf.

Maruf meminta umat yang berdemonstrasi bersikap santun saat menyampaikan pendapat. Mereka juga diminta tak mudah terprovokasi.
-
Entrepreneur, Lokalzone - Mendapatkan pekerjaan setelah lama menganggur memang sangat menyenangkan. apalagi dengan sederet tawaran yang menggiurkan. Tapi jangan senang dulu. Sebelum menerima tawaran pekerjaan sebaiknya kamu mempertimbangkan beberapa hal. Karena yang terlihat baik di depan belum tentu sebaik kelihatannya.

Berikut adalah hal yang perlu kamu perhatikan sebelum menerima tawaran pekerjaan dari perusahaan impian.
 
Perhatikan Lingkungannya
Gaji yang tinggi belum bisa menjadi jaminan kamu akan nyaman di perusahaan tersebut. Berbeda jika kamu nyaman dengan lingkungan kerjanya. Jika lingkungan kerja nyaman maka kemungkinan besar kamu akan merasa nyaman dan betah di perusahaan tersebut. Jadi memperhatikan lingkungan kerja sangat penting kamu perhatikan.
 
Reputasi Kantor
Sebelum menerima pekerjaan sebaiknya kamu survey dulu tentang calon kantor kamu. Mengetahui reputasi dan riwayatnya sangat penting. Tentu kamu tidak ingin terjebak di kantor yang tidak menyenangkan dan bermasalah. Sebaiknya kamu menolak tawaran kerja dari perusahaan yang memiliki reputasi yang buruk.
  
Langsung Diterima
Setiap proses bekerja selalu melalui banyak tahapan tes. Mulai dari seleksi CV, tes tulis, psikotes dan tes wawancara. Nah, jika perusahaan langsung menerima kamu bekerja tanpa rangkaian tes tersebut, kamu perlu berhati-hati. Jika perusahaan melakukan hal tersebut kemungkinan perusahaan sedang ada masalah.
 
Tidak Sesuai Harapan
Manfaatkan proses wawancara sebaik mungkin. Saat dalam proses wawancara tersebut ada beberapa hal yang tidak sesuai harapan kamu, sebaiknya kamu menolaknya. Jika kamu mengabaikan hal ini bisa jadi hal ini akan berujung tidak menyenangkan bagimu.
 
Tidak Profesional
Saat kamu datang ke kantor, kamu melihat perusahaan tidak dijalankan dengan profesional. Sebelum kamu terjebak dengan hal yang tidak mengenakkan sebaiknya kamu menolak tawaran pekerjaan ini.

Demikian 5 hal yang perlu kamu perhatikan sebelum menerima tawaran pekerjaan. Semoga informasi ini bermanfaat untuk kamu.
-
Kesehatan, Lokalzone - Ada obat yang harus diminum sebelum dan sesudah makan. Namun, sebenarnya berapa lama jeda antara waktu minum obat dan makan yang dianjurkan?

Menurut Staf Clinical Research Supporting Unit (CRSU) Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dr J Hudyono MS, SpOk, MFPM. Jika aturannya sesudah makan, tak masalah obat dikonsumsi langsung setelah makan.

"Tapi kalau sebelum makan, umumnya setengah jam sebelum makan," kata dr Hudyono di sela-sela Pfizer Journalist Class 'Konsumsi Obat yang Aman, Hindari Obat Palsu' di Almond Zucchini, Prapanca, Jakarta Selatan, Senin (31/10/2016).

Mengapa? Dengan jeda waktu 30 menit sebelum makan, diperhitungkan penyerapan obat lebih baik. Meskipun, ada pula obat yang tidak boleh dikonsumsi dalam kondisi perut kosong karena bisa memicu mual.

dr Hudyono menekankan, perhatikan lagi aturan minum obat tersebut. Jika memang harus dihabiskan, misalnya antibiotik, maka habiskan meski merasa dirinya sudah sembuh. Nah, jika obat sisa hendak disimpan, perhatikan anjuran suhu penyimpanannya. Pada jenis obat sirup, bisa disimpan maksimal 6 bulan jika tidak ada perubahan warna, bau, atau rasa.

Apalagi, ketika disentuh tangan, ada risiko kontaminasi pada leher obat. Pada obat strip atau kapsul, bisa disimpan sampai tanggal kedaluwarsa tetapi jangan dikonsumsi jika ada perubahan warna, bentuk, dan bau.
-
Lokalzone - Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno berkampanye di Yayasan dan Pondok Pesantren, Nurul Jannah Al- Islamy. Di hadapan warga yang kebanyakan ibu-ibu, Sandiaga membuat slogan untuk mengingat program-programnya.

"Kalau pilih saya, dompet keisi, perut kenyang, kepala cerdas," kata Sandiaga di Pesantren Nurul Jannah Al Islamy, Jl Koang 2, Pegadungan, Kalideres, Jakarta Barat Selasa (1/10/2016).

Slogan itu diulangi secara bersama-sama oleh puluhan peserta yang hadir. Para ibu-ibu mengucapkannya diselingi tawa ceria.

"Dompet terisi, perut kenyang, kepala cerdas," kata ibu-ibu bersama-sama
Di hadapan peserta pula, Sandiaga menyampaikan permohonan maaf atas keterlambatannya. Pasangan dari calon gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan itu dijadwalkan datang ke pesantren pada pukul 09.00 WIB, namun baru tiba pada pukul 10.45 WIB.

"Tadi melayat ke ayahnya Erick Thohir, yang bersama dengan saya berjanji membangun stadion BMW. Meninggal ayahnya. Sehingga saya mohon maaf. Tanpa mengurangi rasa hormat," kata Sandiaga
-
Lokalzone - Pemprov Jabar mendukung kehadiran Tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) bentukan Presiden Joko Widodo. Tim tersebut bertujuan menciptakan kondisi aman dan nyaman dari 'gangguan' pungli yang menyusahkan masyarakat.

Tugas Tim Saber Pungli menginventarisasi persoalan di kementerian atau lembaga termasuk BUMN yang memiliki fungsi pelayanan publik. "Setuju. Setuju banget dan sangat mendukung," ucap Gubernur Jabar Ahmad Heryawan atau Aher di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Jumat (14/10/2016).

Soal komitmen memerangi praktik pungli di Jabar, menurut Aher, pihaknya akan bekerjasama dengan pihak kepolisian. Pemprov bakal menjalankan program yang diturunkan dari Polda Jabar.

"Nanti Polda Jabar program turunannya seperti apa akan kita kerjakan. Semua instansi harus siap dengan program anti pungli ini," ujar Aher.

Seluruh lapisan instansi baik di jajaran pemerintah tingkat provinsi maupun kota dan kabupaten harus bersama-sama memberantas pungli. Tentu juga jangan coba-coba melakoni praktik pungli.

"Proteksinya, sudah saya katakan dan mewanti-wanti jangan pernah bayar apapun kecuali bayar sesuai dengan tarif, itu kalau ada tarifnya. Kalau gratis juga sama jangan pernah ada tarif, kan namanya gratis," tuturnya.

Aher siap menindak tegas anak buahnya yang terbukti melakukan pungli kepada masyarakat. "Sampai sekarang belum ada di Jabar. Kalau ketahuan (pungli) laporkan ke kita (Pemprov Jabar) atau ke polisi, biar saya gampang memecatnya," kata Aher menegaskan.

Pemerintah tengah menyiapkan perangkat pendukung keorganisasian dari Tim Saber Pungli. Menko Polhukam Wiranto selaku penanggung jawab tim mengatakan secepatnya akan menyelesaikan hal tersebut agar tim bisa segera bekerja.

Tim Saber Pungli bukan hanya menangani pungli di kementerian atau lembaga. Mereka juga tim menyasar area publik yang rawan pungli.
-
Lokalzone - Penetapan Dahlan Iskan menjadi tersangka kasus dugaan korupsi pelepasan 33 aset PT Panca Wira Usaha (PWU), berupa tanah dan bangunan milik BUMD Provinsi Jawa Timur, oleh Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, memunculkan isu baru. Sebab, mantan Menteri BUMN di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu mengaku memang sudah diincar oleh orang yang sedang berkuasa.

"Karena seperti Anda semua tahu saya memang sedang diincar terus oleh yang sedang berkuasa biarlah sekali-kali terjadi seorang yang mengabdi setulus hati dengan menjadi Dirut perusahaan daerah yang dulu begitu jeleknya, tanpa digaji 10 tahun dan tanpa fasilitas apapun harus menjadi tersangka bukan karena menerima uang, sogokan, aliran dana tapi karena harus tandatangan dokumen yang diserahkan anak buah," kata Dahlan usai diperiksa Kejati Jatim, Kamis (27/10) lalu.

Pernyataan Dahlan tersebut sontak membuat publik terkejut. Sebab, Dahlan tak membeberkan siapa penguasa yang dimaksudnya itu. Sejumlah pihak ada yang menduga penguasa yang dimaksud adalah Presiden Joko Widodo (Jokowi). Namun, ada juga yang menduga penguasa yang dimaksud Dahlan bukanlah Jokowi.

Wapres Jusuf Kalla pun angkat bicara. JK mengaku tidak mengerti siapa penguasa yang dimaksud oleh Dahlan.

"Kalau banyak dikatakan beliau diincar penguasa, saya tidak mengerti apa yang Pak Dahlan maksudkan, apakah pemerintah di Jakarta, apa di Jawa Timur, kita kembalikanlah kepada beliau. Kalau di Jakarta ini, saya kira tidak ada," kata JK di Kantor Wapres, Jakarta, Jumat (28/10) kemarin.

JK mengatakan meskipun Dahlan Iskan adalah salah satu menteri di zaman SBY, tapi di saat Pemilihan Presiden 2014 lalu, Dahlan Iskan menjadi salah satu anggota tim sukses pemenangan Jokowi-JK.

"Jangan lupa Pak Dahlan menteri di zaman SBY, tapi di saat terakhir Pak Dahlan tim sukses (Jokowi-JK) juga, jadi tidak mungkin dalam ukuran penguasa di sini (Jakarta) melakukan hal seperti itu," katanya.

Selain Wapres JK, Juru Bicara Kepresidenan Johan Budi Sapto Prabowo pun angkat bicara soal penguasa incar Dahlan. Johan tak yakin penguasa yang dimaksud Dahlan adalah Jokowi.

"Saya tidak yakin apakah yang dimaksud Pak Dahlan Iskan dengan diincar kekuasaan itu adalah oleh Pak Presiden Jokowi. Karena Presiden dalam penegakan hukum tidak pernah mengincar siapa pun," ujar Johan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (28/10) kemarin.

Menurut Johan, Jokowi tidak pernah mengintervensi langkah penegak hukum dalam mengusut suatu kasus.

"Penegakan hukum sepenuhnya diserahkan kepada institusi penegak hukum baik itu Kejaksaan, Kepolisian maupun KPK. Selama ini Presiden Jokowi tidak pernah melakukan intervensi kepada aparat penegak hukum dalam melakukan proses hukum kepada siapa pun," jelasnya.

Beberapa waktu lalu, saat Dahlan masih berstatus sebagai saksi, beredar isu Jaksa Agung M Prasetyo melakukan intervensi. Isu itu berawal saat Dahlan Iskan tengah diperiksa oleh penyidik pidana khusus Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, terkait kasus dugaan korupsi penjualan sejumlah aset BUMD Jatim.

Saat pemeriksaan berlangsung, tiba-tiba ponsel Kejati Jatim Maruli Hutagalung berdering. Panggilan pertama tidak diangkat, kemudian ponselnya kembali berdering yang kedua kali.

Lagi-lagi panggilan tidak diangkat. Sebab, saat itu Maruli sedang diwawancarai wartawan. Saat selesai, Maruli baru melihat bahwa dua panggilan yang ditolaknya dari Jaksa Agung M Prasetyo.

"Bentar telepon dari Pak Kejagung," ucap Maruli Hutagalung dengan menunjukkan ponselnya kepada wartawan di Kejati Jawa Timur, Selasa (18/10).

Maruli langsung menghubungi Prasetyo. Dari percakapan tersebut, ternyata Prasetyo menanyakan perkembangan kasus yang ditangani Kejati Jatim, terutama pemeriksaan terhadap Dahlan Iskan.

Saat itu, Maruli menjelaskan kepada Prasetyo, bahwa Dahlan Iskan masih menjalani pemeriksaan dan belum ada perkembangan. "Masih diperiksa sebagai saksi mengenai aset PWU, Pak," jelasnya saat itu melalui telepon yang didengar para wartawan.

Tidak hanya itu, Maruli juga mengatakan kalau untuk tersangka Wishnu Wardhana sudah diperiksa kembali, Senin (17/10).

"Dalam pemeriksaan kedua, keterangan itu saling menyalahkan, Pak," tambahnya. Namun, setelah selesai menelepon Prasetyo, Maruli membantah ada intervensi terkait penanganan kasus tersebut.

"Tidak ada intervensi. Bapak telepon hanya menanyakan perkembangan saja," katanya saat itu.
-
Lokalzone - Operasi Tangkap Tangan (OTT) dengan tersangka Suwandi, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Malang, diketahui berawal dari laporan dua korban PNS (Guru) yang akan mutasi dari Kalimantan Barat ke Malang.

"Tersangka mengatakan kepada mereka untuk memberikan sepantasnya dalam proses pengurusan mutasi. Karena tersangka berdalih harus berkoordinasi (dengan atasan) dulu," kata Kapolres Malang Kota AKBP Decky Hendarsono kepada wartawan saat rilis di mapolres Jl Jaksa Agung Suprapto, Sabtu (29/10/2016).

Saat dimintai keterangan penyidik tipikor, Suwandi memilih bungkam atas keterangan yang disampaikan korban. "Sampat saat ini masih bungkam, tapi pastinya nanti mengaku. Karena sudah tertangkap tangan. Tetapi sempat mengatakan kepada penyidik, jika uangnya digunakan untuk makan-makan," kataDecky.

Dari hasil penyidikan itu, polisi akan mengembangkan apakah ada keterlibatan pihak, selain Suwandi. Maupun adanya korban lain yang dirugikan saat tersangka menjabat sebagai Kepala BKD.

"Pasti semua akan kami mintai keterangan. Apakah itu benar atau tidak dari semua hasil penyidikan," beber Decky.

Decky menjelaskan, kronologi pengungkapan kasus ini berawal dari laporan kedua korban PNS asal Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat, yang mutasi ke Kabupaten Malang.

Saat pengurusan dokumen mutasi, ada staf dari BKD Kabupaten Malang mengarahkan kepada korban agar bertemu dengan Suwandi. Dari situlah komunikasi kedua korban dan tersangka terjadi, sekitar September 2016 lalu.

"Ada beberapa kali pertemuan, baik langsung maupun melalui telpon. Hingga muncul pernyataan dari tersangka kepada korban harus memberikan sesuatu (uang) sepantasnya. Nominal yang diberikan secara bertahap itu adalah inisiatif dari korban sendiri. Awalnya Rp 10 juta, kemudian Rp 5 juta dan terakhir kami mendapatkan informasi hingga dilakukan penangkapan Tim Saber Pungli," tegas Decky.

Setelah pemberian uang pertama, berkas atau dokumen mutasi kedua korban tak kunjung selesai. Padahal, keduanya butuh Surat Keputusan (SK) mutasi yang dikeluarkan oleh Kepala BKD, yakni tersangka.

"Logikanya jika sudah diberi Rp 10 juta, dokumen tidak selesai berarti kurang. Kemudian diberi lagi, tapi tetap belum selesai," sambung Decky.

Kepada wartawan, Polres Malang Kota juga menunjukkan sejumlah barang bukti. Selain uang tunai sebesar Rp 3 juta, turut disita beberapa dokumen seperti SK pengangkatan Suwandi sebagai Kepala BKD, dokumen mutasi kedua korban, serta telpon seluler.

"Tersangka kita jerat UU Tipikor Pasal 12E tentang pegawai negeri atau penyelenggara negara yang dengan maksud menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum, atau dengan menyalahgunakan kekuasaannya memaksa seseorang memberikan sesuatu, membayar, atau menerima pembayaran dengan potongan, atau untuk mengerjakan bagi dirinya sendiri. Dengan ancaman hukuman minimal empat kurungan penjara," beber Decky.

Polres Malang Kota juga mengapresiasi masyarakat yang sudah berani melapor adanya praktek pungli oleh pejabat negara atau pegawai negeri sipil.

Diharapkan, untuk kasus Suwandi masyarakat yang merasa dirugikan agar segera melapor. "Ini ada satu lagi melapor, dengan tersangka yang sama," tandas Decky.

Sementara dengan memakai celana pendek motif batik berbaju tahanan Polres Malang Kota, Suwandi melangkah pelan menuju ruang penyidikan Tipikor Satreskrim Polres Malang Kota dengan didampingi dua penyidik. 
-