Select Menu
Buah Unggul
Diberdayakan oleh Blogger.

Buleleng

Bali

Teknologi

Lifestyle

Nasional

Videos

Lokalzone - Terkait keberadaan terminal bayang di Kabupaten Buleleng yang tidak hanya mengurangi pemasukan kas daerah tetapi juga permasalahan lain yang diawali dengan ketertiban berlalu lintas. Untuk Itu Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Buleleng selalu melakukan tindakan persuasif terhadap para sopir ankutan umum.

"Terminal bayangan muncul karena adanya permintaan dan penawaran daripada pengemudi dan penumpang. Kami sudah sering kali memberikan sosialisasi dan pengarahan kepada para supir, hampir setiap hari malah," papar Kepala Dishub Buleleng Gede Gunawan AP, Jumat (05/12/2014).

Namun dirinya juga mengungkapkan masih ada sejumlah supir yang nakal dan tidak mengindahkan arahan aparat. "Ada kita mau masuk terminal, tidak ada kita kembali tidak melaksanakan," ungkap Gunawan AP.

Untuk menangani permasalahan ini Dishub Buleleng sudah berkoordinasi dengan Polres Buleleng untuk melakukan tindakan tegas sesuai UU No. 2 tahun 2009 dan Organda untuk turut menegur anggotanya yang nakal termasuk mengerahkan kancil dengan cara mobile ke sejumlah terminal.

Dishub hingga saat ini masih melakukan pemantauan secara khusus terhadap terminal Penarukan karena sebuah permasalahan, "Dari pantauan kami sementara ini terminal Penarukan sedikit bermasalah karena layoutnya agak berbeda. Sebenarnya kita sudah buatkan layout baru sehingga pertemuan antara angkot dan andes tidak bertemu di satu titik." kata Gunawan AP.
Lokalzone - Entah apa saja yang ada dibenak remaja kita saat ini hanya karena permasalahan cinta dapat menyebabkan dirinya memilih untuk mengakhiri hidup. Bahkan berdasarkan catatan Polisi dalam satu minggu ini saja dua orang remaja yang masih duduk di bangku sekolah nekat gantung diri karena kasmaran.

Komang Tika Suciani (14), pelajar SMP yang beralamat di Desa Kayuputih, Kecamatan Banjar diketemukan sudah dalam keadaan tidak bernyawa tergantung di konsen pintu kamar tidurnya dengan menggunakan selendang masih berseragam sekolah, Kamis (04/12/2014).

Usut punya usut diduga motif yang melatar belakangi aksi nekat itu lantaran korban tidak diijinkan pacaran dari orangtuannya.

Sedangkan pada hari Minggu (30/11/2014) kemarin aksi yang sama juga dilakukan oleh almarhum Putu Roni Sudarma (16) yang beralamat di Desa Bondalem, Kecamatan Tejakula juga nekat bunuh diri pada pohon rambutan belakang rumahnya karena permasalahan asmara.

Kasubbag Humas Polres Buleleng AKP Agus Widarma Putra membenarkan sekaligus menyayangkan pilihan kedua orang korban yang memilih mengakhiri hidupnya untuk lari dari masalah. "Kemarin seorang pelajar SMP bunuh diri di Banjar, pada hari minggu lalu di Tajakula. Ini sangat ironis mengingat mereka berdua masih sangat muda dan permasalahan yang dihadapi masih di seputaran percintaan," papar Agus Widarma.
-
Lokalzone - Suara keluh kesah yang dilayangkan oleh pengemudi angkot beberapa waktu akibat kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) rupanya didengarkan oleh Pemerintah Kabupaten Buleleng dengan pengajuan draf peraturan Bupati (Perbup) untuk menaikkan harga tarif ankutan umum.

"Sekarang dalam taraf pembuatan draf pengusulan kepada bagian hukum untuk ditandatangani oleh bapak Bupati. Nantinya penetapan tarif angkot melalui peraturan Bupati harus dilaksanakan oleh Kabupaten," ungkap Kepala Dishub Buleleng Gede Gunawan AP, Jumat (05/12/2014).

Dari hasil pertemuan Dishub, Organda dan para supir didapatkan sebuah kesepakatan sebagai jalan tengah (win-win solution) untuk mengurangi beban kebutuhan para supir dan serta para penumpang angkot maupun andes sebesar 30% dari tarif semula.

Dari persentase ini tarif angkot nantinya akan naik menjadi Rp 6.500, "Untuk angkot tarif awal Rp 5.000 menjadi Rp 6.500, sedangkan andes beda-beda tergantung jurusannya," kata Gunawan AP.

Kenaikan sebesar 30% ini selain dikenakan kepada penumpang reguler tetapi juga berpengaruh terhadap tarif khusus siswa/murid yang selama ini lebih kecil dari tarif dasar.
Lokalzone - Sungguh nahas bagi Putu Agus Darmayasa alias Leong (22), beralamat di Banjar DInas Tenaon, Desa Alasangker, pasalnya dirinya yang selama ini melenggang bebas membeli barang haram itu di Denpasar ketika pulang ke Buleleng malah diciduk Polisi.

Dari tangan tersangka Polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa dua paket sabu-sabu. Masing-masing seberat 0,9 gram yang disimpan di saku kiri celananya dan satunya seberat 0,1 gram digenggaman tangannya hendak dibuang.

"Kami masih melakukan pengembangan, semalam di lokasi penangkapan kami masih nyanggong, rumah kostnya juga kami geledah. Tetapi tersangka lupa wajah pelaku sehingga cukup menyulitkan kami," ungkap Kasat Narkoba AKP Agus Dwi Wirawan, Kamis (04/12/2014) di Mapolres Buleleng.

Sedangkan Leong sendiri mengakui sudanh mengkonsumsi Narkoba sejak tiga tahun lalu, mengaku membeli dua paket sabu itu seharga Rp 2 juta untuk digunakan sendiri. "Saya biasa menggunakan narkoba untuk menjaga stamina supaya fit bekerja, saya gunakan setiap hari pak," kata Leong.

Akibat perbuatannya itu kini Leong harus mendekam di ruang tahanan Polres Buleleng dengan dijerat pasal 112 ayat (1) UU RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman minimal 4 tahun dan maksimal 12 tahun penjara.
- -
Lokalzone - Dalam rangka Operasi Zebra 2014, jajaran Polres Buleleng bekerjasama dengan Polisi Militer (PM), Dishub, Kejaksaan dan Pengadilan Negeri Singaraja melaksanakan Razia kendaraan bermotor disertai membagikan sejumlah stiker kesadaran berlalu lintas dan juga sidang ditempat bagi para pelanggar, Kamis (04/12/2014) di depan Mix Max, Kelurahan Banyuasri.

Sedikitnya dalam kegiatan tersebut puluhan orang terjaring dalam razia dan sebagian besar langsung disidangkan ditempat. "Ini merupakan program dari Kapolri dalam rangka menertibkan pelanggaran-pelanggaran lalu lintas, ini cukup efektif untuk dilakukan di lapangan," ujar Ketua Pengadilan Negeri Singaraja I Wayan Merta, SH. MH.

Di tempat yang sama Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Singaraja Somarjo,SH juga mengungkapkan kegiatan sangat efektif untuk menekan pelanggaran lalu lintas, sekaligus memberikan edukasi atau pengalaman dalam proses hukum terhadap pelanggaran lalu lintas dan berharap kegiatan ini bisa dilakukan secara rutin. "Kalau tertib lalu lintas keselamatan pasti terjaga itu satu, selain itu masyarakat juga bisa belajar untuk melek hukum sehingga kesadaran terhadap hukum juga bisa dijaga. Nanti kita lakukan ini secara rutin," kata Somarjo.

Secara detail dalam kegiatan itu aparat gabungan berhasil menindak 49 orang pelanggar yang terdiri dari 27 pelanggaran tanpa SIM, STNK Mati, 7 muatan (tonase), 11 penggunaan helm tidak SNI yang langsung disidangkan di tempat dan dua orang lainnya hanya diberikan sanksi berupa teguran simpatik.

Kasat Lantas AKP I Nengah Patrem, SH mengungkapkan tujuan utama dari razia sidang ditempat ini selain memberikan efek jera juga mengedukasi masyarakat sehingga tidak timbul kesan atau image bahwa uang tilang itu masuk ke kas negara.

"Tujuan dari sidang ditempat ini kita ingin memberikan pemahaman kepada masyarakat beginilah proses hukum terhadap pelanggaran lalu lintas jika tiga aparat penekak hukum bekerja bersama. Denda tilang masuk ke kas negara sehingga tidak ada image dana tilang itu masuk kedalam kantong pribadi atau siapapun. Dalam Operasi Zebra ini kita memang menjadwalkan sekali, saya sudah berkoordinasi dengan Bapak Kajari dan Ketua Pengadilan sehingga nantinya dapat lebih sering dilakukan, minimal sebulan sekali," ungkap Patrem.
-