Buleleng, lokalzone - Untuk pertama kalinya di Bali, Pilkada hanya diikuti calon tunggal, yakni Pilkada Buleleng 2017.
Pasangan pertahanan, Putu Agus Suradnyana-Nyoman Sutjidra (PASS) yang diusung PDIP dan NasDem akan melawan kotak kosong.
Calon tunggal ini membuat KPU Buleleng dan Bali bingung dalam sosialisasi, khususnya terkait pemasangan alat peraga kampanye.
Sesuai UU No 10 Tahun 2016 tentang Pilkada, PKPU No 43 Tahun 2016 dan No 44 Tahun 2016, pembuatan dan pemasangan alat peraga kampanye difasilitasi oleh KPU.
“Pembuatan alat peraga telah diatur dalam UU, PKPU dan keputusan KPU No 43 dan 44 Tahun 2016. Mengenai hal itu (calon tunggal) belum ada pengalaman kami di Bali,” ujar Ketua KPU Bali, Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi, Senin (31/10/2016).
Untuk itu, KPU Bali akan mendalami berbagai regulasi serta melakukan konsultasi dengan KPU RI.
“Nanti akan di dalami regulasinya dan jika perlu dikonsultasikan ke KPU RI,” jelas Raka Sandi.
Raka Sandi menambahkan, pihaknya juga akan menanyakan ke KPU RI tentang format dan teknis sosialisasi Pilkada calon tunggal.
“Saat ini masih dalam proses, termasuk bagaimana format dan teknis sosialisasi surat suaranya. Jika sudah fix tentu KPU Buleleng akan segera melakukan sosialisasi,” paparnya.
Dikonfirmasi terpisah, Ketua KPU Buleleng, Gede Suardana mengatakan, pihaknya tetap akan mengelola anggaran Rp 40,2 miliar seperti yang telah ditetapkan Pemkab Buleleng.
Meski, Pilkada hanya diikuti satu pasangan dan terjadi penundaan tahapan.
“Tidak ada pengaruh, dengan mundurnya jadwal kampanye tidak berpengaruh dalam penggunaan anggaran. Karena tetap saja KPU akan memfasilitasi untuk membuat APK (alat peraga kampanye) untuk pasangan calon,” ujarnya.
“Anggaran Pilkada Buleleng Rp 40,2 miliar, ya selama Pilkada lanjut ya tetap aja penggunaannya. Berapa yang tersisa ya akan dikembalikan kepada pemerintah daerah lagi,” tandasnya
Pasangan pertahanan, Putu Agus Suradnyana-Nyoman Sutjidra (PASS) yang diusung PDIP dan NasDem akan melawan kotak kosong.
Calon tunggal ini membuat KPU Buleleng dan Bali bingung dalam sosialisasi, khususnya terkait pemasangan alat peraga kampanye.
Sesuai UU No 10 Tahun 2016 tentang Pilkada, PKPU No 43 Tahun 2016 dan No 44 Tahun 2016, pembuatan dan pemasangan alat peraga kampanye difasilitasi oleh KPU.
“Pembuatan alat peraga telah diatur dalam UU, PKPU dan keputusan KPU No 43 dan 44 Tahun 2016. Mengenai hal itu (calon tunggal) belum ada pengalaman kami di Bali,” ujar Ketua KPU Bali, Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi, Senin (31/10/2016).
Untuk itu, KPU Bali akan mendalami berbagai regulasi serta melakukan konsultasi dengan KPU RI.
“Nanti akan di dalami regulasinya dan jika perlu dikonsultasikan ke KPU RI,” jelas Raka Sandi.
Raka Sandi menambahkan, pihaknya juga akan menanyakan ke KPU RI tentang format dan teknis sosialisasi Pilkada calon tunggal.
“Saat ini masih dalam proses, termasuk bagaimana format dan teknis sosialisasi surat suaranya. Jika sudah fix tentu KPU Buleleng akan segera melakukan sosialisasi,” paparnya.
Dikonfirmasi terpisah, Ketua KPU Buleleng, Gede Suardana mengatakan, pihaknya tetap akan mengelola anggaran Rp 40,2 miliar seperti yang telah ditetapkan Pemkab Buleleng.
Meski, Pilkada hanya diikuti satu pasangan dan terjadi penundaan tahapan.
“Tidak ada pengaruh, dengan mundurnya jadwal kampanye tidak berpengaruh dalam penggunaan anggaran. Karena tetap saja KPU akan memfasilitasi untuk membuat APK (alat peraga kampanye) untuk pasangan calon,” ujarnya.
“Anggaran Pilkada Buleleng Rp 40,2 miliar, ya selama Pilkada lanjut ya tetap aja penggunaannya. Berapa yang tersisa ya akan dikembalikan kepada pemerintah daerah lagi,” tandasnya
Buleleng - Pilkada
Lokalzone - Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno berkampanye di Yayasan dan Pondok Pesantren, Nurul Jannah Al- Islamy. Di hadapan warga yang kebanyakan ibu-ibu, Sandiaga membuat slogan untuk mengingat program-programnya.
"Kalau pilih saya, dompet keisi, perut kenyang, kepala cerdas," kata Sandiaga di Pesantren Nurul Jannah Al Islamy, Jl Koang 2, Pegadungan, Kalideres, Jakarta Barat Selasa (1/10/2016).
Slogan itu diulangi secara bersama-sama oleh puluhan peserta yang hadir. Para ibu-ibu mengucapkannya diselingi tawa ceria.
"Dompet terisi, perut kenyang, kepala cerdas," kata ibu-ibu bersama-sama
"Kalau pilih saya, dompet keisi, perut kenyang, kepala cerdas," kata Sandiaga di Pesantren Nurul Jannah Al Islamy, Jl Koang 2, Pegadungan, Kalideres, Jakarta Barat Selasa (1/10/2016).
Slogan itu diulangi secara bersama-sama oleh puluhan peserta yang hadir. Para ibu-ibu mengucapkannya diselingi tawa ceria.
"Dompet terisi, perut kenyang, kepala cerdas," kata ibu-ibu bersama-sama
Di hadapan peserta pula, Sandiaga menyampaikan permohonan maaf atas keterlambatannya. Pasangan dari calon gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan itu dijadwalkan datang ke pesantren pada pukul 09.00 WIB, namun baru tiba pada pukul 10.45 WIB.
"Tadi melayat ke ayahnya Erick Thohir, yang bersama dengan saya berjanji membangun stadion BMW. Meninggal ayahnya. Sehingga saya mohon maaf. Tanpa mengurangi rasa hormat," kata Sandiaga
"Tadi melayat ke ayahnya Erick Thohir, yang bersama dengan saya berjanji membangun stadion BMW. Meninggal ayahnya. Sehingga saya mohon maaf. Tanpa mengurangi rasa hormat," kata Sandiaga
Nasional - Pilkada
Lokalzone - Rombongan pasangan calon Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) - Djarot Saiful Hidayat melintas dengan mobil yang telah dihias di Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat. Selain ada mobil hias yang ditumpangi Ahok dan Djarot, ada pula barisan Metromini dan Kopaja.
Pantauan di lokasi, Sabtu (29/17/2016), tampak rombongan melintas dengan kecepatan rendah. Ahok dan Djarot melambaikan tangan kepada para pendukung yang sudah berdiri di lokasi, serta warga yang melintas.
Pantauan di lokasi, Sabtu (29/17/2016), tampak rombongan melintas dengan kecepatan rendah. Ahok dan Djarot melambaikan tangan kepada para pendukung yang sudah berdiri di lokasi, serta warga yang melintas.
"Salam dua jari, jangan lupa pilih Basuki-Djarot," teriak para pendukung menyanyikan yel-yel yang mirip lagu kampanye Jokowi-JK saat Pilpres 2014.
Para pendukung yang menyanyikan yel-yel itu menumpang di Metromini dan Kopaja. Ada 7 Metromini dan 3 Kopaja yang digunakan, semuanya dipasangi spanduk dukungan untuk Ahok-Djarot.
Selain itu ada pula iring-iringan mobil ambulans berlogo PDIP mengikuti di belakangnya. Sementara itu lalu lintas di Jl MH Thamrin relatif kondusif dengan pengguna jalan dialihkan ke jalur lambat.
Nasional - Pilkada
Lokalzone - Cagub DKI Jakarta Anies Baswedan mengajak anak muda untuk aktif dan memainkan peran untuk masa depan. Salah satunya adalah dengan ikut memilih di gelaran Pilgub DKI 2017.
"Anak muda jangan diam. Anak muda harus aktif. Aktiflah, membantu pilihlan calon, terlibatlah dalam proses politik dan anak-anak muda bisa mengatakan ini. Pada saat Jakarta menentukan pilihan tahun 2017, saya harus tidak tinggal diam, saya harus ikut membantu," kata Anies di Pasar Tebet Barat, Jakarta Selatan, Jumat (28/10/2016).
Menurut Anies, anak muda harus siap meningkatkan kompetensi. Bila nanti terpilih jadi gubernur, mantan Mendikbud ini berjanji akan memberi banyak ruang untuk anak muda berkreasi.
"Kalau anak-anak muda selalu kita garis bawahi, ruang ekspresi akan ditambah, dan ruang ekspresi itu buat kegiatan olahraga dan kegiatan seni, kebudayaan. Kemudian tempat-tempat yang biasa dipakai untuk ekspresi anak muda di swasta ada mal. Kita ingin justru tempat fasilitas publik bisa dipakai untuk kegiatan anak-anak muda," paparnya.
Terkait hari Sumpah Pemuda, Anies mengajak masyarakat bersatu lewat bahasa persatuan. Sebagai contoh, orang Sunda tetap berbahasa Sunda tetapi bisa Bahasa Indonesia dan berkomunikasi dengan siapa saja. Orang Jawa berbahasa Jawa dan bisa Bahasa Indonesia untuk komunikasi dengan siapa saja.
"Bahasa persatuan yang satu tadi itu membuat tenun kebangsaan kita kuat. Etnis boleh apa saja. Bahasa asli boleh apa saja. Tetapi semua bisa bahasa persatuan. Itu adalah perekat kebangsaan. Hari ini kita rayakan. Dan kita ke depan harus menjaga. Menjaga agar persatuan itu makin kuat," ungkap Anies.
"Anak muda jangan diam. Anak muda harus aktif. Aktiflah, membantu pilihlan calon, terlibatlah dalam proses politik dan anak-anak muda bisa mengatakan ini. Pada saat Jakarta menentukan pilihan tahun 2017, saya harus tidak tinggal diam, saya harus ikut membantu," kata Anies di Pasar Tebet Barat, Jakarta Selatan, Jumat (28/10/2016).
Menurut Anies, anak muda harus siap meningkatkan kompetensi. Bila nanti terpilih jadi gubernur, mantan Mendikbud ini berjanji akan memberi banyak ruang untuk anak muda berkreasi.
"Kalau anak-anak muda selalu kita garis bawahi, ruang ekspresi akan ditambah, dan ruang ekspresi itu buat kegiatan olahraga dan kegiatan seni, kebudayaan. Kemudian tempat-tempat yang biasa dipakai untuk ekspresi anak muda di swasta ada mal. Kita ingin justru tempat fasilitas publik bisa dipakai untuk kegiatan anak-anak muda," paparnya.
Terkait hari Sumpah Pemuda, Anies mengajak masyarakat bersatu lewat bahasa persatuan. Sebagai contoh, orang Sunda tetap berbahasa Sunda tetapi bisa Bahasa Indonesia dan berkomunikasi dengan siapa saja. Orang Jawa berbahasa Jawa dan bisa Bahasa Indonesia untuk komunikasi dengan siapa saja.
"Bahasa persatuan yang satu tadi itu membuat tenun kebangsaan kita kuat. Etnis boleh apa saja. Bahasa asli boleh apa saja. Tetapi semua bisa bahasa persatuan. Itu adalah perekat kebangsaan. Hari ini kita rayakan. Dan kita ke depan harus menjaga. Menjaga agar persatuan itu makin kuat," ungkap Anies.
Nasional - Pilkada
Lokalzone - Sebelum kampanye pemilihan gubernur DKI Jakarta dimulai, Anies Baswedan hari ini kembali ke Yogyakarta. Anies pulang ke rumah ibunya di Jl Kaliurang Km 5,5, Sleman untuk bertemu dengan ibunya untuk meminta restu.
"Saya ke Yogya, karena besok sudah mulai masa kampanye di Jakarta. Hari terakhir sebelum masa kampanye, saya perlu kembali ke Yogya untuk mengunjungi ibu. Saya pulang ke rumah untuk minta doa restu pada ibu," kata Anies kepada wartawan seusai nyekar di makam Pangsar Jenderal Sudirman di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kusumanegara, Yogyakarta, Kamis (27/10/2016).
Anies mengatakan dirinya juga datang ke makam Pangsar Jenderal Sudirman karena keteladanannya saat berjuang. Bagi Anies sendiri, TMP Kusumanegara adalah tempat yang tidak asing. Saat bersekolah di Yogyakarta mulai dari SD, SMP dan SMA, dia sering menggelar berbagai kegiatan di TMP Kusumanegara di Semaki.
"Saya perlu datang ke sini. Beliau adalah seorang guru yang kemudian memilih meneruskan perjuangan bukan lewat jalur pendidik tapi militer saat pergerakan perlawanan pasca proklmasi," kata mantan Ketua Senat Mahasiswa UGM itu.
Menurut dia, kepemimpinan Sudirman saat itu adalah orang yang sopan, hormat kepada orang lain, halus tutur katanya dan bersahaja namun tegas.
"Beliau orang yang bersahaja dan bisa menjadi inspirasi kita semua. Kalau dilihat background beliau adalah seorang pendidik," katanya.
Anies kemudian menceritakan bila keluarga Sudirman punya hubungan dekat dengan keluarga AR Baswedan kakeknya. Ibu Sudirman adalah teman neneknya selama tinggal di Yogyakarta.
"Pak Dirman dan kakek sama-sama pejuang. Pak Dirman wafat di usai muda, tapi persahabatan Bu Dirman dengan nenek terus berjalan. Usia mereka tidak jauh selisihnya. Saya ingat beberapa kali mengantar nenek ke rumah Bu Dirman," tutur Anies.
"Saya ke Yogya, karena besok sudah mulai masa kampanye di Jakarta. Hari terakhir sebelum masa kampanye, saya perlu kembali ke Yogya untuk mengunjungi ibu. Saya pulang ke rumah untuk minta doa restu pada ibu," kata Anies kepada wartawan seusai nyekar di makam Pangsar Jenderal Sudirman di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kusumanegara, Yogyakarta, Kamis (27/10/2016).
Anies mengatakan dirinya juga datang ke makam Pangsar Jenderal Sudirman karena keteladanannya saat berjuang. Bagi Anies sendiri, TMP Kusumanegara adalah tempat yang tidak asing. Saat bersekolah di Yogyakarta mulai dari SD, SMP dan SMA, dia sering menggelar berbagai kegiatan di TMP Kusumanegara di Semaki.
"Saya perlu datang ke sini. Beliau adalah seorang guru yang kemudian memilih meneruskan perjuangan bukan lewat jalur pendidik tapi militer saat pergerakan perlawanan pasca proklmasi," kata mantan Ketua Senat Mahasiswa UGM itu.
Menurut dia, kepemimpinan Sudirman saat itu adalah orang yang sopan, hormat kepada orang lain, halus tutur katanya dan bersahaja namun tegas.
"Beliau orang yang bersahaja dan bisa menjadi inspirasi kita semua. Kalau dilihat background beliau adalah seorang pendidik," katanya.
Anies kemudian menceritakan bila keluarga Sudirman punya hubungan dekat dengan keluarga AR Baswedan kakeknya. Ibu Sudirman adalah teman neneknya selama tinggal di Yogyakarta.
"Pak Dirman dan kakek sama-sama pejuang. Pak Dirman wafat di usai muda, tapi persahabatan Bu Dirman dengan nenek terus berjalan. Usia mereka tidak jauh selisihnya. Saya ingat beberapa kali mengantar nenek ke rumah Bu Dirman," tutur Anies.
Nasional - Pilkada
Lokalzone - Bakal cagub Anies Baswedan menyoroti kurangnya pembangunan seni budaya di Jakarta. Menurut mantan Mendikbud ini, Jakarta terlalu banyak pembangunan fisik tanpa menghiraukan pembangunan kebudayaan.
"Jakarta ini adalah kota dengan sejarah. Selama ini dibangun seakan-akan dibangun di tanah kosong. Ini beda dengan Doha, Abu Dhabi, hamparan tanah kosong di Serpong, di mana ada lahan begitu luas lantas dibangun kota. Jakarta adalah sejarah yang harus ditampillkan di dalam pembangunan ini," ujar Anies di Balai Budaya, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (22/10/2016). Sebelumnya bakal cawagub Sylviana Murni datang ke tempat ini.
Anies menjanjikan akan memberi ruang untuk melestarikan dan memperkuat budaya Betawi di DKI. Program pengembangan seni dan kebudayaan akan jadi prioritas.
"Menurut kami Jakarta lebih banyak pembangunan fisiknya, seni kebudayaannya kurang. Jika dibangun itu, maka akan lebih banyak maknanya. Kerja itu penting. Sebelum kerja ada kata kata, sebelum kata kata ada gagasan. Gagasan adalah arah, kata-kata itu makna, dan kerja adalah realisasi," ujarnya.
Anies juga bicara soal PKL di Jakarta. Jika para PKL diajak bicara, Anies meyakini Jakarta bisa ditata lebih artistik.
"Bayangkan jika PKL tidak dipandang sebagai masalah, tapi sebagai ladang artistik. Tempat mereka jualan itu dijadikan tempat artistik. Kampung-kampung jangan digusur tapi dilukis. Undang seniman, lukis kampung-kampung. Kampung dapat menjadi tempat yang mendadak banyak dikunjungi, menjadi indah," papar Anies.
"Ekspresi budaya itu tidak hanya di galeri, tapi di keseharian. Dan ini bisa di Jakarta. Tidak ada sumber daya seperti di Jakarta, sumber moneteri, manusia dan akses, tidak ada seperti di Jakarta," imbuhnya.
"Jakarta ini adalah kota dengan sejarah. Selama ini dibangun seakan-akan dibangun di tanah kosong. Ini beda dengan Doha, Abu Dhabi, hamparan tanah kosong di Serpong, di mana ada lahan begitu luas lantas dibangun kota. Jakarta adalah sejarah yang harus ditampillkan di dalam pembangunan ini," ujar Anies di Balai Budaya, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (22/10/2016). Sebelumnya bakal cawagub Sylviana Murni datang ke tempat ini.
Anies menjanjikan akan memberi ruang untuk melestarikan dan memperkuat budaya Betawi di DKI. Program pengembangan seni dan kebudayaan akan jadi prioritas.
"Menurut kami Jakarta lebih banyak pembangunan fisiknya, seni kebudayaannya kurang. Jika dibangun itu, maka akan lebih banyak maknanya. Kerja itu penting. Sebelum kerja ada kata kata, sebelum kata kata ada gagasan. Gagasan adalah arah, kata-kata itu makna, dan kerja adalah realisasi," ujarnya.
Anies juga bicara soal PKL di Jakarta. Jika para PKL diajak bicara, Anies meyakini Jakarta bisa ditata lebih artistik.
"Bayangkan jika PKL tidak dipandang sebagai masalah, tapi sebagai ladang artistik. Tempat mereka jualan itu dijadikan tempat artistik. Kampung-kampung jangan digusur tapi dilukis. Undang seniman, lukis kampung-kampung. Kampung dapat menjadi tempat yang mendadak banyak dikunjungi, menjadi indah," papar Anies.
"Ekspresi budaya itu tidak hanya di galeri, tapi di keseharian. Dan ini bisa di Jakarta. Tidak ada sumber daya seperti di Jakarta, sumber moneteri, manusia dan akses, tidak ada seperti di Jakarta," imbuhnya.
Nasional - Pilkada
Lokalzone - Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI menerima bantuan 400 unit komputer untuk penyelenggaraan Pilkada DKI. Ketua KPU DKI Sumarno menegaskan bahwa komputer tersebut merupakan fasilitas dari Pemprov DKI dan bukan dari swasta.
"Ya itu memang ada kesalahpahaman dan kemudian berkembang, katanya KPU menerima hibah 400 unit komputer dari PT Sampoerna. Itu semua tidak benar ya," tegas Ketua KPUD DKI Sumarno kepada wartawan, Selasa (18/10/2016).
Sumarno menerangkan, sesuai Pasal 126 UU Penyelenggaraan Pemilu, KPU berhak mengajukan permohonan fasilitas sarana dan prasarana kepada Pemda DKI untuk mendukung kelancaran Pilkada DKI. Oleh sebab itu, bantuan komputer tersebut sudah sesuai aturan.
"Dan Pemda sudah memberikan fasilitasi itu. Merenovasi gedung termasuk juga KPU sudah menempati gedung yang baru, termasuk juga memberikan bantuan komputer," terang Sumarno.
"Semuanya itu berstatus pinjam pakai. Asetnya itu milik Pemda, jadi KPU tidak menerima sumbangan dari pihak manapun selain dari pihak Pemda DKI," lanjut Sumarno.
Persoalan apakah fasilitas yang diberikan dari Pemda DKI ke KPUD itu adalah dana dari Pemda atau CSR, Sumarno menjawab secara diplomatis.
"Nah itu tanyanya kepada Pemda, KPU kan tinggal menerima dari Pemda, asalnya dari mana itu Pemda yang saya kira punya otoritas untuk menjelaskan," pungkas Sumarno
"Ya itu memang ada kesalahpahaman dan kemudian berkembang, katanya KPU menerima hibah 400 unit komputer dari PT Sampoerna. Itu semua tidak benar ya," tegas Ketua KPUD DKI Sumarno kepada wartawan, Selasa (18/10/2016).
Sumarno menerangkan, sesuai Pasal 126 UU Penyelenggaraan Pemilu, KPU berhak mengajukan permohonan fasilitas sarana dan prasarana kepada Pemda DKI untuk mendukung kelancaran Pilkada DKI. Oleh sebab itu, bantuan komputer tersebut sudah sesuai aturan.
"Dan Pemda sudah memberikan fasilitasi itu. Merenovasi gedung termasuk juga KPU sudah menempati gedung yang baru, termasuk juga memberikan bantuan komputer," terang Sumarno.
"Semuanya itu berstatus pinjam pakai. Asetnya itu milik Pemda, jadi KPU tidak menerima sumbangan dari pihak manapun selain dari pihak Pemda DKI," lanjut Sumarno.
Persoalan apakah fasilitas yang diberikan dari Pemda DKI ke KPUD itu adalah dana dari Pemda atau CSR, Sumarno menjawab secara diplomatis.
"Nah itu tanyanya kepada Pemda, KPU kan tinggal menerima dari Pemda, asalnya dari mana itu Pemda yang saya kira punya otoritas untuk menjelaskan," pungkas Sumarno
Nasional - Pilkada
Langganan:
Postingan (Atom)















