Lokalzone - Dua kasus pencurian terjadi selama dua hari ini, hal ini tergolong aksi nekat pasalnya terjadi pada siang bolong terlebih saat ini Jajaran Polres Buleleng sedang melaksanakan operasi curat-curas yang menyasar aksi pencurian.
Kejadian yang pertama terjadi di Desa Sangsit, Kecamatan Sawan, Senin (13/01/2014) pada siang bolong sekitar pukul 11.00 wita. Pelaku menyasar rumah I Wayan Sudarma (46) yang saat itu sedang kosong karena pemiliknya sedang kekebun.
Pelaku diketahui masuk dengan merusak gembok bagar dan pintu depan, selanjutnya menjarah barang-barang berupa uang tunai sebanyak Rp 20 Juta, gelang emas, 4 buah jam tangan, HP, serta jaket kulit. Total kerugian diperkirakan mencapai Rp 30.550.000,-
Sedang pencurian kedua terjadi di Desa Kekeran Kecamatan busungbiu, Selasa (14/01/2014) yang diketahui hilang pada pukul 16.30 wita. Uang dan perhiasan berharga milik korban, Ketut Rena (58) yakni uang tunai Rp 2 Juta, 2 buah cicin emas, 2 buah kalung emas, 4 buah gelang emas, dan satu buah liontin emas, dengan perkiraan kerugian total mencapai Rp 20 Juta.
Pelaku diketahui masuk dengan cara merusak kaca jendela lalu mengambil barang-barang yang ada di kamar korban. Made Namun nahas aksi pencurian tersebut berhasil diendus polisi
sehingga pelaku yang diketahui bernama Gede Sugiarta (33) masih menjalani pemeriksaan di
Mapolsek Busungbiu.
"Dua hari ini ada dua kasus pencurian yang satu di Sangsit dan di Busungbiu, tapi pelaku GS yang di Busungbiu sudah kita amankan dan masih menjalani pemeriksaan di Polsek Busungbiu", papar Kasubbag Humas AKP Made Mustiada, Rabu (15/01/2014) di Mapolres Buleleng.
Buleleng - Pencurian
Lokalzone - Pemeriksaan secara intensif yang
dilakukan Unit Reskrim Polsek Banjar selasa (14/1/2014) malam terhadap I
Komang Duta Artawan (38) bersama istrinya I Gusti Sri Ekawati (34),
warga Dusun Beji Desa Munduk Kecamatan Banjar sebagai penjual arak
akhirnya mengungkap distribusi arak oplosan maut itu, bahkan polisi
langsung mengamankan Komang Sugita (41) Dusun Taman Desa Bestala
Kecamatan Seririt sebagai pengoplos arak.
“Untuk sementara penjual arak diamankan
di Polsek Banjar, dan setelah dikembangkan kearah pengoplos miras
berhasil diamankan Komang Sugita dari Dusun Taman Desa Bestala,
diamankan di Polsek Banjar,” ungkap Kapolsek Banjar, Kompol Made Sanjaya
didampingi Kasubbah Humas Polres Buleleng, AKP. Made Mustiada.
Dari lokasi penangkapan, Polsek Banjar
menyita sejumlah barang bukti, diantaranya 300 botol arak dalam botol
air mineral tanggung dan 160 liter dalam 4 jerigen, 5 pipa peyulingan,
sebuah kompor gas, satu tabung gas dan 5 kaleng minyak.
Sementara, hingga tengah malam dua warga
Desa Munduk, Kadek Jona Indrawan (23) dan Putu Wiarma (51) masih
dirawat secara intensif di RSUD Kabupaten Buleleng, sedangkan tiga warga
yang tewas setelah mengkonsumsi arak oplosan itu diantaranya Made Dwi
Adnyana (45) minggu (12/1/2013) di RS Santigraha Seririt, sedangkan
Nyoman Rudi Alam (35) dan Gede Sutha Arjawa (38) tewas selasa dinihari
masing-masing di RS Paramasidhi Singaraja dan RS Santigraha Seririt.
Selain korban tewas dan dua orang yang
dirawat secara intensif juga tercatat di RSUD Kabupaten Buleleng
melakukan pemeriksaan medis, diantaranya, Komang Ari Sarnyana, Made
Sarba, Putu Ardiono, Komang Marlianta, Kadek Widiantara, Gede Ari
Astawan, Putu Meli Adiawan, Nyoman Sutewen, Nyoman Marlianta, Kadek Endi
Ripawan, Gede Widiantara, Nyoman Budiadnya, Putu Edi Wirawan, Made
Suweca, Komang Astina, Putu Rupa, Gede Mudita, Ketut Carik, Putu Wahyu
Diputra, Yorman dan Gede Darma. (bru)
Buleleng - Peristiwa
Lokalzone - Komisi D DPRD kabupaten Buleleng kamis
pagi melakukan inspeksi mendadak sidak ke SMP Negeri 2 sawan, terkait
adanya dugaan pmaksaan pembelian buku kepada para siswa.
Ditengah program pemerintah tentang
sekolah gratis, muncul persoalan terkait dengan adanya dugaan pungutan
kepada siswa. Isu tersebut menimpa SMP negeri 2 sawan. Pihak sekolah
dilaporkan melakukan penjualan buku kepada siswa secara paksa dengan
nilai 93 ribu rupiah. Terkait dengan adanya laporan tersebut, kamis pagi
Komisi D DPRD Buleleng melakukan sidak ke sekolah tersebut. Sidak
dipimpin langsung Ketua Komisi D Gede Ardika, beserta beberapa
anggotanya diantaranya Turkini, Wayan Sumadra, Hj Fatul dan lainnya.
Kedatangan para wakil rakyat itu diterima
oleh Kepala SMP Negeri 2 Sawan, Ketut Sumerta bersama para guru. Dalam
pertemuan itu, terungkap jika Komisi D menerima laporan dari masyarakat,
jika para guru di SMPN 2 Sawan memaksa para siswanya membeli sejumlah
buku. Karena ada unsure paksaan itu, orang tua murid setempat disebutkan
resah. Apalagi, situasi itu, dianggap tidak sejalan dengan program
pemerintah berupa pemberian bantuan operasional sekolah BOS.
Kasek Sumerta membantah ada penjualan
buku, apalagi dengan pemaksaan. Ia mengatakan, pihaknya hanya menawarkan
kepada pihak siswa untuk memiliki LKS. Baginya, LKS itu sangat penting
untuk mendukung pemahaman dan penguasaan materi dari setiap mata
pelajaran yang diberikan.
“Kami luruskan tidak ada pemaksaan, kalau memang siswa ingin membeli
satu atau dua biji LKS silakan, kalau tidak beli pun kami tidak
persoalkan,” tegasnya.
Sementara, setelah mendapat penjelasan,
Ketua Komisi D DPRD Buleleng Gede Ardina mengaku akan mengadakan
pertemuan dengan pihak terkait terutama Dinas Pendidikan, Buleleng.
“Nanti kita akan koordinasikan, apakah mungkin LKS itu digratiskan
atau seperti apa. Sehingga ada pemahaman yang sama, dan masalah ini
tidak lagi menjadi isu yang kurang baik,” tandas Ketua Komisi, Gede
Ardika. (bru)
Buleleng
Lokalzone - Musibah angin puttingbeliung di Desa
Pelapuan Kecamatan Busungbiu menimpa Merajan Bujangga Wisnawa dan sebuah
Merajan keluarga hingga mengalami rusak parah, bahkan kerugian yang
dialami dua korban, Gede Putu Adiatama (73) dan Wayan Model (55)
mencapai 50 juta rupiah lebih.
Berdasarkan informasi yang dikumpulkan
hingga Kamis (9/1/2014) menyebutkan, angin kencang dengan putaran yang
keras itu mengakibatkan kerusakan pada bangunan piasan merajan dadia
Bujangga Wisnawa hingga menyebabkan kerugian mencapai 50 juta rupiah,
selain itu angin juga merusak pelinggih kemulan rong telu hingga roboh.
“Kejadiannya kemarin sore itu. Tadi pagi
staff saya sudah ke Pelapuan mengecek seberapa parah kerusakannya.
Kebetulan sore kemarin di Busungbiu ini memang hujan lebat. Nanti sore
kami akan teruskan laporannya ke BPBD,” ungkap Camat Busungbiu Made
Sudama Diana.
Sementara, hingga sore, dari musibah
yang terjadi Rabu sore itu belum dilakukan penanganan pihak-pihak
terkait, BPBD Kabupaten Buleleng sendiri belum menerima laporan
terjadinya bencana alam angin putingbeliung di Desa Pelapuan. (bru)
Buleleng - Peristiwa
Lokalzone - Nasib apes dialami oleh seorang mahasiswa yang nyambi bekerja sebagai seorang pencuri ini, pasalnya Polisi berhasil mengendus jejak kasus pencurian laptop yang terjadi pada hari Sabtu, (04/01/2014) lalu yang disertai penangkapan secara paksa.
Berdasarkan informasi dari Kasubbag Humas Polres Buleleng AKP Made Mustiada Kamis, (09/01/2014) diketahui Aan Setiawan Dwi Widodo alias Aan (18) ditangkap dirumahnya berdasarkan penyelidikan dari Unit Reskrim Polres Buleleng terkait pembobolan rumah kost Ketut Ardika di Jalan Leli, Kelurahan Kaliuntu dan membawa seperangkat laptop.
"Berdasarkan penyelidikan dari Unit Reskrim, pelaku Aan ditangkap di rumah kostnya beserta seperangkat laptop yang dicurinya di Jalan Leli", ungkap Made Mustiada.
Sedang dari pelaku Aan sendiri ketika ditannyakan mengenai pencurian tersebut mengakui perbuatannya dengan memaparkan caranya masuk ke kost korban dengan murusak jendela agar dapat masuk kekamar kost tersebut.
Akibat perbuatannya tersebut pelaku kini dijerat dengan pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara.
Buleleng
Langganan:
Postingan (Atom)










