Lokalzone - Seorang calon Legislatif Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) yang
gagal di Pemilihan Legislatif pada 9 April lalu, nekat menipu pengusaha
yang bergerak di bidang pertambangan hingga miliaran rupiah.
Kepada polisi, pelaku yang bernama IK (47) ini mengaku, nekat menipu
lantaran uangnya telah habis hingga ratusan juta rupiah untuk mengikuti
kampanye beberapa waktu lalu.
Peristiwa ini terungkap, saat
korban yang bernama Agus Sudarmawan melaporkan kasus penipuan ini pada
17 April 2014 lalu ke polisi. Setelah melakukan pengembangan, akhirnya
polisi menciduk IK di suatu rumah kos yang disewanya di daerah Tebet,
Jakarta Selatan pada Minggu, 22 Juni 2014 lalu.
Kasat Reskrim
Polres Metro Jakarta Utara, Kompol Azhar Nugroho mengatakan, kasus
penipuan ini berawal dari perkenalan korban dengan pelaku melalui
temannya. Saat mengetahui korban adalah pengusaha, pelaku mencoba
mendekati korban.
Ketika hubungannya sudah cukup dekat, pelaku
mengajak korban untuk bekerjasama memenangkan tender proyek tambang
senilai Rp 300 miliar di daerah Papua. Dalam bujuk rayunya, IK
menjanjikan Agus uang sebanyak Rp 70 miliar, namun agar tender berjalan
mulus, IK membutuhkan uang pelicin senilai Rp 2 miliar.
Tergiur
oleh bujukan IK, Agus akhirnya menyanggupi untuk mentransfer uang. Namun
ia hanya sanggup mentransfer Rp 1,6 miliar. Jumlah ini akhirnya
disepakati IK.
Mereka yang sudah bersepakat akhirnya bertemu di
kawasan Rawamangun, Jakarta Timur pada Senin 16 April 2014. Setelah
bertemu, keduanya langsung menuju Bank Mandiri Kantor Cabang ITC Mangga
Dua, Pademangan, Jakarta Utara untuk mentransfer uang dari rekening Agus
ke rekening Mandiri atas nama CV Bima Sejahtera, perusahaan yang diakui
milik IK. "Rekening milik perusahaan itu ternyata bodong, perusahaannya
juga bohong," kata Kompol Azhar.
Setelah mengirimkan uang hingga
Rp 1,6 miliar, lalu pelaku memberi sebuah cek dengan nominal Rp 800
juta. Pemberian cek itu, agar Agus semakin percaya dengan proyek tender
yang dijalankan IK.
Sehari kemudian, pelaku rupanya sulit dihubungi. Dengan perasaan gelisah, Agus mencoba mencairkan cek senilai Rp 800 juta yang diberikan IK sebelumnya. Namun naas, setibanya di bank rupanya cek tersebut kosong alias bodong. Merasa ditipu, korban akhirnya melaporkan kejadian ini ke Polres Metro Jakarta Utara.
Kepada
polisi, pelaku mengaku menggunakan uang tersebut untuk berfoya-foya.
Namun belum dipastikan berapa banyak uang kejahatan yang telah digunakan
pelaku. "Untuk sisa uang dari aksi kejahatan pelaku masih kita hitung,"
ujar Kompol Azhar.
Selain ahli meyakinkan korban, pelaku juga
sebelumnya pernah menjadi anggota DPRD Kabupaten Batang, Jawa Tengah
pada periode 2009-2014. Meski pernah menjabat di daerah Jawa Tengah,
namun pelaku berdomisili di kawasan Pulo Gadung, Jakarta Timur. Karena
itulah korban percaya dan mau mengikuti ajakan pelaku.
Dari kasus ini polisi menyita barang bukti Bilyet Giro Bank Mandiri Nomor EZ814101 dan Nomor FL781242, Surat Kredit Berdokumen Dalam Negeri (SKBDN), Surat Keterangan Penolakan dan lima lembar rekening koran Bank Mandiri atas nama Agus Sudarmawan.
Akibat perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 378 KUHP tentang penipuan dengan ancaman hukuman maksimal penjara empat tahun. Saat ini Imam mendekam di ruang tahanan Polres Metro Jakarta Utara
Nasional - Penipuan - Ungkap Kasus
Lokalzone - Rangkaian peringatan HUT Bhayangkara ke-68 Polres Buleleng yang juga bertepatan dengan pentahapan Pemilu 2014 berjalan dengan sederhana dan lebih banyak mengedepankan kegiatan bakti kepolisian dalam rangka pembinaan tradisi.
Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya peringatan 68 tahun Bhayangkara kali ini mengambil tema "Sinergi Polisional Proaktif Guna Mewujudkan Kamdagri Yang Mantap Dalam Rangka Sukseskan Pengamanan Pemilu 2014 dan Keberlanjutan Pembangunan Nasional" terlihat lebih mengedepankan kegiatan bakti sosial seperti gotong royang di sejumlah tempat ibadah baik pura maupun mesjid, donor darah dan serangkaian kegiatan olah raga.
Setelah kemarin 68 personil mendapatkan kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi baik bintara maupun perwira, hari ini Selasa (1/7/2014) sebagai kegiatan puncak diadakan apel Hari Bhayangkara ke-68 dan pemberian
penghargaan tanda kehormatan bintang bhayangkara nararia, Satya Lencana 8
tahun, 16 tahun, 24 tahun 32 tahun serta Satya Lencana Kesatria
Bhayangkara kepada personil Polres Buleleng oleh Presiden
RI Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono, yang dibacakan oleh Kapolres
Buleleng AKBP Beny Arjanto, SiK di Lapangan Polres Buleleng.
Satya Lencana tersebut diterima 33 personil, Bintang Nararya 26 personil dan Satya Lencana Kesatria Bhayangkara sebanyak 204 personil. “Kenaikan pangkat dan penganugerahan Satya Lencana dan Bintang Nararya
merupakan motivasi anggota untuk lebih meningkatkan pelayanan kepada
masyarakat,” ungkap Kapolres Buleleng, Beny Arjanto.
Menurut rencana, perayaan masih akan berlanjut nanti sore dengan kegiatan buka puasa bersama anak yatim dan pemberian bea siswa kepada sejumlah anak berprestasi anggota Polri dan PNS yang bertugas di Mapolres Buleleng.
Buleleng
Lokalzone - Satuan Narkoba Polres Buleleng dengan kepemimpinan AKP Made Agus Dwi Wirawan sepertinya mulai serius dalam pemberantasan peredaran narkoba di Buleleng. Terbukti dalam sebulan ini 4 kasus sudah masuk dengan jumlah tersangka enam orang baik pengguna, peluncur sampai pengedar narkoba.
Dalam pengungkapan terakhir dua orang berhasil diamankan Sat Res Narkoba
Polres Buleleng, awalnya polisi menangkap Oscar Pangidae alias Kokek
(19) yang diketahui sebagai pemakai di persimpangan Jalan Gempol Pulau
Komodo Banyuning, dari tangan Warga yang beralamat di BTN Banyuning itu
ditemukan barang bukti satu paket sabu-sabu.
Usut-diusut Polisi berhasil menangkap pemasok local, Putu Dharma Laksana
alias Popik (30) yang beralamat di Kelurahan Penarukan Kecamatan
Buleleng, bahkan polisi menemukan dua paket sabu-sabu saat dilakukan
pengeledahan.
Namun demikian Kasat Res Narkoba Polres Buleleng, AKP.
Made Agus Dwi Wirawan didampingi Kasubbag Humas, AKP. Made Agus Widarma
Putra, Senin (30/6/2014) sepertinya cukup kesulitan dalam menelusuri asal narkoba yang diduga berasal dari denpasar itu karena menggunakan sistem terputus. “Kita agak sulit melakukan
pengembangan untuk mengungkap jaringan yang lebih atas, ini transaksinya
dilakukan dengan mentransfer uang kemudian barang diambil ditempat yang
telah ditentukan,” papar Dwi Wirawan.
Berdasarkan pengakuan Putu Dharma Laksana alias Popik dirinya mendapat sabu-sabu dari dalam LP dan dipecah untuk dijual kembali perpaket dengan harga Rp 300 ribu. “Saya beli dari teman saya yang masih ada di LP Kerobokan,
transaksi melalui telpon saja, awalnya saya pakai sendiri untuk kerja
sebagai bengkel, tapi saya didesak untuk menjualnya,”kata Popik.
Dari penangkapan yang dilakukan Unit
Buser Sat Res Narkoba, dari tangan Oscar Pangidae polisi mengamankan
satu paket Sabu-Sabu seberat 0,06 gram, sedangkan dari hasil
pengeledahan terhadap Dharma Laksana termasuk dirumahnya, polisi
menemukan dua paket sabu-sabu masing-masing seberat 0,06 dan 0,27 gram
serta sejumlah peralatan termasuk sebuah alat hisap yang terbuat dari
botol mineral.
Buleleng - Narkoba - Ungkap Kasus
Lokalzone - Petani asal Buleleng mendapatkan perhargaan tingkat Nasional sebagai pelestari Sumber Daya Genetik (SDG) Tanaman Pertanian, yang diberikan langsung oleh Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Dr.
Haryono pada Kongres Nasional V dan Seminar Nasional Sumber Daya Genetik Pertanian di Hotel Sanur Paradise Denpasar
Bali Rabu (25/6/2014) kemarin.
Dalam kondisi iklim yang terus berubah, eksistensi sumber daya genetik saat ini sangat rawan dan langka, bahkan ada yang telah punah. Untuk itu, peningkatan nilai tambah SDG memegang peranan penting dalam menjaga kelestariannya. Pembabatan hutan untuk dijadikan lahan sawit dan alasan lainnya menjadi topik hangat saat diskusi karena bertanggung jawab atas terhapusnya jutaan plasma nutfah sebagai sumberdaya genetik.
Dalam acara tersebut Kepala Balitbangtan sangat mengapresiasi atas keberhasilan 10 petani dalam melestarikan SDG tanaman pertanian. Sepuluh petani tersebut adalah H. Ahmadul Marzuki dari Kalimantan Selatan, Drs. Made Supala dari Bali, Ir. Sapirim, MM dari NTB, Hamsadi dari Kalimantan Timur, Wawan Kustiawan dari Jawa Barat, Budiansyah dari Kalimantan Barat, Ir. Dian Rossana Anggraini dari Bangka Belitung, Samanhudi dari Jawa Timur, Suyatno dari Lampung dan Lasmadi dari Kalimantan Tengah.
Dari 10 orang tersebut H. Ahmadul Marzuki (sebelah kiri foto pada atas) yang fokus melestarikan SDG tanaman langka di Kalimantan Selatan yang terkenal dengan keaneka ragaman hayati mendapatkan nilai tertinggi dari tim penilai yang disusul dengan posisi kedua oleh Made Supala (posisi tengah) dengan melestarikan tanaman buah langka dan posisi ketiga diraih Sapirim (paling kanan) dengan melestarikan tanaman obat-obatan.
Selain sebagai pelestari, Made Supala juga dikenal sebagai pemulia tanaman buah yang masih langka di Indonesia, salah satu silangan yang terbarunya adalah Srikaya Lefyra yang berwarna kuning dengan rasa manis, dan tidak kenal musim, Jambu Bol Hitam yang diperbesar dari ukuran aslinya (300 gram jadi 600 gram) dengan sistim pemuliaan poliploidi dan Pisang Kepok yang tahan terhadap penyakit layu.
bbt)
Dalam kondisi iklim yang terus berubah, eksistensi sumber daya genetik saat ini sangat rawan dan langka, bahkan ada yang telah punah. Untuk itu, peningkatan nilai tambah SDG memegang peranan penting dalam menjaga kelestariannya. Pembabatan hutan untuk dijadikan lahan sawit dan alasan lainnya menjadi topik hangat saat diskusi karena bertanggung jawab atas terhapusnya jutaan plasma nutfah sebagai sumberdaya genetik.
Dalam acara tersebut Kepala Balitbangtan sangat mengapresiasi atas keberhasilan 10 petani dalam melestarikan SDG tanaman pertanian. Sepuluh petani tersebut adalah H. Ahmadul Marzuki dari Kalimantan Selatan, Drs. Made Supala dari Bali, Ir. Sapirim, MM dari NTB, Hamsadi dari Kalimantan Timur, Wawan Kustiawan dari Jawa Barat, Budiansyah dari Kalimantan Barat, Ir. Dian Rossana Anggraini dari Bangka Belitung, Samanhudi dari Jawa Timur, Suyatno dari Lampung dan Lasmadi dari Kalimantan Tengah.
Dari 10 orang tersebut H. Ahmadul Marzuki (sebelah kiri foto pada atas) yang fokus melestarikan SDG tanaman langka di Kalimantan Selatan yang terkenal dengan keaneka ragaman hayati mendapatkan nilai tertinggi dari tim penilai yang disusul dengan posisi kedua oleh Made Supala (posisi tengah) dengan melestarikan tanaman buah langka dan posisi ketiga diraih Sapirim (paling kanan) dengan melestarikan tanaman obat-obatan.
Selain sebagai pelestari, Made Supala juga dikenal sebagai pemulia tanaman buah yang masih langka di Indonesia, salah satu silangan yang terbarunya adalah Srikaya Lefyra yang berwarna kuning dengan rasa manis, dan tidak kenal musim, Jambu Bol Hitam yang diperbesar dari ukuran aslinya (300 gram jadi 600 gram) dengan sistim pemuliaan poliploidi dan Pisang Kepok yang tahan terhadap penyakit layu.
bbt)
Edukasi - Nasional
Lokalzone - Bagi penggemar film, kisah X-Men yang merupakan serial superhero ciptaan Marvel ini pasti sudah tidak asing lagi. Dalam film terbarunya X-Men Days of Future Past masa depan umat manusia telah hancur dan untuk memperbaikinya seseorang harus dikirim kemasa lalu untuk memperbaikinya.
Dalam komiknya, Days of Future Past berkisah tentang tokoh
mutan penembus dinding, Kitty Pryde, yang memindahkan kesadarannya ke
masa lalu untuk mencegah pembantaian mutan oleh robot-robot raksasa
ciptaan Robert Kelly bernama Sentinel. Kisah film X-Men Days of Future Past tak jauh beda dengan
komiknya, hanya tokoh utamanya diganti menjadi Wolverine (masih
diperankan Hugh Jackman) yang sudah menjadi "wajah" X-Men di layar
lebar.
Alkisah, pada 2023, ratusan hingga ribuan robot raksasa bernama Sentinel ditugaskan untuk menjaga keamanan dunia dari mutan. Mutan dianggap sebagai ancaman sehingga mereka pun dibasmi hingga mereka jadi makhluk langka. Parahnya, manusia-manusia pun dihabisi misalkan secara genetis mereka diprediksi akan memiliki anak seorang mutan.
Para Sentinel itu ternyata tidak ada dengan sendirinya. Keberadaan Sentinel di 2023 adalah hasil dari pembunuhan Bolivar Trask (Peter Dinklage), pencipta Sentinel, oleh mutan Raven "Mystique" Darkholme (Jennifer Lawrence) pada tahun 1973. Mystique menganggap Bolivar patut dibunuh karena Sentinel-nya didesain untuk mencari dan membunuh mutan. Sayang, perhitungan Mystique salah, pembunuhan Bolivar justru membuat pemerintah Amerika Serikat mendanai penuh program Sentinel hingga tahun 2023.
Untuk mencegah Sentinel ada di masa depan, Professor Charles 'X' Xavier (Patrick Stewart) dan Erik "Magneto" Lensher (Ian McKellen) menugaskan Kitty "Shadowcat" Pryde (Ellen Page) untuk mengirim kesadaran Wolverine ke tahun 70-an. Tujuannya, untuk mencegah pembunuhan Bolivar. Wolverine dipilih karena secara fisik dirinya mampu menahan efek dari pengiriman kesadaran ke masa lalu.
Ternyata, mencegah Mystique untuk membunuh Bolivar bukan perkara mudah bagi Wolverine. Profesor X muda (James McAvoy) yang ia harapkan untuk membantu ogah-ogahan sampai harus dipaksa. Magneto muda (Michael Fassbender) juga sama saja, bukannya membantu ia malah punya agenda-agenda sendiri yang tak jauh dari menyiksa manusia. Mystique apa lagi, keras kepala dan tutup telinga meski sudah diperingatkan bahwa rencananya membunuh Bolivar akan membawa efek buruk.
Alkisah, pada 2023, ratusan hingga ribuan robot raksasa bernama Sentinel ditugaskan untuk menjaga keamanan dunia dari mutan. Mutan dianggap sebagai ancaman sehingga mereka pun dibasmi hingga mereka jadi makhluk langka. Parahnya, manusia-manusia pun dihabisi misalkan secara genetis mereka diprediksi akan memiliki anak seorang mutan.
Para Sentinel itu ternyata tidak ada dengan sendirinya. Keberadaan Sentinel di 2023 adalah hasil dari pembunuhan Bolivar Trask (Peter Dinklage), pencipta Sentinel, oleh mutan Raven "Mystique" Darkholme (Jennifer Lawrence) pada tahun 1973. Mystique menganggap Bolivar patut dibunuh karena Sentinel-nya didesain untuk mencari dan membunuh mutan. Sayang, perhitungan Mystique salah, pembunuhan Bolivar justru membuat pemerintah Amerika Serikat mendanai penuh program Sentinel hingga tahun 2023.
Untuk mencegah Sentinel ada di masa depan, Professor Charles 'X' Xavier (Patrick Stewart) dan Erik "Magneto" Lensher (Ian McKellen) menugaskan Kitty "Shadowcat" Pryde (Ellen Page) untuk mengirim kesadaran Wolverine ke tahun 70-an. Tujuannya, untuk mencegah pembunuhan Bolivar. Wolverine dipilih karena secara fisik dirinya mampu menahan efek dari pengiriman kesadaran ke masa lalu.
Ternyata, mencegah Mystique untuk membunuh Bolivar bukan perkara mudah bagi Wolverine. Profesor X muda (James McAvoy) yang ia harapkan untuk membantu ogah-ogahan sampai harus dipaksa. Magneto muda (Michael Fassbender) juga sama saja, bukannya membantu ia malah punya agenda-agenda sendiri yang tak jauh dari menyiksa manusia. Mystique apa lagi, keras kepala dan tutup telinga meski sudah diperingatkan bahwa rencananya membunuh Bolivar akan membawa efek buruk.
Biar tidak penasaran tonton langsung filmnya yuk.
Entertainment - Movie
Langganan:
Postingan (Atom)








