Select Menu
Buah Unggul
Diberdayakan oleh Blogger.

Buleleng

Bali

Teknologi

Lifestyle

Nasional

Videos

LokalZone - Paska Bom Sarinah yang masyarakat sipil serta membuat luka serius beberapa anggota Polri akibat Bom pelaku teror, Kapolres Buleleng AKBP Harry Haryadi B. Jumat (15/1/2016) cek kelengkapan senjata api baik laras panjang maupun pendek, serta rompi anti peluru yang dimiliki oleh Jajaran Polres Buleleng. 

Hal ini dilakukan untuk menghindari jatuhnya korban dari anggota Kepolisian yang sedang bertugas serta dapat melumpuhkan para pelaku teror dengan cepat.

"Pemeriksaan senjata laras panjang maupun laras pendek milik polres dan rompi peluru, juga mengecek kesiapan personil yang mengawakinya. Hasil pemeriksaan jumlah lengkap, kondisi bagus dan siap digunakan setiap saat," ungkap Kapolres Harry Haryadi usai melakukan pemeriksaan.

Tidak hanya itu pihaknya juga mengungkapkan akan lebih mengoptimalkan kemanan dan persenjataan personil patroli termasuk keamanan markas Kepolisian.


"Antisipasi pos Polisi jelas ada, kami tidak bisa katakan secara teknis tetapi intinya kami akan lebih perketat keamanan di seluruh markas kepolisian baik dari Polres, Polsek maupun Pos-Pos," ujarnya.

Hal sama juga terlihat dari banyaknya personil dari Satuan Shabara yang dilengkapi dengan senjata laras panjang dan rompi anti peluru yang melakukan patroli khususnya ke tempat-tempat pariwisata yang ramai dikunjungi masyarakat.
- -
LokalZone - Babi berusia 4 bulan, milik Gede Sukerta (80) warga Banjar Dinas Gambuh, Desa Selat, Kecamatan Sukasada, Buleleng, digondol maling pada Kamis (14/1/2016) sekitar pukul 03.00 wita dini hari. Bukan hanya babi milik Sukerta yang digondol maling, Babi milik Kadek Bagiada dari Desa yang sama, juga raib. 

Belum diketahui, siapa pelaku pencurian ini. Berdasarkan informasi yang dikumpulkan di Mapolsek Sukasada menyebutkan, kejadian ini terjadi pada Kamis dini hari, dimana saat itu Babi milik Sukerta sedang berada di kandang yang posisinya ada diseberang Sungai. Sukerta pun tidak mengetahui, bahwa babinya itu hilang, lantaran suara aliran air di sungai saat itu sangat keras. 

Namun pagi harinya, Sukerta mendapatkan informasi dari anaknya yakni, Wayan Derana (48) bahwa Babinya itu hilang. “Saya saat itu baru pulang dari Ngayah di Subak, sampai di rumah dikasik tahu babi hilang, dan ditemukan di Kantor Perbekel Kayu Putih, disuruh ngambil disana. Setelah nanya sama Bagi, itu bukan babi dia, tapi ternyata babi saya,” ujar Sukerta, Kamis (14/1/2016) ditemui di Mapolsek Sukasada. 

Sukerta mengenal Babinya itu, dilihat dari ikatan yang dipakai di leher babi tersebut. Dimana ikatan tersebut, terbuat dari kain celana milik Sukerta dengan maksud untuk mudah mengingat babi miliknya itu. “Babi Bagi belum ditemukan. Saya ingat itu babi milik saya itu dari kalung robekan celana saya, biar gampang ingat. Sekarang Babinya sudah ada dirumah. Dan Babi yang lagi satu sudah saya temukan, karena sempat lari waktu berusaha dicuri,” tutur Sukerta. 

 Sementara pelaku pencurian itu, berhasil kabur. Setelah warga Desa Kayuputih curiga melihat pelaku membawa Babi, dengan gelagat mencurigakan. Sehingga, warga berusaha mengepung pelaku,yang membawa babi, dengan diboncengnya menggunakan Sepeda Motor Satria berwarna merah tanpa Nomor Polisi. 

Namun ketika warga berusaha menangkap pelaku, pelaku malah menjatuhkan motornya itu ke sungai beserta babinya. Sehingga, pelaku mudah kabur. “Saya dapat kabar ada Babi hilang itu dari Pecalang Desa Selat, karena Desa Selat dan Kayuputih dekat, cuma dibatasi Sungai. Di Desa sana katanya tidak ada yang kehilangan babi, makanya mereka curiga disini. Setelah saya sama Bapak ngecek, ternyata itu Babi milik bapak saya. Katanya, pelakunya kabur. Sering di Desa saya dan Kayuputih ada kehilangan cengkeh dan Babi, kayaknya memang itu pelakunya,” ujar Wayan Derana, saat mendampingi ayahnya itu. 

Kepolisian Polsek Sukasada yang mendapatkan laporan adanya kasus pencurian Babi, langsung menuju ke lokasi kejadian. Kapolsek Sukasada, Kompol. Gede Arya Wibawa membenarkan kejadian itu. Bahkan menurutnya, saat ini Polisi masih melakukan penyelidikan terkait kasus pencurian babi ini, untuk mengetahui identitas pelaku.
-
LokalZone - Mengantisipasi hal-hal negatif yang mungkin dilakukan para remaja khususnya pelajar di Hari Suci Siwalatri yang jatuh pada hari ini, Jumat (8/1/2016) Kapolsek Singaraja Kompol Nyoman Suarnata menghimbau kepada pihak sekolah untuk lebih mengawasi anak didiknya mengingat persembahyangan akan dilakukan hingga larut malam bahkan sampai pagi.

Melalui surat edarannya Suarnata meminta kepada pihak sekolah untuk melakukan kegiatan di Internal Sekolah masing-masing, hal ini untuk memudahkan pengawasan terlebih saat itu mereka (anak-anak, red) tidak dalam pengawasan orang tuannya.

"Adapun maksud dibuat himbaun ini untuk mengantispasi hal-hal yg tidak kita inginkan dan apalagi mereka itu jauh dari pengawasan orang tua. Intinya jangan nodai agama kita yg tidak sesuai dengan ajaran dan larangannya," ujar Suarnata.

Hal ini juga bertujuan untuk meminimalkan adanya tindakan menyimpang dari anak-anak yang seyogyanya meminta ijin keluar untuk sembahyang namun kenyataanya justru memanfaatkan momen ini untuk pacaran.
-
LokalZone - Dipicu permasalahan utang piutang, Gede Juli Kariasa alias Loyo (25) yang beralamat di Dusun Ketug-ketug, Desa Jinangdalem, Buleleng nekat mencuri sepeda motor milik sepupunya sendiri.

Namun nahas, kurang dari 24 jam dirinya terpaksa dibekuk Sat Reskrim Polres Buleleng untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya. "Dari laporan diterima, sekitar 14 jam. Antara pelaku dan korban masih ada hubungan keluarga, sepupuan," ungkap Kasat Reskrim AKP T. Ricki Fadlianshah. SiK, Rabu (6/1/20196) di Mapolres Buleleng.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun aksi pencurian tersebut terjadi pada hari Senin (4/1/2016) sekitar pukul 18.00 wita dimana sepeda motor Yamaha Jupiter MX DK 5711 UV milik Ketut Seni Tari (53) diparkir di pinggir jalan oleh anaknya dan ditinggal bermain sepak bola, namun usai bermain sepeda motor tersebut sudah raib entah kemana.

Mendapat laporan, Unit Reskrim langsung melakukan penyelidikan hingga akhirnya berhasil mengamankan pelaku beserta barang bukti berupa sebuah sepeda motor hasil curiannya.

Berdasarkan keterangan Kasat Reskrim Ricki Fadlianshah diketahui Loyo dengan mudah mengondol sepeda motor tersebut lantaran kunci dalam keadaan nyantol. "Modus Operandi Motor diparkir dalam keadaan kunci nyantol, motor rencananya akan digadaikan untuk menebus motor adiknya yang sebelumnya telah digadiakan. Pengembangan tersangka tidak terkait dengan sindikat, tujuannya untuk menebus motor adiknya," ujarnya.
Hal itu juga diungkapkan oleh Loyo yang kesehariannya bekerja sebagai buruh tani, "Kerja buruh, bertani. Motor digadaikan Rp 1 juta, karena pas ada kunci nyantol dan juga saya takut pulang," kata Loyo.

Akibat ulahnya kini Loyo harus berurusan dengan aparat hukum dan dijerat dengan pasal 362 KUHP dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara.
-
LokalZone - Hal tersebut diungkapkan oleh Kapolres Buleleng AKBP Harry Haryadi B. saat menggelar Release Akhir Tahun 2015, Rabu (30/12/2015) sebagai proyeksi dan pertanggung jawaban kinerja Polres Buleleng kepada masyarakat, sekaligus menggelar berbagai barang bukti seperti 754 liter arak bali, 43 buah lomloman, serta sejumlah sajam sitaan.

"Permasalahan ini sudah sampai taraf yang mengkhawatirkan, kenaikannya hampir 200%, saya harap ini menjadi perhatian kita bersama. Kami dari pihak Kepolisian berpesan bahwa tanggung jawab anak tidak hanya menjadi tanggung jawab Polisi, tetapi juga lingkungan dan orang tua, mari kita bersama-sama menjaga anak-anak kita," ungkap Kapolres Harry Haryadi.

Dalam release tersebut terungkap angka kriminalitas secara umum di tahun 2015 mengalami penurunan sebanyak 48% dibandingkan tahun sebelumnya, dari 133 kasus menjadi 69 kasus. Namun demikian khusus kasus kekerasan dan pencabulan terhadap anak mengalami kenaikan, seperti kekerasan terhadap anak dari 3 kasus menjadi 8 kasus naik menjadi 166%, kekerasan dalam rumah tangga dari 35 menjadi 39 kasus naik sebesar 11%, begitu pula persetubuhan anak dari 6 kasus di tahun lalu menjadi 7 kasus ditahun ini atau naik sebesar 16%.

Namun demikian secara umum angka kriminalitas yang terjadi di Buleleng selama tahun 2015 mengalami penurunan yang signifikan, hal ini dipicu dengan peningkatan patroli jalan kaki yang merupakan program dari Polres Buleleng dan di tahun 2016 nanti  Kapolres Harry Haryadi mengungkapkan akan memfokuskan kepada tindakan pencegahan atau preventif dengan mengedepankan fungsi Bhabinkamtibmas serta Intel sebagai ujung tombak.

Untuk kasus Narkoba mengalami penurunan sebesar 14%, dimana pada tahun lalu 28 kasus dan di tahun ini ada 24 kasus, begitu pula dengan kasus laka lantas juga mengalami penurunan sebesar 39%, dimana tahun lalu 434 kasus dan tahun ini terjadi 266 kecelakaan lalu lintas, namun angka kematian naik sebesar 2%, di tahun 2014 korban meninggal 104 orang dan di tahun ini 106 orang.

Untuk mengantisipasi hal ini, kedepannya pihaknya mengaku akan meningkatkan kehadiran petugas di beberapa titik yang dianggap rawan dan apabila diperlukan mendirikan pos pantau, serta melakukan rekayasa lantas karena beberapa tempat rawan memang karena ada tanjakan atau tikungan tajam, ada pula yang kerena kondisi jalan, termasuk pengajuan pengaspalan.

"Untuk ini ada sedikit kesulitan nih, karena status jalannya ada jalan kabupaten, Propinsi dan Nasional. Kita akan lihat dulu, kalau yang Nasional kami ajukan ke Balai Jalan, Kalau Jalan Propinsi kita ke Propinsi kalau Kabupaten kita akan berkoordinasi dengan kabupaten," ujar Kapolres Harry Haryadi.
-