LokalZone - Dana Moneter Internasional alias International Moneraty Fund (IMF) merevisi target pertumbuhan ekonomi global.
Lembaga pimpinan Christine Lagarde tersebut menargetkan pertumbuhan
ekonomi dunia hanya 3,5 persen pad tahun 2015. Turun 0,3 persen
dibandingkan paparan IMF sebelumnya pada Oktober lalu. Selain itu, proyeksi pertumbuhan ekonomi untuk tahun 2016 juga turun menjadi 3,7 persen dari sebelumnya 4 persen.
Dalam laporannya, Selasa (20/1/2015), IMF mengungkapkan jika salah
satu faktor pemicu revisi in iadalah anjloknya harga minyak mentah.
Selain itu, depresiasi euro dan yen juga menekan ekonomi global.
Sentimen negatif juga datang dari berbagai krisis geopolitik.
Economic Counsellor IMF Olivier Blanchard menjelaskan, hal ini
menjadi kabar baik untuk importir minyak, tapi kabar buruk untuk ekspor
minyak. Juga kabar baik untuk importir komoditas dan kabar buruk untuk
eksportir komoditas.
Serta menjadi kabar baik untuk negara yang banyak menggunakan euro
dan yen, tapi kabar buruk untuk yang banyak menggunakan dolar.
"Pada level negara, apa yang terjadi menampilkan potret yang rumit," jelas dia. (okezone)
Ekonomi - Internasional - Nasional
LokalZone - Wanita sarjana ekonomi ini mengambil keputusan besar dalam hidupnya. Setelah dapat pekerjaan bergengsi di perusahaan finansial di Wall Street, ia malah banting setir jadi bintang porno.
Padahal, bekerja di Wall Street adalah salah satu impian warga Amerika Serikat (AS), karena di sini lah uang bergerak dengan sangat cepat dan dalam jumlah banyak.
Tapi sayang, gaji besar bukan jadi patokan bagi Paige Jennings. Ia merasa kesulitan menemukan zona nyaman pada profesinya saat ini.
Jennings yang mengubah namanya menjadi Veronica Vain ini bekerja sebagai pemagang di Lazard Asset Management, salah satu perusahaan finansial ternama di Wall Street.
Sebelumnya ia kuliah di Universitas Florida sampai mendapat gelar sarjana ekonomi. Sejak kuliah, Jennings sudah dekat dengan dunia esek-esek. Untuk membiayai kuliahnya, ia bekerja sebagai striptease dancer alias penarik eksotis.
Setelah lulus, wanita berumur 23 tahun ini pun melamar pekerjaan di bidang sesuai dengan ijazahnya, yaitu ekonomi. Wanita penyuka seni ini akhirnya diterima di Lazard Asset Management.
Sayangnya, karir Jennings tak bertahan lama di industri finansial. Ia hanya bekerja dari 2 Juni 2014 sampai 9 Januari 2015 saja di Lazard.
"Saya sudah melepas pekerjaan di Wall Street untuk mengejar karir di industri porno karena saya tidak bisa berhenti masturbasi saat bekerja," kata Jennings dalam akun Twitter-nya seperti dikutip, Senin (19/1/2015).
Setelah mengirimkan surat pengunduran diri, Jennings pun diberi restu untuk berhenti bekerja dalam waktu dekat. Bahkan, kata dia, perusahaan tempat ia bekerja sudah mendukung penuh rencana ganti karirnya.
"Perusahaan meminta saya lanjut bekerja, tapi saya tidak mau. Saya bilang ini bukan industri saya. Akhirnya perusahaan pun mendukung langkah saya ini," ujarnya
Sebelum memutuskan untuk menjadi bintang porno, wanita muda ini sempat berpikir untuk berkarir di industri video game.
"Saya suka bermain video game, makanya saya sempat melihat-lihat peluang di industri ini. Tapi saya belum yakin apakah bisa berkarir di situ," ujarnya ketika diwawancarai New York Post.
Jennings mengaku tidak bisa mendesain video game. Meski menyatakan punya jiwa seni dan menyukai seni, tapi ia tidak punya latar belakang pendidikan seni.
Dari situ lah muncul pertanyaan di benak wanita yang mengubah namanya jadi Veronica Vain ini. Hal apa lagi yang disukai selain video game dan seni?
"Jawabannya adalah seks," kata dia.
Dari situ ia pun memantapkan diri untuk berkarir di industri pornografi Paman Sam. Sekarang ini, industri tersebut sudah bukan yang tabu di AS dan menjadi salah satu industri dengan pergerakan uang cukup besar tiap tahun.
"Pornografi sekarang sudah jadi hal yang lazim. Mereka (produser film) membuat film dengan biaya besar dan ada alur ceritanya. Filmnya juga ditayangkan di internet secara berbayar. Saya tertarik untuk bergelut di dunia itu," ujarnya.
Untuk memuluskan karirnya, sarjana ekonomi ini berencana ikut audisi dalam acara realitas (reality show) tentang pencarian bakat di industri porno bernama "The Sex Factor".
Produser acara tersebut, Buddy Ruben, sudah mengkonfirmasi Jennings diundang ke Las Vegas untuk melakukan audisi dalam acara Adult Video News Awards pekan ini.
"Dia berbicara dengan lugas. Dia itu pintar. Dia cantik dan siap melakukan apa saja," kata Ruben seperti dikutip dari New York Times.
Sebagai ucapan selamat tinggal kepada kantornya, Jennings sudah mem-posting selfie (swafoto) bugil di salah satu toilet bank yang terletak di Wall Street melalui akun Twitter-nya.
Padahal, bekerja di Wall Street adalah salah satu impian warga Amerika Serikat (AS), karena di sini lah uang bergerak dengan sangat cepat dan dalam jumlah banyak.
Tapi sayang, gaji besar bukan jadi patokan bagi Paige Jennings. Ia merasa kesulitan menemukan zona nyaman pada profesinya saat ini.
Jennings yang mengubah namanya menjadi Veronica Vain ini bekerja sebagai pemagang di Lazard Asset Management, salah satu perusahaan finansial ternama di Wall Street.
Sebelumnya ia kuliah di Universitas Florida sampai mendapat gelar sarjana ekonomi. Sejak kuliah, Jennings sudah dekat dengan dunia esek-esek. Untuk membiayai kuliahnya, ia bekerja sebagai striptease dancer alias penarik eksotis.
Setelah lulus, wanita berumur 23 tahun ini pun melamar pekerjaan di bidang sesuai dengan ijazahnya, yaitu ekonomi. Wanita penyuka seni ini akhirnya diterima di Lazard Asset Management.
Sayangnya, karir Jennings tak bertahan lama di industri finansial. Ia hanya bekerja dari 2 Juni 2014 sampai 9 Januari 2015 saja di Lazard.
"Saya sudah melepas pekerjaan di Wall Street untuk mengejar karir di industri porno karena saya tidak bisa berhenti masturbasi saat bekerja," kata Jennings dalam akun Twitter-nya seperti dikutip, Senin (19/1/2015).
Setelah mengirimkan surat pengunduran diri, Jennings pun diberi restu untuk berhenti bekerja dalam waktu dekat. Bahkan, kata dia, perusahaan tempat ia bekerja sudah mendukung penuh rencana ganti karirnya.
"Perusahaan meminta saya lanjut bekerja, tapi saya tidak mau. Saya bilang ini bukan industri saya. Akhirnya perusahaan pun mendukung langkah saya ini," ujarnya
Sebelum memutuskan untuk menjadi bintang porno, wanita muda ini sempat berpikir untuk berkarir di industri video game.
"Saya suka bermain video game, makanya saya sempat melihat-lihat peluang di industri ini. Tapi saya belum yakin apakah bisa berkarir di situ," ujarnya ketika diwawancarai New York Post.
Jennings mengaku tidak bisa mendesain video game. Meski menyatakan punya jiwa seni dan menyukai seni, tapi ia tidak punya latar belakang pendidikan seni.
Dari situ lah muncul pertanyaan di benak wanita yang mengubah namanya jadi Veronica Vain ini. Hal apa lagi yang disukai selain video game dan seni?
"Jawabannya adalah seks," kata dia.
Dari situ ia pun memantapkan diri untuk berkarir di industri pornografi Paman Sam. Sekarang ini, industri tersebut sudah bukan yang tabu di AS dan menjadi salah satu industri dengan pergerakan uang cukup besar tiap tahun.
"Pornografi sekarang sudah jadi hal yang lazim. Mereka (produser film) membuat film dengan biaya besar dan ada alur ceritanya. Filmnya juga ditayangkan di internet secara berbayar. Saya tertarik untuk bergelut di dunia itu," ujarnya.
Untuk memuluskan karirnya, sarjana ekonomi ini berencana ikut audisi dalam acara realitas (reality show) tentang pencarian bakat di industri porno bernama "The Sex Factor".
Produser acara tersebut, Buddy Ruben, sudah mengkonfirmasi Jennings diundang ke Las Vegas untuk melakukan audisi dalam acara Adult Video News Awards pekan ini.
"Dia berbicara dengan lugas. Dia itu pintar. Dia cantik dan siap melakukan apa saja," kata Ruben seperti dikutip dari New York Times.
Sebagai ucapan selamat tinggal kepada kantornya, Jennings sudah mem-posting selfie (swafoto) bugil di salah satu toilet bank yang terletak di Wall Street melalui akun Twitter-nya.
Internasional - Nasional - Sosial
LokalZone - Kapolsek Klungkung Komisaris Polisi I Ketut Sutaman,SH beserta seluruh Babinkamtibmas dan Dan Ramil Klungkung Kapten TNI Infantri I Nyoman Tunggu beserta seluruh Babinsanya secara bersama-sama melakukan penanaman padi ditengah sawah milik I Gusti Mustika dan sawah milik Made Nanang yang keduanya beralamat Br/Dsn. Celepik Desa Tojan Kec/Kab-Klungkung.
"Ini merupakan perwujudan rasa kebersamaan antara Polri, TNI di tengah masyarakat selain melakukan tugas pokoknya setiap hari," ungkap Kapolsek Klungkung Kompol. I Ketut Sutaman SH dikutip dari Humas Klungkung, Senin (19/1/2015).
Penanaman padi yang dilakukan oleh anggota Polsek Klungkung dan Anggota Koramil Klungkung bersama sama dengan pemiliknya sebanyak dua petak Sawah dengan luas tanah diperkirakan sepuluh Are, Mulai dari mencabut binih pohon padi hingga melakukan penanaman pohon padi.
Terhadap kegiatan tersebut masyarakat sekitar sangat mengapresiasi dan menyambutnya dengan sangat antuasias bahkan meminta kegiatan ini semakin ditingkatkan untuk memupuk rasa kebersamaan dan kedekatan antara Polri, TNI dan masyarakat.
Rencananya kegiatan seperti ini akan rutin dilakukan pada tempat atau Desa secara bergiliran sambil melakukan pembinaan langsung dilapangan tentang kamtibmas khususnya ancaman faktual yang terjadi di sawah-sawah seperti mencegah terjadinya pencurian alat-alat pertanian traktor maupun sejenisnya akibat dari pada faktor korelatif kriminogin tentang Polise Hazas yang perlu diantisipasi mengenai kamtibmas.
Bali - Kamtibmas - Klungkung
LokalZone - Nengah Ginawan (54) merasa geram ketika mendapat kabar anaknya, Ketut Pujayasa (29) divonis 30 tahun penjara oleh pengadilan federal Amerika Serikat di kota Miami, Jumat (9/1). Ketut Pujayasa adalah kru kapal pesiar milik Holland American Line yang disangka melakukan upaya pemerkosaan dan percobaan pembunuhan terhadap seorang penumpang kapal pada Februari 2014.
Ditemui di rumahnya Desa Suwug, Kecamatan Sawan, Buleleng, Ginawan merasa hukuman itu terlalu berat. "Ini sangat tidak adil, terlalu berat hukuman yang dijatuhkan kepada anak saya," keluh Ginawan seperti dikutip dari merdeka, Minggu (18/1).
Ginawan mengaku, setelah mendapat kabar vonis itu, dirinya langsung berkirim surat permohonan bantuan hukum kepada Presiden Republik Indonesia. Surat itu tertanggal 12 Januari 2015 dan ditembuskan kepada Ketua DPRD Buleleng, Bupati Buleleng, Ketua DPRD Bali, Gubernur Bali, Menteri Dalam Negeri dan Menteri Hukum dan HAM. Namun sampai saat ini belum ada pihak yang menanggapinya. Surat itu juga melampirkan proses sidang dan kronologi kejadian kasus yang dialami anaknya.
Ginawan menambahkan, pihak keluarga melalui pengacara Pujayasa akan mengajukan banding. Menurutnya, hukuman itu tidak sesuai dengan perbuatan yang dilakukan anaknya.
"Vonisnya terlalu berat. Kami menginginkan supaya ada tukar tahanan sehingga Pujayasa bisa menjalani hukuman di sini atau diringankan. Kami akan banding. Banyak WNA di sini yang perbuatannya lebih berat tapi hanya dihukum ringan," ungkapnya.
Selama menjalani proses persidangan, ibu Pujayasa, Ni Ketut Kadri dan istri Pujayasa, Putu Sri Susanti turut mendampingi. Mereka berangkat dari Bali dan didampingi perwakilan dari Kementerian Luar Negeri (Kemenlu). Keduanya berada di Amerika selama satu pekan terhitung mulai Rabu (7/1) sampai Rabu (14/1).
Namun, selama di sana keduanya hanya dapat bertemu Pujayasa selama dua kali. Setiap bertemu mereka diberi kesempatan dua jam. Bahkan, sidang vonis pun berjalan tertutup, sehingga keduanya tidak dapat menyaksikan.
Ketut Pujayasa (29), menjadi tersangka atas perbuatan penganiayaan terhadap wanita berkebangsaan Amerika di sebuah kapal pesiar. Dalam persidangan, Ketut Pujayasa mengakui perbuatannya menyerang seorang penumpang wanita, saat bekerja di sebuah kapal pesiar di Amerika Serikat.
Saat menyampaikan pembelaan di pengadilan, Ketut menjelaskan dia menyerang korban yang merupakan salah satu penumpang di kapal, karena telah menghina dirinya dan ibunya di Bali. Kejadian itu terjadi saat kapal berlayar dari Port Lauderdale ke Karibia dengan kapal MS Nieuw Amsterdam.
Ditemui di rumahnya Desa Suwug, Kecamatan Sawan, Buleleng, Ginawan merasa hukuman itu terlalu berat. "Ini sangat tidak adil, terlalu berat hukuman yang dijatuhkan kepada anak saya," keluh Ginawan seperti dikutip dari merdeka, Minggu (18/1).
Ginawan mengaku, setelah mendapat kabar vonis itu, dirinya langsung berkirim surat permohonan bantuan hukum kepada Presiden Republik Indonesia. Surat itu tertanggal 12 Januari 2015 dan ditembuskan kepada Ketua DPRD Buleleng, Bupati Buleleng, Ketua DPRD Bali, Gubernur Bali, Menteri Dalam Negeri dan Menteri Hukum dan HAM. Namun sampai saat ini belum ada pihak yang menanggapinya. Surat itu juga melampirkan proses sidang dan kronologi kejadian kasus yang dialami anaknya.
Ginawan menambahkan, pihak keluarga melalui pengacara Pujayasa akan mengajukan banding. Menurutnya, hukuman itu tidak sesuai dengan perbuatan yang dilakukan anaknya.
"Vonisnya terlalu berat. Kami menginginkan supaya ada tukar tahanan sehingga Pujayasa bisa menjalani hukuman di sini atau diringankan. Kami akan banding. Banyak WNA di sini yang perbuatannya lebih berat tapi hanya dihukum ringan," ungkapnya.
Selama menjalani proses persidangan, ibu Pujayasa, Ni Ketut Kadri dan istri Pujayasa, Putu Sri Susanti turut mendampingi. Mereka berangkat dari Bali dan didampingi perwakilan dari Kementerian Luar Negeri (Kemenlu). Keduanya berada di Amerika selama satu pekan terhitung mulai Rabu (7/1) sampai Rabu (14/1).
Namun, selama di sana keduanya hanya dapat bertemu Pujayasa selama dua kali. Setiap bertemu mereka diberi kesempatan dua jam. Bahkan, sidang vonis pun berjalan tertutup, sehingga keduanya tidak dapat menyaksikan.
Ketut Pujayasa (29), menjadi tersangka atas perbuatan penganiayaan terhadap wanita berkebangsaan Amerika di sebuah kapal pesiar. Dalam persidangan, Ketut Pujayasa mengakui perbuatannya menyerang seorang penumpang wanita, saat bekerja di sebuah kapal pesiar di Amerika Serikat.
Saat menyampaikan pembelaan di pengadilan, Ketut menjelaskan dia menyerang korban yang merupakan salah satu penumpang di kapal, karena telah menghina dirinya dan ibunya di Bali. Kejadian itu terjadi saat kapal berlayar dari Port Lauderdale ke Karibia dengan kapal MS Nieuw Amsterdam.
Buleleng - Internasional - Pidana
LokalZone - Entrepreneurship merupakan dunia yang sarat ambisi. Dunia ini erat dengan perspektif kerja keras, tidak mudah menyerah dan berani mengambil kesempatan dan menghadapi tantangan.
Ada baiknya kita juga menggunakan pendekatan ini ketika sudah lulus kuliah. Bukan berarti kita harus membangun bisnis sendiri, tetapi menggunakan berbagai filosofi para entrepreneur seperti berani mengambil kesempatan dan berpikir di luar kotak ketika mencari pekerjaan.
Para pebisnis sukses terkenal dengan keberanian mengambil risiko, menghadapi kesulitan dan mendulang sukses ketika nampaknya mustahil. Mereka menunjukkan kemampuan untuk beradaptasi dan berubah serta memiliki kekuatan untuk mengatasi berbagai tantangan dan mengubahnya menjadi kesuksesan.
Pada upacara wisuda Stanford University 2005 lalu, Steve Jobs mengatakan bahwa kunci sukses pada karier adalah dengan menemukan passion kita. "Anda harus menemukan apa yang Anda cintai," kata Steve seperti dikutit dari Daily Mail.
Tetapi hal tersebut tidaklah cukup. Menurut pendiri situs networking LinkedIn, Reid Hoffman, kita perlu menyesuaikan passion dengan kenyataan pasar. Kita pun perlu melakukan pendekatan terhadap karier seperti seorang entrepreneur. Artinya, berinvestasi pada diri sendiri, bangun kemampuan diri serta selalu belajar dan berevolusi.
"Guna menaklukkan pasar tenaga kerja, Anda perlu mengantisipasi perubahan dunia dan perubahan pada diri sendiri," tutur Reid.
Hal ini, kata Reid, bermakna, kita perlu beradaptasi dan menyiapkan diri menghadapi masa depan melalui berbagai pengembangan kompetensi, belajar secara kontinyu dan menambahkan aset lain yang membuat kita berbeda dari orang lain.
Reid menyarankan, kita harus mampu berevolusi dan fleksibel dengan rencana karier. Pasalnya, dunia kerja selalu berubah, begitu juga diri kita yang senantiasa berubah sesuai pengalaman hidup.
"Anda bukan produk akhir. Jika Anda tidak tetap berevolusi, maka Anda akan sekarat," imbuhnya.
Ada baiknya kita juga menggunakan pendekatan ini ketika sudah lulus kuliah. Bukan berarti kita harus membangun bisnis sendiri, tetapi menggunakan berbagai filosofi para entrepreneur seperti berani mengambil kesempatan dan berpikir di luar kotak ketika mencari pekerjaan.
Para pebisnis sukses terkenal dengan keberanian mengambil risiko, menghadapi kesulitan dan mendulang sukses ketika nampaknya mustahil. Mereka menunjukkan kemampuan untuk beradaptasi dan berubah serta memiliki kekuatan untuk mengatasi berbagai tantangan dan mengubahnya menjadi kesuksesan.
Pada upacara wisuda Stanford University 2005 lalu, Steve Jobs mengatakan bahwa kunci sukses pada karier adalah dengan menemukan passion kita. "Anda harus menemukan apa yang Anda cintai," kata Steve seperti dikutit dari Daily Mail.
Tetapi hal tersebut tidaklah cukup. Menurut pendiri situs networking LinkedIn, Reid Hoffman, kita perlu menyesuaikan passion dengan kenyataan pasar. Kita pun perlu melakukan pendekatan terhadap karier seperti seorang entrepreneur. Artinya, berinvestasi pada diri sendiri, bangun kemampuan diri serta selalu belajar dan berevolusi.
"Guna menaklukkan pasar tenaga kerja, Anda perlu mengantisipasi perubahan dunia dan perubahan pada diri sendiri," tutur Reid.
Hal ini, kata Reid, bermakna, kita perlu beradaptasi dan menyiapkan diri menghadapi masa depan melalui berbagai pengembangan kompetensi, belajar secara kontinyu dan menambahkan aset lain yang membuat kita berbeda dari orang lain.
Reid menyarankan, kita harus mampu berevolusi dan fleksibel dengan rencana karier. Pasalnya, dunia kerja selalu berubah, begitu juga diri kita yang senantiasa berubah sesuai pengalaman hidup.
"Anda bukan produk akhir. Jika Anda tidak tetap berevolusi, maka Anda akan sekarat," imbuhnya.
Edukasi - Entrepreneur - Motivasi
Langganan:
Postingan (Atom)











