LokalZone - Antisipasi adanya jembatan jebol di Kabupaten Jembrana, Polres Buleleng siapkan tiga jalur alternatif bagi para pengemudi kendaraan yang akan bepergian ke Jembrana atau melewati wilayah tersebut.
"Kita sudah antisipasi sejak ada info jembatan putus, pengalihan arus ada 3
jalur, pertama lewat Busungbiu - pupuan (Tabanan), Pancasari, dan
ketiga di Karangasem. Yang ringan bisa lewat Sukasada, Pancasari, kendaraan berat lewat Karangasem, mobil kecil dan truk sedang bisa lewat
Busung biu, serta kita juga sudah memasang rambu dalam rangka pengalihan
arus lalin," ungkap Kabag Ops Ketut Gelgel atas seijin Kapolres Harry Harry Haryadi B. Senin (25/1/2016) di Mapolres Buleleng.
Untuk mengantisipasi kemacetan lalulintas akibat pengalihan arus ini pihaknya juga telah mengerahkan sejumlah personil di beberapa titik yang dianggap rawan kemacetan seperti yang saat ini terjadi di daerah Sukasada baik dari personil Sat Lantas Polres maupun Polsek.
"Sejumlah personil Lantas Polres maupun Polsek sudah dikerahkan untuk mengatur arus lalulintas juga mengantisipasi dan mengurai kemacetan," ujar Kompol Ketut Gelgel.
Dalam kesempatan tersebut Kabag Ops Ketut Gelgel juga menghimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada bencana dan berhati-hati di jalan karena sudah musim penghujan dan beberapa hari ini secara berturut-turut di Buleleng mengalami hujan deras disertai angin kencang. Selain itu dirinya juga meminta masyarakat untuk segera memberikan informasi apabila terjadi bencana alam kepada aparat Kepolisian agar dengan cepat bisa ditanggapi ke lokasi kejadian serta menyiapkan langkah-langkah selanjutnya.
Buleleng - Peristiwa
LokalZone - Aksi vandalisme atau mural dengan menggunakan cat semprot di sejumlah tembok perkantoran, pertokoan, perumahan hingga fasilitas lalulintas berupa rambu-rambu yang semula hanya dianggap kenakalan kini semakin menjadi-jadi dan mulai membuat geram sejumlah warga.
Sejumlah kritikan dilayangkan oleh masyarakat Buleleng melalui media sosial atas tindakan para pelaku vandalisme itu disebutkan tidak memiliki etika dan merusak lingkungan di
beberapa sudut Kota Singaraja, bahkan beberapa dari warga berhasil mengambil foto dua remaja yang masih berstatus pelajar di sebuah Sekolah Negeri Singaraja yang diduga sebagai pelaku vandalisme.
Tembok utama dan pagar di Kawasan Gedung GOR Bhuwana Patra hampir
sebagian dipenuhi dengan aksi semprotan cat dengan berbagai bentuk
tulisan, selain itu juga mereka menyasar Sekretariat Pramuka dan Orari
dengan mencoret tembok pada sisi utara bangunan termasuk tembok
pertokoan di Jalan Hassanudin Kelurahan Kampung Kajanan, bahkan
sebelumnya Dinas Perhubungan Buleleng dibuat pusing tujuh keliling
lantaran rambu-rambu dan marka jalan tidak luput dari aksi creative para
pelaku vandalisme.
Entah disadari atau tidak tindakan ini dapat membuat pelaku berurusan dengan aparat hukum dan dari Kapolres Buleleng AKBP Harry Haryadi B. sudah menyatakan akan menindak tegas para pelaku apabila tertangkap tangan.
![]() |
| Dugaan pelaku vandalisme |
"Apabila kami temukan para pelaku vandalisme ini tentu akan kami tindak tegas, namun terlebih dahulu kita upayakan pembinaan dari pihak sekolah, terutama anak-anak yang
masih berstatus sebagai pelajar. Kalau tidak mempan terpaksa proses hukum akan dilakukan
dengan tegas," ujar Kapolres Harry Haryadi, Minggu (24/1/2016).
Dari pengakuan sejumlah pemuda yang mengetahui pelaku yang teridentifikasi sebagai bagian dari kelompok MARK, diketahui bahwa sejumlah nama-nama yang di coret itu merupakan sebuah nama perkumpulan para remaja dan mereka berlomba-lomba untuk melakukan aksi vandalisme sebagai bentuk eksitensi mereka di kota Singaraja.
Buleleng - Peristiwa
LokalZone - Suara ledakan berkali-kali terjadi di Mapolres Buleleng pada pagi ini, Sabtu (23/1/2016), hal tersebut sontak saja membuat kebingungan dari sejumlah masyarakat yang melewati Jalan Pramuka, Singaraja pasalnya selain suara ledakan sejumlah anggota juga terlihat lari keluar Mako.
Lidik punya lidik ternyata itu hanyalah latihan simulasi terhadap serangan teror menggunakan senjata api dan sejumlah anggota yang berlarian keluar bertujuan untuk menempati posnya masing-masing untuk mempertahankan Mako.
Sedangkan suara ledakan tersebut sengaja dibuat menggunakan petasan untuk membuat situasi mendekati keadaan sebenarnya.
"Jadi ini latihan sekaligus cek kekuatan, apabila ada serangan hari ini
ada 175 orang yang stanby dan yang membawa senjata 12 orang diluar
anggota jaga Mako," ungkap Wakapolres Buleleng Kompol Michael R. Risakotta usai melaksanakan kegiatan.
Menurut Wakapolres Michael R. Risakotta hasil dari evalusi kegiatan ini sangat bagus mengingat anggota dengan sigap dan cepat menuju pos masing-masing. "Tadi saya hitung kurang dari 10 menit, cukup bagus tapi kedepan harus lebih baik, lebih cepat lagi," ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut Wakapolres Michael R. Risakotta mengingatkan kepada seluruh personil Polres Buleleng untuk tetap waspada terhadap serangan teror terlebih kepada aparat, bahkan dirinya juga meminta kepada personil yang belum membawa senjata untuk mendaftarkan diri dan mengikuti tes sebagai persyaratan membawa senjata api.
Buleleng - Peristiwa
LokalZone - Seorang pria berinisial MR (35) warga Banjar Dinas Batu Gambir, Desa Julah, Kecamatan Tejakula, Buleleng, kini dilaporkan Polisi. MR dilaporkan Polisi, lantaran nekat menyetubuhi gadis dibawah umur berinisial SF (13) yang merupakan warga satu kampungnya, hingga puluhan kali.
Berdasarkan informasi menyebutkan, aksi bejat MR ini dilakukan di kediaman MR. Belum diketahui penyebab pasti, MR nekat melakukan persetubuhan dengan gadis dibawah umur ini, apakah didasari suka sama suka atau atas dasar paksaan. Namun aksi bejat MR ini terungkap, ketika orang tua SF melihat SF sehari-hari selalu dalam keadaan murung.
Setelah ditanya, SF berusaha menutupi kejadian yang menimpanya kepada orang tuanya. Hingga akhirnya orang tua SF mendesak agar SF menceritakan yang sebenarnya. Betapa kagetnya, orang tua SF setelah mendengar pengakuan kejadian yang sebenarnya menimpa putri kesayangannya itu.
Kemudian orang tuanya berusaha mengecek HP milik SF, dan di HP SF ternyata terdapat SMS antara MR dan SF yang berisi kata-kata mesra. SF akhirnya mengaku, sudah disetubuhi oleh MR sebanyak 10 kali, yang dilakukan di areal kebun setahun belakangan ini.
Tidak terima anaknya diperlakukan seperti itu, orang tua SF akhirnya melaporkan MR ke Mapolres Buleleng, pada Jumat (22/1/2016) sekitar pukul 22.00 wita, dengan tuduhan tindakan persetubuhan dengan gadis dibawah umur.
Dikonfirmasi seizin Kapolres Haryadi, Kasubbag Humas Polres Buleleng AKP Agus Widarma Putra membenarkan adanya laporan itu. Dan hingga saat ini kasus dugaan tindakan persetubuhan anak dibawah umur ini, masih ditangani oleh Unit IV Reskrim Polres Buleleng, dengan memintai keterangan korban dan saksi dari orang tua korban.
“Ini masih ditangani lebih lanjut di Unit IV Reskrim Polres Buleleng, yang menangani kasus anak dibawah umur. Saat ini, baru korban dan orang tuanya yang dimintai keterangan, karena kasusnya ini baru masuk kemarin malam. Hasilnya seperti apa, nanti akan kami sampaikan lebih lanjut,” kata AKP Widarma Putra.
Berdasarkan informasi menyebutkan, aksi bejat MR ini dilakukan di kediaman MR. Belum diketahui penyebab pasti, MR nekat melakukan persetubuhan dengan gadis dibawah umur ini, apakah didasari suka sama suka atau atas dasar paksaan. Namun aksi bejat MR ini terungkap, ketika orang tua SF melihat SF sehari-hari selalu dalam keadaan murung.
Setelah ditanya, SF berusaha menutupi kejadian yang menimpanya kepada orang tuanya. Hingga akhirnya orang tua SF mendesak agar SF menceritakan yang sebenarnya. Betapa kagetnya, orang tua SF setelah mendengar pengakuan kejadian yang sebenarnya menimpa putri kesayangannya itu.
Kemudian orang tuanya berusaha mengecek HP milik SF, dan di HP SF ternyata terdapat SMS antara MR dan SF yang berisi kata-kata mesra. SF akhirnya mengaku, sudah disetubuhi oleh MR sebanyak 10 kali, yang dilakukan di areal kebun setahun belakangan ini.
Tidak terima anaknya diperlakukan seperti itu, orang tua SF akhirnya melaporkan MR ke Mapolres Buleleng, pada Jumat (22/1/2016) sekitar pukul 22.00 wita, dengan tuduhan tindakan persetubuhan dengan gadis dibawah umur.
Dikonfirmasi seizin Kapolres Haryadi, Kasubbag Humas Polres Buleleng AKP Agus Widarma Putra membenarkan adanya laporan itu. Dan hingga saat ini kasus dugaan tindakan persetubuhan anak dibawah umur ini, masih ditangani oleh Unit IV Reskrim Polres Buleleng, dengan memintai keterangan korban dan saksi dari orang tua korban.
“Ini masih ditangani lebih lanjut di Unit IV Reskrim Polres Buleleng, yang menangani kasus anak dibawah umur. Saat ini, baru korban dan orang tuanya yang dimintai keterangan, karena kasusnya ini baru masuk kemarin malam. Hasilnya seperti apa, nanti akan kami sampaikan lebih lanjut,” kata AKP Widarma Putra.
Buleleng - Peristiwa - Persetubuhan
LokalZone - Bule asal Australia, Wiliam (47) yang sedang berlibur di kawasan Lovina, Desa Kalibukbuk, Buleleng, mengalami tindakan penganiayaan yang dilakukan oleh seorang Bule yang identitasnya belum diketahui hingga saat ini, di sebuah Bar yang ada di Lovina, pada Jumat (22/1/2016) sekitar pukul 20.00 wita.
Berdasarkan informasi yang dihimpun menyebutkan, kejadian ini berawal saat korban memesan makanan dan minuman di sebuah Bar di kawasan Lovina. Korban yang baru saja duduk di kursi, tiba-tiba datang pelaku yang juga merupakan orang Asing, dimana pelaku memang tidak dikenal oleh korban. Pelaku kemudian menawarkan minuman Bir kepada korban, namun korban menolak tawaran pelaku.
Atas penolakan itu, pelaku malah tersinggung dan secara tiba-tiba langsung menyerang dan menganiaya korban, dengan cara memukul menggunakan tangan yang tepat mengenai wajah korban. Akibat penganiayaan ini, korban mengalami luka pada bagian pelipis sebelah kanan, luka di bawah mata kanan, dan kepala bagian belakang sobek.
Anggota Kepolisian Polsek Kota Singaraja, yang usai menerima laporan adanya tindakan penganiayaan di sebuah Bar di kawasan Lovina, secara sigap langsung mendatangi lokasi. Dilokasi kejadian, Anggota Kepolisian langsung mengamankan korban dan melakukan olah TKP, dengan mengumpulkan data serta melakukan penyelidikan.
Berdasarkan keterangan saksi mata kejadian dilokasi, pelaku yang juga seorang Bule datang dengan mengunakan mobil yang berwarna putih bernopol DK 1336 BR. Bahkan usai melakukan penganiayaan terhadap korban, pelaku malah kabur. Selanjutnya, korban dibawa menuju ke Rumah Sakit Parama Sidhi Sinagraja, untuk mendapatkan penanganan medis serta dilakukan visum.
Dikonfirmasi seizin Kapolres Haryadi, Kapolsek Kota Singaraja, Kompol. Nyoman Suarnata menjelaskan, usai menerima laporan dari pegawai Bar tersebut, pihak Kepolisian langsung mendatangi lokasi dan langsung melakukan oleh TKP dilokasi kejadian, serta melakukan tindakan lainnya. Namun diakuinya, hingga saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan, terkait kasus penganiayaan yang menimpa Bule asal Australia ini.
“Sampai saat ini pelaku masih dalam lidik, sebelumnya kejadian ini memang ditangani oleh Unit Reskrim Polsek Kota Singaraja. Tapi, karena kasus ini menyangkut orang Asing, jadi selanjutnya kasus ini akan kami serahkan penanganannya ke Kepolisian Polres Buleleng yang membidangi tamu Asing,” pungkas Kompol Suarnata, Sabtu (23/1/2016).
Berdasarkan informasi yang dihimpun menyebutkan, kejadian ini berawal saat korban memesan makanan dan minuman di sebuah Bar di kawasan Lovina. Korban yang baru saja duduk di kursi, tiba-tiba datang pelaku yang juga merupakan orang Asing, dimana pelaku memang tidak dikenal oleh korban. Pelaku kemudian menawarkan minuman Bir kepada korban, namun korban menolak tawaran pelaku.
Atas penolakan itu, pelaku malah tersinggung dan secara tiba-tiba langsung menyerang dan menganiaya korban, dengan cara memukul menggunakan tangan yang tepat mengenai wajah korban. Akibat penganiayaan ini, korban mengalami luka pada bagian pelipis sebelah kanan, luka di bawah mata kanan, dan kepala bagian belakang sobek.
Anggota Kepolisian Polsek Kota Singaraja, yang usai menerima laporan adanya tindakan penganiayaan di sebuah Bar di kawasan Lovina, secara sigap langsung mendatangi lokasi. Dilokasi kejadian, Anggota Kepolisian langsung mengamankan korban dan melakukan olah TKP, dengan mengumpulkan data serta melakukan penyelidikan.
Berdasarkan keterangan saksi mata kejadian dilokasi, pelaku yang juga seorang Bule datang dengan mengunakan mobil yang berwarna putih bernopol DK 1336 BR. Bahkan usai melakukan penganiayaan terhadap korban, pelaku malah kabur. Selanjutnya, korban dibawa menuju ke Rumah Sakit Parama Sidhi Sinagraja, untuk mendapatkan penanganan medis serta dilakukan visum.
Dikonfirmasi seizin Kapolres Haryadi, Kapolsek Kota Singaraja, Kompol. Nyoman Suarnata menjelaskan, usai menerima laporan dari pegawai Bar tersebut, pihak Kepolisian langsung mendatangi lokasi dan langsung melakukan oleh TKP dilokasi kejadian, serta melakukan tindakan lainnya. Namun diakuinya, hingga saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan, terkait kasus penganiayaan yang menimpa Bule asal Australia ini.
“Sampai saat ini pelaku masih dalam lidik, sebelumnya kejadian ini memang ditangani oleh Unit Reskrim Polsek Kota Singaraja. Tapi, karena kasus ini menyangkut orang Asing, jadi selanjutnya kasus ini akan kami serahkan penanganannya ke Kepolisian Polres Buleleng yang membidangi tamu Asing,” pungkas Kompol Suarnata, Sabtu (23/1/2016).
Buleleng - Peristiwa
Langganan:
Postingan (Atom)












