LokalZone - Polres Buleleng laksanakan Gelar Pasukan dalam rangka Operasi Lilin 2015, Rabu (23/12/2015) di Taman Kota, Jalan Ngurah Rai, Singaraja, 589 personil gabungan dari Polres Buleleng beserta Polsek Jajarannya, TNI, Linmas, Pemadam, Dishub hingga Pecalang siap amankan perayaan Natal dan Tahun Baru 2015 di Buleleng.
Sejumlah titik rawan sudah dipetakan aparat Kepolisian dan mulai hari ini kedepannya pengawasan terhadap pintu masuk Buleleng akan ditingkatkan untuk mencegah barang berbahaya masuk ke wilayah Buleleng. "Pengawasan pintu masuk khususnya di wilayah Gerokgak, kita tingkatkan razia dengan sasaran mobil box, jam berikutnya truk, dan berikutnya bisa roda dua. Mengingat Gerokgak juga rawan laka karena jalannya lebar dan sepi," ungkap Kapolres Buleleng AKBP Harry Haryadi B. usai memimpin Apel Gelar Pasukan.
Sedangkan untuk pengamanan 47 Gereja yang tersebar di wilayah Buleleng, pihaknya mengungkapkan sudah melakukan pengamanan sejak beberapa hari sebelumnya, mengikuti jadwal yang telah diberikan dari pihak Gereja dan puncaknya pada tanggal 25 Desember nanti.
Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya Apel Gelar Pasukan Ops Lilin kali ini juga disertai dengan pemusnahan barang bukti berupa minuman keras dan lomloman yang sebelumnya disita aparat Kepolisian.
"489 liter arak,
lomloman 7 buah, anggur 8 buah, ini belum digabung dengan operasi pekat
sebelumnya. Sebelumnya kami juga melakukan penyitaan kembang api hampir 1
gudang, dan operasi ini akan terus berlanjut hingga menjelang malam
tahun baru apabila ditemukan kami tidak akan segan-segan untuk menyita, lebih baik mencegah dari pada mengobati," papar Kapolres Harry Haryadi.
Untuk diketahui terkait perayaan malam tahun baru 2015 nantinya akan dipusatkan di Eks Pelabuhan Buleleng dan Kapolres Harry Haryadi menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk tidak merayakan malam tahun baru secara berlebihan sekaligus menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif.
Buleleng - Hukum - Kamtibmas
LokalZone - Pasca kerusuhan di LP Kerobokan, Pagi ini Senin (21/12/2015) Aparat Kepolisian dari Polres Buleleng, Kodim 1609 Buleleng dan Pegawai Lapas secara bersama-sama melakukan sweping di Lapas IIB Singaraja, hasilnya cukup mengecutkan pasalnya sejumlah barang yang ditemukan tergolong berbahaya dan dilarang.
Dalam sweping yang dilakukan sekitar 2 jam dari pukul 08.30 wita tersebut Polisi berhasil mengamankan sejumlah pisau cuter, ikat pinggang, gunting, potong kuku, penggaris berbahan besi, tongkat kayu yang dibuat menyerupai tombak, sejumlah pipet, kertas timah serta korek gas yang dimodifikasi sehingga aparat Kepolisian memperkirakan bahwa alat tersebut digunakan untuk menghisap narkoba.
"Seperti yang teman-teman saksikan, itu termasuk kategori barang-barang yang dilarang atau membahayakan, termasuk bekas-bekas alat hisap sabu-sabu, ada bekas kertas timah, pipet ada sendok dan juga koreknya. Kami meyakini sebelumnya itu pasti digunakan untuk Narkoba," ungkap Kapolres Buleleng AKBP Harry Haryadi B. didampingi Dandim 1609 Buleleng Letkol inf Budi Prasetyo Dandim 1609/Buleleng.
Kapolres Harry Haryadi juga mengungkapkan rasa kekecewaannya dengan adanya temuan berbagai benda yang dapat digunakan sebagai senjata tajam bahkan diduga kuat di dalam lapas juga tersedia alat komunikasi berupa HP.
"Termasuk senjata tajam, apapun ceritanya sebenarnya itu dilarang dan pak Kalapas sendiri sudah mengakui, ada gunting, ada cuter dan itu bisa digunakan sebagai senjata,
seandainya terjadi sesuatu di LP ini tentunya sangat menghawatirkan.
Termasuk disini ada charger, ada baterai, ada kartu perdana ini menandakan ada
alat komunikasi di dalam kawasan lapas ini," tegasnya.
Selain itu didalam lapas juga ditemukan 4 buah kerajinan tangan berupa senjata laras panjang yang dibuat dari kertas, menurut Kapolres Harry Haryadi walau sepintas terlihat sepele namun hal ini sangat membahayakan. "Ini ada senjata berupa kerajinan tangan, ini bisa juga sangat
berbahaya dan rawan karena tidak menutup kemungkinan bisa untuk
membiasakan diri atau bisa juga digunakan untuk sarana latihan, " katanya.
Selain itu terungkap pula bahwa Lapas IIB Singaraja sudah over kapasitas dan sangat rawan apabila terjadi sesuatu. "Saat ini ada 129, sedangkan kapasitas hanya 78 orang jadi over kapasitas hingga 65%. Sudah beberapa kali kita sampaikan ke Pemda hal ini untuk di relokasi, kemarin
ada satu tempat yang bisa digunakan di Kubutambahan namun terlalu jauh
dari pusat kota," ujar Kalapas IIB Singaraja Sutarno, Bc.IP, SH, MH.
Terhadap temuan tersebut pihak Kepolisian langsung melakukan penyitaan, serta akan melakukan penyelidikan lebih lanjut terhadap para pemiliknya.
Buleleng - Kamtibmas - Peristiwa
LokalZone - Pasca bentrok antar ormas yang menyebabkan empat orang meningggal dunia di Denpasar kemarin, Kapolres Buleleng AKBP Harry Haryadi B. Kumpulkan para ketua ormas se Buleleng di Mapolres Buleleng, Jumat (18/12/2015).
Dalam pertemuan tersebut Kapolres Harry Haryadi meminta kepada semua pihak untuk menahan diri atas kejadian kemarin dan berharap tidak ada bentrok susulan karena peristiwa tersebut tidak hanya menimbulkan korban jiwa tetapi juga hanya memberi rasa takut yang nantinya akan berimbas kepada perekonomian Bali khususnya dari sektor pariwisata.
"Saya berharap sodara-sodara ini yang terdiri dari bebrapa wadah tapi satu orangnya, yang pasti orang Buleleng, penduduk Bali dan bekerja di Bali. Yang sudah terjadi di Denpasar sudah terjadi jangan sampai terjadi di Buleleng, peristiwa seperti ini hanya akan merusak perekonomian kita, Bali, tamu yang mau kesini bisa takut, siapa yang rugi," paparnya.
selain itu pihaknya juga meminta ketegasan sikap tidak hanya kepada dua ormas yang terlibat pertikaian tetapi kepada semua ormas yang ada di Buleleng untuk tidak terpancing dan memancing pertikaian baru.
"Kita semua sepakat ya jangan terpancing peristiwa kemarin, tetapi kalau sampai terjadi di Buleleng saya akan tindak tegas, sepakat," tegas Kapolres Harry Haryadi.
Di temui usai pertemuan tersebut Kapolres Harry Haryadi meminta kepada masyarakat untuk tidak merasa ketakutan dan dirinya menjamin akan keselamatan setiap warga untuk beraktifitas seperti biasa.
"Masyarakat tidak usah ketakutan berlebihan, lakukan aktifitas seperti biasa dan Polri menjamin keselamatan setiap masyarakat," ujarnya.
Dalam pertemuan tersebut Kapolres Harry Haryadi meminta kepada semua pihak untuk menahan diri atas kejadian kemarin dan berharap tidak ada bentrok susulan karena peristiwa tersebut tidak hanya menimbulkan korban jiwa tetapi juga hanya memberi rasa takut yang nantinya akan berimbas kepada perekonomian Bali khususnya dari sektor pariwisata.
"Saya berharap sodara-sodara ini yang terdiri dari bebrapa wadah tapi satu orangnya, yang pasti orang Buleleng, penduduk Bali dan bekerja di Bali. Yang sudah terjadi di Denpasar sudah terjadi jangan sampai terjadi di Buleleng, peristiwa seperti ini hanya akan merusak perekonomian kita, Bali, tamu yang mau kesini bisa takut, siapa yang rugi," paparnya.
selain itu pihaknya juga meminta ketegasan sikap tidak hanya kepada dua ormas yang terlibat pertikaian tetapi kepada semua ormas yang ada di Buleleng untuk tidak terpancing dan memancing pertikaian baru.
"Kita semua sepakat ya jangan terpancing peristiwa kemarin, tetapi kalau sampai terjadi di Buleleng saya akan tindak tegas, sepakat," tegas Kapolres Harry Haryadi.
Di temui usai pertemuan tersebut Kapolres Harry Haryadi meminta kepada masyarakat untuk tidak merasa ketakutan dan dirinya menjamin akan keselamatan setiap warga untuk beraktifitas seperti biasa.
"Masyarakat tidak usah ketakutan berlebihan, lakukan aktifitas seperti biasa dan Polri menjamin keselamatan setiap masyarakat," ujarnya.
Buleleng - Kamtibmas - Peristiwa
LokalZone - Antisipasi perayaan Natal dan Tahun baru (Nataru) 2015 Jajaran Polres Buleleng sidak pedagang kembang api serta peredaran minuman keras yang kerap menjadi pemicu keributan dan konflik di malam tahun baru.
Kasat Shabara Polres Buleleng AKP Wayan Parta atas seijin Kapolres Harry Haryadi, Jumat (18/12/2015) di Mapolres Buleleng mengungkapkan menekan penjualan miras dan kembang api merupakan salah satu prioritas dalam rangka menjaga situasi kamtibmas Buleleng tetap terjaga.
"Dalam rangka pengamanan Nataru, dimana jajaran Sat Sabhara Polres maupun Polsek dengan gencar-gencarnya melaksanakan Operasi miras sebagai tindakan preemtif atau pencegahan. Sedangkan untuk kembang Api kami lakukan sidak ke pedagang yang berjualan di seputaran Jalan Ponogoro, terkait ijin dan juga spesifikasinya. Yang tidak dibolehkan itu mercon dan kembang api ukuran diatas 2 inc keatas dan hasil pemeriksaan sementara belum kami temukan," ujar Wayan Parta.
Tidak hanya wilayah kota, unit Patroli Shabara Polres Buleleng bekerjasama dengan Polsek Jajaran juga melakukan sejumlah razia di wilayah pelosok dengan hasil 20 liter arak bali disita dari Made Tiarge (60) di Banjar Kanginan, Desa Bontihing, Kecamatan Kubutambahan, 2 botol aqua besar arak bali dari Ketut Sentana (43) di Dusun Yeh Panas,Desa Patas, Kecamatan Gerokgak, 3 liter arak bali dari Made Sumanasa (38) di Banjar Kubuanyar, Desa Kubutambahan, setengah jirigen arak bali dari Kadek Sudarma (30) di Dusun Mekar Sari, Desa Patas, serta 3 liter arak bali dari Made Sumanasa (38) Banjar Kubuanyar, Desa Kubutambahan.
Lebih lanjut Wayan Parta mengungkapkan langkah ini merupakan langkah awal dari aparat Kepolisian dalam mengantisiasi malam perayaan tahun baru, sedangkan terkait lomloman spritus pihaknya meminta kepada masyarakat untuk tidak membuat atau membunyikannya karena apabila ditemukan akan ditindak tegas.
"Lomloman kalau kami temukan pasti ditindak, barangnya kami sita dan orangnya kami beri pembinaan," ujar Wayan Parta seraya meminta kepada masyarakat untuk melaporkan apabila terdapat warga yang menggunakan lomloman kepada aparat Kepolisian melalui Humas.
Buleleng - Kamtibmas
LokalZone - Bukti keterbukaan informasi dan jalinan komunikasi yang dilakukan aparat Kepolisian terhadap awak media di Kabupaten Buleleng berbuah manis, hari ini Kamis (17/12/2015) Kapolsek Celukan Bawang AKP Ketut Adnyana TJ menerima penghargaan dari Komunitas Jurnalis Buleleng (KJB) sebagai acara penutup diskusi akhir tahun dengan tema "Memelihara Demokrasi Menghindari Calon Tunggal" yang diadakan di Gedung Imaco Eks Pelabuhan Buleleng.
Menerima penghargaan yang diserahkan langsung oleh Ketut Wiratmaja selaku Presiden KJB, Adnyana TJ nampak sangat terkejut dan terharu hingga berkaca-kaca pasalnya dirinya tidak pernah menyangka masuk dalam nominasi penerima KJB Award 2015 yang diberikan kepada seseorang yang memang menjalin komunikasi yang baik terhadap awak media serta menjungjung tinggi keterbukaan informasi.
"Saya sangat berterimakasih kepada rekan-rekan media atas penghargaan yang begitu besar ini, dan tentunya kedepannya tetap menjalin komunikasi yang baik karena keterbukaan informasi itu memang sudah semestinya dilakukan," ujar Adnyana TJ.
Adnyana TJ sendiri sebelumnya memang dikenal dekat dengan semua wartawan bahkan sejak dirinya menjabat sebagai Kasat Reskrim Polres Buleleng selama dua setengah tahun lamanya. Hampir semua informasi kasus maupun perkembangannya selalu di buka ke publik berkat kerjasama awak media.
Dirinya mengungkapkan bahwa penghargaan ini akan menjadi motivasi bagi dirinya untuk tetap berkarya dan bekerja dalam membangun Buleleng terlebih dalam hal menjaga situsi kamtibmas tetap aman dan kondusif.
"Dalam masa dinas saya yang masih 20 tahun lagi, saya yang juga merupakan putra daerah Buleleng akan tetap berkarya dan peduli terhadap daerah kita ini. Dan ayo kita bersama-sama membangun daerah kita yang kita cintai ini, membangun komunikasi sehingga Buleleng tetap kondusif seperti sekarang ini," papar Adnyana TJ seraya mengucapkan terimakasih di hadapan para tamu undangan yang hadir.
Buleleng - Seremonial
Langganan:
Postingan (Atom)







