LokalZone - Pemusnahan barang bukti berbagai jenis Narkoba ini dilakukan bertepatan
dengan peringatan HUT Bhayangkara yang ke-69 di Lapangan Puputan Renon
Denpasar, Rabu (1/7/2015). Kapolda Bali Irjen Pol Dr. Ronny F Sompie,SH.,
MH., usai pemusnahan barang bukti menjelaskan, seluruh barang bukti yang
dimusnahkan tersebut merupakan barang bukti yang memiliki kekuatan
hukum putusan pengadilan dari Dit Narkoba Polda Bali dan jajaran
Polres dari seluruh wilayah hukum Polda Bali dari tahun 2014 sampai
dengan 1 Juli tahun 2015.
"Polri mendapat tugas untuk melakukan
pemusnahan dari barang bukti yang sudah memiliki kekuatan hukum tetap
dari jaksa eksekutor," ujarnya.
Ada pun barang bukti yang dimusnahkan antara lain Sabhu-sabhu 2.177,32
gram, MDMA 306 butir, Hasish 99,37 gram, Ganja 5.194 gram, Kokain 7,8
gram, MDVP 62,18 gram. Total nilai dari semua barang bukti tersebut
senilai Rp 4,7 miliar. Selain dipasok dari lokal, berbagai barang bukti
tersebut diperoleh dari beberapa negara seperti Malaysia, Cina, India,
Belanda, Afrika dan New York. Polanya bermacam-macam antara lain melaui
bea cukai, pengiriman via Kantor Pos dan Fedex tetapi dengan alamat yang
tidak lengkap dan penerima yang tidak jelas. Selebihnya merupakan
temuan dan penangkapan dari aparat di jajaran Polda Bali.
Menurut Kapolda, untuk mengantisipasi penyalahgunaan oleh oknum aparat yang tidak bertanggungjawab maka pemusnahan dilakukan di depan umum. Para pejabat yang hadir antara lain perwakilan Kejaksaan Tinggi, Kejaksaan Negeri, dari Bea Cukai, Gubernur Bali, Pengadilan Negeri, Ketua Ombudsman Bali, dan beberapa perwakilan lainnya.
"Yang dimusnahkan hanya sampel saja secara simbolis. Sementara barang bukti lainnya akan dibuang di tempat yang tidak terjangkau dan akan dicampur dengan zat kimia tertentu sehingga berbagai jenis narkoba tersebut tidak bisa dipakai lagi," ujarnya.
Penggunaan bahan kimia dilakukan untuk menawar berbagai khasiat bahan narkoba sehingga tidak dapat digunakan lagi.
Menurut Kapolda, untuk mengantisipasi penyalahgunaan oleh oknum aparat yang tidak bertanggungjawab maka pemusnahan dilakukan di depan umum. Para pejabat yang hadir antara lain perwakilan Kejaksaan Tinggi, Kejaksaan Negeri, dari Bea Cukai, Gubernur Bali, Pengadilan Negeri, Ketua Ombudsman Bali, dan beberapa perwakilan lainnya.
"Yang dimusnahkan hanya sampel saja secara simbolis. Sementara barang bukti lainnya akan dibuang di tempat yang tidak terjangkau dan akan dicampur dengan zat kimia tertentu sehingga berbagai jenis narkoba tersebut tidak bisa dipakai lagi," ujarnya.
Penggunaan bahan kimia dilakukan untuk menawar berbagai khasiat bahan narkoba sehingga tidak dapat digunakan lagi.
Bali - Kamtibmas - Peristiwa
LokalZone - Ini adalah asumsi umum bahwa orang-orang cantik mempunyai hidup lebih mudah dari sebagian besar rakyat lainnya. Namun, berkat Departemen of Management Science and Engineering di Zhejiang Univercity, China, kita jadi mengetahuinya bahwa itu benar.
Untuk mendapatkan efek cantik pada pikiran pria, akademisi membagi studi mereka menjadi dua bagian. Pada bagian pertama, sekelompok 20 orang diminta untuk menilai wajah wanita China. Sebaliknya, setiap wanita dimasukan ke dalam salah satu dari dua kategori. Wajah menarik atau tidak menarik.
Untuk bagian kedua, sekelompok 21 pria yang berbeda memainkan permainan komputer dengan wanita pada dua kategori. Setiap pasangan harus membagi sejumlah kecil uang antara mereka, sampai mereka setuju dengan pertukaran yang adil.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan dianggap lebih menarik secara konsisten dinegosiasikan bagian yang lebih besarn dari uang tersebut, dan melakukannya dalam waktu yang lebih pendek, seperti dilansir laman Telegraph.
Argumen penutup studi ini adalah bahwa, kecantikan secara efektif membuat pria berlaku secara rasional. Semakin cantik wanita, semakin kita memutuskan langsung tanpa memikirkan efek dari keputusannya.
Ketika kita dihadapkan dengan wajah yang menarik, beberapa orang menyerahkan uangnya. Cukup untuk mengatakan, wajah yang tidak menarik kurang beruntung.
Dengan membuat wanita cantik bahagia, hal tersebut juga membuat kita bahagia, bahkan jika harus mengorbankan harta milik kita, cita-cita atau integritas.
Jadi lain kali ketika Anda nurut kepada wanita menarik, hibur diri Anda dengan fakta bahwa, Anda tidak bisa menolaknya. Karena Anda terprogram seperti itu.
Untuk mendapatkan efek cantik pada pikiran pria, akademisi membagi studi mereka menjadi dua bagian. Pada bagian pertama, sekelompok 20 orang diminta untuk menilai wajah wanita China. Sebaliknya, setiap wanita dimasukan ke dalam salah satu dari dua kategori. Wajah menarik atau tidak menarik.
Untuk bagian kedua, sekelompok 21 pria yang berbeda memainkan permainan komputer dengan wanita pada dua kategori. Setiap pasangan harus membagi sejumlah kecil uang antara mereka, sampai mereka setuju dengan pertukaran yang adil.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan dianggap lebih menarik secara konsisten dinegosiasikan bagian yang lebih besarn dari uang tersebut, dan melakukannya dalam waktu yang lebih pendek, seperti dilansir laman Telegraph.
Argumen penutup studi ini adalah bahwa, kecantikan secara efektif membuat pria berlaku secara rasional. Semakin cantik wanita, semakin kita memutuskan langsung tanpa memikirkan efek dari keputusannya.
Ketika kita dihadapkan dengan wajah yang menarik, beberapa orang menyerahkan uangnya. Cukup untuk mengatakan, wajah yang tidak menarik kurang beruntung.
Dengan membuat wanita cantik bahagia, hal tersebut juga membuat kita bahagia, bahkan jika harus mengorbankan harta milik kita, cita-cita atau integritas.
Jadi lain kali ketika Anda nurut kepada wanita menarik, hibur diri Anda dengan fakta bahwa, Anda tidak bisa menolaknya. Karena Anda terprogram seperti itu.
Edukasi - Lifestyle
LokalZone - Pelanggan Lazada, Danis Darusman, akhirnya menjelaskan kronologi pemesanan iPhone 6 Plus yang "menjadi" sabun mandi. Pria ini mengatakan telah berkoordinasi dengan pihak Lazada untuk mencari jalan keluar. (ket foto : Twitter @danisdarusman)
"Hari ini, kasus pesanan saya sudah menemukan titik cerah dan sudah dikonfirmasi oleh pihak @LazadaID," kata Danis melalui akun Twitter pribadinya, @danisdarusman, Selasa (30/6/2015).
Danis juga meluruskan beberapa hal yang simpang siur di kalangan netizen. Pertama kali Danis memastikan bahwa ia benar-benar memesan iPhone 6 Plus dengan menyebutkan nomor pemesanannya. "Saya memesan dan melunasi iPhone 6+ pada tanggal 23 Juni 2015, nomor order #377954652," kicau Danis mengawali penjelasannya.
Ia juga menjelaskan, video pembongkaran paket Lazada yang ia unggah ke Path dilakukan bersama pihak ekspedisi dari Lazada.
Ini untuk membuktikan bersama kecurigaannya terhadap paket yang diterima pada Jumat (26/6/2015). Sebab, ia merasa ada yang janggal dari berat dan ukuran paket tersebut.
"29 Juni 2015 sore, pukul 17.30, 3 orang RPX (ekspedisi) datang ke kantor saya untuk sama-sama melihat dan membuka paket pesanan tadi," tulisnya.
Benar saja, ia mendapati isi paket tak sesuai dengan pesanan. Saat itu, Danis pun kembali mengicaukan kekecewaannya. Kicauan ini langsung ramai jadi pembicaraan di Twitter.
Kemudian, sekitar pukul 20.00 WIB, Senin (29/6/2015), PR Manager Lazada Tania Amalia meminta e-mail Danis via Twitter untuk menyelidiki akar ketidakpuasan pelanggannya. Setelah berbalas e-mail, kata Danis, Tania berjanji bahwa pihak Lazada akan mengusut kasus ini.
Seperti dikutip dari Kompas, Tania mengatakan, iPhone 6 Plus yang dipesan Danis bukan barang ritel Lazada, melainkan barang dari toko rekanan.
Tania juga belum bisa memastikan tahapan mana yang salah dalam proses pengiriman barang kepada pelanggannya. "Masih harus berkomunikasi dengan beberapa pihak," katanya.
Belakangan diketahui bahwa Danis adalah Merchant Manager situs belanja Elevenia yang bisa disebut kompetitor Lazada. Netizen pun kembali ramai membahas korelasi antara keluhan Danis dan status pekerjaannya.
Pada akhir kicauan panjangnya, Danis meluruskan spekulasi yang beredar. "Saya menulis keluhan kemarin murni karena pengalaman saya sebagai customer dari @LazadaID," katanya.
Nasional - Peristiwa
LokalZone - Benda-benda antariksa yang bertebaran di angkasa begitu banyak jumlahnya. Umumnya, benda-benda tersebut terdiri dari sampah antariksa seperti satelit atau benda alami semacam asteroid atau lainnya. Apabila hendak jatuh, bisakah diantisipasi dengan sistem peringatan dini? (ket foto : Ilustrasi)
Mengutip situs Real Time Space Debris Surveillance milik Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), pihaknya terus memantau mengenai keberadaan benda langit yang jatuh ke Bumi secara real time untuk memantau untuk benda antariksa (sampah antariksa) semacam satelit, roket, dan lainnya di angkasa. Ini dilakukan sehingga upaya antisipasi masih bisa dilakukan.
Hanya saja, akurasi prakiraan titik jatuh secara internasional belum bisa dilakukan. Akan tetapi, sehari sebelum benda jatuh sudah dapat diperkirakan apakah suatu daerah geografis (misalnya Indonesia) aman dari kejatuhan sampah antariksa atau tidak.
Akan tetapi, prediksi waktu dan lokasi jatuh yang diberikan di situs Lapan hanya waktu dan lokasi jatuh hingga ketinggian sekitar 120 km (benda mengalami atmospheric reentry).
Bukan waktu dan lokasi jatuh benda (atau biasanya serpihannya) di permukaan Bumi, sebab berdasarkan keterangan dari situs tersebut, sangat sulit memperkirakan kapan dan di mana serpihan sampah antariksa akan menghantam permukaan Bumi.
Meteor
Jika pantauan terhadap benda antariksa semacam satelit dan lainnya secara umumnya tak terlalu sulit dilakukan, lantas bagaimana dengan benda alami seperti asteroid, komet, meteor dan lainnya?
Dituliskan dalam keterangan di situs resmi Lapan, meteorit pun secara umum mungkin dipantau dan diantisipasi, tetapi sangat sulit dilakukan termasuk oleh negara maju. Mengapa?
Pertama, untuk memantau benda langit semacam meteor memerlukan teleskop yang mampu mendeteksi objek sangat redup yang bergerak sangat cepat (dengan kecepatan sekira 100 ribu km/jam).
Kedua, teleskop harus terintegrasi dengan sistem pengolah data cepat yang dilengkapi model orbit asteroid dan trayektorinya. Terakhir, perlu memperhitungkan efektivitas dan efisiensi karena jangka waktu deteksi dan kejatuhan di Bumi sangat singkat untuk objek relatif kecil.
Mengutip situs Real Time Space Debris Surveillance milik Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), pihaknya terus memantau mengenai keberadaan benda langit yang jatuh ke Bumi secara real time untuk memantau untuk benda antariksa (sampah antariksa) semacam satelit, roket, dan lainnya di angkasa. Ini dilakukan sehingga upaya antisipasi masih bisa dilakukan.
Hanya saja, akurasi prakiraan titik jatuh secara internasional belum bisa dilakukan. Akan tetapi, sehari sebelum benda jatuh sudah dapat diperkirakan apakah suatu daerah geografis (misalnya Indonesia) aman dari kejatuhan sampah antariksa atau tidak.
Akan tetapi, prediksi waktu dan lokasi jatuh yang diberikan di situs Lapan hanya waktu dan lokasi jatuh hingga ketinggian sekitar 120 km (benda mengalami atmospheric reentry).
Bukan waktu dan lokasi jatuh benda (atau biasanya serpihannya) di permukaan Bumi, sebab berdasarkan keterangan dari situs tersebut, sangat sulit memperkirakan kapan dan di mana serpihan sampah antariksa akan menghantam permukaan Bumi.
Meteor
Jika pantauan terhadap benda antariksa semacam satelit dan lainnya secara umumnya tak terlalu sulit dilakukan, lantas bagaimana dengan benda alami seperti asteroid, komet, meteor dan lainnya?
Dituliskan dalam keterangan di situs resmi Lapan, meteorit pun secara umum mungkin dipantau dan diantisipasi, tetapi sangat sulit dilakukan termasuk oleh negara maju. Mengapa?
Pertama, untuk memantau benda langit semacam meteor memerlukan teleskop yang mampu mendeteksi objek sangat redup yang bergerak sangat cepat (dengan kecepatan sekira 100 ribu km/jam).
Kedua, teleskop harus terintegrasi dengan sistem pengolah data cepat yang dilengkapi model orbit asteroid dan trayektorinya. Terakhir, perlu memperhitungkan efektivitas dan efisiensi karena jangka waktu deteksi dan kejatuhan di Bumi sangat singkat untuk objek relatif kecil.
Edukasi - Tekno
LokalZone - Bertepatan dengan HUT Bhayangkara ke-69 yang jatuh pada tanggal 1 Juli 2015 ratusan personil baik yang berpangkat Bintara dan Perwira mendapat kenaikan pangkat satu tingkat lebih tinggi.
Dalam Upacara Korp Raport yang diadakan satu hari sebelum HUT Bhayangkara tersebut dua Kapolsek naik pangkat, yang semula berpangkat Ajun Komisaris Polisi (AKP) menjadi Komisaris Polisi (Kompol) yakni Kompol I Gusti Alit Putra, S.Sos Kapolsek Gerokgak dan Kompol Supriadi Rahman, SiK Kapolsek Seririt, beserta seratus empat orang lainnya yang juga naik pangkat disaat yang sama.
"Secara umum, yang naik pangkat Ipda ke Iptu ada 2, Iptu ke AKP ada 2, AKP ke Kompol ada 2 dan Bintara ada 100 orang," papar Kapolres Buleleng AKBP Kurniadi.
"Penyerahan diberikan kepada anak-anak anggota yang berprestasi, untuk tingkat SMA, SMP dan SD sebagai salah satu bentuk kepedulian organisasi untuk menjaga rasa soliditas diantara kita semuanya, anggota Polres Buleleng," ujar Kapolres Kurniadi.
Buleleng - Seremonial
Langganan:
Postingan (Atom)










