Select Menu
Buah Unggul
Diberdayakan oleh Blogger.

Buleleng

Bali

Teknologi

Lifestyle

Nasional

Videos

LokalZone - Labuhan Lalang di Kewasan Taman Nasional Bali Barat (TNBB) oleh Kepolisian dalam antisipasi arus mudik menuju tempat penyeberangan Gilimanuk Ketapang dijadikan sebagai Lokasi Kantong Parkir yang disiagakan selama dua puluh empat jam. Demikian diungkapkan Kapolres Buleleng, Kurniadi, Senin (13/7/2015) sore usai melakukan pengecekan persiapan pada Pos Pengamanan, Pos Pelayanan dan Pos Pantau di Jalur Pantura.

Kapolres Buleng, AKBP. Kurniadi mengatakan, Kawasan Labuhan Lalang dijadikan sebagai lokasi kantong parkir untuk mengantisipasi melonjaknya arus mudik yang masuk ke wilayah Gilimanuk dari Buleleng. “Labuan lalang lokasinya tidak jauh dari Gilimanuk, sehingga ketika nanti ada penumpukan dan atrean kita sudah menyiapkan lokasi kantong parkir untuk istirahat para pemudik,” ujar Kurniadi.

Disisi lain, Kapolres Kurniadi juga menyiagakan Pasukan Polisi Perairan yang melakukan pemantauan pada titik-titik tertentu di Kawasan Perairan Buleleng selama berlangsungnya Operasi Ketupat Agung 2015 di perairan Bali Utara.

Keberadaan Pos-Pos yang dibangun Jajaran Polres Buleleng, diantaranya di Desa Pancasari, Depan Terminal Banyuasri dan di Kawasan Wisata Lovina serta Kantong Parkir di Labuan Lalang, senin siang mendapat perhatian Wakapolda Bali Nyoman Suryasta yang langsung turun ke lapangan melakukan pengecekan kesiapan anggota kepolisian.
-
LokalZone - Memperingati HUT ke-69 Bhayangkara Tahun 2015, Kepolisian Resor Buleleng dan salah satu program polisi di bidang revolusi mental, Minggu (12/7/2015) Polres Buleleng menggelar Zikir Akbar di halaman Mapolres Buleleng. Kapolres Buleleng, AKBP Kurniadi dalam Zikir Akbar ini menghadirkan Wakapolda Bali, Brigjen Polisi Nyoman Suryasta, Wabup Nyoman Sutjidra, anggota DPRD Buleleng, H. Mulyadi Putra,S.Sos, Ustad Muhammad Arifin Ilham dari Jakarta serta seluruh tokoh umat muslim se Kabupaten Buleleng. 

Wakapolda Brigjen Pol. Nyoman Suryasa yang hadir pagi itu sekaligus membacakan sambutan tertulis Kapolda Bali Inspektur Jenderal Ronny Franky Sompie, mengatakan bahwa acara zikir bersama umat Islam, merupakan bagian dari program polisi sebagai penggerak revolusi mental dan pelopor tertib sosial. Artinya Zikir Akbar ini, senantiasa Tuhan akan memberikan perlindungan, kedamaian dan kesejehateraan.”Doa zikir akbar ini agar terhindar dari bencana dan musibah terutama di wilayah hukum Polda Bali khususnya wilayah hukum Polres Buleleng” terangnya.

Dengan adanya kehidupan beragama di Kabupaten Buleleng yang selama ini telah terjalin harmonis dan penuh dengan toleransi dalam menjalankan ibadahnya. Maka kegiatan doa zikir bersama ini merupakan bagian dari pembangunan mental terutama membangun komunikasi yang baik antar umat beragama.”Polisi degan tugasnya sebagai perekat bangsa di tengah masyarakat benar-benar mampu mendukung program pemerintah daerah terutama yang terangkum dalam visi Bali Mandara,” pungkas kapolda diakhir sambutannya.

Sementara itu, Ustad Arifin Ilham mengaku kehadirannya Di Kabupaten Buleleng merupakan yang pertama kali. Dirinya itu terkesan dengan kebersamaan masyarakat dalam melakukan kegiatan keagamaan.”Saya merasakan kesejukan dan kedamaian. Saya berharap daerah ini diberikan hidayah oleh Allah SWT” ucapnya.

Terkait dengan Zikir Akbar di Mapolres Buleleng, dalam taushiahnya, Ustad Arifin Ilham mengatakan semua umat muslim untuk menjadikan zikir sebagai upaya untuk melakukan introspeksi dalam rangka meningkatkan kualitas hidup. Karena zikir itu  fitrah dalam upaya mengingat sang pencipta oleh seorang hambanya.”Jika yang diciptakan menyebut penciptanya dengan tenang, bahagia dan damai itu merupakan perjalanan fitrah/suci seorang hamba,” pungkasnya.
-
LokalZone - Sidang Pra Peradilan yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Tunggal, Amin Imanuel Bureni, Kamis (9/7/2015) siang di Pengadilan Negeri Singaraja terkait kasus yang melibatkan dua oknum Polisi Kehutanan BKSDA Bali berlangsung perdana di Ruang sidang Kartika PN Singaraja.

Dalam sidang pra peradilan itu, pihak pemohon, anggota Polisi Kehutanan  BKSDA Bali, Made Suardana (47) dan I Nyoman Rai Sukarma (50) diwakili kuasa hukumnya yang dipimpin Wihartono. Sementara Kapolsek Banjar selaku termohon, diwakili Binkum Polda Bali yang dipimpin Made Parwatha, demikian juga terlihat Kapolsek Banjar Hendrik Pradinatha mengikuti sidang dari bangku pengunjung.

Dalam proses persidangan itu, secara tiba-tiba, Tim Kuasa Hukum Pemohon menyampaikan surat dari BKSDA Bali yang meminta melakukan Pembatalan Gugatan Pra Peradilan atas dasar berbagai pertimbangan, dimana pihak BKSDA menilai, bahwa kasus dugaan Ilegalloging yang dilakukan 2 Oknum Polhut tersebut, hendaknya diserahkan ke pihak BKSDA. Sebab, didalam surat tersebut, BKSDA menilai, karena TKP tempat terjadi kejadian tersebut, berada di kawasan Hutan Konservasi, yang masih dibawah lingkup BKSDA. Sehingga, penanganan kasusnya harus dilimpahkan ke pihak BKSDA.

"Pertimbangan pertama yakni masukan forum pimpinan daerah pada tanggal 3 Juli 2015 lalu, kesepakatan lintas penegak hukum di kabupaten Buleleng untuk menarik berkas perkara ini ke BKSDA dengan alasan TKP nya berada di wilayah konservasi. Demikian halnya dnegan saksi ahli maupun laboratorium terkait barang bukti merupakan kewenangan BKSDA Bali,"paparnya

Pengacara BKSDA Bali Wihartono menegaskan dengan telah dicabutnya berkas dan adanya kesepakatan lintas penegak hukum maka semua proses penyidikan akan dilakukan oleh BKSDA Bali

Kapolres Buleleng via telepon mengaku dapat menerima pencabutan gugatan. Namun untuk kesepakatan proses penyidikan di BKSDA Bali masih dalam tahap pertimbangan. Untuk memastikan sikap Kepolisian, Pihaknya akan melakukan gelar perkara menyusul dikembalikannya berkas penyidikan oleh kejaksaan negeri singaraja kepada Polres Buleleng. "yang diminta untuk mencabut Pra peradilan itu kita terima. Berkasnya kan dikembalikan P19 oleh kejaksaan. Sikap kita akan kita tentukan setelah gelar perkara,"ungkapnya

Seperti diberitakan sebelumnya terkait penangkapan dua oknum BKSDA bali di kawasan Hutan Tamblingan beberapa waktu lalu, BKSDA melayangkan gugatan pra peradilan. Dua oknum BKSDA bali Made Suardana dan I Nyoman Rai Sukarma diduga melakukan pencurian kayu hutan sebanyak dua setengah kubik.
-
LokalZone - Debu Vulkanik Gunung Raung yang berlokasi di Bondowoso, Jawa Timur rupanya juga merambah hingga ke Kota Singaraja, Debu halus berwarna coklak kehitaman tersebut dapat dengan mudah dilihat khususnya pada lantai dan atap rumah. 

Melihat adanya potensi gangguan kesehatan yang dapat ditimbulkannya, Kapolres Buleleng AKBP Kurniadi berinisiatif membagikan 1000 masker gratis kepada warga Buleleng yang melintas di Jalan Ngurah Rai, Singaraja, Kamis (9/7/2015) pagi hari.

"Pembagian masker ini, karena kita lihat dan kita rasakan bersama sejak kemarin tebalnya debu yang masuk kewilayah kita. Oleh karena itu dalam kesempatan ini kita lakukan Operasi Ketupat yang bentuknya adalah suatu pelayanan kepada masyarakat kita bagikan masker kepada masyarakat," ujar Kapolres Kurniadi di sela-sela kegiatan.

Pembagian masker gratis oleh Kapolres Kurniadi beserta unsur Muspida Buleleng yang dilakukan di depan Taman Kota Singaraja ini rencananya akan dilanjutkan pada Pos-Pos Polisi yang dibentuk dalam rangka Operasi Ketupat. "Pembagian masker ini nanti juga akan kita kembangkan pada masing-masing Pos Polisi untuk pengamanan perayaan Galungan dan Idul Fitri," ungkap Kapolres Kurniadi.

Dalam kesempatan tersebut Kapolres Kurniadi juga menghimbau kepada masyarakat Buleleng untuk tetap waspada dan selalu menggunakan masker khususnya saat bepergian dan beraktifitas di luar ruangan karena debu ini berbahaya bagi kesehatan dan dapat menimbulkan penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA).
- -
LokalZone - Dalam rangka persiapan pengamanan Idul Fitri 1436 H Polres Buleleng melaksanakan Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat yang digelar dilapangan Taman Kota, Jalan Ngurah Rai, Singaraja, Kamis (9/7/2015). Dalam Gelar yang diikuti oleh personil gabungan Polres Buleleng, TNI, Pemadam Kebakaran, Dishub, Satpol PP, Orari, Pecalang dan Pramuka tersebut, Kapolres Buleleng AKBP Kurniadi menekankan bahwa Ops Ketupat kali ini berbeda dengan tahun sebelumnya karena juga bertepatan dengan hari raya Galungan dan Kuningan. 

"Operasi kali, ada tantangan pengamanan Galungan, Kuningan Sekaligus Idul Fitri. Kita Buktikan kepada negara dan dunia, karena pariwisata Bali telah mendunia, dengan peralatan, sarana dan prasarana yang seadanya kita harus bisa memberikan rasa aman," papar Kapolres Kurniadi di depan peserta apel.

Ditanya tentang kesiapan pengamanan usai gelar pasukan, pihaknya mengungkapkan akan mengedepankan pos-pos pantau yang dibentuk tersebar di Kabupaten Buleleng untuk mengawasi peningkatan arus lalu lintas baik saat mudik maupun arus balik.

"Di Buleleng kita membuat 17 pos Polisi berupa pos pengamanan, pos pelayanan dan pos pantau. Pos pengamanan kita buat di terminal Banyuasri, kemudian pos pelayanan kita buat di Lovina, sedangkan sisanya 15 pos pantau diantaranya di Pura Pulaki, Ponjok Batu, dan tempat lainnya," ungkap Kapolres Kurniadi.

Selain melibatkan ratusan personil Polres Buleleng, pihaknya juga mengandeng intansi terkait seperti TNI, Dishub, Pemadam, Pecalang, dan Kesehatan yang nantinya akan stand by di 17 Pos Polisi yang tersebar di Kabupaten Buleleng.

"Di Buleleng kita membuat 17 Pos Polisi berupa pos pengamanan, pos pelayanan dan pos pantau. Pos pengamanan kita buat di terminal Banyuasri, kemudian pos pelayanan kita buat di Lovina, sedangkan sisanya 15 pos pantau diantaranya di Pura Pulaki, Ponjok Batu, dan tempat lainnya. Personilnya dari Kepolisian dan dari instansi terkait," ujar Kapolres Kurniadi.
-