Select Menu
Buah Unggul
Diberdayakan oleh Blogger.

Buleleng

Bali

Teknologi

Lifestyle

Nasional

Videos

Lokalzone - Program bedah rumah untuk masyarakat miskin murni datang dari Kapolres Klungkung. Gagasan Kapolres Klungkung ini sangat baik dalam membantu masyarakat yang kurang mampu, yang mana bisa ditiru Kapolres lainnya di Bali, dalam ikut membantu warga yang kurang mampu, didaerahnya masing-masing. 

Demikian dikatakan Kapolda Bali Irjen Pol. Drs. Albertus Yulius Benny Mokalu, didampingi Waka Polda Bali Brigjen Pol. Drs. IGN Raharja Subyakta, pada saat meninjau program bedah rumah yang dilaksanakan Kapolres Klungkung AKBP Ni Wayan Sri Yudayatni Wirawati SiK, bertempat di Banjar Kanginan, Desa Paksebali, Kecamatan Dawan, Klungkung, Jumat (19/9/2014) kemarin.

Kapolda juga mengatakan bahwa pengentasan kemiskinan memang merupakan tugas utama pemerintah daerah, bukan berarti pemerintah tidak mampu, karena banyak hal yang harus dikerjakan, sehingga tidak ada salahnya kalau Polisi bisa membantu.

“Saya ketahui Kapolres Klungkung ini perintis dalam beberapa hal, seperti bedah rumah, mengembangkan tanaman-tanaman papaya dan bunga dengan system organic, sekaligus menghijaukan halaman kantor dengan tanaman bunga,“ ujar Kapolda Bali.

Polri memang tidak punya uang, namun bukan berarti diam tidak berbuat apa-apa, melihat ada warga yang kurang mampu, kita Kepolisian bisa menjebantani dengan mengandeng pengusaha, salah satu contoh Kapolres Klungkung mengandeng BRI dalam melaksanakan program bedah rumah ini.

Pelaksanaan bedah rumah gagasan Kapolres Klungkung nanti akan diserahkan kepada Wayan Tampi (62) bersama istrinya Ni Wayan Jati (52) dengan delapan anaknya, yang paling kecil masih berumur empat setengan tahun yang tinggal di Banjar Kanginan, Desa Paksebali, Kecamatan Dawan, Kabupaten Klungkung.

Pada kesempatan tersebut Kapolda mengharapkan kegiatan semacam ini bisa bermamfaat bagi masyarakat nantinya, sekaligus menunjukkan bahwa Polisi itu adalah mitra dari masyarakat.

Sementara itu Kapolres Klungkung mengatakan, Masyarakat yang mendapatkan bantuan program bedah rumah peduli sesama yang dilaksanakan Polres Klungkung adalah masyarakat yang kondisi secara ekonomi dan sosial kemasyarakatan sangat minim dan masuk kedalam golongan masyarakat yang kurang mampu.

Sampai saat ini Polres Klungkung dibawah kepemimpinan AKBP Niwayan Sri Yudayatni Wirawati SiK sudah melaksanakan bedah rumah sebanyak 6 unit rumah, diantaranya 1 di Tangkedan, 1 di Sampalan Kelod, 2 di Bukit Abah dan 2 di Paksebali, biaya dari program bedah rumah ini semuanya berasal dari partisipasi jajaran Polres Klungkjung dan masyarakat.
Kapolres Klungkung AKBP Ni Wayan Sri Yudayatni Wirawati, baju orange.
- - -
Lokalzone - Buleleng, khususnya Kecamatan Gerokgak yang merupakan lintas pantura yang menghubungkan peredaran barang dari pulau Lombok, Bali dan Jawa selalu ramai dengan arus lalu lintas kendaraan yang membawa berbagai barang baik yang masuk maupun keluar Bali. 

Untuk mengantisipasi masuknya barang berbahaya seperti senjata tajam, senjata api termasuk bahan peledak yang erap digunakan untuk kegiatan terorisme, Mapolsek Gerokgak dengan dipimpin oleh Ipda Putu Sutarjana, SH melakukan razia kendaraan dengan fokus utama pemeriksaan terhadap sejumlah barang bawaan dari kendaraan dari kendaraan yang melintas di depan Mako Polsek Gerokgak, Jumat (19/9/2014) kemarin.

Dari hasil pemeriksaan sejumlah kedaraan baik sepeda motor dan mobil box aparat tidak menemukan adanya orang dan barang yang mencurigakan, namun demikian razia seperti ini rencanannya akan tetap dilaksanakan secara rutin untuk mengantisipasi masuknya barang berbahaya ke Kabupaten Buleleng.
Lokalzone - Dalam waktu yang hampir bersamaan dengan pengerebekan pabrik sabu di Buleleng, Satuan Narkoba Polres Buleleng juga melakukan penangkapan terhadap Kadek Budiana alias Konok (31) warga Desa Sidatapa, Kecamatan Banjar yang diduga kuat merupakan seorang pengedar Narkoba. 

Dari tangan Konok yang di tanggap di sebelah Pura Desa Sidatapa, Satuan Narkoba Polres Buleleng menyita empat paket sabu-sabu yang dibungkusan plastik dan lakban hitam dengan berat masing-masing 1,1 gram, dua paket seberat 2 gram dan 1 paket 0,5 gram.

"Penangkapan kami lakukan di Dusun Delod Pura, Desa Sidatapa dengan tersangka atas nama Kadek Budiana alias Konok. Dari penggeledahan kami amankan 4 paket kristal bening yang masih dalam bentuk batuan, sudah kita uji di lab merupakan sabu-sabu dengan berat 3,6 gram, Ungkap Kasat Narkoba AKP Agus Dwi Wirawan, Jumat (19/9/2014) di Mapolres Buleleng.

Berdasarkan keterangan Kabag Ops Polres Buleleng Kompol Riza Faisal pada saat pengerebekan yang dilakukan oleh Polresta Denpasar di Buleleng sudah sepengetahuan dari anggotanya. "Pada saat penangkapan dari Polres Buleleng ikut bergabung dan dari Sat Narkoba kita juga melakukan penangkapan di tempat berbeda. Tapi masih perlu didalami apakah ada keterkaitan karena sama-sama dari Sidatapa," ungkap Riza Faisal.

Namun demikian pihaknya tidak menampik jika Buleleng termasuk daerah rawan peredaran Narkoba mengingat hasil penangkapan selama tahun 2014 mencapai 20 kasus sedang tahun lalu hanya 4 kasus. "Masalah kerawanan kami rasa di setiap tempat rawan, tetapi jika kita lihat dari pengungkapan kemarin dan jumlah penangkapan dari bulan Januari hingga bulan ini semakin banyak berarti peredaran memang semakin tinggi," kata Riza Faisal.

Dari pengakuan Konok pemecahan sabu-sabu tidaklah memerlukan keahlian atau tehnik khusus, "cara mencairkan menggunakan kaca dan dibakar, tidak ada teknik khusus," ungkapnya.

Akibat perbuatannya kini Konok dijerat dengan pasal 112 ayat (1) atau pasal 127 ayat (1) UU RI No. 35 Tahun 2009 dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara.

Untuk menghindari semakin maraknya peredaran Narkoba di Buleleng, Kapolres Beny Arjanto sendiri sudah memberikan intruksi kepada para bawahannya untuk meningkatkan fungsi deteksi dini dengan menggandeng para Bhabinkamtibmas di masing-masing desa mengingat salah satu modus para pelaku menggunakan rumah atau villa yang berlokasi di tempat terpencil dan jauh dari perumahan warga.
- -
Lokalzone - Setelah cukup lama ditunggu masyarakat, akhirnya seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kabupaten Buleleng akan digelar pada bulan Oktober mendatang. 

Dengan kedatangan surat Formasi sebanyak 139 orang untuk Buleleng Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Buleleng, seleksi rencananya akan digelar pada bulen depan namun belum diketahui kapan tanggalpelaksanaannya.

"Sudah pasti dilaksanakan Oktober mendatang. Tapi tanggal berapa masih belum tahu. Kabid (Kepala Bidang) saya sekarang lagi rapat di BKN (Badan Kepegawaian Negara) Denpasar. Mungkin besok baru tahu tanggal berapa," ujar Kepala BKD Buleleng, Ni Made Rousmini.

Seleksi CPNS akan dilakukan serentak kabupaten/kota se-Bali. Mengenai tempat pelaksanaan seleksi nantinya akan dilaksanakan di kota Denpasar. Ini karena sistem seleksi akan menggunakan sistem computer assisted test (CAT) dan Buleleng masih belum memiliki infrastruktur yang memadai.
Lokalzone - Peredaran barang terlarang berupa Narkoba di Buleleng sepertinya semakin masif, bahkan dua tempat yang diduga kuat digunakan sebagai pabrik Narkoba. Kedua tempat tersebut tergolong mewah hingga luput dari perhatian warga sekitar, salah satunya merupakan sebuah vila yang bahkan para pekerja disana tidak mengetahui tempat tersebut digunakan sebagai pabrik Narkoba. 

Pengungkapan pabrik narkoba di Buleleng bermula dengan penangkapan pengedar sabu bernama Novi Hendrik Irawan di Jalan Pulau Belitung, Denpasar pada hari Selasa (16/9/2014) dengan barang bukti 19 kilogram ganja, 4,13 gram sabu dan setengah butir ekstasi oleh Polresta Denpasar. Dari hasil pengembangan, diketahui jika sabu-sabu tersebut berasal dari I Wayan Artawa alias Tawok asal Sidatapa, Buleleng. Petugas lalu melakukan pengembangan dan memburu Tawok yang akhirnya dibekuk di Seririt, Buleleng pada, Selasa malam.

Dari tangan Tawok diamankan barang bukti precursor yang merupakan bahan baku pembuatan sabu dan ekstasi. Penggeledahan dilanjutkan ke Villa Lumbung di Dusun Lebah, Kaliasem, Banjar, Buleleng yang merupakan tempat tinggal istri muda Tawok, dan di sebuah rumah yang terletak di Banjar Dinas Buanasari, Desa Kayuputih, Kecamatan Sukasada. Dari kedua tempat ini petugas Sat Narkoba Poltabes Denpasar kembali mengamankan bubuk precursor dan alat pembuat sabu serta pencetak ekstasi.

“Saya tidak tahu, cuma pada hari Rabu (17/9/2014) ada polisi datang kemari. Tamu yang menginap di kamar itu juga saya tidak tahu. Setiap hari saya datang pada pagi hingga sore hari saja,” ujar salah seorang karyawan yang tidak mau disebut identitasnya.

Sementara itu, Kapolresta Denpasar, Kombes Djoko Hariutomo yang dikonfirmasi terkait penggerebekan pabrik sabu ini membenarkannya. Namun ia enggan merinci penangkapan ini dengan alasan masih pengembangan. “Nanti akan kami rilis ke media,” ujarnya saat dikonfirmasi.

Dari informasi yang berkembang disebut-sebut Satuan Narkoba Polresta juga melakukan serangkaian penangkapan dari pengembangan kasus ini di wilayah Denpasar, sedangkan dari Mapolres Buleleng sendiri juga melakukan penangkapan disaat yang hampir bersamaan dan rencananya akan di gelar press release hari ini, Jumat (19/9/2014). 
- -