Lokalzone - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Buleleng hari ini, Senin (07/04/2014) mulai
mendistribusikan logistik Pemilu untuk pelaksanaan Pemilihan Legislatif
yang akan berlangsung pada hari Rabu (9/04/2014) lusa.
Walau sempat tertunda lantaran keterlambatan kedatangan segel pendistribusian logistik hari ini yang menyasar wilayah Kecamatan Tejakula, Kubutambahan, Sukasada, Busungbiu, dan Seririt dapat berlangsung dengan pengamanan dan pengawalan ketat dari pihak Kepolisian yang dipimpin langsung oleh Kapolres Buleleng AKBP Beny Arjanto, SiK seusai memberikan pembekalan kepada personil yang melakukanan pengamanan TPS.
Sedangkan empat kecamatan lainnya akan didistribusikan besok, walau waktunya cukup mepet KPU tetap optimis semua sudah siap digunakan pada hari H nanti. "Untuk pengangkutan logistik kami sudah menyiapkan sejumlah armada, kami yakin pada hari H-1 (besok) pendistribusian bisa tuntas," papar Luh Putu Sri Widyastini selaku anggota KPU Kabupaten Buleleng.
pihaknya juga memberikan apresiasi kepada pihak Kepolisian yang dengan sigap melakukan pengamanan dan pengawalan pendistribusian logistik pemilu sebagai wujud kerja sama yang telah dilakukan dari KPU Pusat dan Kepolisian RI hingga ke daerah-daerah.
Buleleng - Politik
Lokalzone - Tidak mau underestimate dalam mengawal perhelatan pemilu dimana dua hari lagi akan diadakan pencoblosan / pemungutan suara Pileg 2014, Kapolres Buleleng AKBP Beny Arjanto, SiK memberikan sejumlah pembekalan tambahan kepada personil yang akan melakukan pengamanan TPS di Gedung Kesenian Gde Manik, Senin (07/04/2014).
Untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat yang nantinya akan melakukan pencoblosan di 1.374 TPS, Beni arjanto meminta kepada seluruh personil yang nantinya ditugaskan di TPS agar memahami apa yang menjadi tugas dan tanggungjawabnya, memahami mekanisme pelaporan dengan cepat dan dapat bertindak tegas sesuai dengan protap yang ada.
"Kita bisa melakukan tembak ditempat tentunya sesuai dengan prosedur / protap, tindakan tegas akan kami lakukan jika ada hal-hal yang dapat mengancam situasi kamtibmas di Buleleng," ungkap Beny Arjanto ketika dikonfismasi di sela-sela kegiatan tersebut.
Dalam tahap pemungutan suara, sedikitnya Polres Buleleng akan mengerahkan 1000 orang lebih personilnya. 645 personil secara langsung mengamankan TPS dimana hari ini sudah melakukan pergeseran pasukan (serpas) ke TPS yang tersebar di pelosok Buleleng termasuk 1 TPS Khusus di Lembaga
Pemasyarakatan Klas II-B Singaraja, sedangkan sisanya dengan di back up Brimop maupun Dalmas Polda Bali akan disiagakan di Mako.
Polisi dalam melakukan pengamanan di sejumlah TPS membagi dua, pola aman dan pola rawan. TPS aman 1 orang akan memantau 5 TPS sedangkan yang rawan 1 orang akan mengawasi 2 TPS. walau terdapat dua pembagian tingkat kerawanan TPS, Beny Arjanto sepertinya tidak mau underestimate dan menganggap semua daerah di Buleleng rawan. "Titik rawan, semua kecamatan di Buleleng rawan jadi kita amankan semuannya," ungkap Beny.
Buleleng
Lokalzone - Panwas Kabupaten Buleleng, minggu
(6/4/2014) melakukan pendampingi dalam penanganan kasus politik uang
atau money politik di Desa Kaliasem Kecamatan Banjar.
Dari hasil klarifikasi itu diketahui uang
dan kartu nama serta contoh surat suara itu didapat dari Ida Bagus Artha
Wibawa alias Wawan.
Ketua Panwaslu Buleleng Ketut Ariyani
ditemui di Sekretariat Panwascam Banjar mengatakan, klarifikasi baik
terhadap pelapor, terlapor dan juga saksi sudah dilakukan, “Panwaslu
kabupaten Buleleng belum bisa memastikan apakah dugaan money politik
tersebut masuk keranah pidana. Panwaslu, kami ada waktu lima hari sejak
pelaporan untuk melakukan klarifikasi. Nah ini kami selesaikan dulu
klarifikasinya,” papar Ariani.
Meski demikian, Ariyani tidak membantah
jika keterangan dari beberapa orang yang telah diklarifikasi Panwaslu,
membenarkan adanya praktik pembagian uang terhadap keluarga itu. Bahkan
Panwas melakukan pertemuan dengan Tim Gakkumdu untuk menuntaskan dugaan
money politik tersebut. (bru)
Buleleng - Politik
Lokalzone - Ingin menikmati malam di warung remang-remang, tiga orang dikeroyok sejumlah orang tak dikenal dengan bersenjatakan sajam hingga terpaksa dilarikan ke UGD.
Berdasarkan informasi yang ada, kejadian tersebut bermula ketika ketiga orang tersebut Kadek Suriawan (27), Gusti Kadek Agus Adnyana alias Kojek (31), Made Astawa (57) menerima telpon dari temannya yang mengajaknya minum di warung milik Kadek Sedana alias Boneng di Desa Pegadungan, Kecamatan Sukasada.
Baru saja sampai disana, tiba-tiba datang segerombolan orang berjumlah enam orang dengan membawa senjata tajam berupa pedang, golok dan pisau dapur tanpa banyak kata langsung menyerang ketiga orang tersebut.
Akibat kejadian tersebut Kadek Suriawan mengalami luka robek pada bagian kepala belakang, Kojek mengalami luka pada telujuk jari tengah sedangkan Made Astawa mengalami luka robek pada dahi.
"Kami masih melakukan penyelidikan dan memeriksa sejumlah saksi, sementara ini ketiganya dirawat di RSUD Buleleng karena luka akibat benda tajam," ungkap Agus Widarma Putra selaku Kasubbag Humas Polres Buleleng, Jumat (04/04/2014) di Mapolres Buleleng.
Buleleng - Penganiayaan
Lokalzone - Subak adalah warisan leluhur kita sebagai masyarakat Bali yang kita warisi hingga saat ini Subak juga dikenal dimanca Negara sebagai sistim pembagian air dalam Pola pertanian di Bali yang saat ini Subak di Bali sudah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Dunia.
Dengan berkembangnya jaman dan situasi dalam kehidupan social diMasyarakat sehingga lahirlah Subak Abian yaitu Subak tidak hanya dipertanian yang menyangkut pengairan disawah juga perkumpulan petani kebun menjadi Subak sehingga pada tanggal 22 April 1991 lahirlah Subak Abian Sangkanbhogana di Desa Nagasepaha, Kecamatan dan Kabupaten Buleleng.
Subak Abian sangkan bhogana Desa Nagasepaha dengan jumlah anggotanya sebanyak 46 orang dengan luas garapan sekitar 45 Ha dengan batas-batas sebelah Timur Desa Pegadungan, sebelah selatan Desa Padangbulia, sebelah Barat Desa Padangbulia, dan di sebelah utaranya Desa Petandakan.
Struktur organisasi Subak Abian Sangkanbhogana Desa Nagasepaha :
- Pelindung : Kelian Desa Adat Nagasepaha (I Gusti Ngurah Supena)
- Pemangku : I Ketut Redana
- Kelian Subak Abian : I Putu Sumardika
- Sekretaris : I Gede Ardika
- Bendahara : I Nyoman Subaya
Profil
Langganan:
Postingan (Atom)










