LokalZone - Kebakaran yang terjadi di Kantor Pelayanan Pembendaharaan Negara (KPPN) Singaraja pada hari Minggu (22/2/2015) dini hari selain menelan kerugian mencapai Rp 1/2 Milyar akibat ludesnya sejumlah dokumen dan arsip, gaji anggota Polisi untuk satu bulan kedepan juga sepertinya akan tersendat.
“Ada empat Satuan Kerja yang belum dilakukan proses untuk pencairan
gaji, namun kita berupaya memberikan pelayanan, sehingga pembayaran dan
pencairan tetap dilakukan pada waktunya,” ungkap Kepala Kantor Pelayanan
Pembendaharaan Negara (KPPN) Singaraja, Nyoman Juwena, Senin
(23/2/2015) pagi.
Usaha normalisasi masih dilakukan secara bertahap KPPN Singaraja dengan Kantor Pusat KPPN untuk menyusun dokumen dan beberapa keperluan lainnya terkait pencairan
anggaran untuk gaji tersebut, bahkan tidak saja untuk anggota polisi di
Polres Buleleng dan Polres Jemberana, namun tersendatnya gaji yang bakal
diterima itu juga menimpa KPP dan Balai Pantai.
Walau demikian, beruntung sejumlah dokumen penting lainnya dapat diselamatkan karena tersimpan secara elektronik. “Kita sudah koordinasikan dengan Kantor Pusat sehingga bantuan peralatan
akan didatangkan untuk memudahkan kita melakukan kerja,” ujar Juwena.
Buleleng - Peristiwa
LokalZone - Tidak banyak yang tahu besarnya Conde Nast sebagai perusahaan karena ia bergerak di belakang brand-brand kenamaan di industri media kaliber dunia seperti Allure, Ars Technica, Wired, Vogue, GQ dan sebagainya. Total ada 20 brand media digital dan cetak yang ia kuasai.
Perusahaan ini merupakan sebuah divisi dari Advance Publications. Conde Nast berkantor pusat di Conde Nast Building,New York City. Dari berbagai brand yang dikuasainya di ceruk media massa, Conde Nast mengklaim meraup basis pelanggan 164 juta.
Perusahaan ini meluncurkan Conde Nast Entertainment di tahun 2011 untuk mengembangkan film, televisi dan pemrograman video digital. Perusahaan juga memiliki Fairchild Fashion Media (FFM) dan protofolio brand jurnalisme fashion yang komprehensif.
Conde Nast berdiri tahun 1909 dengan pendiri Conde Montrose Nast dan telah dimiliki keluarga Newhouse sejak tahun 1959. Samuel Irving Newhouse, Jr. Menjabat sebagai pimpinan dan Charles Townsend sebagai CEO dan Robert A. Sauerberg sebagai presidennya.
Semua berawal sejak pengusaha penerbitan asal New York Condé Montrose Nast meluncurkan bisnis majalahnya tahun 1909. Ia membeli Vogue yang pertama kali didirikan tahun 1892 sebagai jurnal mingguan New York tentang berita fashion dan masyarakat.
Semula, Nast menerbitkan majalah di bawah Vogue Company dan terpisah dari Conde Nast hingga tahun 1923. Nast memiliki bakat dalam mengumpulkan audiens pembaca elit, pengiklan yang juga eksklusif.
Ia sukses membuat Vogue menjadi penerbitan yang berpengaruh di industri fashion.
Conde Nast dianggap sebagai pelopor dalam hal "publikasi berkelas", sejenis majalah dengan fokus pada kelompok sosial tertentu atau minat yang khusus daripada menyasar sebanyak mungkin orang.
Perusahaan ini merupakan sebuah divisi dari Advance Publications. Conde Nast berkantor pusat di Conde Nast Building,New York City. Dari berbagai brand yang dikuasainya di ceruk media massa, Conde Nast mengklaim meraup basis pelanggan 164 juta.
Perusahaan ini meluncurkan Conde Nast Entertainment di tahun 2011 untuk mengembangkan film, televisi dan pemrograman video digital. Perusahaan juga memiliki Fairchild Fashion Media (FFM) dan protofolio brand jurnalisme fashion yang komprehensif.
Conde Nast berdiri tahun 1909 dengan pendiri Conde Montrose Nast dan telah dimiliki keluarga Newhouse sejak tahun 1959. Samuel Irving Newhouse, Jr. Menjabat sebagai pimpinan dan Charles Townsend sebagai CEO dan Robert A. Sauerberg sebagai presidennya.
Semua berawal sejak pengusaha penerbitan asal New York Condé Montrose Nast meluncurkan bisnis majalahnya tahun 1909. Ia membeli Vogue yang pertama kali didirikan tahun 1892 sebagai jurnal mingguan New York tentang berita fashion dan masyarakat.
Semula, Nast menerbitkan majalah di bawah Vogue Company dan terpisah dari Conde Nast hingga tahun 1923. Nast memiliki bakat dalam mengumpulkan audiens pembaca elit, pengiklan yang juga eksklusif.
Ia sukses membuat Vogue menjadi penerbitan yang berpengaruh di industri fashion.
Conde Nast dianggap sebagai pelopor dalam hal "publikasi berkelas", sejenis majalah dengan fokus pada kelompok sosial tertentu atau minat yang khusus daripada menyasar sebanyak mungkin orang.
Edukasi - Entrepreneur
LokalZone - Sebagai ikatan pasemetonan terbesar di Bali semeton pasek diharapkan peka terhadap kondisi sosial masyarakat mellaui implementasi filosofi menyama braya. Hal itu disampaikan Gubernur Bali, Made mangku Pastika dalam sambutannya yang dibacakan Wakil Gubernur Bali, Ketut Sudikerta, pada saat membuka acara Lokasabha I Mahagotra Pasek Sanak Sapta Rsi Provinsi Bali, di Sekretariat Mahagotra Pasek Sanak Sapta Rsi, jalan Cekomaria no 777 Denpasar, Minggu, (22/2).
Pastika menambahkan bahwa kepekaan sosial bisa dilakukan dengan membantu keluarga semeton yang kurang mampu tidak hanya dalam hal upacara yadnya tetapi juga dalam kehidupan sosial ekonomi lainnya. Program-program pengentasan kemiskinan harus terus dikembangkan agar menjangkau seluruh masyarakat Bali. Gubernur juga berharap dengan Lokasabha ini bisa terpilih pengurus dan program-program serta langkah-langkah pembinaan pasemetonan ke depan, dan mampu memecahkan permasalahan pasemetonan dan keumatan secara internal baik bagi umat hindu dan masyarakat secara umum. Warga Pasek juga diharapkan tetap melakukan retrospeksi peran dan fungsi dalam pembinaan umat demi kesejahteraan umat Hindu dan karma Bali secara menyeluruh. Ia meyakini bahwa dengan soliditas seluruh krama Bali serta hubungan yang rukun dan harmonis, maka masyarakat yang Shanti dan Jagadita, masyarakat yang Maju, Aman, Damai dan Sejahtera segera bisa terwujud.
Pada Kesempatan yang sama, Wakil Gubernur Bali, Ketut Sudikerta juga mengingatkan warga Pasek agar selalu ingat akan kawitan, karena itu tidak dilakukan maka mereka akan menemukan kegelapan dalam segala langkah kehidupannya. Ia juga menginginkan warga Pasek harus terus merekatkan pasemetonan, dan tidak berpolitik di dalam organisasi pasemetonan karena itu akan bisa memecah belah persaudaraan.
Ketua PHDI Provinsi Bali, Gusti Ngurah Sudiana, dalam sambutannya mengingatkan bahwa untuk menjaga kerekatan persaudaraan di dalam organisasi, maka seluruh warga agar bisa merasakan bahwa mereka semua adalah segotra, yaitu satu keluarga besar, sekula, merasa satu keluarga, sekawitan merasa satu leluhur dan segetih merasa satu darah.
Menurut ketua Panitia Lokasabha, I Wayan Sukayasa bahwa tujuan ilaksanakannya lokasabha pertama ini selain untuk memilih ketua dan pengurus MGPSSR Provinsi Bali periode 2015-2020 juga untuk menyusun program kerja selama 5 tahun kedepan. Pemilihan pengurus ini dilakukan karena selama ini pengurus MGPSSR Provinsi Bali dirangkap oleh pengurus pusat. Karena hasil Mahasabha beberapa bulan lalu mengamanatkan agar tugas-tugas pengurus pusat dan pengurus provinsi Bali harus dipisahkan, maka lokasabha ini dilaksanakan untuk memilih pengurus yang baru.
Bali - Seremonial
LokalZone - Tjho Winarto menggugat Bank Permata, untuk membayar ganti rugi sebesar Rp 32,2 miliar. Gugatan itu dilayangkan karena rekeningnya di Bank Permata dibobol sehingga menyebabkan Tjho mengalami kerugian Rp 245 juta.
Menurut pengacara Tjho, Sugeng Purwanto, gugatan dilakukan untuk memberikan efek jera kepada Bank Permata. Tujuannya, agar Bank Permata bisa lebih mengedepankan perlindungan terhadap nasabah.
"Kami berharap kasus ini tidak terulang pada nasabah lain, dan perbankan nasional semakin meningkatkan aspek perlindungan nasabah," kata dia, di Jakarta, Minggu (22/2/2015).
Sugeng mengatakan, dalam kasus pembobolan rekening ini, Tjho tak hanya mengalami kerugian materi, tetapi juga imateri. Hitungan kerugian itu menjadi dasar terhadap besaran ganti rugi dalam gugatan yang telah dilayangkan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan itu.
"Akibat kasus ini, klien kami telah mengalami kerugian berupa kehilangan sumber daya, waktu, dan tenaga. Pekerjaan utamanya juga terganggu," ujar Sugeng.
Menurut Sugeng, pasca pembobolan rekening milik Tjho yang terjadi pada 28 Agustus 2014, sama sekali tak ada upaya berarti dari Bank Permata untuk membantu nasabahnya itu.
Sugeng mengatakan, Tjho lah yang berinisiatif sendiri untuk menelusuri kasusnya hingga menghubungi berbagai pihak, seperti Otoritas Jasa Keuangan, Bank Indonesia, dan kepolisian.
"Sementara pihak Bank Permata baru menyatakan bahwa kasus ini kasus kriminal setelah empat bulan lebih. Padahal Bank Indonesia dalam kurun waktu dua pekan sudah menyatakan bahwa pembobolan rekening Tjho adalah kasus kriminal," papar Sugeng.
Dalam kesempatan yang sama, Tjho mengatakan bahwa sejalan dengan gugatan perdata yang telah dilayangkannya, ia telah melaporkan Bank Permata ke Polda Metro Jaya dalam kasus pidana. Laporan dilakukan pada 19 Januari 2015.
Tjho mengatakan, pelaporan yang ia alami dilatarbelakangi tak ada ikhtikad baik dari Bank Permata untuk menyelesaikan kasus tersebut. Bahkan, kata dia, relationship manager di Bank Permata Cabang Panglima Polim, Jakarta Selatan, terkesan ingin menyalahkan Telkomsel di dalam kasus tersebut.
"Bank terus menutup-nutupi. Terus juga seperti ingin menyalahkan Telkomsel. Sampai akhirnya saya melaporkan mereka ke Polda Metro Jaya, karena mereka hanya mau mengganti kerugian yang saya alami sebesar 50 persen saja," kata Tjho.
Seperti diberitakan, Tjho adalah nasabah Bank Permata yang mengalami pembobolan rekening hingga Rp 245 Juta. Pembobolan terjadi saat ia tengah dalam penerbangan 10 jam dari Jakarta ke Sorong, 28 Agustus 2014.
Saat itu, ada seseorang yang membobol uang tabungan Tjho melalui fasilitas internet banking. Menurut Tjho, berdasarkan laporan yang ia terima dari pihak Telkomsel, ada seseorang yang meminta pembuatan SIM card nomor ponsel miliknya di Grapari Telkomsel yang ada di Gambir, Jakarta Pusat pada tanggal 28 Agustus, sekitar pukul 22.00.
Orang tersebut, kata Tjho, melampirkan KTP fotocopy miliknya yang disertai dengan surat kuasa palsu yang mengatasnamakan dirinya. Setelah orang tersebut mendapatkan SIM card dari nomor polselnya, terjadi proses pentransferan uang dari tabungan Tjho ke tiga rekening, masing-masing ke Bank Danamon, Bank Tabungan Negara, dan Bank Rakyat Indonesia. Transaksi dilakukan pada pukul 1:33, 1:37, 1:43, 1:47, 6:39, dan 11:15.
Berdasarkan informasi dari Customer Service Bank Permata, ada seseorang yang menghubungi Permata Tel untuk melakukan reset password internet banking. Reset password berhasil dilakukan sekitar pukul 1:17, sesaat sebelum dilakukan pentransferan uang dari rekening Tjho. (kompas)
Menurut pengacara Tjho, Sugeng Purwanto, gugatan dilakukan untuk memberikan efek jera kepada Bank Permata. Tujuannya, agar Bank Permata bisa lebih mengedepankan perlindungan terhadap nasabah.
"Kami berharap kasus ini tidak terulang pada nasabah lain, dan perbankan nasional semakin meningkatkan aspek perlindungan nasabah," kata dia, di Jakarta, Minggu (22/2/2015).
Sugeng mengatakan, dalam kasus pembobolan rekening ini, Tjho tak hanya mengalami kerugian materi, tetapi juga imateri. Hitungan kerugian itu menjadi dasar terhadap besaran ganti rugi dalam gugatan yang telah dilayangkan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan itu.
"Akibat kasus ini, klien kami telah mengalami kerugian berupa kehilangan sumber daya, waktu, dan tenaga. Pekerjaan utamanya juga terganggu," ujar Sugeng.
Menurut Sugeng, pasca pembobolan rekening milik Tjho yang terjadi pada 28 Agustus 2014, sama sekali tak ada upaya berarti dari Bank Permata untuk membantu nasabahnya itu.
Sugeng mengatakan, Tjho lah yang berinisiatif sendiri untuk menelusuri kasusnya hingga menghubungi berbagai pihak, seperti Otoritas Jasa Keuangan, Bank Indonesia, dan kepolisian.
"Sementara pihak Bank Permata baru menyatakan bahwa kasus ini kasus kriminal setelah empat bulan lebih. Padahal Bank Indonesia dalam kurun waktu dua pekan sudah menyatakan bahwa pembobolan rekening Tjho adalah kasus kriminal," papar Sugeng.
Dalam kesempatan yang sama, Tjho mengatakan bahwa sejalan dengan gugatan perdata yang telah dilayangkannya, ia telah melaporkan Bank Permata ke Polda Metro Jaya dalam kasus pidana. Laporan dilakukan pada 19 Januari 2015.
Tjho mengatakan, pelaporan yang ia alami dilatarbelakangi tak ada ikhtikad baik dari Bank Permata untuk menyelesaikan kasus tersebut. Bahkan, kata dia, relationship manager di Bank Permata Cabang Panglima Polim, Jakarta Selatan, terkesan ingin menyalahkan Telkomsel di dalam kasus tersebut.
"Bank terus menutup-nutupi. Terus juga seperti ingin menyalahkan Telkomsel. Sampai akhirnya saya melaporkan mereka ke Polda Metro Jaya, karena mereka hanya mau mengganti kerugian yang saya alami sebesar 50 persen saja," kata Tjho.
Seperti diberitakan, Tjho adalah nasabah Bank Permata yang mengalami pembobolan rekening hingga Rp 245 Juta. Pembobolan terjadi saat ia tengah dalam penerbangan 10 jam dari Jakarta ke Sorong, 28 Agustus 2014.
Saat itu, ada seseorang yang membobol uang tabungan Tjho melalui fasilitas internet banking. Menurut Tjho, berdasarkan laporan yang ia terima dari pihak Telkomsel, ada seseorang yang meminta pembuatan SIM card nomor ponsel miliknya di Grapari Telkomsel yang ada di Gambir, Jakarta Pusat pada tanggal 28 Agustus, sekitar pukul 22.00.
Orang tersebut, kata Tjho, melampirkan KTP fotocopy miliknya yang disertai dengan surat kuasa palsu yang mengatasnamakan dirinya. Setelah orang tersebut mendapatkan SIM card dari nomor polselnya, terjadi proses pentransferan uang dari tabungan Tjho ke tiga rekening, masing-masing ke Bank Danamon, Bank Tabungan Negara, dan Bank Rakyat Indonesia. Transaksi dilakukan pada pukul 1:33, 1:37, 1:43, 1:47, 6:39, dan 11:15.
Berdasarkan informasi dari Customer Service Bank Permata, ada seseorang yang menghubungi Permata Tel untuk melakukan reset password internet banking. Reset password berhasil dilakukan sekitar pukul 1:17, sesaat sebelum dilakukan pentransferan uang dari rekening Tjho. (kompas)
Hukum - Nasional
LokalZone - Seorang pengantin wanita di Inggris menuntut cerai setelah dipukuli oleh suaminya saat menghabiskan malam pertama.
Pemicunya, si pengantin pria kesulitan melepas baju pengantin wanita.
Tragisnya, pengantin wanita bernama Amy Dawson tersebut selama ini tidak tahu betapa pemarahnya pria yang baru saja dinikahinya itu.
Menurut Daily Mail dikutip, Selasa 17 Februari 2015, kisah ini bermula saat Amy, 22 tahun, dan suaminya, Gavin Golightly, hendak menghabiskan malam pertama mereka.
Tak diduga, baju yang dikenakan Amy ternyata tersangkut dan susah dilepaskan. Melihat itu, Golightly yang sudah tak sabar menjadi emosional.
Pria 29 tahun itu kemudian mendorong Amy ke lantai dan memukulinya sampai babak belur.
Akibat tinju malam pertama tersebut, Amy menderita luka di bagian pelipis serta memar di wajah dan leher.
Setelah diamankan pihak berwajib, Golightly mengaku bersalah telah menyerang istrinya. Namun dia terhindar dari hukuman penjara.
Kendati demikian, Amy tidak akan memberi Golightly kesempatan untuk kedua kalinya karena ia akan menceraikan suaminya itu secepatnya.
Sementara dalam keterangannya kepada polisi, Golightly, dari Sunderland, mengaku bahwa dia terpengaruh narkoba saat malam pertama dan tidak ingat telah menyerang istrinya.
Pemicunya, si pengantin pria kesulitan melepas baju pengantin wanita.
Tragisnya, pengantin wanita bernama Amy Dawson tersebut selama ini tidak tahu betapa pemarahnya pria yang baru saja dinikahinya itu.
Menurut Daily Mail dikutip, Selasa 17 Februari 2015, kisah ini bermula saat Amy, 22 tahun, dan suaminya, Gavin Golightly, hendak menghabiskan malam pertama mereka.
Tak diduga, baju yang dikenakan Amy ternyata tersangkut dan susah dilepaskan. Melihat itu, Golightly yang sudah tak sabar menjadi emosional.
Pria 29 tahun itu kemudian mendorong Amy ke lantai dan memukulinya sampai babak belur.
Akibat tinju malam pertama tersebut, Amy menderita luka di bagian pelipis serta memar di wajah dan leher.
Setelah diamankan pihak berwajib, Golightly mengaku bersalah telah menyerang istrinya. Namun dia terhindar dari hukuman penjara.
Kendati demikian, Amy tidak akan memberi Golightly kesempatan untuk kedua kalinya karena ia akan menceraikan suaminya itu secepatnya.
Sementara dalam keterangannya kepada polisi, Golightly, dari Sunderland, mengaku bahwa dia terpengaruh narkoba saat malam pertama dan tidak ingat telah menyerang istrinya.
Internasional - Nasional - Sosial
Langganan:
Postingan (Atom)











