Select Menu
Buah Unggul
Diberdayakan oleh Blogger.

Buleleng

Bali

Teknologi

Lifestyle

Nasional

Videos

LokalZone - Dengan itensitas hujan yang semakin tinggi di kawasan Buleleng, Wakil Bupati dr. I Nyoman Sutjidra, Sp.OG minta kepada warga untuk terus melakukan gerakan reboisasi dengan terus berkordinasi ke Dinas Kehutanan dan Pekebunan Buleleng. Himbauan itu disampaikan Wabup Sutjidra saat blusukan ke Desa Lemukih Kecamatan Sawan, Senin (5/1/2014). 

Dalam blusukannya, Wabup Sutjidra didampingi Kadis PU Ir. Nyoman Suryawan, Inspektur Kabupaten Buleleng, Putu Yasa, SH, Kabag Ekbang Drs. Ketut Suparto, MM, Camat Sawan Gusti Suradnyana dan Perbekel Desa Lemukih, Ketut Budhiarta.

Menurut Sutjidra, jalur Desa Lemukih menuju Desa Galungan dan Desa Sekumpul adalah salah satu daerahj yang memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap bencana banjir dan longsor. “Saya berharap kepada masyarakat mari kita bersama sama menjaga kawasan yang merupakan daerah resapan air dengan menanam kembali pohon diatas lahan yang gundul untuk antisipasi bencana kedepannya” harapnya. Wabup mengaku telah menyiapkan ratusan pohon cemara dan pohon asem yang memiliki akar kuat untuk ditanam dan mampu menyerap air dengan baik. 

Sementara itu, Wabup Sutjidra minta Dinas PU segera membangun drainase pada jalan yang barus saja selesai di hotmix di Banjar Dinas Buah Banjah, Desa Lemukih agar ada saluran air baik dan tidak membahayakan warga yang melintasi jalan tersebut.
-
Lokalzone - Hujan deras menerpa Kabupaten Buleleng, bencana tanah longsor mulai muncul, kemarin sore, Jumat (18/12/2014) sekitar pukul 18.00 wita tanah longsor terjadi di Banjar Dinas Desa Sekumpul, Kec.Sawan akibat air yang meluab dari saluran air kecil dan mengakibatkan akses jalan ke Desa Galungan dan Lemukih lumpuh total. 

Saking banyaknya tanah yang menutup badan jalan upaya penanggulangan yang dilakukan sejumlah warga bersama Badan Penanggulangan Daerah (BPBD), Pemkab Buleleng, TNI dan Polri baru berhasil membuka akses jalan dengan bantuan alat berat, Sabtu (20/12/2014).

Wakil Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra yang memimpin langsung pembersihan longsor mengatakan, antisipasi telah dilakukan dan penanganan sejak malam dilakukan para pemuda di Desa sekumpul, demikian juga masyarakat secara bersama-sama melakukan gotong royong untuk membuka akses jalan. “Terjadi longsor yang menutupi akses jalan dari Desa Bebetin menuju Lemukih dan Galungan, memang daerah ini setiap tahun langanan bencana longsor dan kita sudah ada siaga bencana, jadi sudah dilatih pemuda-pemuda yang siaga bencana, kalau ada bencana mereka turun ikut menanggani, jadi kita pertama ini melakukan penangganan, kita sudah selesaikan, jadi akses jalan ini sudah bisa kita buka dengan bergotong royong dan jalan ini sudah bisa kita lalui,” ungkap Sutjidra.

Tidak ada korban jiwa dalam bencana tanah longsor tersebut, namun demikian mengingat wilayah ini merupakan salah satu tempat yang memang langganan longsor  tiap tahunhnya, Wabup Sutjidra berharap masyarakat disekitar lokasi untuk lebih meningkatkan kewaspadaan apabila hujan deras mulai turun dan meminta agar masyarakat yang berada pada daerah perbukitan untuk mengungsi ke desa, ”Upaya antisipasi kedepan kita telah memberikan himbauan kepada warga disekitar seni untuk mengantisipasi agar saat terjadi hujan deras untuk menghindari tempat-tempat perbukitan yang rentan dengan longsor atau banjir,” ujar Sutjidra. 
- -
Lokalzone - Awal musim penghujan baru saja dimulai, namun bencana sudah mulai datang. Sebuah rumah milik Nyoman Redita (60) warga Banjar Dinas Kelod Kangin, Desa Tamblang, Kecamatan Kubutambahan hangus terbakar api lantaran disambar petir pada hari Senin (10/11/2014) sekitar pukul 12.30 wita. 

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut pasalnya saat kejadian pemilik rumah sedang melaksanakan Upacara Pitra Yadnya ke Desa Tamblang sehingga rumah dalam keadaan kosong. Kejadian tersebut pertama kali diketahui oleh tetangga korban I Wayan Repena (54) yang mendengar suara ledakan dari arah rumah Redita, ketika dilihat api sudah mulai membesar dan menjalar.

Sejumlah warga sempat berupaya untuk memadamkan api namun api dengan cepat merambat hingga membakar rumah semi permanen tersebut bersama isinya dan mengakibat kerugian mencapai Rp 30 juta.

Berdasarkan keterangan awal dari pihak Kepolisian diduga kuat listrik menyambar rumah tersebut lantaran saat ditinggal TV masih dalam keadaan menyala. "Memang benar rumah Nyoman Redita di Kubutambahan disambar petir, tidak ada korban jiwa dan saat rumah ditinggalkan kondisi TV masih tetap menyala," papar Kasubbag Humas Polres Buleleng AKP Agus Widarma Putra, Selasa (11/11/2014) di Mapolres Buleleng.
-
Lokalzone - Mengantisipasi timbulnya bencana alam di Bali dan Kabupaten Buleleng khususnya, Gubernur Bali Made Mangku Pastika pimpin apel siaga bencana di Lapangan Umum Seririt, Kamis (18/9/2014). Hadir dalam apel tersebut, Wakil Bupati Buleleng dr. I Nyoman Sutjidra, Sp.OG, Ketua Sementara DPRD Buleleng Gede Supriatna, Kepala BMKG Wilayah III, Kepala Basarnas Se- Bali , Kepala BPBD se-Bali, dan relawan. Apel gelar siaga bencana juga dirangkaikan dengan gladi penanggulangan bencana. 

“Sebagai salah satu kesiapan kita dalam melaksanakan misi kemanusian, saya mengapresiasi kepada seluruh pihak atas pengabdian dalam upaya penanggulangan bencana” ucap Gubernur Pastika dalam sambutanya. 

Menurut Pastika, Bali memiliki potensi ancaman bencana alam. Terlebih daerah Kabupaten Buleleng memiliki ancaman bencana yang komplek berupa tanah longsor, angin puting beliung, gelombang pasang, kekeringan dan kebakaran hutan yang sering terjadi setiap tahun dengan menelan korban jiwa dan harta benda. Namun, Gubernur Pastika mengapresiasi kesigapan jajaran Pemkab Buleleng dalam penanggulangan bencana di utara pulau bali. “Korban dan kerugian yang ditimbulkan cukup besar. Kesiap-siagaan ketersediaan personil, dukungan logistik dan lainnya yang memadai. Maka Apel ini merupakan langkah untuk merespon bencana dengan tepat dan cepat,” harapnya.

Sementara itu, Pemkab Buleleng melalui BPBD Buleleng telah memetakan daerah yang rawan berpotensi bencana alam di 9 Kecamatan. Kemudian di detailkan ke setiap Desa di Kecamatan tersebut. Peta rawan bencana baru diserahkan ke Kecamatan Sawan, yang lain menyusul jadwal penyerahan oleh BPBD Buleleng. “Kami telah memetakan resiko bencana dan peringatan dini di daerah rawan bencana” ucap Kepala BPBD Buleleng I Ketut Yasa, ST.
- -
Lokalzone - Cuaca buruk di Buleleng masih tetap berlanjut yang mengakibatkan jembatan jebol dan seorang ABK (anak buah kapal) meninggal dunia akibat terjatuh dari palka kapal.

Hujan deras yang menguyur tidak hanya mengakibatkan longsor dan pohon tumbang di daerah Desa Wanagiri sehingga membuat kemacetan di sehingga hampir sepanjang 1 km, Senin (03/02/2014). Tetapi juga menyebabkan jembatan sepanjang 11 meter dengan lebar 3 meter yang menghubungkan Desa Petandakan dengan Desa Nagasepaha jebol dan harus ditutup sementara karena kondisinya yang masih labil.

Tidak ada korban jiwa yang terjadi akibat jebolnya jembatan yang dibangun pada tahun 1963 tersebut sedangkan kerugian yang dialami diperkirakan mencapai Rp 300 juta.

Sedangkan di Gerokgak, Budiarto (39) yang merupakan seorang ABK kapal Permata Sakti terjatuh ketika hendak melepas lampu penerangan palka diatas kapal setinggi 7 meter yang diduga akibat hempasan ombak besar. Padahal saat itu diketahui kapal tersebut sedang bersandar di Dermaga 2 Celukan Bawang.

Budiarto yang sempat dilarikan ke rumah sakit di Kota Seririt akhirnya meninggal dunia akibat luka serius yang dialaminya pada bagian kepala.

"Kejadian tersebut kecelakaan, dimana korban Budiarto terjatuh ketika melepas lampu penerangan palka di atas kapal", papar Kasubbag Humas Polres Buleleng Made Mustiada ketika dikonfirmasi, Rabu (05/02/2014).
-
Lokalzone - Hujan deras diiringi angin kencang yang terjadi di Buleleng benar-benar berefek masif dan merusak. Dari informasi yang berhasil dikumpulkan hingga, Sabtu (25/01/2014) lima orang meninggal dunia dengan kerugian sedikitnya mencapai Rp 2 Milyar lebih, berikut laporannya.

Di Desa Mengening, Kecamatan Kubutambahan Putu Wijaya (45) yang beralamat di Desa Sangket, Kecamatan Sukasada dan Made Sudarsana (49) yang beralamat di Tegalalang, Kabupaten Giayar meninggal dunia ditempat akibat mobil yang digunakannya diterjang longsor sehingga jatuh ke jurang. Sedangkan di Desa Pakisan 4 buah rumah milik Budiartama, Ntoman Budiada, Wayan Suardiasa, Nyoman Widana, bangunan wantilan Desa Pakraman Pakisan, dan bendungan Tegehe Subak Layaan rusak akibat air bah.

Desa Lokapaksa, Kecamatan Seririt sebuah tembok roboh dan menimpa rumah sehingga menyebabkan Ayu Ade (14) meninggal dunia sedangkan 3 lainnya, Putu Kasta Ariawan (45), Komang Warnini (44), dan Luh Arini (16) mengalami patah tulang dan harus dilarikan kerumah sakit terdekat.

Dusun Manuksesa, Desa Bebetin, Kecamatan Sawan terjadi air bah akibat sungai meluap hingga menyebabkan Kadek Ayu Sri Padmini (19) warga Banjar Bingin, Desa Bingin, Desa Galungan Kecamatan Sawan yang sedang melintas dengan sepeda motor terseret arus hingga 500 meter dan meninggal dunia. Sedangkan akibat besarnya air bah yang bembawa sejumlah batu besar menyebabkan akses jalan tertutup, 600 are sawah milik Made Sukarta (80) tertimbun lumpur.

sedang yang lainnya seperti rumah milik Made Sutiara (33), dua buah Kandang sapi milik Ketut Suwija (60) dan Wayan Gara (70), serta dapur milik Ketut Tari (50) hanyud terhempas gelombang air bah.

Di Desa Silangjana, Kecamatan Sukasada sebuah jembatan putus sehingga menyebabkan dua buah sepeda motor milik Komang Carmayasa (40) yang merupakan warga setempat hanyut beserta tembok rumah milik Gede Suartana (40). Sebuah bangunan rumah milik Nyoman Langgeng (65) jebol sehingga sejumlah barangelekronik ikut hanyut namun demikian tidak terdapat korban jiwa dalam kejadian tersebut. Sedang di Desa Ambengan rumah milik Dewa Ketut Nyeneng (73) juga tidak luput dari kerusakan karena cuaca ekstrim.

Kelurahan Kampung, Singaraja atap rumah yang terbuat dari benteng milik Koridha (60) ambruk karena akibat angin kencang, namun tidak ada korban jiwa.

Di Desa Ambengan, Kecamatan Sukasada terjadi tanah longsor yang menimpa rumah milik Dewa Ketut Nyeneng (73) yang menyebabkan bagian dapur beserta peralatannya tertimbun tanah, namun tidak terdapat korban jiwa.

Pada Desa Sekumpul, Kecamatan Sawan tanah longsor yang terjadi mengakibatkan akses jalan Desa Sekumpul menuju Desa Galungan lumpuh sementara akibat tertimbun tanah sepanjang 200 meter dan listrik padam karena tiang listrik yang tumbang diterjang longsor, namun tidak ada korban jiwa akibat kejadian tersebut.

Sedang di Dusun Kaja Kauh, Desa Sudaji, Kecamatan Sawan akibat tanah longsor mengakibatkan harta benda dan hewan piaraan milik warga setempat yakni Made Kerana (56), Nyoman Kaca (60), Ketut Sapta (57), Made Srigati (50), Wayan Kerta (50), Made Warnita (50), Ketut Sugiada (45), Ketut Kertiada (60), Ketut Dika (49), Made Sumada (50), Ketut Minta (50), Ketut Rena (50), Made Artana (60), dan Ketut Artama (45), hanyud terbawa arus namun tidak terdapat korban jiwa.

Di Desa Mayong, Kecamatan Seririt Sungai Saba meluap hingga menyebabkan 2 unit rumah beserta isinya milik Gusti Ayu Puji Asmika (32) hanyut, di Desa Petomon 4 rumah milik Komang Budiasa, Ketut Ratini, Kadek Yuda dan Kadek Wijoyo hanyut. Sedang di Desa Rengdikit akibat sungai yang tergerus air rumah milik Gusti Putu Ngurah Alit juga hanyut terseret air namun tidak ada korban jiwa.

Di Kecamatan Busungbiu hampir di sebagian besar wilayah dilanda bencana akibat hujan deras yakni, Desa Kekeran tanah longsor menutup sebagian badan jalan sehingga jalan macet, longsor juga menimpa bangunan sekepat milik Kadus Kauhan, Kadek Pasek Wijaya dan menimpa dapur Wayan Kawit. di Desa Busungbiu pohon bertumbangan  menutup jalan raya.

Di Desa Pucaksari sebuah jembatan jebol sehingga akses menuju rumah penduduk berjumlah sedikitnya 20 KK terputus. Di Desa Telaga senderan jalan longsor sekitar 15 meter sehingga menyebabkan kamar mandi dan kandang babi milik Wayan Sumariasa tertimbun tanah tidak hanya itu sejumlah pohon tumbang menimpa kabel listrik dan juga mengakibatkan akses jalan menuju Desa Sepang Macet namun tidak terdapat korban jiwa.

Di Desa Pelapuan tembok penyengker merajan jebol sepanjang 10 metermenimpa 6 buah pelinggih milik Dewa Nyoman Bagiana. Di Desa Sepang tanah longsor menerjang halaman TK Widi Dharma, SD N Nomer 1 Sepang ditimpa tembok, serta tembok rumah Gede Arsa juga ikut longsor.

Sedangkan di Desa Subuk, terjadi bencana tanah longsor di 4 titik yang menimpa rumah Ketut Candi Yasa, Gede Pasek, Wayan Ardana, Nyoman Suarsana dan Wayan Serining, namun tidak terdapat korban jiwa.

Di Desa Tirtasari, Kecamatan Banjar senderan dan tembok penyengker Puskesdes sepanjang 12 meter dengan ketinggian 3 meter longsor, namun tidak terdapat korban jiwa. 

Selain itu informasi terbaru di Mapolres Buleleng juga menyebutkan seorang petani bernama Dawilok (57) warga Desa Sumber Kelampok, Kecamatan gerokgak tewas tersambar petir saat memberi makan sapi piaraannya, Jumat (24/01/2014) kemarin hingga jumlah korban meninggal akibat cuaca ekstrim menjadi 5 orang.

Akibat serangkaian bencana tersebut diperkirakan menimbulkan kerugian materi sebesar Rp 2.192.000.000,- dan diperkirakan jumlahnya akan meningkat lagi mengingat masih adanya kerugian yang belum bisa dikonfulir.
-
Lokalzone - Hujan lebat diiringi angin kencang yang melanda hampir merata di Kabupaten Buleleng, Kamis (23/01/2014) kemarin menyisakan sejumlah permasalahan berupa bencana yang terjadi sedikitnya di 24 titik yang tersebar di Kabupaten Buleleng.

Melihat efek masif dari bencana tersebut membuat Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana beserta wakil Dr. I Nyoman Sutjidra, Sp.OG turun lansung kelapangan untuk meninjau lokasi serta korban akibat bencana tersebut yang membuat 4 orang meninggal dunia yakni Ayu Ade (14), Kadek Ayu Sri Padmini (19), Putu Wijaya (45), dan Made Sudarsana (49).

Sedangkan dari aparat baik Polri dan TNI secara bersama-sama membersihkan tanah yang menutup akses jalan di Desa Sekumpul akibat tanah longsor yang juga mengakibatkan sebuah tiang listrik tumbang. 

Sebelumnya diketahui pada pagi harinya, Jumat (24/01/2014) Polres Buleleng menggelar apel kesiapan bencana yang memang diperuntukkan untuk mengantisipasi adanya bencana di Kabupaten Buleleng. Namun karena adanya sejumlah bencana seluruh personil langsung diberangkatkan dengan menggunakan 5 buah truck menuju lokasi yang di pimpin langsung oleh Kapolres Buleleng AKBP Beny Arjanto SiK dan Dandim 1609 Buleleng Letkol Inf. Nugroho Dwi Hermawan.

"Untuk di daerah sini saja (Sekumpul, red) kita tempatkan 130 anggota sedangkan di daerah Tajun kita tempatkan 30 orang personil tergantung pada situasi dan medan", papar Beny Arjanto di sela-sela kegiatan.

Untuk mengantisipasi adanya bencana yang sama pihak Kepolisian bekerjasama dengan Muspida telah menetapkan posko utama yang berlokasi di Pemda dan sejumlah posko juga akan di bangun di beberapa titik rawan bekerjasama dengan badan nasional penanggulangan bencana.
-
(Gambar Ilustrasi)
Lokalzone - Bencana alam memang tidak dapat dihindari dan datangnya juga tidak terduga, hal inilah yang terjadi pada Senin (14/10) sekitar pukul 02.00 wita Di Pura Song Gending Banjar Dinas Sinalud Desa Kayuputih Kecamatan Sukasada. Bencana angin puting beliung menyapa desa tersebut.

Tidak banyak yang dapat dilakukan oleh warga setempat selain menerima dengan ikhlas, ditengah tidur yang lelap tiba-tiba datang angin puting beliung yang berhembus dengan kencang yang menyebabkan sebuah pohon bunut yang berukuran cukup besar tumbang dan mengenai Pura Song Gending milik warga setempat.

Akibat bencana alam tersebut pohon bunut besar tumbang dan menimpa Pura Song Gending sehingga pura mengalami kerusakan pada piasan, pelinggih apit lawang satu, pelinggih penirtaan, tembok penyengker jabe tengah dan jaba sisi. Dengan kejadian ini kerugian diperkirakan mencapai Rp. 35 juta.

Kasubag Humas Polres Buleleng, Rabu (16/10) ketika dikonfirmasi mengatakan kejadian tersebut murni karena bencana alam puting beliung "Kejadiannya pada dini hari, sebuah pohon pungut besar tumbang karena angin puting beliung sehingga menyebabkan sebuah Pura rusak karena pohon tumbang kesana" papar Made Mustiada.
- -
Sidatapa - Akibat bencana tanah longsor yang terjadi di Desa Sidatapa Kecamatan Banjar, Jumat (7/6/2013) pukul 15.00 wita, tiga orang yang saat berada tepat di bawah menjadi korban keganasan terjangan tanah.
Kubutambahan, Bencana angin puting beliung yang menimpa Kecamatan Kubutambahan Selasa (5/23/2013) lalu walau tidak terdapat korban jiwa, bencana tersebut membuat 29 rumah warga rusak hingga menyebabkan kerugian total mencapai dua ratus lima puluh juta rupiah lebih.
-
Tambakan, Pohon tumbang mengenai seorang warga yang sedang mencari kayu bakar di kebun miliknya namun nahas karena kecelakaan tersebut mengakibatnya luka serius dan akhirnya mengembuskan napas terakhirnya di Puskesmas Kintamani.
-
Sumber Google - Ilustrasi
Jika beberapa hari lalu seorang petani di Kecamatan Sawan disambar geledek ketika berteduh di kandang sapi miliknya , kali ini gilirang seorang buruh yang rumahnya ambruk ditimpa pohon karena hujan lebat dan angin kencang di Kecamatan Kubutambahan.
-
Sumber Google - Ilustrasi
Hujan lebat selama sekitar dua jam yang terjadi Jumat (4/1/2013) kemarin rupanya tidak hanya membuat beberapa daerah di Singaraja terendam banjir namun kilatan petir juga menyambar seorang petani di Desa Sangsit dan merobohkan dua pagar rumah yang terletak di Kecamatan Sawan.
-
Bencana semakin sering terjadi di Kabupaten Buleleng hal ini terbukti dengan adanya dua kejadian pada hari yang sama, satu kebakaran lahan perkebunan di Desa Selat Kecamatan Sukasada dan satu lagi bencana alam tanah longsor di  Desa Subuk Kecamatan Busung Biu. Akibat bencana tersebut satu buah rumah  menjadi sasaran dari longsoran tanah karena posisinya yang berada tepat dibawah lokasi longsor sehingga mengakibatkan rumah tersebut rusak berat.
Kondisi alam yang berbukit memang rawan akan bencana tanah longsor khususnya pada musim penghujan, namun kejadian tanah longsor di musim panas kali ini disebabkan oleh pengairan lahan sawan yang memang kebetulan tepat berada diatas rumah I Md Kemida (47) yang beralamat di Dusun / Desa Ambengan Kecamatan Sukasada Kabupaten Buleleng.