Select Menu
Buah Unggul
Diberdayakan oleh Blogger.

Buleleng

Bali

Teknologi

Lifestyle

Nasional

Videos

LokalZone - Seminggu menghilang tanpa jejak, Kadek Anggriani (20) warga Desa Lokapaksa Kecamatan Seririt diketahui memiliki hubungan bisnis dengan seorang pria yang dikenalnya melalui media sosial. 

Sejak kasus ini dilaporkan ke Mapolsek Seririt kakak oleh Anggriani, Wayan Suantika (27) Polisi langsung memeriksa pola komunikasi yang dilakukan oleh korban. "Kita masih melihat pola komunikasi yang hilang ya, karena ini sudah dilaporkan oleh adiknya suami, dari Seririt. Disana dia kenal dengan seseorang dengan suatu bisnis di Bedugul dan ada transfer uang sebanyak Rp 15 juta, kenalan awal melalui teknologi informasi, ada media sosial termasuk HP," ungkap Kapolres Buleleng AKBP Kurniadi, saat dikonfirmasi, Selasa (16/6/2015) di Mapolres Buleleng.

Misteri menghilangnya Anggriani hingga saat ini masih belum menemui titik terang, pasalnya masih banyak informasi yang belum diketahui seperti bisnis apa yang dilakukan oleh korban dengan laki-laki yang dikenalnya melalui media sosial tersebut yang menurut keterangan kakaknya ternyata sudah meninggal dunia.

"Dilihat dari akunnya, sudah meninggal dunia, disini ditulis diaktifkan oleh adiknya yang juga namanya sama," ujar Suantika kepada awak media di ruang Humas Polres Buleleng sembari memperlihatkan akun facebook adiknya.

Kejanggalan-kejanggalan ini juga diakui oleh Kapolres Kurniadi namun pihaknya tidak akan gegabah dalam menentukan tersangka termasuk mengambil alih kasus ini dari Polsek. "Kejanggalan pasti ada, sampai kita temukan dua alat bukti, baru nanti kita akan tentukan siapa pelakunya. Sementara kita lihat perkembangannya, kalau nanti eksesnya meluas, nanti akan kita tarik ke Polres, sementara masih ditindaklajuti di Polsek," ujarnya.

Sedangkan hingga berita ini diturunkan suami dari Anggriani yang bekerja di kapal pesiar masih belum bisa dihubungi oleh pihak keluarga untuk memberitahukan kabar buruk ini.
-
LokalZone - Bersiap amankan hari raya Galungan, Kuningan dan Idul Fitri 1436 H tahun 2015 jajaran Polres Buleleng lakukan Rapat Koordinasi (Rakor) dengan MUI, PHDI, Dishub, Sat Pol PP, Dinkes, Orari dan Instansi di Mapolres Buleleng, Selasa (16/6/2015) untuk satukan langkah.

Ditemui usai melaksanakan Rakor, Kabag Ops Polres Buleleng Kompol Ketut Gelgel mengungkapkan bahwa Operasi dengan sandi Ketupat Agung 2015 kali ini tidak hanya untuk mengamankan hari Raya Idul Fitri tetapi juga hari raya Galungan, Kuningan yang juga bertepatan dengan liburan siswa.

"Jadi kita melakukan operasi untuk kelancaran Umat Hindu dan Muslim yang melaksanakan hari raya Idul Fitri dan Hari Raya Galungan dan kuningan. Operasi akan dilaksanakan selama 16 hari dari tanggal 11 sampai dengan 26 Juli 2015," ungkap Kabag Ops Ketut Gelgel.

Dari hasil rakor ditetapkan dua pos akan dibuat tepatnya di terminal Banyuasri dan Desa Temukus untuk lebih mudah melakukan pemantauan arus lalu lintas termasuk penguatan pengawasan pos pantau di pelabuhan rakyat.

"Kita akan lakukan Hunting sistem dan menyiapkan dua Pos di Banyuasri dan Desa Temukus untuk jalur tengah, nanti personil gabungan dari Pecalang, Pol PP, Dishub, Kesehatan, Pemkab dan kita standby disana. Pengawasan untuk pelabuhan rakyat sudah ada Pos pantau, dari Sat Polair dan Shabara akan dilibatkan disana, di Pura-pura besar juga nanti kita prioritaskan keamanannya" papar Ketut Gelgel.

Untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas, dalam kesempatan tersebut Ketut Gelgel menghimbau kepada pengemudi khususnya pengguna sepeda motor untuk mentaati aturan lalulitas dan menghindari membawa barang perlebih sehingga selamat sampai ditujuan.
-
LokalZone - Penyeberangan ke Pulau Menjangan terlihat sepi dari biasanya. Ini menyusul aksi boikot para komponen wisata di Kecamatan Gerokgak. Senin (16/5/2015). Para nelayan wisata yang beroperasi di Pelabuhan Labuan Lalang Desa Sumberklampok, serta Pelabuhan Banyuwedang di Desa Pejarakan, sama sekali tak melayani penyeberangan wisata.

Badan Pengelola Taman Wisata Konservasi (BP-TWK) Labuan Lalang, membuka penyeberangan ke Pulau Menjangan, bagi para pamedek yang ingin bersembahyang. Menyusul keluhan pamedek yang ingin tangkil ke pura dang kahyangan yang ada di Pulau Menjangan. Penyeberangan khusus pamedek di Labuan Lalang, disebut mulai dibuka pada pukul 10.00 pagi atas desakan pamedek dan Desa Pakraman Sumberklampok. Sementara untuk wisatawan domestik dan mancanegara, ditolak.

Pemandangan berbeda di Pelabuhan Banyuwedang. Disana tak nampak aktifitas berarti. Suasana pelabuhan benar-benar sepi. Hanya beberapa orang saja yang terlihat membersihkan dan merawat sampan. Sama sekali tidak ada aktifitas penyeberangan.

Ketua BP-TWK Labuan Lalang, Made Sumadra mengatakan, wisatawan mancanegara kebanyakan tak sanggup membeli tiket masuk ke kawasan Taman Nasional Bali Barat, dengan harga Rp 200ribu. Buktinya pada Senin (15/6) lalu, dari 15 orang wisatawan yang datang, hanya dua orang saja yang benar-benar sanggup membeli jasa pariwisata. Itu pun mereka harus merogoh kocek Rp 1,25 juta per orang. “Dulu untuk dua orang wisatawan yang mau diving ke Menjangan itu, habisnya Rp 893ribu per orang. Sekarang minimal sekali Rp 1,25 juta. Nggak ada yang sanggup beli tiket pak. Hari ini saja ada dua grup, sekitar 30 orang itu, dibatalkan paket wisatanya ke Menjangan. Mereka pilih ke Pemuteran saja,” keluh Sumadra. 

Hal serupa diungkapkan Ketua Kelompok Nelayan Wisata Banyumandi, Wayan Sandi. Menurut Sandi harga tiket Rp 200ribu terlampau mahal. Demikian pula jika diturunkan menjadi Rp 150ribu. “Rasanya tiket masuk Rp 50ribu, itu yang paling cocok,” kata Sandi yang ditemui terpisah.
Nelayan berharap, Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup, dapat mengkaji tarif masuk tersebut.
-
LokalZone - Dalam rangka mereformasi birokrasi jajarannya, Kapolres Buleleng AKBP Kurniadi, SH, S.IK, M.Si melakukan sebuah terobosan dengan melakukan uji kopetensi terhadap sejumlah Perwira yang menginginkan kenaikan jabatan satu tingkat lebih tinggi.

Wakapolres Buleleng Kompol Michael Revelindo Risakotta di sela-sela kegiatan tersebut, Jumat (12/6/2015) mengatakan kegiatan ini merupakan inovasi dari Kapolres Buleleng sebagai pucuk pimpinan dengan mengacu pada program 100 hari Kapolri dimana salah satunya berkomitmen untuk penataan aparatur sumberdaya Polri.

"Ini bukan esesmen, awalnya esesmen ini dilaksanakan di tingkat Polda untuk uji kopetensi pejabat-pejabat Polri yang akan melaksanakan tugas sebagai Kapolsek baik yang urban maupun ural termasuk kasat, itu ditingkat Polda. Nah di tingkat Polres Bapak Kapolres mengambil langkah kreatif, inovasi ini untuk mendukung  program100 hari Kapolri yang salah satunya ada program penataan aparatur sumberdaya Polri, Penataan kelembagaan / organisasi, serta quik wins di dalamnya ada peningkatan profesionalisme anggota Polri, berdasarkan itu kita ajukan uji kopetensi setiap pejabat atau personil yang menginginkan promosi atau jabatan tertentu," papar Wakapolres Michael Risakotta.

Lebih jauh dirinya mengungkapkan bahwa tujuan dari uji kopentesi adalah untuk mengetahui potensi dari masing-masing personil agar nantinya dapat ditempatkan sesuai dengan bidangnya.

"Kalau tesnya itu teknis, intinya adalah menggali skil maupun potensi dari masing-masing personil tersebut, akan kita sesuaikan dengan bidang yang akan dituju oleh personil tersebut, seperti bidang lalu lintas tentunya berbeda dengan kriminalitas di Reserse, demikian juga bidang Shabara tentunya berbeda dengan bidang Intelijen, seperti itu," ujarnya.

Dalam uji kopetensi ini tujuh jabatan Kapolsek dan tiga jabatan sebagai Kanit dilelang kepada setiap personil yang berminat menduduki posisi tersebut. Tercatat dari sepuluh orang yang mendaftar sembilan orang mengikuti uji kopetensi yang di adakan di ruang kerja Wakapolres Buleleng dengan transparan bahkan media dengan mudah mengikuti kegiatan tersebut, sedangkan satu orang lagi tidak hadir karena harus melaksanakan tugas khusus ke Polda Bali.
-
LokalZone - Karena tak tahan melihat kemolekan tubuh SB (23) yang merupakan seorang bidan, muncul niat Mustaqim untuk melakukan pemerkosaan. Namun sayang, niatnya untuk memperkosa SB gagal lantaran ketika Mustaqim baru memegang pinggang SB, ia telah orgasme duluan.

Mengetahui aksinya gagal, Mustaqim berusaha melarikan diri dengan membawa uang hasil penodongan terhadap SB (23) yang sebelumnya dilakukan.

SB yang melihat tersangka keluar dari dalam rumahnya di Perum RSA, Blok 41, RT 081 RW 031, Kelurahan Sako, Kecamatan Sako Palembang itu langsung berteriak.
 
Dari pengakuan tersangka saat diamankan di Mapolsek Sako Palembang, Kamis (11/6/2015) kemarin, awalnya ia hanya hendak menodong korban saja, karena butuhkan uang untuk membeli sabu dan main internet.‬

‪"Jadi saya ke rumah korban dengan pura-pura meminta cabe, setelah pintu rumah dibuka korban saya langsung masuk ke ruang tamu. Melihat korban sendirian di rumah, langsung menodongkan pisau dan meminta uang. Usai dapat uang, karena korban mengenakan pakaian seksi, jadi nafsu dan berniat untuk memperkosanya," ujar Mustaqim sembari menahan sakit luka tembak di bagian kaki kiri yang dialaminya.‬ (tribunnews)
-