Select Menu
Buah Unggul
Diberdayakan oleh Blogger.

Buleleng

Bali

Teknologi

Lifestyle

Nasional

Videos


Film ini bercerita tentang manusia di bumi yang perlahan mulai bangkit dari keterpurukan setelah akhir dari pertarungan para robot di Transformers: Dark of the Moon. Autobots dan Decepticons telah menghilang dari planet ini setelah pertarungan tersebut.

Namun terdapat kelompok orang-orang yang berkuasa, penguasa cerdas dan Ilmuwan yang mencoba belajar dari kejadian serangan Transformers di waktu sebelumnya untuk mengembangkan teknologi baru yang dapat mengontrol para robot tersebut, karena dengan hal inilah mereka lakukan untuk persiapan ke depan jika terdapat lagi ancaman baru.


Namun dengan tanpa mereka sadari, Transformers kuno dari masa lalu yang sangat kuat bangkit dan menuju bumi. Lalu kembalilah sebuah epik pertarungan antara kebaikan dan kejahatan, kebebasan, dan perbudakan besar-besaran akan terjadi setelahnya.
- -

Dalam kisah yang diambil dari komik karya Stan Lee dan Steve Ditko ini, diceritakan hubungan Peter dan Gwen (Emma Stone) masih terjalin dengan baik. Meski terkadang pesan terakhir ayah Gwen untuk menjauhi anaknya masih begitu mengganggunya. 

Ditengah kesibukkannya, muncul masalah baru, sebuah penjahat kuat mengancam keselamatan penduduk kota New York. Penjahat itu bernama Maxwell “Max” Dillon atau yang biasa dikenal Electro (Jamie Foxx). Seperti penjahat super lain, tokoh ini memiliki kekuatan mutan dan dapat mengendalikan medan listrik, sebagai pertahanan diri sekaligus senjata. 

Ditengah pertempurannya, Peter Parker, karakter dibalik Spider-Man secara tak sengaja bertemu dengan sosok teman lama, Harry Osborn (Dane DeHaan). Bukan pertemuan biasa, melalui Harry Peter menemukan berbagai petunjuk masa lalu yang berhubungan dengan riset dan kematian orangtuanya.
- -

Petualangan Hiccup, Astrid, Snotlout dan seluruh geng mereka di sebuah pulau kecil di Pantai Utara tetap berlanjut dengan kedamaian dan Naga sebagai teman berbagi. Ketika Hiccup dan Astrid melakukan sebuah perjalanan, mereka secara tidak sengaja menemukan sebuah hutan yang hangus terbakar dan sebuah gua es.

Perjalanan mereka ke gua es, mempertemukan mereka dengan ras naga liar yang belum pernah mereka jumpai sebelumnya. Selain rahasia tentang naga, Hiccup juga bertemu kembali dengan sang ibu yang kini sedang melakukan pertempuran untuk melindungi para naga dari manusia lain yang juga mengetahui rahasia melatih naga
- -
Lokalzone - Terkait keracunan yang memakan korban mencapai ratusan orang saat perayaan HUT RSUD Buleleng Ke-59, Jumat (5/12/2014) semalam, Jajaran Polres Buleleng bergerak cepat dengan melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi termasuk menyegel dengan Police line di depan warung Jok Wi, yang berada di Jalan Ahmad Yani Singaraja. 

Sebelumnya terungkap dari panitia HUT RSUD Buleleng memesan nasi mencapai 900 bungkus dari warung ini dan dibagikan kepada pegawai dan undangan yang hadir dalam acara tersebut. Bahkan sedikitnya lima orang telah dimintai keterangan termasuk pemilik warung yang berinisial Putu A yang langsung diamankan oleh Polisi.

"Kami sudah memeriksa tukang masak warung Jok Wi yang ada di Seririt dan di Jalan Ahmad Yani Singaraja, termasuk pemilik warung sudah kami amankan untuk pemeriksaan lebih lanjut," papar Kasat Reskrim AKP Adnyana Tunggal Jaya.

Aparat Kepolisian dari Polres Buleleng hingga kini masih melakukan kajian terhadap beberapa sampel dari sisa nasi dan juga muntahan para korban keracunan masal melalui Laboratorium Forensik Polda Bali untuk mengetahui bahan yang terkandung di dalamnya. "Belum bisa dipastikan, Sample berupa nasi dan muntahan pasien sudah kami bawa ke labfor. Tunggu hasil labfor dulu," kata Adnyana TJ.

Sedikitnya 108 orang telah mengalami gejala yang sama akibat memakan nasi bungkus yang dibagikan saat kegiatan HUT RSUD Buleleng, namun demikian sebagian besar sudah diijinkan pulang kecuali dua orang terpasksa harus dirawat inap karena mengalami gejala keracunan serius.
-
Lokalzone - Wacana Sterilisasi lingkungan Danau Tamblingan yang sebelumnya sudah disepakati oleh Pemerintah Kabupaten Buleleng, Catur Desa (Munduk, Gesing, Goblek, Umajero) dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali, mulai digulirkan dengan langkah awal berupa sosialisai kesejumlah warga.

Jika Danau Tamblingan berhasil di sterilisaasi hasilnya tidak hanya akan dinikmati oleh masyarakat sekitar danau tetapi juga Kabupaten Buleleng dan Bali pada umumnya. "Pelaba pura ini harus steril, nantinya manfaatnya bisa dirasakan semua pihak. Pihak KSDA ingin tempat ini lestari, Pemkab jika sudah lestari bisa memetik Multiplayer efek untuk pariwisata dan kita sebagai masyarakat adat danau tamblingan ingin kesucian ini dijaga termasuk kelestariannya," papar Putu Ardana selaku ketua Tim 9 dan juga Bendesa Desa pekraman Munduk, Jumat (5/12/2014) di Danau Tamblingan.

Menurut Ardana awalnya warga yang tinggal disana atau lebih dikenal dengan sebutan Mendega, tinggal disana untuk menjaga hutan tetapi tetap berdasarkan Dresta tidak bisa tinggal apalagi membangun rumah permanen. Namun demikian dirinya tidak menampik adanya warga yang mungkin tidak mensetujui kesepakatan sterilisasi ini dan berharap terutama warga pendatang untuk menerima hasil kesepakatan ini.

"Kita sedang mengodlok untuk mensterilkan ini, secara resmi tidak ada perlawanan tetapi dalam hati pasti ada. Kami juga sudah melakukan survei dan hasilnya sebagian besar mereka punya rumah dan tanah di luar. Dulu mungkin dibiarkan tinggal karena alasan kemanusian, mempertanyakanpun kita dulu tidak sekarang kita bersihkan kami mohon jangan dipakai pemukiman," kata Ardana.

Dilain pihak Bupati Agus Suradnyana juga sangat mendukung lokasi ini dikembalikan menjadi Dresta Awal, sehingga lebih bernilai dari sisi spiritual dan lingkungan untuk pengembangan kegiatan pariwisata di daerah ini. "Ya pasti, ada yang harus diperbaiki dan ada dana yang yang harus dikeluarkan dan saya siap untuk mendukung ini. Sehingga daerah Tamblingan ini bisa menjadi daerah yang asri, ramah lingkungan dan bisa menjadi salah satu daya tarik spiritual maupun pariwisata di Buleleng," papar Bupati Agus Suradnyana.

Selain itu dirinya juga sedang mengojlok warga setempat untuk terjun kedunia pariwisata guna meningkatkan perekonomian dengan melakukan pembatasan Investasi besar dan juga perbaikan infrastruktur jalan dengan mengelontorkan dana hampir mencapai Rp 8 milyar. "Harapan saya tidak usah lagi ada investor besar masuk kesini. Cukup masyarakat setempat yang membuka homestay dan tetap berbasis pada pariwisata masyarakat atau community based tourism," kata Suradnyana.
-